Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Senin, 16 Maret 2015

Rupiah Diperkirakan Lanjutkan Pelemahan

http://financeroll.co.id/wp-content/uploads/rupiah135.jpgRifan Financindo Berjangka – Laju nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih melemah, melampaui level  Rp 13.200 per USD.  Berdasarkan Bloomberg Dollar Index,  pada akhir pekan lalu, Jumat (13/3),
Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 22 poin ke Rp 13.205 per USD, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 13.182 per USD.  Kurs Rupiah terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku bisnis. Jatuhnya Rupiah terhadap dolar Amerika di arena valuta asing bak akrobat yang menegangkan.
Kurs Rupiah pagi ini dibuka di level Rp 13.185 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp 13.167-Rp 13.216 per USD.  Posisi Rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp 13.191 per USD. Posisi ini melemah dibanding posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp 13.176 per USD.
Kurs  Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan sulit kembali di bawah Rp 11.000 per USD. Imbasnya, daya beli masyarakat semakin melemah seiring depresiasi mata uang Indonesia.  Pelemahan nilai tukar Rupiah dapat meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia. Pasalnya, harga produk Indonesia menjadi relatif lebih rendah terhadap USD.
Meski demikian, pelaku usaha tidak serta-merta dapat memanfaatkan kondisi tersebut. Selain harga atau biaya (price/cost), ada tiga komponen lain dalam faktor daya saing, yaitu kualitas (quality), kecepatan dan ketepatan waktu pengiriman barang (delivery), serta layanan purna jual (services).  Melemahnya kurs Rupiah otomatis menaikkan daya saing produk ekspor pada tingkat tertentu, namun hanya dari sisi cost. Jika ingin benar-benar memanfaatkan hal ini maka pelaku usaha harus bisa meningkatkan quality, delivery, dan services.

Sumber : Financeroll

Tidak ada komentar :

Posting Komentar