Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Jumat, 30 Oktober 2020

Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik Tipis Setelah Sempat Terbebani Penguatan Dolar AS

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas naik tipis karena kekhawatiran dampak ekonomi dari gelombang baru covid-19 di Eropa membuat dolar berada di sekitar level tertinggi satu minggu yang dicapai pada hari Rabu.
 

Emas spot di level $ 1.881.84 per ons, setelah sempat turun sebanyak 2% pada hari Rabu. Emas berjangka AS naik 0.14$ di $ 1.881.95. Indeks dolar stabil terhadap enam mata uang utama, berhenti setelah mencatat kenaikan 0,3% di awal
perdagangan.

Sementara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel memerintahkan negara mereka kembali menerapkan penguncian pada hari Rabu, karena gelombang infeksi kedua yang besar mengancam akan membanjiri Eropa sebelum musim dingin.

Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menahan tekanan untuk mengungkap langkah-langkah stimulus baru pada hari Kamis tetapi kemungkinan akan membuka jalan untuk tindakan pada bulan Desember. ECB akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada 1245 GMT.

Bank of Japan akan mempertahankan program stimulus besar-besaran pada hari Kamis dan berjanji untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika kejatuhan ekonomi yang disebabkan oleh virus mengancam kembalinya deflasi.

Ada risiko tinggi kebangkitan kasus virus korona menghentikan pemulihan ekonomi global pada akhir tahun, menurut jajak pendapat Reuters terhadap sekitar 500 ekonom.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, turun 0,67% menjadi 1.258,25 ton pada hari Rabu.

Perak naik 0,1% menjadi $ 23,43 per ons, sementara platinum turun 0,1% menjadi $ 866,96. Palladium naik 0,7% menjadi $ 2.254,02 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Rabu, 28 Oktober 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Naik, Dolar Tergelincir Saat Virus Corona Bertahan

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa, dan nilai tukar dolar AS melemah saat ini atas transaksi kedua dalam kasus virus corona. Sementara investor menahan diri dari membuat pertaruhan besar menjelang pemilihan presiden AS pekan depan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember divisi COMEX New York Exchange, terangkat 6,2 AS atau 0,33 persen menjadi ditutup pada 1.911,9 dolar AS per ons. Sehari sebelumnya, emas berjangka naik tipis 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1,905,70 dolar AS, setelah sedikit menguat 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1,905,20 dolar AS pada Jumat, dan turun tajam 24,9 dolar AS atau 1,29 persen menjadi 1.904,60 dolar AS pada Kamis.

Indeks dolar yang mengukur terhadap enam mata uang utama saingannya, tergelincir 0,2 persen membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. "Emas terjebak dalam kisaran yang ketat dan mungkin tidak akan ada terlalu banyak aktivitas sebelum pemilihan AS," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

Namun, masyarakat masih membawa bias  pada emas karena virus corona, perlambatan ekonomi global, dan langkah-langkah stimulus, yang mendorong investor untuk menambah emas ke dalam portofolio mereka, tambahnya.

Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan banyak negara lain yang mencatat catatan virus corona, beberapa negara memberlakukan infeksi baru.Sementara itu, negosiasi atas paket bantuan AS yang baru masih belum jelas dengan Ketua DPR Nancy Pelosi mengungkapkan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai sebelum presiden 3 November.

Penantang dari Demokrat Joe Biden memimpin kepemimpinan Presiden Donald Trump dalam jajak pendapat nasional tetapi persaingan jauh lebih ketat di negara bagian yang menentukan untuk hasil pemilihan.

Prospek emas akan tetap sangat  jika Hari Pemilihan memberikan gelombang biru yang menandakan stimulus besar-besaran pada bantuan virus corona dan pengeluaran infrastruktur, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dalam sebuah catatan.Emas, yang ramah sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, telah melonjak 26 persen tahun ini di tengah tingkat stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 15 sen atau 0,61 persen menjadi ditutup pada 24,57 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman Januari naik 9,4 dolar AS atau 1,07 persen menjadi menetap pada 886,8 dolar AS per on - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

 

Selasa, 27 Oktober 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik Di Tengah Penguatan Dolar AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bergerak stabil cenderung naik pada perdagangan Senin, karena investor khawatir tentang lonjakan kasus virus corona atau Covid-19 dan persaingan untuk pemilihan presiden AS bulan depan sehingga akan menghadapi dolar yang lebih kuat.

Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi USD1.904.60 per ounce. Emas berjangka AS sebagian besar tidak berubah di level USD1.905,70, Emas terjebak antara harga USD1.930 - USD1.880. Itu menunggu untuk mengambil petunjuk dari pemilihan dan ada kebangkitan pandemi ini," kata chief market strategist at Blue Line Futures in Chicago Phillip Streible.

Tapi indeks dolar naik hari ini, (dan) memiliki korelasi terbalik yang kuat dengan emas, lonjakan infeksi baru kasus virus corona membebani sentimen risiko di antara investor karena kasus menyentuh level rekor di Amerika Serikat. Di Eropa, Italia dan Spanyol pun memberlakukan pembatasan baru.

Namun, keuntungan safe haven untuk dolar AS membatasi daya tarik emas, karena indeks dolar naik 0,3% terhadap para pesaingnya, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sementara itu. harga perak tergelincir 1,4% menjadi USD24,25 per ounce, paladium turun 1,9% menjadi USD2.346.46 dan platinum merosot 3,5% menjadi USD869,83 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

Senin, 26 Oktober 2020

PT Rifan - Menanti Pemilu AS, Pasar Emas Masih Galau


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia diperkirakan masih bisa menguat dalam sepekan ke depan.
Namun para investor sepertinya masih cenderung menahan diri sambil menantikan pemilu di Amerika Serikat (AS).

Pasar emas dunia saat ini sepertinya masih dalam kisaran level US $ 1.900 per ounce. Tren positif masih ada, namun sepertinya minat di pasar masih tertahan.

Presiden dan CEO Adrian Asset Management, Adrian Day menggambarkan, pergerakan harga emas seperti akan meningkat dua langkah namun setelahnya akan mundur 1 langsung. Volatilitas ini diperkirakan akan berkelanjutan hingga setelah pemilihan Umum AS pada 3 November.

Beberapa investor bergerak segalanya untuk mendapatkan uang menjelang pemilihan, sementara yang lain semakin frustasi dengan momentum emas. Di sisi lain, investor memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan aksi beli guna memanfaatkan kemungkinan tren jangka panjang," tuturnya.

Menurut hasil survei Kitco minggu ini ada 17 analis yang ikut berpartisipasi. Sebanyak 7 analis atau 41% meyakini harga emas akan naik dan cenderung sideways minggu depan. Sementara tiga analis, atau 18% memprediksi harga emas akan turun.

Pasar emas siap untuk mengakhiri minggu ini di wilayah netral, dengan emas berjangka Desember terakhir tertera pada level US $ 1.904,70 per ounce. Angka itu turun dari penutupan pekan sebelumnya US $ 1.906.40 per ounce.

Kendati begitu, beberapa analis yang memprediksi bullish penilaian penilaian tidak akan signifikan sampai adanya kejelasan dari pemilu AS dan kebijakannya terkait mendorong pertumbuhan ekonomi di AS.

Christopher Vecchio, ahli strategi mata uang senior IG Group, mengatakan bahwa pada titik ini, kecil kemungkinan paket stimulus baru akan diumumkan sebelum 3 November. Dan ini akan membuat pasar yang berada dalam kisaran yang sama dalam waktu dekat - PT RIFAN

 

Sumber : detikfinance.com

Jumat, 23 Oktober 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kian Naik, Diprediksi Tembus $2.000 Akhir Tahun



 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas kian naik pada Rabu petang di tengah optimisme anggota parlemen AS dapat mencapai kesepakatan paket bantuan virus sebelum pemilihan presiden AS memberi tekanan bagi dolar AS dan mendorong minat logam kuning ini sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Harga emas berjangka naik terus naik 0,29% di $1.921,00 per ons pukul 16.47 WIB dan XAU/USD kian menguat 0,60% ke $1.917,49, Adapun indeks dolar AS makin melemah 0,29% di 92,778 pukul 16.52 WIB.

Mengutip laporan yang dilansir Reuters Rabu (21/10) petang, Gedung Putih dan Partai Demokrat di Kongres AS hampir mencapai kesepakatan soal dana stimulus pada hari Selasa setelah Presiden Donald Trump mengatakan ia bersedia menerima RUU stimulus tersebut meskipun mendapat penolakan dari Partai Republik.

Berita tersebut mendorong minat terhadap ekuitas dan memberi tekanan bagi indeks dolar. Namun juga menambah daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Pelemahan dolar AS menjadi penyumbang utama kenaikan emas ... Emas akhirnya dapat menyelesaikan periode konsolidasi dan tren penguatannya, kata Margaret Yang, ahli strategi DailyFx, yang mencakup perdagangan mata uang, komoditas dan indeks.

Lingkungan kebijakan moneter dan fiskal yang sangat akomodatif, suku bunga rendah dan ketidakpastian seputar virus serta pemilihan presiden dapat mendorong harga emas tembus level $2.000 pada akhir tahun 2020, Yang menambahkan - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 Sumber : investing.com

Kamis, 22 Oktober 2020

Rifan Financindo - Paket Bantuan Stimulus AS Temui Titik Terang, Harga Emas Dunia Naik


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik 1 persen karena optimisme investor bahwa paket bantuan virus corona AS akan diumumkan sebelum presiden 3 November, harga emas di pasar spot melonjak 1 persen menjadi 1.924,73 dolar AS per ounce setelah naik level tertinggi sejak 12 Oktober, yakni 1.931,01 dolar AS per ounce.

Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,7 persen menjadi 1,929,5 dolar AS per ons.

Emas, yang disebut sebagai lindung nilai terhadap inflasi, penurunan nilai mata uang, dan ketidakpastian, melambung lebih dari 26 persen sepanjang tahun ini, dukungan stimulus tingkat global yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk melindungi ekonomi dari kemerosotan yang disebabkan oleh virus corona.

Logam lainnya, perak melejit 1,9 persen menjadi 25,10 dolar AS per ounce, platinum melonjak 2 persen menjadi 888,12 dolar AS per ounce dan paladium naik tipis 0,1 persen menjadi 2,400,22 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Rabu, 21 Oktober 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Kelebihan Trading Emas Online Daripada Investasi Emas Fisik

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Setiap tahun, investasi emas dalam bentuk batangan ataupun logam selalu menjadi favorit masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Meskipun sudah muncul aset investasi baru yang lebih prospektif seperti saham dan reksadana, tetapi investasi emas telah mencuri hati banyak orang karena anggapan mengenai stabilitas harga dan kepastian untung di masa depan. Padahal, berbagai anggapan itu sebenarnya salah kaprah. Dibandingkan investasi emas fisik, trading emas online bisa jadi lebih prospektif dan menguntungkan.

Kelemahan Investasi Emas Fisik

Warren Buffett, investor legendaris yang termasuk salah satu orang terkaya di dunia, justru mengklaim kalau emas fisik itu tak bernilai investasi. Ia bahkan pernah mengatakan, "(Emas) itu tak berbuat apa-apa kecuali duduk di sana dan memandang Anda."

Mengapa Buffett tak menyukai emas? Salah satu prinsip investasinya adalah bahwa ia hanya akan menanamkan dana pada hal-hal yang berdaya guna dan memenuhi kebutuhan praktis manusia. Saham -aset investasi favoritnya- berfungsi langsung menyuplai kebutuhan modal perusahaan. Ia juga pernah menanamkan dana hingga USD1 Miliar pada perak, karena logam mulia itu memiliki banyak kegunaan tak tergantikan di bidang medis dan industri. Sedangkan emas, menurutnya, tak memiliki banyak fungsi kecuali sebagai perhiasan dan pelapis alat elektronik yang bisa digantikan dengan logam lain. Tanpa kegunaan yang signifikan, bagaimana harganya akan meningkat?

Secara historis, emas dikenal sebagai aset pelindung kekayaan di berbagai peradaban. Tak seperti uang kertas yang jadi sampah ketika terjadi perang dan krisis keuangan, emas malah naik pamor dan jadi substitusi alat pembayaran di masa-masa gejolak. Namun, tak dapat dipungkiri pula bahwa kenaikan harga emas tidak bersifat mutlak. Dalam jangka sangat panjang (lebih dari 10 tahun), harga emas memang mengalami peningkatan. Namun, dalam jangka pendek, pergerakannya bisa jatuh. Coba perhatikan grafik harga emas (dalam Dolar AS) antara 1 Maret 2012-4 Juli 2019 di bawah ini.

Perhatikan: Apabila Anda memulai investasi emas pada tahun 2013, lalu menjualnya kembali dalam tempo lima tahun setelahnya, maka pasti akan mengalami kerugian. Selain harganya jatuh, Anda juga tentu sudah keluar biaya sendiri untuk penyimpanan dan pengamanannya. Belum lagi, harga beli dan harga jual emas tidaklah sama. Toko emas biasanya menerapkan harga lebih rendah untuk buyback, meskipun Anda hanya menjual kembali emas yang dulu dibeli di tempat yang sama. Namun, situasi seperti ini tak akan Anda hadapi jika trading emas online.

Apa itu Trading Emas Online?

Trading emas online mengacu pada aktivitas memperdagangkan aset terkait emas (gold) dengan menggunakan platform trading forex. Untuk melakukannya, Anda harus mendaftar terlebih dahulu di salah satu broker forex yang menyediakan pula aset emas dalam bentuk Emas Futures, Emas CFD, ataupun Emas Spot dengan simbol XAU/USD. Setelah itu, Anda perlu menyetorkan sejumlah dana sebagai modal, lalu mulai trading secara online melalui software yang diberikan oleh broker.

Trading emas online seperti ini termasuk aktivitas berisiko tinggi bagi pemula. Tak sedikit pula trader pemula yang mengalami kerugian besar-besaran karena langsung menanamkan dana besar tanpa memahami seluk-beluk trading online terlebih dahulu. Namun, trading emas online seperti ini juga memiliki banyak kelebihan dibandingkan investasi emas fisik.

3 Kelebihan Trading Emas Online

1. Tak Perlu Menanggung Biaya Pengiriman Emas

Apabila Anda ingin membeli emas batangan atau koin, maka Anda perlu antri di Gerai Antam atau toko emas. Apabila membeli emas tersebut melalui online shop atau online marketplace, Anda bahkan harus menanggung biaya pengiriman plus asuransi yang tidak sedikit. Di sisi lain, aktivitas trading emas online tak melibatkan pengiriman emas fisik sama sekali. Semua transaksi diselesaikan online, dan Anda pun dapat menyetor dana dan mengambil keuntungan melalui e-banking, atau malah lewat fasilitas pembayaran digital yang sedang populer saat ini.

2. Tak Perlu Risau Penyimpanan dan Keamanan

Setelah membeli emas batangan atau koin, apa yang Anda lakukan? Tentu mencari tempat untuk menyembunyikannya. Bisa jadi penyimpanan gratis seperti kolong lemari, atau penyimpanan yang agak mahal seperti brankas dan safe deposit box. Begitupun, tak menjamin kalau emas Anda akan aman dari pencurian. Padahal jika trading emas online, Anda tak perlu mengkhawatirkan semua ini. Broker kredibel akan menjamin bahwa uang Anda hanya dapat ditarik oleh Anda saja

3. Bisa Mendapatkan Keuntungan Saat Harga Naik ataupun Turun

Dalam trading emas online, dikenal istilah "short position" atau "sell" dan "long position" atau "buy". Posisi "buy" artinya Anda mengharapkan keuntungan dari kenaikan harga. Sedangkan ketika melakukan "sell" pada aset XAU/USD misalnya, berarti Anda mengharapkan keuntungan dari penurunan harga emas terhadap Dolar AS. Dalam situasi itu, Anda akan mendapatkan keuntungan meskipun harga emas turun, karena nilai Dolar AS meningkat. Dengan kata lain: sementara para pemilik emas fisik menanggung rugi akibat penurunan harga emas, Anda justru untung besar!

Meski demikian, beragam keuntungan itu tak diperoleh dengan cuma-cuma. Sebagaimana telah dituturkan sebelumnya, trading emas online termasuk usaha berisiko tinggi. Anda bisa mengalami kerugian besar jika terjebak modus penipuan berkedok broker. Anda juga bisa rugi jika berani menanamkan segepok modal ketika belum paham cara trading yang benar. Jadi, apabila Anda tertarik untuk trading emas online, sebaiknya belajar trading forex dari nol dulu. Dengan mengenal aset yang akan diperdagangkan dan alat perdagangannya, maka Anda mengurangi risiko investasi secara signifikan - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : inbizia.com

Selasa, 20 Oktober 2020

PT Rifan financindo - Dollar AS Melemah, Harga Emas Dunia Kembali Bersinar

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia berhasil menguat sekitar 1 persen karena melemahnya nilai tukar dolar AS terhadap sejumlah mata uang lainnya, emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi 1,906,36 dolar AS per ons, sedangkan emas berjangka patokan Amerika Serikat (AS) ditutup naik 0,3 persen menjadi 1,911,70 dolar AS per ons.

Emas menguat karena tren pelemahan dollar AS dan keyakinan bahwa beberapa jenis paket stimulus akan datang dalam 48 jam ke depan," kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures di Chicago, harga logam mulia tersebut sudah melambung 25 persen sepanjang tahun ini, karena pandemi virus corona atau Covid-19.

Logam mulia perak lainnya melesat 1,3 persen menjadi 24,48 dolar AS per ons, setelah mencapai level tertingginya hampir satu pekan, dalam sebuah catatan, Citi memperkirakan harga perak akan meroket ke level 40 dolar AS per ons dalam 12 bulan ke depan, didukung permintaan investor yang berkelanjutan dan pemulihan konsumsi industri selama 2021.

Platinum turun 0,1 persen menjadi 858,93 dolar AS per ons, sementara paladium naik 0,6 persen menjadi 2,345,80 dolar AS per ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Senin, 19 Oktober 2020

PT Rifan - Mau Trump Atau Biden Yang Menang Pilpres, Emas Bakal Melesat


PT RIFAN BANDUNG - Pekan lalu harga emas dunia di arena pasar spot ditutup terkoreksi 1,6%. Awal pekan ini, harga emas mulai menunjukkan sinyal penguatan dan kembali ke level US$ 1.900/troy ons. 

Sejak Oktober harga emas cenderung mondar-mandir di level resisten kuat US$ 1.900/troy ons. Harga emas sempat menyentuh level tertinggi di bulan ini di US$ 1.929,43/troy ons pada 9 Oktober lalu.

Level tersebut dapat tercapai karena dolar AS yang ambles. Emas dan dolar bergerak berlawanan arah atau memiliki korelasi negatif yang kuat. Ketika indeks dolar yang mencerminkan kekuatan dolar AS terhadap mata uang lain naik, harga emas cenderung tertekan.

Penguatan dolar AS tak terlepas dari kabar negosiasi seputar paket stimulus ekonomi AS yang mandek. Kemungkinan besar RUU paket stimulus Covid-19 lanjutan tak akan disahkan sebelum pemilu AS selesai.

Baik Donald Trump selaku presiden, Partai Demokrat maupun Partai Republik belum sepakat soal besaran nilai stimulus yang diberikan. Ini menjadi sentimen negatif bagi emas. Lagipula kenaikan harga emas sampai 25% sepanjang tahun ini diakibatkan oleh masifnya stimulus fiskal dan moneter secara global.

Besarnya stimulus yang digelontorkan membuat depresiasi nilai tukar terutama dolar AS. Ekspektasi inflasi yang tinggi di masa mendatang juga meningkat. Investor berlari dan mencari suaka dengan memasukkan emas ke dalam portofolio investasinya sehingga turut mengerek harganya.

Harga emas naik 0,15%. Pada 09.10 WIB harga logam kuning tersebut naik ke level US$ 1.901,76/troy ons, perhelatan akbar pemilu AS empat tahun sekali tinggal sebentar lagi. Pasar keuangan mulai mencermati betul dinamika politik dan ekonomi jelang momen penentuan siapa yang akan menjadi pemimpin bagi Negeri Paman Sam.

T.D. Securities mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa emas bersifat "agnostik" bagi siapa pun yang memenangkan pemilihan. Namun, kemenangan pihak Demokrat diperkirakan akan memicu terjadinya reli emas besar-besaran, mengutip Kitco News.

Laporan lain juga mengungkapkan hal yang sama. Adalah Standard Chartered yang menyebut jika Joe Biden menang, kecenderungan Demokrat untuk 'menghamburkan' uang lebih banyak berpotensi besar membuat dolar AS ambles dan harga emas terapresiasi. 

Untuk akhir tahun ini, target harga emas dipatok kembali ke US$ 2.000/troy ons. Sementara untuk tahun 2021, harga logam kuning tersebut berpotensi menguat lebih lanjut ke level US$ 2.100/troy ons - PT RIFAN

Sumber : cnbcindonesia.com

Jumat, 16 Oktober 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Kembali Naik, Senat AS Tolak Proposal Stimulus Trump


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG
- Harga emas naik pada Jumat pagi di tengah pelemahan dolar AS pasca perundingan stimulus bantuan covid-19 di Amerika Serikat tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Harga emas naik 0,11% di $1.911,05 per ons pukul 10.53 WIB dan XAU/USD turun 0,11% di $1.906,62 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar AS turun tipis 0,05% di 93,817.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis bahwa ia bersedia menaikkan dana bantuan covid-19 sebesar $1,8 triliun yang diajukan kepada Partai Demokrat AS di Kongres. Tapi usulan itu malah ditolak oleh Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell yang juga dari Partai Republik.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik ke tingkat tertinggi dua bulan pada minggu lalu dan ini memicu kekhawatiran bahwa pandemi menyebabkan kerusakan jangka panjang bagi sektor pasar tenaga kerja.

Wisconsin dan negara bagian lain di wilayah AS dan sekitarnya tengah memerangi lonjakan kasus covid-19 lantaran melonjaknya kasus positif covid-19 dan kenaikan jumlah pasien rawat inap di rumah sakit AS.

Sementara Uni Eropa meminta Inggris untuk berkompromi soal kemitraan ekonomi baru kedua pihak atau bersiap untuk menghadapi gangguan perdagangan dalam waktu kurang dari 80 hari. PM Inggris akan memberikan jawabannya hari ini.

Di Indonesia, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp2.000 dari Rp1.009.000 pada hari Kamis menjadi Rp1.011.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.12 WIB - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 

Sumber : investing.com

Kamis, 15 Oktober 2020

Rifan Financindo - Emas Turun Akibat Tipisnya Peluang Stimulus Disetujui Sebelum Pilpres AS


RIFAN FINANCINDO BANDUNG
- Harga emas turun pada Kamis terjadi kenaikan kenaikan dolar AS karena peluangnya peluang paket stimulus fiskal AS disetujui sebelum pemilihan umum presiden AS pada November.

Harga emas berjangka turun 0,31% di $ 1.901,45 per ons pukul 10.50 WIB dan XAU / USD turun 0,19% di $ 1.897,98 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar AS naik tipis 0,07% di 93,427.

Indeks dolar mendapat petunjuk dari kenaikan jumlah kasus virus dan masih belum tercapainya kesepakatan stimulus AS.

Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin mengatakan pihaknya dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi "berbeda" pandangan tentang paket bantuan ekonomi, dan kesepakatan itu akan sulit dicapai sebelum pemilu 3 November.

Dengan melonjaknya jumlah kasus COVID-19, negara-negara Eropa kembali menutup sekolah, membatalkan kegiatan dan lain-lain karena pihak yang krisis kewalahan menghadapi skenario kembali covid-19 pada awal musim dingin.

Uni Eropa dan Inggris akan memperpanjang masa perundingan Brexit melebihi batas waktu pertengahan Oktober untuk mencoba menjembatani kesepakatan mencapai kesepakatan perdagangan baru, menurut sumber dan dokumen.

Di Indonesia, harga emas Antam (JK: ANTM ) naik Rp2.000 dari Rp1.007.000 pada hari Rabu menjadi Rp1.009.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.25 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  investing.com

Rabu, 14 Oktober 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Pasca Ketua DPR AS Tolak Usulan Stimulus Gedung Putih

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Rabu pagi di tengah ketidakpastian belum tercapainya kesepakatan stimulus fiskal lanjutan antara pihak eksekutif dan legislatif di Amerika Serikat.

Harga emas naik 0,27% di $ 1.899,75 per ons menurut data Investing.com pukul 10.54 WIB dan XAU / USD juga menguat 0,29% di $ 1.896,63. Adapun indeks dolar AS turun tipis 0,01% di 93,523.

Di Indonesia, harga emas Antam (JK: ANTM ) kembali turun Rp8.000 dari Rp1.015.000 pada hari Selasa menjadi Rp1.007.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.10 WIB.

Mengutip laporan yang dilansir Reuters Rabu pagi, harapan tercapainya paket bantuan virus di AS menghadapi hambatan baru Ketua DPR AS Nancy Pelosi menolak proposal ajuan anggaran dana dari Gedung Putih senilai $ 1,8 triliun, dengan mengatakan itu "jauh dari apa yang dibutuhkan untuk menghadapi pandemi dan resesi yang dalam ini. "

Para pemimpin keuangan global pada Selasa mengatakan sejauh ini ekonomi dunia telah lolos dari keruntuhan yang dipicu oleh pandemi virus, tetapi juga bahwa kegagalan untuk mengendalikan pandemi, mempertahankan stimulus, dan hutang yang kian bertambah di negara-negara miskin yang dapat menghancurkan rapuh.

Harapan untuk vaksin COVID-19 surut setelah Johnson & Johnson dan Eli Lilly (NYSE: LLY ) dan Co uji coba vaksin - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 13 Oktober 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik Sedikit Karena Pembelian Tehnikal


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bertahan dengan sedikit naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat. Pergerakan harga baru-baru ini telah membuat grafik harian menjadi lebih “bullish” yang mengundang minat beli secara tehnikal yang baru. Emas berjangka kontrak bulan Desember naik $1.00 per ons pada $1,927.40. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 1.017.000,- per gram.

Pasar saham global kebanyakan menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS bervariasi mengarah menguat pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Hari Senin kemarin perdagangan tipis karena pemerintah AS dan pasar treasury AS tutup karena liburan Columbus Day sementara pasar Kanada ditutup karena liburan Thanksgiving.

Tiga minggu sebelum pemilihan presiden AS, persaingan semakin sengit. Masing-masing kubu mengklaim kemenangan di pollingnya masing-masing.

Sementara pasar saham kelihatannya tenang-tenang, tidak begitu terpengaruh yang terlihat dengan meningkatnya sentimen terhadap resiko.

Berita lainnya adalah bahwa Kongres AS kelihatannya tidak mendekat kepada kesepakatan paket stimulus sehubungan dengan Covid – 19. Sementara infeksi Covid – 19 terus meningkat di sebagian dari Eropa termasuk di Inggris.

Cina memperlonggar peraturan perdagangannya dalam urusan dengan matauang Yuan yang menunjukkan Cina ingin memperlambat apresiasi dari matauangnya untuk bisa mengatasi persaingan harga.

Hal penting diluar pasar metal adalah indeks dolar AS yang menguat dan minyak mentah Nymex yang melemah.

Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,939.40 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,950.00 dan kemudian $1,985.00. Sementara “support” terdekat berada di $1,920.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,900.00 dan kemudian $1,851.00 - PT RIFAN FINANCINDO

 

Sumber : vibznews.com

Senin, 12 Oktober 2020

PT Rifan - Dolar AS Bonyok, Harga Emas Melonjak Nyaris 2%


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia menguat ke atas US$ 1.900/troy ons pada perdagangan Jumat, melanjutkan kinerja positif 2 hari sebelumnya. Dolar Amerika Serikat (AS) yang sedang lesu membuat emas melesat naik.

Melansir data Refinitiv pada pukul 16:58 WIB, emas menguat 1,1% ke US$ 1.913,91/troy ons di pasar spot. Dalam 3 hari terakhir hingga sore ini, total emas sudah melesat nyaris 2%. Sementara dalam periode yang sama, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan Mata Uang Paman Sam, mengalami penurunan 0,34%

Dolar AS sedang lesu, tarik ulur pembahasan stimulus fiskal tidak bisa membantu kinerja the greenback. Dolar AS dalam situasi "maju kena, mundur kena" menghadapi stimulus fiskal, presiden AS, Donald Trump, pada Selasa waktu setempat meminta perundingan stimulus senilai US$ 2,2 triliun dihentikan hingga pemilihan presiden 3 November mendatang.

Saya menginstruksikan perwakilan untuk berhenti bernegosiasi sampai setelah pemilihan presiden," tulisnya di Twitter pribadinya @realDonaldTrump.

Dolar AS sempat menguat merespon hal tersebut. Tetapi, tanpa stimulus fiskal pemulihan ekonomi AS akan terancam, dan malah akan tertinggal dari negara-negara lainnya baik di Eropa maupun Asia. Alhasil, dolar AS kembali tertekan.

Terbaru, Presiden Trump berubah sikap terhadap stimulus fiskal, kini mendesak Kongres menyetujui program stimulus senilai US$ 1.200 untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga AS, kemudian US$ 25 miliar untuk industri penerbangan, dan US$ 135 miliar pinjaman untuk usaha kecil.

Berubahnya sikap Trump tersebut membuat sentimen pelaku pasar membaik, bursa saham AS melesat naik dalam 2 hari terakhir.

Kala sentimen pelaku pasar membaik, dolar AS yang merupakan aset safe haven menjadi tidak menarik. Selain itu, jika stimulus fiskal cair, maka jumlah uang yang beredar akan bertambah di perekonomian, nilai dolar AS pun akan melemah.

Emas meski juga merupakan aset safe haven tetap menguat akibat pelemahan dolar AS. Selain itu, stimulus fiskal bersama dengan stimulus moneter merupakan "bahan bakar" utama emas menguat di tahun ini hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada US$ 2.072,49/troy ons pada 7 Agustus lalu.

Jika ada kesepakatan, stimulus akan berpotensi membangkitkan kembali ekspektasi inflasi ke arah target sasaran bank sentral AS (The Fed), bersama dengan suku bunga bunga rendah the Fed menjadi katalis yang sangat bagus untuk emas" kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities - PT RIFAN

 

Sumber : cnbcindonesia.com

Jumat, 09 Oktober 2020

Rifan Financindo Berjangka - Stimulus & Utang AS Bengkak, Harga Emas Bangkit, Siap Lari

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas terlihat mulai bangkit dalam 2 hari perdagangan terakhir. Posisi dolar AS yang tertekan membuat logam mulia tersebut punya momentum untuk kembali mencatatkan reli.

Earga emas dunia di pasar spot menguat 0,72%. Emas sudah kembali ke level US$ 1.900/troy ons. Pada 09.05 WIB, harga emas di pasar spot dibanderol di US$ 1.906/troy ons.

Dolar AS dan emas bergerak berlawanan arah. Kekuatan dolar yang tercermin dari posisi indeks dolar saat ini sedang tertekan. Dolar AS yang melemah membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain. 

Anjloknya dolar AS bukan tanpa sebab.

Pemicu utamanya adalah kebijakan bank sentralnya (The Fed) yang ultra longgar membuat pasokan dolar AS bertambah. Sejak pasar mengalami kepanikan serius pada Februari-Maret lalu, fenomena cash is king tampak terlihat dan dolar menguat. 

Sebagai bentuk antisipasi untuk mencegah keringnya likuiditas berlanjut, the Fed mengaktifkan program swap line dengan berbagai bank sentral.

Tak hanya itu aksi pemangkasan suku bunga yang agresif sampai mendekati nol persen dan pembelian aset-aset keuangan secara gencar turut menambah likuiditas di pasar dan sistem keuangan. 

Neraca bank sentral yang menggembung disertai dengan operasi keuangan pemerintah dengan adanya stimulus berupa bantuan langsung tunai membuat ekspektasi inflasi meningkat.

Banyak orang yang kemudian berlari menyelematkan diri dari depresiasi nilai tukar dengan membeli emas untuk proteksi. Alhasil harga emas pun menguat dengan signifikan di sepanjang tahun ini.

Harga emas sempat melorot dari posisi tertingginya sepanjang sejarah Agustus lalu, akibat ketidakpastian seputar stimulus tambahan untuk mencegah ekonomi AS dari kejatuhan lebih dalam akibat pandemi Covid-19. 

Ada perbedaan pandangan antara Republikan dan Demokrat. Harga emas juga sempat anjlok 2% dalam sehari ketika Trump mengatakan menunda negosiasi dengan Demokrat sampai pemilu usai.

Namun tampaknya Trump tidak benar-benar serius. Sikap dan manuvernya tersebut dilakukan untuk memperoleh daya tawar yang lebih tinggi. Kini Trump melunak dan mengatakan ada kemungkinan kesepakatan soal stimulus bisa dicapai dalam waktu dekat. 

Tak hanya membuat pasokan uang beredar. Stimulus jumbo ini juga membuat defisit anggaran Negara Adikuasa tersebut membengkak. Kini defisit APBN AS sudah berada di angka US$ 3 triliun atau 15% dari PDB-nya. 

Penambahan stimulus senilai US$ 2,2 triliun ini akan membuat utang pemerintah AS jadi makin menggembung begitu juga dengan defisit anggarannya. Itulah mengapa minat terhadap emas menjadi tinggi sebagai aset safe haven untuk proteksi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 Sumber : cnbcindonesia.com

Kamis, 08 Oktober 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Lagi, Cek Harganya Sebelum Jual Atau Membeli

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Setelah anjlok pada perdagangan kemarin, harga emas PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami kenaikan. Emas Antam hari ini berada di level Rp1.004.000 per gram. Harga itu naik Rp5.000 dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, buyback atau harga yang didapat jika pemegang emas Antam ingin menjual emas batangan tersebut berada di harga Rp894.000. Angka tersebut naik Rp5.000 dari perdagangan sebelumnya, mengutip dari laman cetakan setidaknya 0,5 gram, berada di level Rp532.000. Sedangkan untuk satuan 5 gram, sementara Rp 4800.000 dan 10 gram Rp9.535.000.

Lebih lanjut, untuk harga emas 50 gram dijual Rp47.345.000. Sementara untuk ukuran emas yang terbesar yakni 500 gram dan 1.000 gram masing-masing dibanderol sebesar Rp472.320.000 dan Rp 944.600.000.

Sekedar informasi, harga emas Antam berada di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Adapun sesuai dengan PMK No. 34 / PMK 10/2017 pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9%. Jika ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45%, sertakan nomor NPWP setiap kali transaksi - RIFAN FINANCINDO

Sumber : sindonews.com

 

Rabu, 07 Oktober 2020

PT Rifan Financindo Berjangka - Buruh Masih Mogok Total, Emas Global & Emas Antam Melesat

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia dan juga harga emas Antam masih belum mencerminkan pergerakan stabil lantaran terus turun dan naik sejak awal pekan ini di tengah sentimen global dan dalam negeri. Meski demikian, harganya masih di level tinggi,

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas dunia bergerak turun naik di awal pekan ini, sebelum berakhir menguat 0,75% ke US$ 1.912,89/troy ons. Indeks dolar AS yang pada Senin lalu melemah 0,35% menjadi pemicu penguatan emas dunia.

Pada, Selasa, pada pukul 16:33 WIB, emas masih stagnan di level US$ 1.912,86/troy ons, meski sebelumnya sempat turun ke US$ 1.905,7/troy ons, pada perdagangan Selasa malam pukul 22.12 WIB, harga emas spot mengacu data Kitco bergerak antara US$ 1.910-1.911/troy ons.

Kondisi kesehatan Presiden AS, menjadi pemicu membaiknya sentimen pelaku pasar, saat sentimen pelaku pasar membaik, investor cenderung mengalirkan investasinya ke aset-aset berisiko, dolar AS menjadi tak menarik.

Sementara itu, jika stimulus fiskal di AS cair, maka jumlah uang beredar akan semakin besar, dan nilai dolar AS pun turun. Stimulus ini juga memberikan efek ke berbagai aset, dolar AS melemah, saham menguat, dan emas juga melesat.

Stimulus fiskal, begitu juga dengan stimulus moneter merupakan "bahan bakar" bagi emas untuk melesat di tahun ini, secara teknikal, level US$ 1.900/troy ons masih akan menjadi kunci pergerakan emas di pekan ini, dan jangka panjang.

Harga emas sebelumnya tertekan setelah menembus batas bawah pola Descending Triangle (garis merah) di US$ 1.900/troy ons pada Selasa (22/9/2020) pekan lalu. Sehari setelahnya, emas langsung merosot.

Pola Descending Triangle terbentuk pada pada grafik harian. Batas bawah pola ini berada di kisaran US$ 1.900/troy ons, sementara titik tertingginya di US$ 2.072. Sehingga lebarnya pola Descending Triangle (garis kuning) sebesar US$ 172.

Dengan demikian, jika kembali ke bawah US$ 1.900/troy ons, emas masih berisiko merosot dengan target penurunan sebesar US$ 172 dari batas tersebut, yakni di US$ 1.728/troy ons untuk jangka menengah.

Pola Descending Triangle ini akan gagal jika emas kembali lagi ke atas US$ 1.900, yang artinya memasuki fase konsolidasi lagi.

Untuk menguat lebih lanjut dan membuka peluang kembali mencetak rekor tertinggi, emas perlu melewati rerata pergerakan 50 hari (Moving Average/MA 50) yang menjadi resisten (area hijau) berada di kisaran US$ 1.945 sampai US$ 1.970/troy ons.

Sementara MA 100 di kisaran US$ 1.850 masih akan menjadi support (batas bawah) terdekat, jika ditembus peluang emas mencetak rekor lagi di sisa tahun ini akan tertutup, emas berisiko menuju US$ 1.728/troy ons.

Dari Tanah Air, harga mas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam juga kembali naik pada perdagangan Selasa kemarin (6/10/2020), meski tipis-tipis lagi, harga emas dunia yang kembali ke atas US$ 1.900/troy ons mengerek naik harga emas Antam.

Melansir data dari situs resmi logammulia.com milik Antam, harga emas batangan satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.017.000/batang naik Rp 2.000 atau 0,2% dibandingkan harga Senin.

Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan naik 0,21% ke Rp 95.912.000/batang atau Rp 959.120/gram, dari dalam negeri, pelaku pasar keuangan juga mencermati aksi mogok nasional sebanyak sekitar 2 juta buruh selama 3 hari.

Dalam keterangan pers, perwakilan organisasi buruh menyatakan mogok nasional dimulai Selasa hingga Kamis mendatang, sebagai protes disahkannya UU Cipta Kerja (Ciptaker) oleh DPR Senin kemarin - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com

Selasa, 06 Oktober 2020

PT Rifan Financindo - Dolar AS Dan Emas Merosot Usai Trump Keluar RS, Waktunya Beli?



PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) dan emas global turut turut oleh kondisi kesehatan Presiden AS Donald Trump . Trump meninggalkan RS Walter Reed setelah dinyatakan positif COVID-19. Trump dikabarkan telah kembali ke Gedung Putih.

Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, meski tak dominan mempengaruhi pergerakan dolar AS, namun sejak awal ramainya pemberitaan soal kesehatan Trump mencuat ke publik, harga emas sempat terangkat ke level US $ 1.918 per troy ons.

Namun, saat Trump dikabarkan pulih, harga emas kembali melandai. Bahkan pagi tadi, harga emas berada di level US $ 1.908 per troy ounce. Dolar AS juga ikut melemah.

Lalu, apakah ini waktu yang tepat untuk beli emas dan valas?

Menurut Ibrahim, sah-sah saja bila ingin membeli valas di tengah situasi ini. Namun, yang tetap harus dipecah ke beberapa instrumen investasi lainnya.

Kalau saat ini, untuk investor ya, kalau bisa dalam melakukan investasi jangan satu keranjang, bisa transaksi di saham, pengunduran, emas, atau di valas, jadi melihat situasi, karena pada saat saham mengalami kerugian dia akan mendapat keuntungan di emas.

Ia mencontohkan, jika saat ini Anda memiliki dana Rp 1 miliar, maka pakailah 20% atau Rp 200 juta dari total uang tersebut untuk investasi. Namun, itu pun harus dibagi-bagi lagi ke beberapa instrumen. Jangan semuanya dalam satu instrumen investasi saja.

Jadi pembagiannya bisa begini Rp 150 juta lari ke valas dan emas, nah Rp 50 juta itu masuk ke saham dan pengunduran, karena pengunduhan dan pengunduran tidak perlu uang besar, dan di situlah nasabah akan mendapatkan keuntungannya, dan harus diingat bahwa uang yang diinvestasikan itu is not money living, artinya uang untuk investasi, sehingga tidak ada ketakutan tiba-tiba rugi. Kalau cuma 20% yang dipakai, kerugiannya tidak terlalu terasa, jangan punya uang Rp 1 miliar masukkan semua ke investasi, terangnya.

Halukasi disampaikan oleh Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra. Menurutnya, kabar kondisi kesehatan Trump cenderung membuat investor berani keluar dari aset safe haven seperti valas dan emas dan beralih ke yang lebih berisiko seperti saham

Untuk itu, ada baiknya investor memperhatikan terlebih dahulu di tengah situasi seperti ini terutama terhadap instrumen emas. Karena bisa saja harganya kembali melemah lagi nanti,untuk investasi jangka pendek tunggu dan lihat , harga emas masih bisa tertekan bila vaksin ditemukan.

Analis Bank Mandiri Reny Putri juga memberi serupa untuk transaksi valas. Meski rupiah masih menguat minggu ini di kisaran Rp 14.650-14.760, namun pasar masih fluktuatif.

Beli selektif dulu mengingat volatilitas pasar masih tinggi. Tetap berhati-hati karena risikonya masih tinggi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : detikfinance.com

Senin, 05 Oktober 2020

PT Rifan - Harga Emas Stabil Di Level US $ 1.900, Senin Pagi

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas stabil di sekitar level US $ 1.900 pada hari Senin pagi. Di tengah ketidakpastian politik yang dipicu kondisi kesehatan Amerika Serikat (AS) Donald Trump dinyatakan positif Covid-19 tahun lalu.

Harga spot emas naik 0,1% menjadi US $ 1.900.28 per ons troi pada 0048 GMT. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi US $ 1.906,30.

Dokter yang merawat Trump mengirimkan sinyal yang bertentangan tentang parahnya kondisinya pada hari Minggu, beberapa jam sebelum presiden yang mendukung yang berkumpul di luar rumah sakit dengan iring-iringan mobil dadakan.

Di sisi lain, pertumbuhan pekerjaan AS melambat lebih dari yang diharapkan pada bulan September dan lebih dari 300.000 Amerika Kehilangan pekerjaan mereka secara permanen, menggarisbawahi perlunya stimulus fiskal tambahan untuk membantu pemulihan ekonomi.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Minggu bahwa dia tidak secara khusus ingin periode berpindah-pindah Brexit berakhir tanpa kesepakatan perdagangan baru tetapi percaya bahwa Inggris dapat hidup dengan hasil seperti itu.

Indeks dolar turun 0,1% terhadap saingannya, sementara saham berjangka AS naik di tengah harapan bahwa Trump dapat keluar dari rumah sakit di kemudian hari.

Mengurangi cara bullish mereka di emas COMEX dan meningkatkannya dalam kontrak perak dalam seminggu hingga 29 September, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) kata pada hari Jumat.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust, dana yang dikelola di bursa yang didukung oleh terbesar di dunia, turun 0,05% menjadi 1.275,60 ton pada hari Jumat.

Di tempat lain, harga naik 0,8% menjadi US $ 23,89 per ons troi, platinum turun 0,1% menjadi US $ 881,51, dan paladium sedikit berubah pada US $ 2.307,64 - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 02 Oktober 2020

Rifan Financindo Berjangka - Presiden AS Donald Trump Positif Covid-19

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya dan sang istri Melania Trump dinyatakan positif terpapar corona, Kami akan segera memulai proses karantina dan pemulihan kami. Kami akan melewati ini Bersama!" tutur Trump dalam social media Twitternya,.

Ajudan dan penasihat dekatnya Hope Hicks positif virus corona. Ia sebelumnya bersama Trump dalam sejumlah penerbangan

Ibu Negara dan saya sedang menunggu hasil tes kami. Sementara itu, kami akan memulai proses karantina kami!" cuit Trump di Twitternya @realDonaldTrump, dikutip Jumat (2/9/2020).


Cuitan ini muncul setelah Gedung Putih mengungkapkan jadwal Trump hari ini. Mencakup pertemuan Gedung Putih, round table dengan pendukung dan rapat umum kampanye malam hari di Florida.



Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan tentang apakah karantina presiden akan mengakibatkan pembatalan acara. Trump sendiri mengaku Hicks positif corona dalam wawancara di Fox News - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com

Kamis, 01 Oktober 2020

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Ditopang Sentimen Stimulus Amerika Serikat

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik tipis pada Kamis pagi ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat serta sentimen positif kemajuan paket bantuan virus pasca rilis data gaji pekerja swasta AS.

Harga emas naik tipis 0,08% di $ 1.896,95 per ons pukul 10.28 WIB menurut data Investing.com dan XAU / USD naik 0,30% ke $ 1.891,59. Sedangkan indeks dolar AS melemah 0,19% di 93,748.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Rabu mengatakan perundingannya soal RUU dana anggaran stimulus dengan Ketua DPR AS Nancy Pelosi membuat kemajuan.

DPR AS juga melakukan pemungutan suara atas paket dana rangsangan senilai $ 2,2 triliun yang diajukan Partai Demokrat AS agar dapat memberikan lebih banyak waktu anggota partai internal untuk membahas hal ini.

Data terbaru dari Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP AS menunjukkan perusahaan swasta AS meningkatkan jumlah perekrutan tenaga kerja pada bulan September.

Sementara itu data lain menunjukkan bahwa produk domestik bruto AS jatuh 31,4% setiap tahun di kuartal dua, penurunan paling tajam sejak pemerintah mulai mencatat data ini sejak tahun 1947.

Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde menetapkan kerangka pada Rabu perubahan strategi yang bisa menyelaraskan kebijakan ECB dengan Federal Reserve AS. Ini kemungkinan termasuk komitmen untuk membiarkan tingkat inflasi melebihi batas atas terus rendah selama ini.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK: ANTM ) turun Rp3.000 dari Rp1.016.000 pada Rabu menjadi Rp1.013.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.04 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber :  investing.com