Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Rabu, 31 Agustus 2022

PT Rifan Financindo - Bursa Saham Eropa Menguat Data Inflasi Zona Euro Kini Jadi Fokus

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Bursa saham Eropa bergerak menguat menuju pembukaan Rabu petang, dan investor mengolah data terbaru aktivitas manufaktur China menjelang rilis inflasi utama Zona Euro.

Pukul 13.00 WIB, DAX futures Jerman menguat 0,7%, CAC 40 futures di Prancis naik 0,4% dan FTSE 100 futures Inggris naik 0,3%. Di Indonesia, IHSG ditutup naik 0,27% di 7.178,59 dan rupiah turun tipis 0,02% di 14.842,5 per dolar AS.

Aktivitas manufaktur China berkontraksi untuk bulan kedua berturut-turut pada Agustus, ini disebabkan pembatasan COVID-19 dan krisis listrik terus menekan aktivitas ekonomi.

Manufacturing Purchasing Manager' Index resmi tercatat sebesar 49,4 untuk bulan Agustus. Meskipun di bawah 50 yang mengindikasikan kontraksi di sektor ini, namun masih merupakan peningkatan dari angka 49,0 Juli dan juga lebih baik dari perkiraan sebesar 49,2, yang menyiratkan sedikit perbaikan kondisi dari bulan sebelumnya.

Hal tersebut kemungkinan akan mengarah pada awal tren yang positif untuk hari ini di Eropa, meskipun perhatian cenderung tertuju pada rilis terbaru indeks harga konsumen zona euro. Dan diperkirakan menunjukkan inflasi Eropa mencapai rekor tertinggi sebesar 9% pada bulan Agustus, memberikan tekanan lebih lanjut bagi European Central Bank (ECB) untuk agresif menaikkan suku bunga bulan depan.

Harga gas Eropa telah turun dari tingkat rekor tertinggi, tetapi ini masih bisa menjadi pergerakan sementara pasalnya Rusia telah menghentikan aliran pasokan gas di sepanjang pipa Nord Stream ke Jerman, untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan.

Data ekonomi lainnya yang akan dirilis yakni PDB Prancis terbaru untuk kuartal II serta tingkat pengangguran Jerman Agustus.

Dalam berita perusahaan, laporan pendapatan rilis dari Uniper (ETR:UN01), Carlsberg (OTC:CABGY), Persimmon (LON:PSN), Balfour Beatty (OTC:BAFYY), BAT (LON:BATS) dan National Grid (LON:NG).

Harga minyak naik pada hari Rabu, berbalik arah setelah mengalami kerugian besar pada sesi sebelumnya di tengah tanda-tanda permintaan bahan bakar yang kuat di Amerika Serikat, negara konsumen terbesar di dunia.

Data yang dirilis Selasa malam oleh American Petroleum Institute, sebuah badan industri, menunjukkan cadangan minyak mentah AS tak diduga naik 593.000 barel minggu lalu. Namun, stok bensin turun 3,4 juta barel, mengindikasikan permintaan konsumen untuk gas telah terbukti bertahan meskipun inflasi dan suku bunga naik.

Namun, terlepas dari ini, minyak akan menuju penurunan bulanan ketiga berturut-turut, penurunan terpanjang selama lebih dari dua tahun, sebagian besar karena prospek pertumbuhan global yang lebih lambat karena bank sentral agresif menaikkan suku bunga.

Pukul 13.00 WIB, harga minyak WTI naik 0,9% di $92,45 per barel, sedangkan kontrak Brent naik 0,9% menjadi $98,73. Kedua tolok ukur anjlok sekitar 5% pada hari Selasa, penurunan terbesar dalam kurun waktu sekitar sebulan. Adapun, karet turun 4,18% di 137,60 pada Selasa di Singapura, batubara Newcastle di ICE London anjlok 1,94% di 414,55, kakao AS turun 0,41% di 2.400,00, serta kopi robusta di London naik 0,22% di 2.265,00 pukul 15.38 WIB. Gas alam naik 0,32% di 9,063 pukul 16.02 WIB. 

Selain itu, harga emas berjangka turun tipis di $1.735.90/oz, sementara EUR/USD naik 0,2% ke 1,0034. Juga, nikel naik 1,6% ke 21.708,50 pukul 15.30 Rabu petang, timah turun 4,4% di 23.652,00 di ICE London pada penutupan Selasa dan tembaga naik 0,52% di 3,5695 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 29 Agustus 2022

PT Rifan - Emas Capai Titik Terendah 1 Bulan Setelah Pernyataan Hawkish Powell, Tembaga Anjlok

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas kembali turun kini ke titik terendah satu bulan pada hari Senin pasca sinyal hawkish kebijakan dari Federal Reserve AS, sedangkan harga tembaga anjlok akibat data industri yang lemah dari China.

Harga emas spot turun 0,7% di $1.726,06/oz, sementara harga emas berjangka turun 0,7% di $1.727,50/oz pukul 09.20 WIB. Kedua instrumen diperdagangkan di sekitar level terlemahnya sejak akhir Juli.

Harga logam kuning jatuh minggu lalu setelah Ketua Fed Jerome Powell menolak gagasan untuk cenderung dovish oleh The Fed, dan memperingatkan bahwa konsumen dan bisnis AS harus menghadapi suku bunga tinggi untuk meredam inflasi. Ketua Fed juga mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara itu kemungkinan akan melambat sebagai akibatnya.

Komentar Powell mendorong reli dalam dolar, dan greenback kini diperdagangkan di sekitar level tertinggi 20 tahun pada hari Senin. Penguatan dolar AS, ditambah dengan prospek kenaikan suku bunga sangat mengganggu prospek emas untuk tahun ini.

Lebih dari 60% trader kini memperkirakan Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin - batas atas perkiraan - pada bulan September. Komentar dari beberapa pejabat Fed menyiratkan bahwa suku bunga AS dapat mengakhiri tahun signifikan di atas 3%, dari tingkat saat ini 2,25 hingga 2,5%.

Fokus minggu ini beralih ke data ketenagakerjaan AS terbit hari Jumat, yang dapat memberi Fed lebih banyak ruang untuk menaikkan suku bunga.

Kenaikan suku bunga sebagian besar telah melemahkan kenaikan emas tahun ini, meskipun logam kuning mengalami beberapa kenaikan selama awal konflik Rusia-Ukraina. Emas diperdagangkan turun hampir 5% selama 12 bulan terakhir, dan telah turun hampir 20% dari tingkat puncak 2022.

Logam industri juga turun pasalnya kekuatan dolar AS memberi tekanan, sementara juga peringatan ekonomi Powell memberikan keraguan atas permintaan logam.

Tembaga anjlok 1,8% pada hari Senin, usai data industri yang lemah dari China menambah kerugian logam merah ini. Data industrial profit di negara tersebut terus mengalami penurunan di bulan Juli. Lainnya, nikel berjangka berakhir naik 0,09% ke 21.695,50 pada Sabtu, dan timah naik 1,81% ke 24.280,00 di ICE London pada penutupan Jumat.

Fokus sekarang kini ada pada data PMI China yang akan dirilis pekan ini, yang kemungkinan akan mempengaruhi harga lebih jauh.

Harga tembaga telah jatuh tahun ini seiring perlambatan ekonomi di China, negara importir terbesar logam kuning.

Selain itu, karet mencapai 143,80 pada Jumat di Singapura, batubara Newcastle di ICE London tercatat di level 417,40, dan Kakao AS turun 0,04% di 2.416,00 hingga penutupan Sabtu.

Pagi ini, bitcoin turun 0,87% di 19.822,3 pukul 10.22 WIB BTC/USD - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 26 Agustus 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Kembali Berkilau Setelah Dolar AS Tergelincir

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan hari Kamis setelah dolar tergelincir dari level tertinggi, sementara itu investor menunggu simposium Jackson Hole untuk isyarat pada kebijakan moneter Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot menguat 0,3 persen menjadi USD1.756,55 per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 0,6 persen lebih tinggi menjadi USD1.771,4.

Fokus akan tertuju pada pidato Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, pada konferensi tahunan bank sentral di Wyoming, Jumat, untuk petunjuk tentang strategi kenaikan suku bunga Fed.

Emas baru saja melihat pemantulan korektif dari tekanan jual baru-baru ini. Dolar mundur dari level tertingginya dan ada pemosisian menjelang pidato Powell," kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Dalam jangka pendek, grafik emas masih bearish. Tetapi dalam jangka panjang, masih ada potensi kenaikan untuk emas karena akan ada beberapa permintaan safe-haven  setiap kali ekonomi goyah." Tambah Kim.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,2 persen membuat emas yang dibanderol dalam greenback lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Emas dianggap sebagai investasi yang aman di tengah gejolak ekonomi. Namun, kenaikan suku bunga meningkatkan  opportunity cost  memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Dalam jangka pendek, grafik emas masih bearish. Tetapi dalam jangka panjang, masih ada potensi kenaikan untuk emas karena akan ada beberapa permintaan safe-haven  setiap kali ekonomi goyah." Tambah Kim.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,2 persen membuat emas yang dibanderol dalam greenback lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Emas dianggap sebagai investasi yang aman di tengah gejolak ekonomi. Namun, kenaikan suku bunga meningkatkan  opportunity cost  memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga perak di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD19,19 per ounce, platinum menguat 0,3 persen menjadi USD879,11 per ounce. Sementara paladium melesat 5,4 persen menjadi USD2.144,07 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

 

Kamis, 25 Agustus 2022

Rifan Financindo - Emas Naik Trader Tunggu Kejelasan Moneter AS, Stimulus China Sedikit Pengaruhi Tembaga

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada hari Kamis, melanjutkan kenaikannya baru ini dan trader menunggu lebih banyak sinyal mengenai kebijakan moneter AS, sedangkan harga tembaga tampak tidak terbantu banyak oleh paket stimulus terbaru China.

Harga emas spot naik 0,3% di $1.756,57/oz pukul 11.12 WIB, sementara harga emas berjangka naik 0,4% ke $1.756,57 menurut data Investing.com.

Harga logam kuning naik tipis dalam dua hari terakhir saat indeks dolar mundur dari level tertinggi hampir dua dekade. Namun trader ragu-ragu untuk membeli lebih jauh ke dalam logam kuning menjelang pidato Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole Symposium pada hari Jumat.

Dolar AS diperdagangkan turun 0,23% di 108.37 pukul 11.14 WIB.

Investor mengharapkan Ketua akan menegaskan sikap hawkish bank sentral dan meningkatkan sedikit kemungkinan bahwa Fed akan mengurangi tingkat kenaikan suku bunga.

Sekitar 61% pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada bulan September saat inflasi sedikit turun dari puncak 40 tahun.

Komentar Hawkish dari beberapa pejabat Fed juga telah memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan tetap dalam jalur pengetatan kebijakannya. Bank sentral telah menaikkan suku bunga empat kali sepanjang tahun ini.

Hal ini telah sangat menekan harga emas, menggerus semua keuntungan yang diperoleh selama awal konflik Rusia-Ukraina. Imbal hasil yang lebih tinggi membuat dolar menjadi pilihan yang lebih menarik daripada emas.

Harga logam mulia lainnya juga sebagian besar tenang pada hari Kamis. Sebelumnya, nikel berjangka jatuh 1,55% ke 21.407,50 pada penutupan Rabu, dan timah naik 0,16% ke 24.505,00 di ICE London pada penutupan Selasa.

Di antara logam industri, harga tembaga naik tipis, tetapi tampaknya hanya mendapat sedikit dukungan dari stimulus baru China.

Tembaga naik 0,1% di $3.6420 pukul 11.24 WIB.

China pada hari Rabu mengumumkan paket stimulus senilai sekitar 1% dari PDB keseluruhannya, karena menghadapi perlambatan pertumbuhan yang drastis akibat pembatasan COVID-19, terjangan gelombang panas yang berlangsung, dan potensi krisis listrik.

Kelemahan di sektor industri negara itu telah sangat menekan harga tembaga tahun ini, mengingat China adalah negara importir logam merah terbesar di dunia.

Krisis real estat yang memburuk di negara itu juga diperkirakan akan mengganggu prospek ekonominya.

Komoditas lain karet mencapai 147,10 pada Selasa di Singapura, batubara Newcastle di ICE London turun 1,2% di 412,60 hari Rabu, dan kakao AS naik 2,59% di 2.378,00 dini hari tadi - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com 

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Di Tengah Pertemuan Simposium Jackson Hole

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik pada perdagangan hari Rabu, karena dolar yang bergerak melemah dari awal sesi, sementara investor menantikan acara Simposium Jackson Hole untuk petunjuk tentang kenaikan suku bunga.

Simposium acara tahunan tersebut dihadiri oleh pimpinan bank sentral, menteri keuangan, akademisi hingga praktisi pasar finansial dari berbagai negara.

Pertemuan ini diadakan oleh Federal Reserve (The Fed) wilayah Kansas City di wilayah Jackson Hole, Wyoming.

Harga emas di pasar spot naik 0,24 persen ke level USD 1.751,85 per ounce pada pukul 4:00 sore ET. Harga emas telah naik 1 persen di sesi sebelumnya.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik menjadi USD 1.765,5.

Salah satu yang membuat harga emas berbalik arah usai penurunan di awal perdagangan yaitu terhentinya kurs dolar di sekitar level 108,6, setelah naik setinggi 109,112 di awal sesi.

Membantu emas membalikkan beberapa penurunan awal, Indeks Dolar (Indeks DXY) terhenti di sekitar level 108,6, setelah melejit setingginya 109,112 di awal sesi.

Dolar yang lebih kuat cenderung menumpulkan selera untuk emas di antara pembeli yang menggunakan mata uang lain.

"Pasar relatif sepi. Trader logam menunggu apa yang keluar dari pertemuan Jackson Hole dan ingin tahu lebih banyak tentang jalur kenaikan suku bunga Fed," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Pelaku pasar menunggu pidato Chairman Federal Reserve, Jerome Powell, di Jackson Hole Economic Policy Symposium, Jumat. Pidato tersebut dapat menyoroti jalur pengetatan kebijakan moneter The Fed.

Emas cenderung berkinerja buruk jika suku bunga naik, karena tidak memberikan imbal hasil.

"Apakah emas menembus USD1.730 atau tidak mungkin tergantung pada apa yang Powell katakan, serta apakah trader berminat untuk mendengarkan, jika dia tetap berpegang pada pandangan  hawkish  rekannya," ujar Craig Erlam, analis OANDA.

Investor juga menunggu perkiraan produk domestik bruto kuartal kedua Amerika, dan data belanja konsumen Juli yang akan dirilis pekan ini.

Sementara itu harga perak di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD19,03 per ounce.

Platinum melemah 0,6 persen menjadi USD874,64 per ounce sementara paladium melambung 2,5 persen menjadi USD2.029,21 - RIFAN FINANCINDO

Sumber  suara.com

 

 

 

Rabu, 24 Agustus 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Stabil Di Atas $1.750, Investor Kini Fokus Komentar Fed

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berusaha mempertahankan kenaikannya pada hari Rabu kala dolar sedikit turun setelah data ekonomi yang lemah, dengan fokus kini beralih ke komentar dari Federal Reserve mengenai jalur suku bunga.

Harga emas berjangka turun 0,1% di $1.759,25/oz, sedang emas spot turun 0,1% ke $1.746,33/oz pukul 08.41 WIB. Namun kedua instrumen tersebut sebagian besar mempertahankan kenaikan yang dibuat pada hari Selasa, di mana data PMI yang lemah menekan indeks dolar AS turun dari level tertinggi hampir 20 tahun.

Namun dolar menahan kerugian yang dialami setelah Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menyatakan bank sentral akan terus memperketat kebijakan sampai inflasi jelas terkendali. Skenario seperti itu kemungkinan akan negatif untuk harga emas.

Emas telah kehilangan hampir semua kenaikannya tahun ini akibat dolar yang menguat dan suku bunga AS menarik trader keluar dari logam kuning.

Fokus kini tertuju pada pidato Ketua Fed Jerome Powell dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat, yang diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai kebijakan moneter. Trader memperkirakan Ketua Fed akan mempertahankan sikap hawkish-nya, yang akan mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih besar tahun ini.

Logam mulia lainnya diperdagangkan turun pada hari Rabu, tetapi menahan sebagian besar kenaikan yang tercapai pada hari Selasa. Platinum dan perak masing-masing turun 0,5%. Adapun, Nikel Berjangka ditutup jatuh 2,20% di 21.851,00 hingga dini hari tadi, Timah juga jatuh 1,33% ke 24.465,00 di ICE London pada penutupan Senin.

Dalam logam industri, tembaga turun 0,4%, setelah naik 0,6% pada hari Selasa. Saat harga logam merah naik dari penurunan dolar, prospek tembaga telah sangat tertekan oleh prospek perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara importir utama China.

Kekeringan parah dan kekurangan listrik di Provinsi Sichuan telah mendorong penutupan beberapa pabrik besar, menghambat upaya yang lebih luas oleh pemerintah China untuk mendukung pertumbuhan ekonomi setelah perlambatan yang didorong oleh COVID tahun ini.

Untuk komoditas lain, Karet naik 0,14% di 146,90 pada Senin di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London tercatat di 418,35 dalam perdagangan Senin, dan Kakao AS ditutup turun 0,47% di 2.345,00 pada Rabu dini hari - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Senin, 22 Agustus 2022

PT Rifan - Harga Emas Dunia Anjlok Hampir 3 Persen Sepanjang Pekan Lalu


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas merosot untuk sesi kelima berturut-turut pada perdagangan akhir pekan lalu, penurunan terpanjang sejak November tahun lalu, karena daya tarik emas berkurang dengan dolar yang lebih kuat dan lebih banyak kenaikan suku bunga AS.

Harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD1.748,58 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 28 Juli di awal sesi.

Sedangkan emas berjangka AS turun 0,5 persen pada USS1.762,9.

Setelah membukukan kenaikan dalam empat minggu sebelumnya, harga emas anjlok 2,9 persen sepanjang pekan lalu, terbesar sejak minggu 8 Juli.

Elemen utama yang menekan pasar emas dan perak adalah kebangkitan dolar. Emas dan dolar bersaing sebagai aset safe-haven, suku bunga AS yang lebih tinggi menunjukkan dolar yang lebih kuat, yang akan menambah penurunan lebih lanjut pada emas,” kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Indeks dolar melonjak dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan. Dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri.

The Fed perlu terus menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi yang tinggi, serangkaian pejabat bank sentral AS mengatakan pada hari Kamis, bahkan ketika mereka memperdebatkan seberapa cepat dan seberapa tinggi untuk mengangkatnya.

Kenaikan suku bunga Fed di masa depan telah membawa pembalikan tiba-tiba dalam upaya emas untuk naik kembali di atas USD1.800," kata Rupert Rowling, seorang analis pasar di Kinesis Money, menulis dalam sebuah catatan.

Investor akan melihat ke bawah hingga di bawah USD1.700 sebagai support signifikan berikutnya daripada pada landmark ke atas," Rowling menambahkan.

Sementara itu harga perak turun 2,2 persem menjadi USD19,09 per ounce, dalam perjalanan ke penurunan 8,3 persen sepanjang pekan lalu.

Platinum turun 1,9 persen menjadi USD893,30, sementara paladium turun 1,6 persen menjadi USD2,121,23, keduanya ditetapkan untuk penurunan mingguan - PT RIFAN

Sumber : suara.com


Jumat, 19 Agustus 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Anjlok Lagi, Kurs Dolar AS Penyebabnya

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia kembali bergerak melemah pada perdagangan hari Kamis, di bawah tekanan dari penguatan dolar meski kerugiannya dibatasi penurunan imbal hasil Treasury.

Sementara itu investor mencari lebih banyak petunjuk ekonomi yang dapat mempengaruhi kenaikan suku bunga.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.758,42 per ounce, setelah tergelincir ke posisi USD1.759,17 pada sesi Rabu, level terendah sejak 3 Agustus.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat menyusut 0,3 persen menjadi USD1.771,2 per ounce.

Investor terus mencerna risalah dari pertemuan Juli Federal Reserve yang dirilis Rabu.

Risalah tersebut menunjukkan lebih banyak kenaikan suku bunga sedang dalam proses, tetapi juga mengisyaratkan pejabat Fed mulai lebih eksplisit mengakui risiko bahwa mereka mungkin melangkah terlalu jauh dan mengekang aktivitas ekonomi.

Analis TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan imbal hasil US Treasury yang lebih rendah dapat mendorong kenaikan marjinal pada emas yang tidak memberikan bunga, dengan kenaikan suku bunga sebagian besar telah diperhitungkan.

Tetapi The Fed dapat menolak gagasan bahwa siklus kenaikan suku bunga mungkin akan berakhir pada Simposium Jackson Hole, karena terlalu dini untuk menyatakan kemenangan melawan inflasi," papar Ghali.

Dolar mencapai level tertinggi tiga pekan, membuat emas yang dihargai dalam  greenback jauh lebih mahal bagi pembeli mata uang lain.

Dengan asumsi The Fed akan melawan inflasi tanpa mendorong ekonomi ke dalam resesi, permintaan  safe-haven akan memudar lebih lanjut, menyebabkan emas bergerak secara bertahap lebih rendah pada jangka menengah hingga jangka panjang," kata Carsten Menke, Kepala Riset Julius Baer.

Sementara itu, klaim pengangguran mingguan Amerika turun karena pasar tenaga kerja tetap tangguh.

Petinggi The Fed, Mary Daly, mengatakan kenaikan suku bunga setengah atau 75 basis poin pada September akan masuk akal.

Di pasar fisik, ekspor emas Swiss ke konsumen utama China pada Juli melejit ke level tertinggi sejak Desember 2016.

Sementara itu harga perak di pasar spot melorot 1,7 persen menjadi USD19,513 per ounce, platinum merosot 1,2 persen menjadi USD912,88 dan paladium naik 0,4 persen menjadi USD2.150,02 - RIFAN FINANCINDO BANDUNG

Sumber : suara.com

 

 

Kamis, 18 Agustus 2022

Rifan Financindo - Emas Bergerak Di Kisaran Terbatas


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bergerak dalam kisaran ketat pada hari Kamis di tengah sinyal beragam dari kebijakan moneter AS, sementara harga tembaga turun setelah hasil laba dari perusahaan pengembang properti utama China mendorong lebih banyak kekhawatiran atas permintaan.

Harga emas spot naik 0,2% di $1.765,65/oz pukul 09.51 WIB, dan harga emas berjangka naik 0,15% di $1.778,75. Tetapi kedua instrumen ini diperdagangkan sebagian besar dalam kisaran $1.750 hingga $1.810 yang terlihat selama dua minggu terakhir.

Harga emas telah turun pada hari Rabu setelah risalah pertemuan Juli Federal Reserve menunjukkan sebagian besar anggota Fed mendukung kenaikan suku bunga lanjutan untuk menurunkan inflasi. Kala bank sentral ingin meninjau kembali laju pengetatannya, namun malah mengindikasikan kemungkinan akan mempertahankan laju kenaikan suku bunga besar sampai inflasi berada dalam kisaran target 2%.

Indeks dolar AS naik setelah terbitnya risalah, begitu pula imbal hasil Treasury. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 0,75% bulan lalu, dan trader sekarang terbagi soal kenaikan 0,5% atau 0,75% pada bulan September.

Saat data minggu lalu memang menunjukkan inflasi AS kemungkinan telah mencapai puncaknya, anggota Fed mengindikasikan bahwa tingkatnya masih terlalu tinggi untuk mempertimbangkan pengurangan laju pengetatan kebijakan moneter.

Penguatan dolar membebani sebagian besar harga logam. Platinum turun 0,4%, sementara perak turun 0,6%.

Dalam industri logam, Tembaga turun 0,2% setelah Country Garden Holdings Company Ltd (HK:2007), salah satu pengembang properti terbesar di China, mengisyaratkan penurunan laba yang parah akibat memburuknya pasar real estat.

Perlambatan yang berkepanjangan di pasar real estat China kemungkinan akan berdampak pada kegiatan ekonomi yang lebih luas di negara itu, yang pada akhirnya dapat berdampak pada permintaan komoditas. Negara ini merupakan importir tembaga terbesar di dunia.

Nikel berjangka jatuh 1,2% pada hari Kamis, sementara seng anjlok lebih dari 4%. Harga bijih besi juga cenderung lebih rendah dan timah berakhir turun 0,49% ke 24.600,00 di ICE London pada penutupan Selasa.

Sedang Karet ditutup di 149,10 pada Rabu di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London berakhir mencapai 407,50 pada perdagangan Senin, dan Kakao AS ditutup naik 2,24% di 2.423,00 hingga Kamis dini hari - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 15 Agustus 2022

PT Rifan - Emas Dunia Posisikan Kenaikan Empat Minggu Beruntun

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melayang lebih tinggi pada hari akhir pekan lalu dibantu oleh penurunan imbal hasil Treasury AS.

Kondisi ini menetapkan emas di jalur untuk kenaikan minggu keempat berturut-turut, karena investor mengambil stok data inflasi baru-baru ini dari Amerika Serikat.

Harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD1,800,196 per ounce dan menuju kenaikan mingguan lebih dari 1 persen.

Semantara emas berjangka AS naik 0,54 persen pada posisi USD1,817,00.

Saat ini pasar emas melihat beberapa short-covering dan didukung oleh imbal hasil yang lebih rendah," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Imbal hasil Treasury AS turun setelah minggu yang bergejolak karena investor mengevaluasi apakah perlambatan nyata dalam kenaikan inflasi dapat mengurangi kecepatan kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Data yang dirilis awal pekan ini menunjukkan bahwa inflasi di AS telah mereda, setelah itu pelaku pasar menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga agresif oleh Fed.

Namun, komentar Fed baru-baru ini terus menjadi hawkish, yang telah menghentikan logam agar tidak menembus di atas level USS1.800.

Rally emas, setelah angka CPI yang lebih dingin, berhenti di jalurnya karena pasar percaya inflasi akan terus menjadi masalah. Pembicara Fed juga menyarankan mereka tidak mampu untuk melepaskan perang melawan inflasi, "tambah Melek.

Emas cenderung berhasil dengan baik di lingkungan dengan bunga rendah karena tidak menghasilkan bunga.

Sementara itu, harga domestik yang tinggi menahan permintaan emas fisik di India minggu ini.

Ketidakpastian seputar perkembangan terkait Taiwan mendorong importir emas batangan di China untuk menunda pembelian besar.

Sementara itu harga logam mulia lainnya, perak naik 2,38 persen menjadi USD20,774 per ounce, platinum naik 0,58 persen pada USD961,65 sementara paladium turun 2,82 persen menjadi USD2,212,58 - PT RIFAN

Sumber : suara.com

 

 

 

Jumat, 12 Agustus 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun, Trader Tunggu Sinyal 'Data Lain' Penurunan Suku Bunga

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Inflasi AS memang turun. Tapi tidak dengan the Fed. Dan itu tidak terlalu menghibur bagi trader bull saat ini.

Patokan emas kontrak berjangka di Comex New York, Desember, ditutup pada hari Kamis di $1.804.45/oz, turun 0,51%, pada Kamis.

Itu adalah penurunan emas pertama dalam empat hari sejak reli minggu lalu dari laporan pekerjaan AS — yang secara mengejutkan mendorong logam kuning kembali ke wilayah bullish $1.800, bukannya merah lebih dalam di bawah $1.700 yang mungkin diharap banyak orang.

Harga emas spot, yang dipantau lebih baik daripada kontrak futures oleh beberapa trader, berakhir turun 0,15% di 1.789.09 pada penutupan Kamis.

Penurunan baru emas ini terjadi setelah data menunjukkan Indeks Harga Produsen (IHP) AS turun 0,5% pada bulan Juli, memperkuat tema inflasi yang mundur dari level tertinggi empat dekade.

Data IHP tersebut rilis setelah Indeks Harga Konsumen, atau IHK, untuk bulan Juli yang lebih penting. Laporan IHK menunjukkan pertumbuhan nol untuk Juli dan tumbuh sebesar 8,5% setahun, dibandingkan perkiraan ekonom masing-masing sebesar 0,2% dan 8,7%.

"Investor mungkin menjadi terlalu optimis tentang poros Fed," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA. "Emas perlu melihat lebih banyak data dalam beberapa bulan ke depan untuk mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi menurun."

Setidaknya tiga pejabat Fed mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa Fed belum siap untuk menurunkan suku bunga.

The Fed "jauh, jauh dari menyatakan kemenangan" terhadap inflasi, Presiden Bank Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari menyatakan dalam Konferensi Ide Aspen, meskipun ada berita "selamat datang" untuk laporan IHK yang turun.

Kashkari mengatakan ia belum "melihat apa pun yang mengubah" kebutuhan untuk menaikkan suku bunga kebijakan The Fed menjadi 3,9% pada akhir tahun dan menjadi 4,4% hingga akhir 2023.

Tingkatnya saat ini berada di kisaran 2,25%-2,5%.

Presiden Fed San Francisco Mary Daly, dalam sebuah wawancara dengan Financial Times, juga mengingatkan terlalu dini bagi bank sentral AS untuk "menyatakan kemenangan" dalam perjuangannya melawan inflasi.

Namun, Daly mengatakan bahwa kenaikan suku bunga 50 bps adalah "dasar"nya tetapi tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga 0,75% poin ketiga berturut-turut dalam pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya pada bulan September, menurut laporan itu.

Menyebut inflasi "tidak dapat diterima" tinggi, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan ia yakin The Fed kemungkinan perlu menaikkan suku bunga menjadi 3,25%-3,5% tahun ini dan menjadi 3,75%-4% pada akhir tahun depan, sejalan dengan apa yang ditunjukkan Ketua Fed Jerome Powell setelah pertemuan terakhir Fed pada bulan Juli.

Namun, sebutnya, laporan IHK menandai pembacaan "positif" pertama pada inflasi sejak The Fed mulai menaikkan suku bunga pada bulan Maret dengan kenaikan yang meningkat - 25 bps untuk memulai, kemudian 50 bps, dan kemudian tiga - 75 bps di bulan Juni dan Juli.

Selain itu, Nikel Berjangka ditutup melonjak 5,38% ke 23.701,00 dini hari tadi, Timah berakhir naik 0,47% ke 24.541,00 di ICE London pada penutupan Rabu. Lainnya, Karet mencapai 152,30 pada penutupan Rabu di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London berakhir naik 0,59% di 401,00 pada perdagangan Kamis kemarin, dan Kakao AS turun 0,21% di 2.393,00 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com 

Kamis, 11 Agustus 2022

Rifan Financindo - Emas Turun Minat Risiko Bertambah

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Kamis pagi seiring berkurangnya kekhawatiran resesi AS karena data inflasi yang lemah, sementara harga tembaga tertahan di level tertinggi lima minggu imbas penguatan dolar.

Pukul 08.13 WIB, harga emas spot turun 0,1% di $1.789,91, sementara harga emas futures turun 0,5% di $1,805,45.

Harga emas telah naik ke level tertinggi satu bulan pada hari Rabu setelah data menunjukkan bahwa tekanan inflasi AS mereda pada bulan Juli, yang melemahkan dolar. Tetapi harganya segera mundur dari puncak, karena data memicu reli luas dalam aset yang digerakkan oleh risiko.

Harga emas kini tampaknya terjebak antara melemahnya dolar dan meningkatnya minat risiko. Inflasi harga produsen AS, yang dijadwalkan terbit pukul 19.30 WIB pada hari Kamis, dapat memberikan isyarat lebih lanjut untuk logam kuning.

Inflasi harga produsen diperkirakan mencerminkan penurunan harga konsumen. Tetapi tanda-tanda bahwa tren ini tidak meluas ke harga pabrik dapat mengurangi minat risiko.

Perak jatuh 1%, sementara platinum sebagian besar tidak berubah. Indeks dolar AS datar pada hari Kamis setelah anjlok 1,1% di sesi sebelumnya.

Melemahnya dolar, di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Federal Reserve pada September mendorong harga logam industri.

Tembaga naik 0,2% di $3,64 per pon, menyusul reli 1,7% di sesi sebelumnya. Seng dan nikel naik masing-masing 2,5% dan 4,2%, pada hari Rabu.

Namun lonjakan harga logam industri terjadi meskipun ada penurunan aktivitas pabrik di seluruh dunia. Inflasi harga produsen di China turun hingga Juli, sementara aktivitas manufaktur berkontraksi dalam menghadapi pembatasan COVID-19.

Aktivitas industri di AS dan Zona Euro juga menurun karena melonjaknya harga komoditas dan meningkatnya masalah rantai pasokan awal tahun ini - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 10 Agustus 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik di Atas $1.800 Jelang Rilis Data Inflasi

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas bergerak di atas level kunci $1.800 selama dua hari berturut-turut pada hari Selasa dan pelaku pasar memperkirakan bahwa posisi safe haven pasar akan bersinar dalam menghadapi data Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sangat penting pada hari Rabu.

Ekonom yang dilacak oleh Investing.com memproyeksikan pertumbuhan inflasi 8,7% untuk tahun ini hingga Juli, dibandingkan kenaikan 9,1% selama 12 bulan hingga Juni. Jika benar, itu akan menjadi tanda bahwa upaya Federal Reserve dalam memerangi inflasi mulai berhasil.

Namun, pengurangan kurang dari setengah persen dalam inflasi tahun ke tahun hampir tidak membuat perbedaan dengan apa yang diperjuangkan The Fed. Bank sentral, seperti yang diketahui semua orang yang memperdagangkan emas, ingin mengembalikan inflasi ke target 2% yang telah lama diinginkan; atau 4,5 kali lebih kecil dari IHK bulan Juni.

Saat The Fed akan cenderung untuk terus menaikkan suku bunga sampai mencapai target inflasi itu, posisi long emas juga mempertahankan aliran safe-haven yang lebih banyak secara bersamaan ke logam kuning bagi mereka yang ingin melakukan lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi.

"Harga emas menguat menjelang laporan inflasi penting yang dapat mengarahkan skala ekspektasi kenaikan suku bunga Fed," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

“Emas mendapat dorongan hari ini dari aliran safe haven saat saham melemah dan dolar melemah. Jika inflasi turun sedikit lebih dari yang diharapkan, emas dapat bergerak menuju wilayah $1850. Risiko geopolitik tetap tinggi dan itu bisa membuat emas didukung di atas $1800 hingga akhir tahun."

Kontrak berjangka emas patokan di Comex New York, Desember, berakhir di $1.812,30, naik $7,10, atau 0,4%. Harga naik $14, atau 0,8%, di sesi sebelumnya.

Harga emas spot, yang lebih dipantau daripada kontrak berjangka oleh beberapa trader, berada di $1.794,89 pukul 03.50 PM ET (19.50 GMT), naik $5,76, atau 0,3%.

Alat Pemantau Suku Bunga Investing.com pada Selasa menunjukkan penurunan peluang sebesar 46% bank sentral menerapkan kenaikan suku bunga 75 basis poin untuk Juli, dibandingkan perkiraan Senin sebesar 67%.

Selain IHK, angka indeks harga produsen untuk bulan Juli akan dirilis pada hari Kamis, bersama dengan laporan mingguan klaim pengangguran awal, sedangkan indeks sentimen konsumen Universitas Michigan akan dipublikasikan pada hari Jumat.

Lainnya, Nikel Berjangka ditutup turun 0,73% di 21.526,50 hingga pukul 01.00 WIB dini hari tadi, Timah turun 0,63% ke 24.300,00 di ICE London pada penutupan Senin. Sementara Karet mencapai 154,40 pada penutupan Senin di Singapura, Batubara Newcastle di ICE London berakhir di level 361,00 dalam perdagangan Jumat lalu, dan Kakao AS naik 0,56% di 2.353,00 Rabu dini hari - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com