Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Selasa, 31 Maret 2020

PT Rifan Financindo - Pasar Modal Perkasa di Selasa Pagi


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pasar modal domestik bangkit dari tekanan pada perdagangan hari ini, kala pembukaan pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat 2,53% ke level 4.526,06. Adapun pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG terkoreksi sedalam 2,88%.

Sejumlah 237,28 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi 27.240 kali dan membukukan nilai transaksi harian sebesar Rp463,24 miliar. Pergerakan saham yang terpantau meliputi 163 saham naik, 33 saham turun, dan 66 saham lainnya stagnan.

Kendati IHSG menguat, aktivitas perdagangan bursa diwarnai oleh aksi ambil untung. Bursa mencatat, pagi ini asing telah mengantongi keuntungan jual senilai Rp103,09 miliar. Sementara itu, nilai jual bersih yang dihimpun investor domestik mencapai Rp102,55 miliar.
 
Kompak dengan IHSG, keempat indeks saham Asia juga menguat, yakni Nikkei naik 0,66%, Hang Seng naik 1,41%, Shanghai naik 0,63%, dan Strait Times naik 2,64% - PT RIFAN FINANCINDO
 
Sumber :  investing.com

Senin, 30 Maret 2020

PT Rifan - Ekonomi Indonesia Diprediksi Tumbuh 2 Persen Gara - Gara Corona


PT RIFAN BANDUNG - Penyebaran wabah virus corona di Indonesia yang semakin luas berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia mandeg. Lembaga penelitian ekonomi Center of Reforms on Economic (CORE) bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran -2 persen hingga 2 persen.

Angka tersebut dapat dicapai jika pemerintah melakukan langkah-langkah yang lebih ketat dalam mencegah penularan virus Corona seperti China, kjika pemerintah seperti China, maka puncak tekanan ekonomi diperkirakan akan terjadi di kuartal II, dimana kuartal III dan IV akan masuk masa pemulihan.

Dengan skenario paling optimis, CORE memprediksi pertumbuhan ekonomi -2 persen hingga 2 persen, demikian sebagaimana diprediksi oleh CORE Quarterly Economic Review, lebih lanjut, kondisi yang buruk mungkin saja terjadi jika penyebaran virus corona di Indonesia terjadi lebih dari 2 kuartal dan negara-negara yang menjadi mitra utama ekspor Indonesia mengalami hal serupa.

Dalam kondisi tersebut, tekanan permintaan global dan domestik akan semakin berkepanjangan dan peluang ekonomi tumbuh positif bisa sangat kecil sekali, selain itu, pandemi ini juga berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. Sebagian besar golongan ini bekerja di sektor informal, termasuk mengandalkan upah harian," lanjut ulasan tersebut. 

Oleh karenanya, apabila penanganan pandemi virus corona memakan waktu terlalu lama, periode pembatasan pergerakan orang juga akan semakin lama, sehingga nantinya golongan yang bekerja di sektor informal akan kehilangan mata pencaharian dan jatuh ke bawah garis kemiskinan - PT RIFAN

Sumber : liputan6.com


Jumat, 27 Maret 2020

Rifan Financindo Berjangka - Kepanikan Global Soal Virus Corona Mereda, IHSG Menguat 380 Poin


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kepanikan pasar keuangan global terhadap penyebaran Virus Corona sudah mulai mereda. Hal tersebut terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 380 poin ke level 4.316.

Perry mengatakan, penguatan IHSG juga diikuti oleh saham-saham perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Beberapa perusahaan sudah mulai bergerak ke zona hijau yang menandakan investor mulai menanam kembali dananya.

Banyak saham-saham di dalam warna hijau atau mengalami kenaikan harga dan ini menunjukkan kondisi kepanikan global mereda. Dan apa yang kita alami di pasar keuangan Indonesia tidak terpisah dari kondisi pasar keuangan dunia tadi," paparnya.

Dia menambahkan, bersamaan dengan perbaikan kinerja IHSG, aliran dana keluar atau out flow juga sudah melandai. "Outflow juga mengalami penurunan, ini menunjukkan kondisi pasar keuangan semakin membaik," tandasnya.

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Seluruh sektor pembentuk IHSG berada di zona hijau, pada sesi pembukaan hari ini pukul 09.00 WIB, IHSG naik 139,54 poin atau 3,54 persen ke posisi 4.077,17. Bahkan IHSG sempat menghijau ke level 268,310 poin atau 6,81 persen ke posisi 4.205,942.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W Widodo menjelaskan, pergerakan positif ini merupakan imbas dari kenaikan tajam pasar bursa di seluruh dunia, terutama Amerika Serikat (AS).

Adapun di masa awal perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.159,19 dan terendah 3.935,91.Sebanyak 149 saham menguat sehingga mendukung IHSG ke zona hijau. Kemudian 42 saham melemah dan 59 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 41.522 kali dengan volume perdagangan 436,5 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 862,1 miliar, investor asing beli bersih saham Rp 73,99 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 16.290.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor keuangan yang naik 7,59 persen. Disusul sektor barang konsumsi yang naik 6,63 persen dan sektor manufaktur naik 4,81 persen - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6.com 

Kamis, 26 Maret 2020

Rifan Financindo - Emas Melemah Setelah Paket Stimulus Dorong Kenaikan Bursa


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kemungkinan ekuitas akan terus menguat dalam pekan ini, dan berdampak pada pelemahan emas setelah para investor melakukan aksi jual emas setelah sempat nyaris mencapai $1.700 per ons pada hari Rabu jelang dirilisnya paket stimulus covid-19 senilai $ 2 triliun yang telah disepakati antara Gedung Putih dan Kongres.

Emas melemah karena investor berebut kembali ke ekuitas global," kata Ed Moya, analis pada platform perdagangan online OANDA. "Eropa memiliki kenaikan dua hari terbaik sejak 2008, sementara Dow Jones Industrial Average tampaknya siap menguat kembali, ini pertama kalinya selama krisis covid-19.

Emas pada akhirnya akan mendapat manfaat dari stimulus ini dan dolar juga akan turut melemah, tetapi hari ini saham jadi sorotan utama, emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX dilevel $1,631.80 per ons, dan XAU/USD dilevel $1,605,00 per ons.

Dalam perdagangan Selasa, emas April melaju hingga setinggi $1.699,15 per ons. Penguatan emas terjadi kurang dari dua minggu setelah mencapai level terendah empat bulan $ 1.450,90 pada 16 Maret.

Lonjakan harga emas pada awal minggu ini lumayan spektakuler dipicu program pelonggaran kuantitatif besar-besaran Fed dan fasilitas lainnya, yang memperluas aset yang dapat dibeli ke obligasi korporasi dan membanjiri pasar dengan likuiditas, yang membantu meredakan kepanikan pasar dengan cepat yang memburu uang tunai, dikombinasikan dengan paket stimulus Fiskal bernilai hampir $ 2 triliun,” kata TD Securities - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Jumat, 20 Maret 2020

Rifan Finacindo Berjangka - IHSG Bisa Sentuh 4.000 Jika Virus Corona Tak Cepat Ditangani


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup anjlok 225,25 poin atau 5,20 persen ke posisi 4.105,42 pada perdagangan kemarin. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG berada di zona merah

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim memprediksi IHSG bisa sentuh level 4.000 apabila pemerintah lambat mengambil tindakan meredakan kekhawatiran terhadap Virus Corona. Untuk itu, pemerintah bersama OJK dan BEI harus bersama-sama menjaga kondisi pasar.

IHSG bisa di bawah 4.000. Nah ini seharusnya pemerintah, BEI, OJK, Istana harus berkumpul karena yang namanya bursa itu kan mekanisme pasar. Kalau mekanisme pasar itu tidak boleh tutup kecuali perang," ujar Ibrahim.

Dia mengatakan, kondisi IHSG yang terus menurun juga dipengaruhi oleh rutinitas perusahaan yang listing di bursa untuk membagikan deviden. Sehingga perusahaan berbondong-bondong mengumpulkan dolar Amerika Serikat (USD).

Indeks saham LQ45 melemah 6,64 persen ke posisi 612,11. Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.329,61 dan terendah 4.093,71. Sebanyak 378 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 46 saham menguat dan 91 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 241.698 kali dengan volume perdagangan 4,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 4,8 triliun, investor asing jual saham Rp 604,74 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 15.913.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semuanya berada di zona merah. Pelemahan dipimpin oleh sektor aneka industri yang melemah 6,07 persen. Disusul sektor manufaktur anjlok 5,96 persen dan sektor barang konsumsi yang turun 5,95 persen.

Saham-saham yang melemah sehingga mendorong IHSG terperosok diantaranya BBCA yang turun 7 persen ke Rp 23.250 per lembar saham, MTDL melemah 7 persen ke Rp 930 per lembar saham dan MERK turun 7 persen ke Rp 1.395 per lembar saham.

Saham yang menguat antara lain IKAN naik 34,97 persen ke Rp 193 per saham, IFII naik 34,21 persen ke Rp 153 per saham dan OPMS naik 33,82 persen ke Rp 91 per saham - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Kamis, 19 Maret 2020

Rifan Financindo - Emas Kembali Turun Kebawah $1.500 Setelah Dow Anjlok Ke Level 19.000

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas kembali menjadi korban dari upaya gagal yang dilakukan pemerintahan Trump untuk meredakan kepanikan di Wall Street, jatuh kembali ke bawah level $1.500 karena investor melakukan aksi jual untuk mendapatkan uang tunai setelah Dow kembali anjlok ke bawah level 20.000 poin.

Menurut data investing.com Kamis pukul 8.35 WIB, Emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX di level $1,490,05 per ons, sementara XAU/USD $1,489.39 per ons, emas terperangkap di antara batu dan granit yang akhirnya malah mencemari label safe-haven-nya," kata Tariq Zahir, pendiri Tyche Capital Advisors yang berbasis di New York, yang menjalankan Program Komoditas Makro Global.

Untuk saat ini, semua mata memantau Dow meskipun disisi lain hal itu berarti kesempatan membeli dengan harga diskon dibawah $1.500."
Dow ditutup turun 6.30% pada hari Rabu di level 19.800 poin setelah sempat merosot ke kisaran 18.000.

Emas berjangka naik hanya di atas $ 39, atau 3%, pada hari Selasa setelah pemerintahan Trump mengatakan pihaknya menyiapkan paket stimulus senilai $1,3 triliun untuk mengurangi efek covid-19, yang telah menginfeksi lebih dari 7.500 orang Amerika dengan korban meninggal lebih dari 120 orang, dan menghentikan sebagian besar ekonomi AS - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 18 Maret 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kembali Bangkit Usai Jatuh 5 Sesi Beruntun


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat karena penurunan lima sesi di pasar bullion mendorong kehadiran bargain hunter (pencari barang murah), dengan pengumuman Federal Reserve untuk meningkatkan pinjaman sedikit menenangkan kekhawatiran pasar atas krisis likuiditas.

Logam mulia terperangkap dalam aksi jual pasar yang lebih luas karena virus korona terus menyebar cepat, dengan beberapa investor menjual emas untuk uang tunai dan menutupi margin call di pasar yang lain, harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.524,81 dolar AS per ounce. Sedangkan harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak 2,6 persen menjadi 1.525,80 dolar AS per ounce.
 
Fakta bahwa The Fed melangkah masuk, mereka mengeluarkan lebih banyak likuiditas di pasar, membantu emas untuk diperdagangkan lebih tinggi. Emas mulai bergerak seperti seharusnya," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Emas safe-haven menghapus kerugian sebelumnya dan melonjak lebih dari 2 persen setelah The Fed mengatakan akan meluncurkan kembali kebijakan era krisis keuangan, yakni pembelian utang korporasi jangka pendek untuk mencairkan pasar kredit yang tegang akibat pandemi virus korona.
 
Emas punya banyak faktor fundamental di belakangnya untuk membantu mendorongnya lebih tinggi. Plus, kita memang memiliki aspek teknikal mengingat penarikan yang kita miliki selama dua hari terakhir," kata Michael Matousek, Kepala Trader U.S. Global Investors, ini adalah peluang besar bagi orang untuk masuk ke pasar emas.

Emas merosot hampir 10 persen dari level tertinggi selama tujuh tahun yang dicapai pekan lalu. Emas jatuh sebanyaknya 5,1 persen ke posisi terendah sejak November 2019 dan menembus di bawah pergerakan rata-rata 200 hari (MA-200).

Emas juga tertekan oleh kejatuhan harga minyak, karena membuat pembelian Bank Sentral Rusia terhenti dan mungkin bisa memicu beberapa penjualan," kata analis Goldman Sachs.
 
Dalam waktu dekat, harga emas kemungkinan akan tetap fluktuatif karena mencoba untuk menemukan keseimbangan baru." Tambahnya, Membatasi kenaikan emas, dolar melonjak lebih dari 1,6 persen ke level tertinggi tiga pekan.

Palladium turun 0,8 persen menjadi 1.604,13 dolar AS per ounce, setelah anjlok sebanyaknya 18 persen di sesi sebelumnya. Platinum tergelincir 0,8 persen menjadi 657,66 dolar AS per ounce, setelah membukukan penurunan persentase satu hari terbesar pada sesi Senin.
 
Platinum, palladium, dan perak sampai batas tertentu adalah logam industri. Fakta bahwa pasar melihat prospek permintaan yang menurun karena virus korona, wajar jika apa pun yang memiliki aspek industri akan turun," kata Haberkorn.

Perak menyusut 3 persen menjadi 12,51 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 2009 di sesi terakhir - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Selasa, 17 Maret 2020

PT Rifan Financindo - Bursa Asia Anjlok Mengikuti Pelemahan Wall Street


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Sebagian besar bursa di kawasan Asia anjlok pada Selasa pagi, sehari setelah Wall Street mengalami penurunan drastis, meski sempat mengalami kenaikan pada awal perdagangan ditengah kekhawatiran covid-19 tetap menjadi risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi.

Indeks MSCI dari bursa di kawasan Asia Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) turun 0,43%. Indeks saham Nikkei 225 Jepang turun 2,79% dan KOSPI Korea Selatan turun 3,2%, saham berjangka AS (ESc1) naik 1,16% di awal perdagangan Asia, tetapi kenaikan ini tidak cukup meredakan kekhawatiran investor tentang penyebaran terus-menerus covid-19.

Emas, yang biasanya dibeli sebagai safe-haven, melanjutkan penurunan pada Selasa pagi karena beberapa investor memilih menjual apa yang mereka punya dan menyimpan uang dalam bentuk tunai.

Minyak berjangka menguat di Asia, tetapi risiko penurunan masih ada karena perkiraan penurunan permintaan energi global dan Arab Saudi berencana meningkatkan produksi minyak mentah guna memperluas pangsa pasarnya.

Federal Reserve AS mengejutkan para investor dengan pemangkasan suku bunga darurat pada hari Minggu, mendorong bank sentral lain melonggarkan kebijakan guna melakukan respons terkoordinasi terbesar sejak krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu.

Investor, bagaimanapun, khawatir bank sentral telah menghabiskan semua amunisi yang tersedia dan pembatasan yang lebih ketat pada pergerakan orang diperlukan untuk menahan wabah global covid-19.

Pasar keuangan pada hari Senin. S&P 500 (SPX) jatuh 12%, dengan kerugian sebesar $2,69 triliun, para trader memantau data yang akan dirilis Selasa, yang diperkirakan menunjukkan sentimen investor Jerman pada bulan Maret.

Amerika Serikat juga akan merilis penjualan ritel dan produksi industri untuk bulan Februari, yang mencerminkan dampak covid-19 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 16 Maret 2020

PT Rifan - Wabah Corona Meluas, Bagaimana Ekspansi Bisnis United Tractors


PT RIFAN BANDUNG - Virus corona (Covid19) terus menyebar di tanah air, pasien yang dinyatakan positif terkena corona mencapai 117 orang di delapan provinsi, meski demikian, penyebaran virus Covid19 tidak berdampak signifikan terhadap rencana bisnis dan ekspansi PT United Tractors Tbk (UNTR). “Kami belum merevisi target,” ujar Sekretaris Perusahaan United Tractors Sara K. Loebis

Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) telah mematok target kinerja operasional untuk tahun ini. Mulai dari target penjualan alat berat, volume produksi batubara, hingga target penjualan emas, United Tractors menargetkan dapat menjual alat berat Komatsu sekitar 2.900 unit atau sama dengan target penjualan pada 2019 lalu. Pada tahun lalu UNTR berhasil menjual 2.926 unit alat berat Komatsu.

Dari segmen konstruksi batubara oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA), UNTR menargetkan dapat memproduksi 130 juta ton batubara, sama dengan target produksi tahun lalu, dari lini penjualan batubara lewat entitas anak usahanya PT Tuah Turangga Agung (TTA), UNTR menargetkan mampu menjual 9,5 juta ton batubara atau naik dari tahun lalu yang hanya 8,7 juta ton.

Sementara dari lini bisnis pertambangan emas lewat Agincourt Resources dari tambang emas Martabe, UNTR menargetkan menjual 360.000 ons hingga 370.000 ons emas.
Di bidang energi, progress pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Jati sudah mencapai 88%.

Sara mengatakan, PLTU yang terlatak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini akan beroperasi secara komersil pada Mei 2021, tahun ini UNTR mengalokasikan belanja modal/capital expenditure sebesar US$ 450 juta. Sekitar US$ 300 juta dialokasikan untuk PT Pamapersada Nusantara (PAMA), sekitar US$ 100 juta untuk tambang emas Martabe, sementara sisanya untuk segmen mesin konstruksi dan ACSET

Meski demikian, Sara mengaku pihaknya saat ini masih memantau perkembangan kasus Covid19 yang sedang terjadi. “Apabila pandemi ini masih berlangsung hingga semester kedua 2020, kami akan membuat outlook baru,” sambung dia.

Per Januari 2020, penjualan alat berat Komatsu mencapai 251 unit atau turun 46% dibandingkan penjualan alat berat pada Januari 2019 yang mencapai 465 unit, di sisi lain, volume batubara yang diproduksi oleh PAMA mencapai 9,4 juta ton atau sama dengan realisasi tahun lalu. Adapun volume pengupasan lapisan (overburden removal) sebesar 70 million bank cubic meter (bcm).

Per Januari 2020, penjualan batubara melalui PT Tuah Turangga Agung (TTA) mencapai 752.000 ton, dengan rincian 533.000 ton thermal coal dan 219.000 coking coal. Realisasi penjualan batubara per Januari 2020 turun tipis 2,65% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 772.000 ton.

Adapun, penjualan emas dari Tambang Martabe mencapai 36.000 ounces atau naik 12,5% secara year-on-year. Penjualan emas per Januari 2020 jug naik 56,5% dari penjualan Desember 2019 yang sebesar 23.000 ounces.

Sara mengatakan, upaya yang dilakukan untuk menopang penurunan penjualan akibat fluktuasi harga komoditas adalah dengan memaksimalkan layanan purna jual. Namun, dia tidak menampik layanan purna jual pun cukup menantan. Sebab, pelanggan saat ini mungkin memperketat alokasi belanja untuk segmen parts dan services - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 13 Maret 2020

Rifan Financindo Berjangka - Nilai Tukar Rupiah Ambruk Tembus Level Rp14.522 Per USD


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak melemah sepanjang perdagangan hari ini, rupiah ditutup di level Rp14.522 per USD atau melemah dibanding pembukaan perdagangan tadi pagi di level Rp14.384 per USD.

Nilai tukar Rupiah sore ini juga melemah dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di Rp14.374 per USD, kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, aset berisiko termasuk Rupiah diperkirakan masih akan tertekan. Salah satunya disebabkan virus corona.
Sentimen negatif kelihatannya kembali menyambangi pasar keuangan setelah WHO mengumumkan bahwa status wabah Corona menjadi pandemik dari sebelumnya epidemik," ujar Ariston.

WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi yang berarti wabah itu menyebar luas ke seluruh dunia, badan PBB itu menambahkan bahwa Italia dan Iran kini berada di garis depan penyakit tersebut, dan sejumlah negara lainnya akan menyusul - RIFAN FINANCINDO

Sumber : merdeka.com

Kamis, 12 Maret 2020

Rifan Financindo - Tunggu Stimulus dari Negara Maju, Penguatan IHSG Tertahan

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Selasa, setelah mengalami aksi jual masif di awal pekan kemarin hingga menyentuh level terlemah sejak 27 Desember 2016, begitu perdagangan hari ini dibuka, IHSG langsung menguat 0,25% ke 5.149,493. Penguatan semakin bertambah hingga ke 5.255,181 atauy menguat 2,3% di akhir perdagangan sesi I.

Sayangnya penguatan tersebut belum mampu dilanjutkan di perdagangan sesi II. IHSG malah memangkas penguatan dan mengakhiri perdagangan di level 5.220,826, menguat 1,64%, berdasarkan data BEI, nilai transaksi pada perdagangan hari ini sebesar Rp 5,57 triliun, dengan investor asing melakukan aksi jual bersih Rp 561,53 miliar.

Terpangkasnya penguatan IHSG di sesi II mengindikasikan sikap hati-hati pelaku pasar dalam masuk ke aset-aset berisiko di tengah wabah virus corona yang masih belum diketahui akan berlangsung sampai kapan, pergerakan IHSG juga berbanding terbalik dengan bursa utama Asia hari ini. Mayoritas bursa utama berada di zona merah begitu perdagangan hari ini dibuka, tetapi berhasil menguat di akhir perdagangan.

Indeks Nikkei Jepang menguat 0,85%, Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong melesat masing-masing 1,82% dan 1,41%, sementara Kospi Korea Selatan naik 0,42%, gejolak yang terjadi di pasar finansial belakangan ini membuat negara-negara maju mulai mempertimbangkan gelontoran stimulus yang membuat bursa saham menghijau lagi.

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso, mengatakan pemerintah Jepang akan menyiapkan paket stimulus kedua untuk meredam dampak virus corona, sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan bertemu dengan anggota Kongres dari partai Republik hari ini guna membahas kemungkinan pelonggaran pajak untuk memacu perekonomian AS yang terancam melambat akibat virus corona.

Sementara itu dari Eropa, Menteri Keuangan Inggris menyampaikan APBN pada hari Rabu, dan dikabarkan ada banyak pembahasan bersama bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mengenai stimulus.

Kemudian di hari Kamis ada European Central Bank (ECB) yang akan mengumumkan kebijakan moneter, dan berpeluang menggelontorkan stimulus tambahan mengingat wabah virus corona menunjukkan peningkatan di Jerman, Perancis, dan Italia, tiga negara dengan ekonomi terbesar di zona euro. Italia bahkan sudah mengisolasi beberapa wilayah untuk meredam penyebaran virus corona.

Pengumuman stimulus tersebut tentunya bisa mengangkat kembali sentimen pelaku pasar untuk masuk ke aset-aset berisiko - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com

Rabu, 11 Maret 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Mulai Hari Ini, IHSG turun 5%, Perdagangan Saham Disetop


PT RIFAN FINANCIDNO BERJANGKA BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mencegah penurunan dalam di pasar saham. Pengawas pasar modal ini mengeluarkan kebijakan baru untuk menahan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Melalui surat bernomor S-274/PM.21/2020, OJK memerintahkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghentikan kegiatan perdagangan saham bila IHSG berada dalam tekanan.

Rinciannya, bila IHSG turun 5% dalam sehari, BEI diperintahkan menghentikan perdagangan selama 30 menit. Aturan ini mulai berlaku pada perdagangan besok hari ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Sementara bila IHSG turun hingga 10% atau turun melebihi 15%, maka BEI harus segera menerapkan protokol krisis yang dimiliki, sesuai SK Direksi BEI nomor Kep-00366/BEI/05-2012 mengenai Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia Dalam Kondisi Darurat - PT RIFAN FINANCIDNO BERJANGKA

Sumber : tribunnews.com

Selasa, 10 Maret 2020

PT Rifan Financindo - Wall Street Anjlok 7 Persen, Sinyal Resesi Global Semakin Dekat


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Indeks utama Wall Street babak belur pada penutupan perdagangan di awal pekan ini. Ketiga indeks turun lebih dari 7 persen, penurunan terbesar sejak krisis keuangan 2008.

Investor semakin khawatir terjadi resesi karena jatuhnya harga minyak dunia, ditambah dengan virus corona yang juga belum usai, Dow Jones Industrial Average turun 2.013,76 poin atau 7,79 persen menjadi 23.851,02, indeks S&P 500 kehilangan 225,81 poin atau 7,60 persen menjadi 2.746,56, dan Nasdaq Composite turun 624,94 poin atau 7,29 persen menjadi 7.950,68.

Ketiga saham utama AS anjlok sesaat usai bel pembukaan ditekan. Dow anjlok ke rekor 2.000 poin, pertama kalinya sejak 11 tahun lalu, tak hanya pasar saham yang anjlok, imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury dengan tenor sepuluh tahun juga turun ke level 0,318 persen. Ini merupakan rekor terendah.

Aksi jual dimulai pada akhir pekan lalu, ketika pakta pasokan minyak antara Arab Saudi dan Rusia runtuh. Kedua negara juga berjanji untuk meningkatkan produksi di tengah melemahnya permintaan global akibat virus corona dan tanda-tanda perlambatan ekonomi

Harga minyak mencatat penurunan satu hari terbesar sejak ‘Perang Teluk’ 1991. Minyak mentah Brent turun 23,88 persen dan WTI turun 25,1 persen, "Ada banyak ketakutan di pasar dan jika harga minyak terus bergerak lebih rendah, itu merupakan indikasi bahwa resesi global semakin dekat," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities di New York.

Boeing Co (BA.N) adalah hambatan terbesar pada Dow, jatuh 13,4 persen setelah penolakan Federal Aviation Administration (FAA) terhadap proposal pembuat rencana mengenai sistem pengkabelan yang diterapkan pada pesawat 737 MAX miliknya.

Saham Apple Inc (AAPL.O) turun 7,9 persen, setelah data menunjukkan perusahaan menjual kurang dari 500.000 smartphone di China pada Februari 2019, di tengah krisis virus corona, sebanyak 17,22 miliar saham berpindah tangan di Wall Street, lebih besar dibandingkan dengan rata-rata 11,05 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : kumparan.com

Senin, 09 Maret 2020

PT Rifan - Emas Melonjak 7% Pekan Silam


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melonjak hampir 7% selama pekan silam, kenaikan mingguan terbesar dalam 11 tahun, yang dipicu kenaikan harga logam kuning yang mendekati $1.700 per ons 

Pekan depan berpeluang melanjutkan tren penguaha ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penularan virus covid-19 yang mendorong investor di seluruh dunia beralih ke aset safe havens.

Emas Berjangka untuk pengiriman April di New York COMEX ditutup naik $4.40, atau 0.3%, hingga $1.674.52 per ons. Dalam pekan silam, emas berjangka melonjak 6,7%, kenaikan mingguan terbesar sejak 2009.
 
Emas April sebelumnya sempat mencapai level tertinggi di $1.690,65, namun ditutup pada level $1.674 pada Jumat malam.

Untuk tahun ini, emas berjangka naik 9%, sementara XAU/USD naik 10%, karena virus covid-19 telah memakan korban jiwa sebanyak 3.300 orang di seluruh dunia dan menginfeksi 100.000 lebih. Di Amerika Serikat sebanyak 14 orang telah meninggal dan lebih dari 200 telah terinfeksi - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 06 Maret 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Melonjak 2 Persen Dampak Virus Corona Semakin Meluas


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik lebih dari 1 persen ke level tertinggi lebih dari satu minggu pada hari Kamis karena kekhawatiran atas penyebaran global virus corona mendorong aliran safe-haven dan meningkatkan harapan pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh bank sentral utama.
 
Harga emas di pasar spot naik 2,2 persen menjadi USD 1,671.78 per ons. Emas berjangka AS melonjak 1,8 persen menjadi USD 1,672.80, jelas karena pasar ekuitas berada di bawah tekanan dan ada lebih banyak kekhawatiran tentang coronavirus, jadi jelas kita melihat uang mengalir keluar dari aset berisiko ke tempat yang aman seperti emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
 
Selain itu, kami terus memandang emas sebagai lindung nilai klasik terhadap membanjirnya likuiditas bank sentral global. Emas terus memimpin biaya dan terus menjadi investasi alternatif favorit kami di luar sana.," tambah dia.

Pasar ekuitas mereda setelah California mengumumkan keadaan darurat terkait epidemi tersebut ketika jumlah kematian meningkat di Amerika Serikat, sekarang ada lebih dari 90 ribu kasus virus corona atau COVID-19 secara global, dengan lebih dari 3.000 kematian.

Dana Moneter Internasional mengatakan pada hari Rabu bahwa penyebaran global telah menghancurkan harapan untuk pertumbuhan yang lebih kuat tahun ini. Sementara laporan Fed menunjukkan ada tanda-tanda epidemi mulai membebani sentimen bisnis A.S. Ini jelas menjadi salah satu pemicu pergerakan harga emas.

Fed AS dan Bank Kanada telah merespons dengan memotong suku bunga sebesar 50 basis poin. Pasar di zona euro memperkirakan 90 persen kemungkinan bahwa Bank Sentral Eropa akan memangkas suku bunga simpanannya minggu depan.
 
Argumen makro Gold itu sederhana. Virus yang menyerang pertumbuhan global dan suku bunga rendah secara global akan membuat harga emas naik lebih tinggi,” kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA, dalam sebuah catatan.

Selanjutnya mendukung bullion, indeks dolar tergelincir 0,5 persen ke level terendah dua bulan dekat terhadap mata uang utama, sementara yield treasury 10-tahun AS turun kembali di bawah 1 persen - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6.com

Kamis, 05 Maret 2020

Rifan Financindo - Ada Wabah Corona, Menko Airlangga Tetap Yakin Ekonomi RI Tumbuh 5,3 Persen


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Mewabahnya virus Corona membuat perekonomian beberapa negara terkoreksi termasuk ekonomi Indonesia. Padahal sebelumnya banyak pihak memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi bakal membaik di 2020. Laporan mencatat, insiden wabah virus Corona membuat kinerja industri manufaktur global mengalami penurunan.
 
Ini momentum yang baik untuk didorong agar utilisasi pabrik ditingkatkan dan kesempatan Indonesia untuk menarik investasi. Karena manajemen risiko dari negara mitra (dagang) kita bahwa Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara bisa mengantisipasi risiko global supply chain,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan

Fundamental perekonomian Indonesia juga tetap stabil dan terjaga pada kisaran 5 persen di 2019, dengan pendorong utama berasal dari konsumsi domestik dan investasi (PMTB). Pertumbuhan ini juga sejalan dengan perbaikan kualitas indikator sosial.
 
Keberhasilan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tidak terlepas dari sinergi kebijakan yang telah dilakukan pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, reformasi struktural, serta keberlanjutan yang akan mendorong transformasi ekonomi untuk mengatasi tantangan pada 2020,” katanya.

Transformasi ekonomi yang akan dilakukan tentunya terpengaruh oleh risiko eksternal berupa defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan yang membuat Indonesia rentan terhadap gejolak eksternal, Terlepas dari itu, Indonesia diharapkan dapat terus mencetak pertumbuhan ekonomi berkualitas dan inklusif, seperti yang sudah ditargetkan untuk mencapai 5,3 persen pada 2020 ini

Sebelumnya, wabah virus Corona yang berasal dari Wuhan China menahan percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020. China berperan besar terhadap peta ekspor, pariwisata dan investasi Indonesia, di 2019, ekspor total Indonesia ke China menempati urutan pertama di sektor migas dan 10 komoditas utama non-migas. Komponen ini memiliki nominal USD 29,76 juta dengan pangsa 17 persen dan share terhadap PDB 2,66 persen.

Begitu juga dengan impor total juga menempati urutan pertama dengan nominal USD 29,42 juta, pangsa 12,2 persen dan share terhadap PDB 2,63 persen, di sektor pariwisata, kunjungan wisman China ke Indonesia di 2019 mencapai 2,07 juta orang dengan pangsa 12,9 persen. Dalam hal ini, China menempati urutan kedua setelah wisman asal Malaysia.

Devisa dari wisman China juga menempati urutan pertama dengan mencapai USD 2,35 juta dengan pangsa 14,1 persen dan share terhadap PDB 0,21 persen, sedangkan Foreign Direct Investment (FDI China ke Indonesia di 2019 mencapai USD 4,74 juta dengan pangsa 16,8 persen dan share terhadap PDB 0,42 persen.

Dalam kondisi ketidakpastian ini, Bank Indonesia sebagai regulator tetap optimistis bisa menjaga stabilitas perekonomian nasional. Dampak virus Corona memang mengganggu ekspor Indonesia ke China, direktur DKEM IGP Bank Indonesia Wira Kusuma mengatakan, dengan semakin luasnya penyebaran virus Corona yang membuat pertumbuhan ekonomi global termasuk juga Indonesia ini bukan berarti lalu membuat Indonesia pasrah.

Sebaliknya, ini dijadikan kesempatan dan tantangan baru Indonesia membuka jalur ekspor baru, mengenai impor, misalnya, lanjut Wira dengan mengoptimalkan permintaan konsumsi domestik dan daya beli masyarakat. Kini saatnya menggerakkan produksi dalam negeri. Mencari pengganti dari sumber daya yang dimiliki.

Soal ekspor, sebagai pecutan perbaikan industri manufaktur dalam negeri. Kondisi ini memaksa untuk memperkuat dan memberi nilai tambah sebelum dijual ke luar negeri, tantangan itu akan memaksa kita menginovasi dan kita cari opportunity (kesempatan) dan bikin kita survive," kata Wira - RIFAN FINANCINDO

Sumber : liputan6.com

Rabu, 04 Maret 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Urus Dokumen Impor Produk China Dipermudah


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Pemerintah merelaksasi persyaratan dokumen barang impor dari China. Relaksasi itu berupa pelaporan Certificate of Origin (COO) secara elektronik dari yang sebelumnya harus dengan dokumen asli.

Relaksasi pengajuan COO secara elektronik diberikan pada kegiatan atau penerbitan surat per tanggal 30 Januari 2020. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2020 tentang pedoman penelitian importasi barang yang berasal dari China dengan menggunakan skema tarif preferensi ACFTA (SKA Form E) sebagai dampak epidemik virus corona (covid-19).

Dengan begitu maka para importir bisa melaporkan softcopy kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan atau bisa juga via email. DJBC Kementerian Keuangan mencatat sudah ada 104 COO yang diajukan importir demi mendapatkan fasilitas berupa tarif bea masuk terhadap barang-barang asal China ke Indonesia.

Certificate of Origin disebut juga dengan surat keterangan asal (SKA). Sesuai dengan nama dan fungsinya, COO adalah dokumen yang menerangkan negara asal suatu barang yang diimpor maupun diekspor. Aturan relaksasi ini diterbitkan pemerintah pada pertengahan Februari 2020.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC, Syarif Hidayat mengatakan pengajuan softcopy COO secara elektronik dikarenakan tidak bisa diangkut oleh pesawat semenjak adanya larangan penerbangan dari China ke Indonesia dan sebaliknya.

Menurut Syarif, fasilitas dari pemerintah melalui pengajuan dokumen barang impor via elektronik ini bisa memulihkan kegiatan ekonomi di Indonesia dan China yang sejauh ini telah terdampak virus corona.

Sejak adanya virus corona, banyak kebutuhan bahan baku industri nasional yang menipis. Pasokan baham baku industri banyak yang berasal dari Negeri Tirai Bambu, Namun di China sendiri banyak produsen yang tidak mengoperasikan pabriknya lantaran larangan pemerintahnya. Pemerintah China menerbitkan larangan bagi warganya di luar rumah hingga 8 Maret 2020.

Syarif mengungkapkan pihaknya akan tetap memberlakukan kemudahan untuk barang-barang impor asal China meskipun belum ada konfirmasi dari Bea Cukai asal Negeri Tirai Bambu tersebut, lebih lanjut Syarif mengungkapkan penyerahan lembar asli COO juga akan tetap ditagih nantinya oleh pemerintah kepada para importir.

Pengumpulan lembar asli COO akan dikirimkan para importir jika larangan penerbangan dari China ke Indonesia dan sebaliknya sudah dicabut, Bea Cukai juga bisa menolak pemberian tarif prefensi kepada importir yang ditemukan ketidaksesuaian antara COO asli dengan barang yang diimpornya. 

Bahkan pihak Bea Cukai akan menagih kekurangan bea masuk sesuai Undang-undang nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : detik.com

Senin, 02 Maret 2020

PT Rifan - Harga Emas Berjangka Anjlok 75 Dollar AS


PT RIFAN BANDUNG - Harga logam mulia jeblok pada akhir perdagangan pekan lalu, meskipun pasar saham global Eropa dan Amerika Serikat juga terpuruk lagi di tengah ketakutan atas wabah virus corona yang menyebar cepat ke seluruh penjuru dunia.

Di pasar berjangka, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Bursa Comex anjlok sebesar 75,80 dollar AS atau 4,6 persen, menjadi menetap di 1.566,70 dollar AS per ounce. Sementara di pasar spot, emas jatuh 4,5 persen menjadi 1.568,96 dollar AS per ounce pada pukul 14.15 waktu setempat, mengarah ke penurunan persentase satu hari terbesar sejak pertengahan 2013.

Palladium memimpin penurunan harga logam mulia, sempat terperosok hampir 13 persen di awal sesi, diikuti emas menurun 4,6 persen, platinum jatuh 6,1 persen, dan perak melorot 7,4 persen, banyak investor dan pedagang harus memenuhi margin calls (permintaan pialang agar investor menyetor lebih lanjut uang tunai atau surat berharga guna menutup kemungkinan kerugian) untuk produk lain. 

Sehingga mereka menjual apa yang mereka bisa. Itu sebabnya itu memukul emas dan saham pertambangan emas, kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.
Fluktuasi tajam terjadi pada emas minggu ini, setelah mencapai tertinggi tujuh tahun di level 1.688,66 dollar AS pada hari ini. Logam mulia ini sekarang berada di jalur penurunan mingguan tertajam sejak November 2016.

Penyebaran cepat virus corona menimbulkan ketakutan akan pandemi, dengan enam negara melaporkan kasus pertama mereka dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa itu dapat menyebar ke seluruh dunia.

Kepanikan virus mengirim pasar saham dunia ke jalur untuk penurunan mingguan terburuk sejak 2008, dengan hampir enam triliun dollar AS terhapus dari nilai pasar mereka sejauh minggu ini. "Karena sentimen telah memburuk, investor telah menutup beberapa open positions (transaksi yang masih aktif dan belum dilikuidasi) mereka dalam mata uang, tetapi kemungkinan besar juga dalam emas. Oleh karena itu, harga emas telah gagal untuk membuat tertinggi baru sekarang karena pasar ekuitas telah agresif dijual,” sebut analis ABN Amro Georgette Boele

Sementara logam mulia lainnya, di pasar spot paladium turun 10,8 persen menjadi 2.538,21 dollar AS per ounce, kinerja satu hari terburuk sejak krisis keuangan 2008, setelah merosot 12,7 persen pada hari sebelumnya. Logam tersebut telah merosot sekitar 390 dollar AS dari rekor tertinggi 2.875,50 dollar AS.

Dengan paladium itu adalah fenomena yang sama, yakni orang perlu menjual untuk menutupi kerugian mereka di tempat lain," kata Ryan Giannotto, kepala penelitian di GraniteShares. Logam katalis otomatif itu masih di jalur untuk kenaikan selama tujuh bulan berturut-turut karena kekurangan pasokan berkelanjutan.

Adapun platinum merosot 5,5 persen menjadi 849,63 dollar AS, menghadapi penurunan mingguan terburuk sejak 2008. Kemudian perak jatuh 7,2 persen menjadi 16,43 dollar AS per ounce, di jalur untuk minggu terburuk sejak 2011. Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Mei turun 1,278 dollar, atau 7,21 persen, menjadi ditutup pada 16,457 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 40,80 dollar atau 4,51 persen, menjadi menetap di 864,70 dollar AS per ounce - PT RIFAN

Sumber : kompas.com