Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Senin, 31 Juli 2023

PT Rifan - Emas Bergerak Tipis, Tembaga Flat Menjelang Angka PMI China

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak dalam range yang ketat pada hari Senin dan investor menunggu sinyal ekonomi utama dari AS minggu ini, sementara harga tembaga flat menjelang rilis data ekonomi utama dari negara importir utama China.

Logam kuning telah ditutup flat pada minggu lalu setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan, dan mengatakan bahwa mereka akan tetap berpegang pada rencana untuk setidaknya memberikan satu kali lagi kenaikan tahun ini.

Tapi data pada hari Jumat menunjukkan inflasi - pengukur yang disukai oleh The Fed- menurun kembali pada bulan Juni, yang dapat menyebabkan munculnya sikap yang kurang hawkish dari bank sentral.

Pasar mengandalkan jeda dalam siklus kenaikan suku bunga the Fed tahun ini, yang diperkirakan akan menguntungkan emas. Hal ini juga ditunjukkan oleh perbedaan yang lebar antara harga emas berjangka dan harga spot.

Emas berjangka yang akan berakhir pada bulan Desember turun 0,2% pada hari Senin menjadi $1.996,55/oz, sementara emas spot turun sedikit ke $1.958,41/oz pukul 07.26 WIB - PT RIFAN

Sumber :  investing

Jumat, 28 Juli 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berakhir Jatuh, Alami Penurunan Harian Terbesar Sejak Akhir Juni Pasca FED Dan ECB

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Setelah naik ke level tertinggi tujuh minggu hanya dua minggu yang lalu, buyers emas sekarang melihat sisi lain dari spektrum.

Logam mulia ini catat penurunan satu hari terbesarnya sejak akhir Juni merespons kembalinya Federal Reserve ke dalam jalur pengetatan moneter sehari yang lalu dengan kenaikan 25 basis poin untuk bulan Juli, dan janji baru untuk tetap hawkish guna membawa inflasi ke target jangka panjangnya sebesar 2%.

Juga membebani adalah kenaikan suku bunga 25 bps dari European Central Bank (ECB) pada hari Kamis dan memberi sinyal bahwa dapat berhenti sejenak pada bulan September - perkembangan yang berpotensi dovish ini tetap mendorong dolar beranjak lebih tinggi versus euro, menambah sisi negatif emas.

Emas berjangka di Comex New York berakhir jatuh 1,15% di $1.947,40/oz akhir sesi Kamis. Itu merupakan penurunan satu hari paling tajam emas Comex sejak akhir Mei.

Hanya dua minggu yang lalu, emas Comex mencapai level tertinggi tujuh minggu di $1.988,25 - puncak yang belum pernah terlihat sejak mencapai level $2.000 pada akhir Mei.

Harga emas spot, yang mencerminkan perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh beberapa traders, juga jatuh 1,25% ke $1.947,51/oz - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Kamis, 27 Juli 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Ketika The Fed Kerek Suku Bunga

Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB, merespon keputusan Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunga. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terangkat 0,33 persen menjadi US$1.970,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$1.976,30 dan terendah di US$1.963,20. Emas berjangka naik tipis 0,08 persen menjadi US$1.963,70 pada Selasa (25/7/2023), setelah terpangkas 0,20 persen menjadi US$1.962,20 pada Senin (24/7/2023), dan tergelincir 0,22 persen menjadi US$1.966,60 pada Jumat (21/7/2023). Logam kuning menguat pada Rabu (26/7/2023) karena imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot bersama dengan dolar, kemudian memperpanjang kenaikan tersebut ke sesi perdagangan elektronik karena investor mempertimbangkan keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Anomali Terjadi, Harga Emas Naik ketika The Fed Kerek Suku Bunga", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230727/235/1678641/anomali-terjadi-harga-emas-naik-ketika-the-fed-kerek-suku-bunga.
Author: Newswire
Editor : Pandu Gumilar

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB, merespon keputusan Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunga. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terangkat 0,33 persen menjadi US$1.970,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$1.976,30 dan terendah di US$1.963,20. Emas berjangka naik tipis 0,08 persen menjadi US$1.963,70 pada Selasa (25/7/2023), setelah terpangkas 0,20 persen menjadi US$1.962,20 pada Senin (24/7/2023), dan tergelincir 0,22 persen menjadi US$1.966,60 pada Jumat (21/7/2023). Logam kuning menguat pada Rabu (26/7/2023) karena imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot bersama dengan dolar, kemudian memperpanjang kenaikan tersebut ke sesi perdagangan elektronik karena investor mempertimbangkan keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Anomali Terjadi, Harga Emas Naik ketika The Fed Kerek Suku Bunga", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230727/235/1678641/anomali-terjadi-harga-emas-naik-ketika-the-fed-kerek-suku-bunga.
Author: Newswire
Editor : Pandu Gumilar

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB, merespon keputusan Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunga. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terangkat 0,33 persen menjadi US$1.970,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$1.976,30 dan terendah di US$1.963,20.

Emas berjangka naik tipis 0,08 persen menjadi US$1.963,70 pada Selasa (25/7/2023), setelah terpangkas 0,20 persen menjadi US$1.962,20 pada Senin (24/7/2023), dan tergelincir 0,22 persen menjadi US$1.966,60 pada Jumat (21/7/2023). Logam kuning menguat pada Rabu (26/7/2023) karena imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot bersama dengan dolar, kemudian memperpanjang kenaikan tersebut ke sesi perdagangan elektronik karena investor mempertimbangkan keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rabu (26/7/2023) seperti yang diantisipasi secara luas, untuk menargetkan kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen, mencapai level tertinggi dalam 22 tahun. Bank sentral AS juga mengatakan tetap "sangat memperhatikan" risiko inflasi, membiarkan pintu terbuka untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Tak lama setelah keputusan tersebut, kontrak emas Agustus berada di 1.971,20 dolar AS per ounce, naik tipis dari harga penyelesaian emas. Kenaikan suku bunga "cenderung menekan harga emas dalam waktu dekat," karena suku bunga yang lebih tinggi mendukung dolar AS, kata Jerry Braakman, presiden dan kepala investasi First American Trust. Namun, setelah keputusan Fed, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,2 persen menjadi 101,19, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun berada di 3,8895 persen, turun dari 3,911 persen sehari sebelumnya. Suku bunga yang lebih tinggi "pada akhirnya akan meningkatkan risiko resesi karena memperlambat aktivitas ekonomi di AS," kata Braakman.

Dalam jangka menengah, "kita akan melihat kemungkinan besar ekonomi memasuki resesi atau terjebak dalam stagflasi." Bank sentral AS telah mengisyaratkan setidaknya dua kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini, mengingat tren inflasi masih jauh di atas target tahunan bank. Tetapi Fed Fund berjangka menunjukkan bahwa pasar memperkirakan kemungkinan yang lebih besar bahwa kenaikan Rabu (26/7/2023) akan menjadi yang terakhir bagi Fed untuk tahun ini, meskipun bank sentral tidak memberikan indikasi seperti itu. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi pertanda buruk bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, karena meningkatkan peluang kerugian. Keuntungan emas masih diperkirakan akan terbatas, dengan kurs AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama -  RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Sumber : bisnis

Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Kamis pagi WIB, merespon keputusan Federal Reserve atau The Fed yang menaikkan suku bunga. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terangkat 0,33 persen menjadi US$1.970,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di US$1.976,30 dan terendah di US$1.963,20. Emas berjangka naik tipis 0,08 persen menjadi US$1.963,70 pada Selasa (25/7/2023), setelah terpangkas 0,20 persen menjadi US$1.962,20 pada Senin (24/7/2023), dan tergelincir 0,22 persen menjadi US$1.966,60 pada Jumat (21/7/2023). Logam kuning menguat pada Rabu (26/7/2023) karena imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot bersama dengan dolar, kemudian memperpanjang kenaikan tersebut ke sesi perdagangan elektronik karena investor mempertimbangkan keputusan Federal Reserve menaikkan suku bunga seperti yang diharapkan.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Anomali Terjadi, Harga Emas Naik ketika The Fed Kerek Suku Bunga", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230727/235/1678641/anomali-terjadi-harga-emas-naik-ketika-the-fed-kerek-suku-bunga.
Author: Newswire
Editor : Pandu Gumilar

Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Rabu, 26 Juli 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Hari Ini, Siap-Siap Naik

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada hari Selasa karena dolar AS yang lebih lemah dan ekspektasi bahwa Federal Reserve AS kemungkinan akan mengakhiri siklus pengetatan moneternya setelah kenaikan suku bunga yang diharapkan secara luas minggu ini.

Harga emas dunia diperkirakan akan berada dalam perdagangan terbatas sebelum keputusan Fed. Tapi ada optimisme di sini bahwa Fed hampir selesai dengan kenaikan suku bunga dan itu akan mendukung pasar,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Fokus pada rangkaian pertemuan bank sentral pada pekan ini, dimulai dari keputusan kebijakan The Fed pada Rabu, disusul dengan European Central Bank (ECB) pada Kamis dan Bank of Japan sehari setelahnya.

Pasar mengantisipasi kenaikan suku bunga 25 basis poin dari Fed dan Bank Sentral Eropa, tetapi investor akan menunggu petunjuk prospek dari pembuat kebijakan, terutama dari Ketua Fed Jerome Powell.

"Pasar akan menantikan pidato Powell besok dan jika tampaknya mereka cenderung condong ke satu kenaikan suku bunga lagi, maka itu akan menjadi berita buruk bagi emas," kata Moya.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena ini meningkatkan biaya peluang untuk menahannya.

Para pemimpin tertinggi China berjanji pada hari Senin untuk meningkatkan dukungan kebijakan ekonomi, dengan fokus pada peningkatan permintaan domestik.

"Pernyataan dari Beijing untuk menggarap lebih banyak stimulus ekonomi akan positif untuk permintaan ritel emas oleh konsumen China," kata Peter Fertig, analis di Quantitative Commodity Research - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : liputan6

Selasa, 25 Juli 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Kembali Turun Menjelang Keputusan Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada hari Selasa, memperpanjang kerugian menjadi sesi keempat berturut-turut sebelum dimulainya rapat Federal Reserve minggu ini, sementara tembaga alami penguatan dengan fokus tetap pada langkah-langkah stimulus China.

Penguatan dolar dan Treasury yields juga menekan harga logam. Investor beralih ke greenback untuk mengantisipasi rapat Fed.

Kerugian baru-baru ini membuat emas mundur ke level $1.950/oz, yang diperkirakan akan diuji sebagai support karena pasar khawatir terhadap keputusan Fed mendatang.

Emas spot turun sedikit ke $1.954,34/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir pada Agustus turun 0.3% menjadi $1.955,75/oz pukul 07.08 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 24 Juli 2023

PT Rifan - Emas Tergelincir Tertekan Penguatan Dolar AS Jelang Pertemuan Fed

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas berjangka kembali merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari kedua berturut-turut karena dolar AS menguat menjelang pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange tergelincir 4,30 dolar AS atau 0,22 persen menjadi ditutup pada 1.966,60 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.975,90 dolar AS dan terendah di 1.958,80 dolar AS.

Emas berjangka terpangkas 9,90 dolar AS atau 0,50 persen menjadi 1.970,90 dolar AS pada Kamis (20/7/2023), setelah berakhir tidak berubah di 1.980,80 dolar AS pada Rabu (19/7/2023), dan melonjak 24,40 dolar AS atau 1,25 persen menjadi 1.980,80 dolar AS pada Selasa (18/7/2023).
 

Namun demikian, dikutip dari Xinhua, emas naik tipis 0,1 persen untuk minggu ini, dan telah naik sekitar 1,6 persen sepanjang bulan ini.


Indeks dolar - yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama saingannya - naik 0,30 persen menjadi 101,06. Indeks berada di jalur untuk kenaikan mingguan 1,14 persen, kenaikan terbesar dalam dua bulan.

Investor sedang menunggu hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal minggu depan, berharap untuk melihat bagaimana pelonggaran data inflasi terbaru berdampak pada rencana suku bunga Federal Reserve. Secara umum, pasar memperkirakan satu kenaikan suku bunga lagi sebelum Federal Reserve mengakhiri siklus kenaikan suku bunga.

Investor akan fokus pada komentar dari Ketua Fed Jerome Powell setelah keputusan suku bunga bank sentral AS pada Rabu (26/7/2023) untuk petunjuk apakah kemungkinan akan melanjutkan kenaikan suku bunga.

Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York mengatakan bahwa Powell kemungkinan besar akan "mempertahankan opsionalitas - tidak ada alasan bagi mereka untuk berkomitmen hingga September ketika Anda memiliki dua laporan inflasi yang akan terjadi setelah pertemuan minggu depan."

Pedagang berjangka dana Fed memperkirakan 33 basis poin pengetatan tambahan tahun ini dengan suku bunga diperkirakan akan mencapai puncaknya di 5,41 persen pada November.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September melemah 10,70 sen atau 0,43 persen, menjadi menetap pada 24,855 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober terdongkrak 8,10 dolar AS atau 0,84 persen, menjadi ditutup pada 972,20 dolar AS per ounce - PT RIFAN

Sumber : antaranews.com

Jumat, 21 Juli 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Capai Level Tertinggi 2 Bulan, $2,000 Makin Dekat Imbas Inflasi Mendingin

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik di perdagangan Asia pada hari Kamis, mencapai level tertinggi lebih dari dua bulan. Data inflasi Inggris yang lemah mendorong lebih banyak spekulasi bahwa suku bunga global hampir mencapai puncaknya, sementara sedikit pelemahan dolar juga membantu.

Logam mulia ini sekarang berjarak sekitar $15 dari level $2.000/oz yang didambakan traders.

Data inflasi konsumen Inggris tidak sesuai estimasi pada hari Rabu, sehingga memacu spekulasi bahwa Bank of England hampir mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya. Angka tersebut mengikuti penurunan serupa dalam inflasi AS yang terlihat minggu lalu, yang meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve juga hampir mencapai puncak suku bunga untuk tahun ini.

Emas spot naik 0,4% menjadi $1.984,68/oz, dan emas berjangka naik 0,4% menjadi $1.987,25/oz pukul 11.28 WIB - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA 

Sumber : investing

Kamis, 20 Juli 2023

PT Rifan - Emas Melonjak 1,2% Cetak High 7 Minggu, ECB & BoC Beri Sinyal Kemenangan Inflasi

PT RIFAN BANDUNG - Bulls emas tersentak dari lamunannya pada hari Selasa (18/07), logam kuning melonjak naik untuk pertama kalinya dalam hampir seminggu dan ke level tertinggi 7 minggu setelah bank sentral Eropa dan Kanada mengisyaratkan kemenangan yang diperjuangkan dengan susah payah melawan inflasi.

Emas berjangka Augustus di Comex New York berakhir melonjak 1,25% di $1.980,80/oz menurut data Investing.com. Level tertinggi sesi ini adalah $1.988,25, level tertinggi yang belum pernah dicapai emas Comex sejak mencapai $2.000 pada akhir Mei silam.

Harga emas spot, yang mencerminkan perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh sebagian traders, juga melonjak 1,23% di $1.978,71/oz.

Traders emas membatasi rally setelah European Central Bank isyarat bahwa mereka siap untuk menghentikan kenaikan suku bunga mulai September dan seterusnya sementara inflasi Kanada turun ke dalam kisaran kendali Bank of Canada untuk pertama kalinya sejak Maret 2021.

Penurunan yields obligasi global juga mendorong investor untuk keluar dari Treasuries dan beralih ke aset-aset yang lebih baik seperti emas serta aset-aset berisiko seperti minyak dan ekuitas, kata para analis.

"Emas mungkin berjuang untuk mencapai level $2.000, tetapi itu bisa berubah jika yields obligasi terus turun dan The Fed memberi sinyal bahwa mereka mungkin akan menaikkan suku bunga minggu depan setelah memberikan kenaikan suku bunga 25 bps terakhir," Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA, menyampaikan.

Semua mata kini tertuju pada The Fed dan apa yang akan dilakukannya terhadap suku bunga ketika para pengambil kebijakannya bertemu lagi pada 26 Juli untuk memutuskan suku bunga. Meskipun Federal Open Market Committee (FOMC) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga bulan lalu, para ekonom berpendapat bahwa kemungkinan besar FOMC akan memilih untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin kali ini, sesuai dengan laju kenaikan suku bunga yang telah dilakukan sebelumnya - PT RIFAN

Sumber : investing

Selasa, 18 Juli 2023

PT Rifan Financindo - Emas Stabil Di $1.950 Saat Dolar Kesulitan

 
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas masih dalam range ketat pada hari Selasa, tapi tampaknya telah membentuk level support baru di tengah pelemahan dolar yang terus-menerus, sementara tembaga alami penurunan tajam akibat munculnya kekhawatiran atas negara importir utama China.

Logam kuning diperdagangkan mendekati level tertinggi satu bulan, mengikuti turunnya dolar ke level terendah 15 bulan setelah serangkaian angka inflasi AS yang lemah meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve hampir mencapai puncak suku bunga untuk tahun ini.

Logam mulia ini juga tampaknya telah mencapai level support di atas $1.950/oz, menjaganya tetap berada di atas level terendah yang dicapai pada awal tahun, dan berada di dekat rekor tertinggi.

Namun harga emas terhenti di sekitar level ini, menunggu isyarat baru dari bank sentral menjelang rapat Fed yang akan sangat diawasi minggu depan. Potensi suku bunga yang tetap lebih tinggi lebih lama juga membatasi prospek emas, seperti halnya tanda-tanda ketahanan dalam ekonomi AS.

Emas spot stabil di $1.955,32/oz, sementara emas berjangka naik 0,1% di $1.958,65/oz pukul 07.30 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Senin, 17 Juli 2023

PT Rifan - Harga Emas Naik 2 Minggu Ini Dalam Rally Terukur Saat Inflasi AS Melandai

PT RIFAN BANDUNG - Stabil saat bergerak, Itulah pasar emas Anda minggu ini, karena data inflasi yang lunak selama tiga hari terakhir isyarat bahwa Federal Reserve kemungkinan akan mundur lebih cepat dari yang diantisipasi dari suku bunga acuannya, emas praktisnya telah beranjak naik - bahkan ketika komoditas lain yang dimotori oleh minyak telah bergerak lebih tinggi. Perak yang biasanya mengambil isyarat dari emas, juga telah meninggalkan rekannya yang lebih berkilau ini dalam bayang kenaikan tajam minggu ini.

Emas berjangka di Comex New York ditutup turun tipis 0,23% di $1.959,30/oz pada akhir sesi Jumat. Pada sesi sebelumnya, harga emas sedikit lebih baik, naik $2 untuk mencapai level tertinggi tiga minggu di $1.968,50 dari level terendah tiga bulan di $1.900,60 seminggu yang lalu.

Harga emas spot, yang refleksi perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh beberapa traders, turun 0,26% ke $1.955,47.

"Emas praktis nyangkut dalam range $30," Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknikal di SKCharting.com, menyatakan. "Ujung atas range adalah $1.965 sementara batas bawahnya adalah $1.935. Jika kita berada di bawah $1.935, bersiaplah untuk menguji $1.900 atau bahkan lebih rendah lagi."

Craig Erlam, analis di platform trading online OANDA, setuju. "Emas telah terhenti di sekitar $1.960 setelah melonjak pasca data inflasi AS pekan ini," ungkap Erlam. "Kini yang menjadi pertanyaan apakah yang kita lihat merupakan pergerakan korektif sebagai bagian dari penurunan sejak Mei atau apakah downturn itu sebenarnya adalah koreksi - PT RIFAN

Sumber : investing

 

Jumat, 14 Juli 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Lagi Galak Banget, Harganya Ke Level Tertinggi Sebulan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas terus melonjak sejalan dengan meningkatnya harapan akan berakhirnya kebijakan hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Pada perdagangan Kamis (13/7/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.960,19 per troy ons. Harganya menguat 0,16%. Harga tersebut adalah yang tertinggi sejak 8 Juni 2023 atau lebih dari sebulan terakhir.

Penguatan kemarin memperpanjang tren positif emas yang menguat sejak Jumat pekan lalu. Dalam lima hari perdagangan, harga emas sudah melonjak 2,59%.
Harga sedikit melemah pada pagi hari ini. Pada perdagangan Jumat (14/7/2023) pukul 05:36 WIB, harga emas di pasar spot ada di posisi US$ 1.959,93. Harganya menguat melemah tipis 0,01%.

Analis dari Blue Line Futures, Phillip Streible, menjelaskan ada peluang bagi emas untuk menembus US$ 2.000.

"Setelah data (inflasi) kemarin, kita melihat ada rally besar-besaran pada pasar emas. Emas memiliki peluang bagus untuk terus bergerak ke US$ 2.000 jika ada katalis positif. Namun, ada resisteni yang masih cukup kuat," tutur Streible, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, inflasi AS melandai ke 3% (year on year/yoy) pada Juni 2023, dari 4% (yoy) pada Mei.
Laju nflasi AS jauh di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksi inflasi Juni sebear 3,1%. Laju inflasi Juni juga menjadi yang terendah sejak Maret 2021.
Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi AS melandai mencapai 0,2% dari 0,1% pada bulan Mei. Inflasi tersebut juga jauh di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksi inflasi akan ada di angka 0,3%.

Sementara itu, inflasi inti AS mencapai 4,8% (yoy) pada Juni 2023, dari 5,3% (yoy) pada bulan sebelumnya. Secara bulanan, inflasi inti mencapai 0,2% (mtm) pada Juni tahun ini, lebih rendah dibandingkan 0,4% pada Mei.
Inflasi inti jauh di bawah ekspektasi pasar yang memproyeksi inflasi inti di angka 5% (yoy) dan 0,3% (mtm).

Dengan inflasi yang melandai, pelaku pasar kini berekspektasi jika The Fed akan melunak pada September.
Pasar memang masih berekspektasi jika The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps pada akhir bulan ini menjadi 5,25-5,5%.
Kenaikan ini tersebut diharapkan menjadi yang terakhir.

"Pelaku pasar kini sudah menghilangkan kemungkinan jika The Fed akan menaikkan dua kali beruntun. Kemungkinan tidak ada kenaikan lagi setelah Juli. Ini membantu emas untuk merangkak naik," tulis analis Commerzbank, kepada Reuters

Sementara itu, analis independen Tai Wong memperkirakan harga emas sudah memasuki bullish market dan akan nyaman merangkak naik ke depan.
"Jika emas mampu bergerak di atas US$ 1.960 maka itu akan terus memicu kenaikan harga," tambah Tai Wong.

Salah satu penopang gerak emas juga datang dari melemahnya dolar AS. Indeks dolar terjun bebas ke level 99,97 kemarin. Posisi tersebut adalah yang terendah sejak pertengahan April tahun lalu.
Dolar AS yang melemah membuat emas lebih terjangkau sehingga emas menjadi incaran lagi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbc.com

 

 

 

 

Kamis, 13 Juli 2023

Rifan Financindo - Emas Tembus High 3 Minggu Dalam Melambatnya Inflasi & FED Tidak Terlalu Agresif

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas yang bertahan di level $1.900 terlihat aman untuk saat ini. Laporan inflasi AS terbaru berada di bawah angka sebelumnya dan sedikit lebih lunak dari yang diperkirakan sebagian besar ekonom pada hari Rabu, menandakan bahwa The Fed akan bertindak kurang agresif dengan pengetatan kebijakan moneter untuk menahan pertumbuhan harga, bahkan jika bank sentral tetap berada di jalur kenaikan suku bunga.

Emas berjangka Agustus di Comex New York ditutup melonjak 1,31% di $1.961,70/oz pada Rabu. Level tertinggi sesi di $1.965,05 dibanding dengan level terendah tiga bulan di $1.900,60 yang dicapai seminggu yang lalu.

Harga emas spot, yang mencerminkan perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh beberapa trader, juga melonjak 1,34% di $1.957,88 pada akhir sesi Rabu. Level tertinggi intraday di $1,959.68 kontras dengan level terendah tiga bulan di $1,893.01 minggu lalu.

"Selama harga spot menjaga stabilitas di atas zona demand $1.945-$1.940, kita dapat mengharapkan kenaikan lebih lanjut menuju leg higher di $1.975 hingga $1985," kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknikal di SKCharting.com.

Lonjakan emas terjadi ketika dolar jatuh ke level terendah 15 bulan setelah Labor Department melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen AS tumbuh hanya 3,0% pada tahun ini hingga Juni, berkembang dengan tingkat paling lambat dalam lebih dari dua tahun. IHK tahunan mencapai 4,0% di bulan Mei.

Namun, sementara sebagian besar orang merayakan turunnya IHK yang signifikan dari level tertinggi selama empat dekade sebesar 9% per tahun setahun yang lalu, beberapa orang mengingatkan bahwa Fed memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengembalikan inflasi ke target yang telah lama dipegangnya, yaitu 2%.

Hal ini dapat dimengerti karena IHK Inti, yang diukur dengan mengecualikan harga makanan dan energi yang volatil, naik 0,2% pada bulan Mei dan masih naik 4,8% dari tahun lalu - lebih dari dua kali lipat dari target 2% The Fed. Hal ini merupakan indikasi bahwa meskipun tekanan harga telah mereda secara umum, konsumen mungkin membayar lebih banyak daripada yang seharusnya untuk segala hal, mulai dari apa yang mereka simpan di kulkas hingga apa yang mereka masukkan ke dalam tangki mobil mereka.

"Inflasi masih terlalu tinggi," Tom Barkin, presiden Fed untuk wilayah Richmond, mengatakan dalam sebuah acara yang dimulai tepat setelah rilis data IHK. "Permintaan tampaknya mulai surut, namun [the Fed] masih perlu diyakinkan bahwa hal ini akan berimbas pada inflasi. Permintaan tetap tinggi pada saat yang sama pasokan dibatasi, proses untuk kembali ke keseimbangan berjalan lambat - RIFAN FINANCINDO

Sumber :investing.com

Rabu, 12 Juli 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga emas Rebound Karena Dolar AS Jatuh Ke Level Terendah Dua Bulan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka meningkat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), rebound dari kerugian sesi sebelumnya karena dolar AS jatuh ke level terendah dua bulan terhadap mata uang utama lainnya setelah pejabat Federal Reserve mengisyaratkan bahwa bank sentral AS mendekati akhir siklus pengetatannya,


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange terdongkrak 6,10 dolar AS atau 0,32 persen menjadi ditutup pada 1.937,10 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.944,50 dolar AS dan terendah di 1.929,80 dolar AS.


Emas berjangka tergelincir 1,50 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.931,00 dolar AS pada Senin (10/7/2023), setelah terangkat 17,10 dolar AS atau 0,89 persen menjadi 1.932,50 dolar AS pada Jumat (7/7/2023), dan merosot 11,70 dolar AS atau 0,61 persen menjadi 1.915,40 dolar AS pada Kamis
Beberapa pejabat Fed mengatakan pada Senin (10/7/2023) bahwa bank sentral kemungkinan perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menurunkan inflasi, tetapi akhir dari siklus pengetatan kebijakan moneter saat ini semakin dekat.


Komentar tersebut menjatuhkan greenback ke level terendah dua bulan di 101,66 terhadap sekeranjang mata uang, karena para pedagang mengurangi ekspektasi mereka tentang seberapa jauh suku bunga AS mungkin harus naik. Indeks dolar terakhir turun 0,3 persen pada 101,65


Investor sedang menunggu laporan indeks harga konsumen (IHK) Juni yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat. Perlambatan inflasi bisa mendorong harga emas kembali di atas 1.950 dolar AS, menurut para analis pasar.


Para pedagang logam mencari lebih banyak isyarat dari data inflasi indeks harga konsumen utama AS yang akan dirilis pada Rabu, untuk mengukur seberapa jauh inflasi mereda hingga Juni. Namun, sementara inflasi secara keseluruhan diperkirakan telah mereda, inflasi IHK inti diperkirakan masih akan tetap tinggi, kemungkinan mengundang retorika hawkish dari The Fed.


Banyak anggota Fed juga akan berbicara minggu ini, termasuk Neel Kashkari dan Loretta Mester. Anggota bank sentral sejauh ini menggemakan sikap Ketua Fed Jerome Powell bahwa masih diperlukan lebih banyak kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi yang bandel.


Federasi Nasional Bisnis Independen melaporkan Selasa (11/7/2023) bahwa indeks optimisme bisnis kecil meningkat menjadi 91 pada Juni dari 89,4 pada Mei, jauh di bawah rata-rata indeks 49 tahun sebesar 98. Tetapi pembacaan indeks di depan perkiraan konsensus 89,6 dari para ekonom.


Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 6,40 sen atau 0,27 persen menjadi ditutup pada 23,281 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober tergerus 2,40 dolar AS atau 0,26 persen, menjadi menetap pada 932,40 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  antaranews.com

Selasa, 11 Juli 2023

PT Rifan Financindo - Emas Bergerak Stabil Pasca Data Pekerjaan, Angka Inflasi Kunci Rilis Minggu Ini

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Memulai minggu yang baru, emas terus bergerak di sekitar $1.925 dalam range yang terbatas karena trader ragu terhadap ketidakpastian rate hike Federal Reserve di masa depan.

Dalam perkembangan terakhir, wage growth AS yang kuat dan unemployment rates sedikit turun minggu lalu menunjukkan kondisi tenaga kerja yang tangguh. Faktor-faktor ini menunjukkan Federal Reserve dapat meningkatkan suku bunga dalam rapat kebijakan mendatang yang dijadwalkan pada 25-26 Juli - sebuah tindakan yang mendukung US Treasury bond yields. Saat ini, obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun mendekati rekor tertinggi sejak Juni 2007 sementara treasury yield 10 tahun tetap stabil di atas 4%. Bangkitnya permintaan untuk USD ini menjadi potensi tekanan bagi Emas.
 
Sementara itu, nikel jatuh 1,82% pada penutupan Sabtu lalu, timah turun 0,66% Jumat di ICE London, bijih besi turun 1,54% dan tembaga turun 0,44% pukul 10.46 WIB - PT RIFAN FINANCINDO
 
Sumber : investing.com

Senin, 10 Juli 2023

PT Rifan - Emas Perkasa Di Atas $1.900 Setelah Laporan Pekerjaan Lemah

PT RIFAN BANDUNG - Emas belum akan kehilangan level $1.900 - tidak dengan pasar tenaga kerja AS yang akhirnya mungkin melambat.

Logam mulia berjangka mendekati $1.950 pada hari Jumat sementara harga emas spot tidak terlalu jauh dari level itu setelah laporan pekerjaan AS yang lemah untuk bulan Juni mengindikasikan pelunakan dalam sikap hawkish The Fed ketika para pengambil kebijakan bank sentral melakukan peninjauan suku bunga berikutnya dalam tiga minggu.

Emas berjangka di Comex New York ditutup naik 0,79% di $1.930,50/oz menurut data Investing.com akhir sesi Jumat. Untuk minggu ini, emas ini hampir flat, naik sedikit di atas $3. Level tertinggi hari Jumat di $1.941,10 untuk emas Agustus dibanding dengan level terendah tiga bulan pada minggu lalu di $1.900,60.

Harga emas spot, yang mencerminkan perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh sebagian trader, naik 0,75% ke $1.925,30. Level tertinggi intraday di $1.909,62 kontras dengan level terendah tiga bulan di $1.893,01 minggu lalu.

"Emas berada di bawah tekanan ... namun berhasil bertahan di atas $1.900 dan bahkan menutup sebagian kerugiannya," kata Craig Erlam, analis di platform trading online OANDA.

Emas menguat setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan pengusaha AS menambah 209.000 nonfarm payrolls pada bulan Juni, angka yang berada di bawah perkiraan ekonom untuk pertama kalinya dalam 16 bulan terakhir, menandakan kemajuan dalam upaya Federal Reserve untuk memerangi inflasi dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi.

Para ekonom Wall Street memperkirakan pertumbuhan pekerjaan sebesar 225.000 untuk bulan lalu, dari 339.000 yang dipublikasikan sebelumnya untuk bulan Mei yang direvisi oleh Departemen Tenaga Kerja menjadi 306.000 pada hari Jumat - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 07 Juli 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Nyaris Tembus $1.900 Dalam Laporan Pekerjaan AS & Kebijakan Fed

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Hampir $3 - hanya itu yang selisih emas dari posisi terendah hari Kamis untuk bertahan di atas support $1.900 saat harga logam kuning turun di tengah tanda-tanda bahwa laporan pekerjaan AS untuk bulan Juni dapat memberikan kejutan yang mengejutkan dan membuat tindakan The Fed lebih hawkish.

Harga emas berjangka di Comex New York berakhir turu 0,5% di $1.917,40/oz pada perdagangan Kamis. Level terendah sesi di $1.908,55 berada di atas level terendah tiga bulan di $1.900,60 yang dicapai seminggu yang lalu.

Harga emas spot, yang mencerminkan perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak berjangka oleh beberapa trader, ditutup turun 0,3% ke $1.911,64/oz pada Kamis. Level terendah sesi adalah $1,902.72. Emas spot telah turun di bawah $1.900 seminggu yang lalu, mencapai level terendah tiga bulan di $1.893,01.

Kekhawatiran the Fed akan menaikkan suku bunga lagi bulan ini meningkat setelah perusahaan proses payroll ADP menyatakan pada hari Kamis bahwa perusahaan swasta di Amerika Serikat menambah hampir 500.000 pekerjaan pada bulan Juni. Jumlah tersebut tampaknya pasti akan mengkhawatirkan di kalangan para pejabat di bank sentral yang mengincar laporan pekerjaan yang kurang dinamis dari Departemen Tenaga Kerja AS akhir pekan ini untuk menegaskan turunnya inflasi.

Para ekonom Wall Street rata-rata memperkirakan laporan nonfarm payroll pada hari Jumat akan menyebutkan pertumbuhan pekerjaan sekitar 225.000 untuk bulan lalu, dibanding dengan 339.000 pada bulan Mei.

Sebelumnya, ADP melaporkan para pemberi kerja di luar sektor publik menambah 497.000 posisi di bulan Juni, di atas 267.000 di bulan sebelumnya. Craig Erlam, analis di platform trading online OANDA, mencatat bahwa emas terlihat "sangat rentan" menjelang laporan NFP.

"Logam mulia ini kembali diperdagangkan sedikit di atas $1.900," kata Erlam. "Jika berhasil bertahan di atas untuk sementara waktu, laporan panas bisa menjadi jerami yang mematahkan punggung unta."

"Tiba-tiba akan menjadi pertanyaan apakah kenaikan lain di bulan September tidak dapat dihindari dengan latar belakang pasar tenaga kerja yang panas. Ini bukan satu-satunya angka yang penting, namun angka-angka tersebut secara signifikan melemahkan kasus untuk jeda lagi."

The Fed berharap pertumbuhan pekerjaan yang lebih lunak di bulan Juni akan membantu upayanya dalam memerangi inflasi. Personal Consumption Expenditures Index, atau PCE - indikator inflasi yang diikuti dengan seksama oleh the Fed - tumbuh 3,8% pada tahun ini hingga Mei. PCE Inti, komponen indeks yang mengecualikan harga makanan dan energi yang volatil, meningkat 4,6%. Toleransi The Fed untuk inflasi hanya 2% per tahun - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 06 Juli 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Bergerak Tipis, Risalah Fed Isyarat Kenaikan Suku Bunga Lanjutan

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas stabil pada hari Kamis setelah turun pada sesi sebelumnya usai risalah rapat Federal Reserve bulan Juni menunjukkan para pengambil kebijakan mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga dan ini memberikan prospek yang buram untuk pasar logam.

Pelemahan pada hari Rabu tersebut membuat emas menghapus sebagian besar pemulihannya baru-baru ini, ini terjadi saat logam kuning sulit untuk naik dari level terendah tiga bulan yang dicapai pada bulan Juni.

Meskipun kondisi ekonomi memburuk, investor tampaknya beralih ke dolar sebagai tempat berlindung yang aman, di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa the Fed akan terus menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

Emas spot naik 0,1% di $1.917,58/oz, sementara emas berjangka turun 0,2% ke $1.924,15/oz pukul 07.13 WIB. Kedua instrumen melemah antara 0,4% dan 0,6% pada hari Rabu - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 05 Juli 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Kembali Naik Tipis Sebelum Risalah Fed, Tembaga Turun Dalam Ketegangan China AS

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas stabil pada hari Rabu setelah raih kenaikan semalam dan investor menunggu risalah rapat Federal Reserve bulan Juni, sementara harga tembaga bergerak turun di tengah kekhawatiran perang dagang baru AS-China.

Logam mulia ini mengalami pemulihan kecil selama tiga sesi terakhir, setelah anjlok di bawah level support $1.900/oz minggu lalu. Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga AS adalah sumber tekanan terbesar harga emas.

Emas spot stabil di $1.926,38/oz, sementara emas berjangka flat di $1.933,85/oz pukul 07.26 WIB - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 04 Juli 2023

PT Rifan Financindo - Emas Bergerak Tipis Di Atas Support $1.900, Isyarat Lanjutan The Fed Ditunggu

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas tetap stabil di atas level support penting pada hari Selasa, tetapi logam kuning masih tetap di bawah tekanan kala pasar menunggu lebih banyak isyarat tentang kebijakan moneter dari Federal Reserve minggu ini.

Harga emas dapat sedikit dukungan selama dua sesi terakhir, setelah pengukur inflasi yang disukai Fed lebih rendah dari yang diharapkan untuk bulan Mei. Namun bank sentral masih diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan Juli.

Juga, data manufaktur AS secara substansial yang lebih lemah meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan, sehingga memacu beberapa permintaan emas.

Namun terlepas dari kenaikan baru-baru ini, emas masih diperdagangkan mendekati level terlemahnya dalam hampir empat bulan terakhir. Emas spot flat di $1.920,91/oz, sementara emas berjangka stabil di $1.928,55/oz pukul 07.26 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 03 Juli 2023

PT Rifan - Emas Stabil Di Atas $1.900, Tembaga Flat Sebelum Rilis Angka Ekonomi Dari China

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak sedikit di awal perdagangan hari Senin dan pasar menunggu isyarat lainnya tentang ekonomi AS minggu ini, sementara harga tembaga beranjak naik menjelang data manufaktur utama China.

Logam mulia mendapat dukungan karena turunnya indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi / PCE - pengukur inflasi pilihan Federal Reserve - menekan dolar dan memicu reli di sebagian besar kelas aset.

Namun inflasi PCE inti masih tetap tinggi, sebuah tren yang diperkirakan akan membuat the Fed tetap menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Angka inti yang tinggi, ditambah dengan beberapa tanda ketahanan dalam ekonomi AS, membuat pasar memperkirakan hampir 87% kemungkinan Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Juli.

Kenaikan suku bunga diperkirakan akan membatasi potensi kenaikan emas, seperti halnya peningkatan minat risiko.

Emas spot turun 0,1% ke $1,917.95/oz, sementara emas berjangka turun 0,2% ke $1.925,85/oz pukul 07.28 WIB - PT RIFAN

Sumber : investing.com