Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Jumat, 22 Januari 2021

Rifan Financindo Berjangka - Transaksi Emas Berjangka Ramaikan Pertumbuhan Transaksi Di Bursa Komoditas Berjangka

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Di tengah pandemi yang belum reda, PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) memproyeksikan volume dan nilai transaksi di bursa komoditas berjangka masih akan bertumbuh.

Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang, dalam keterangan tertulis, Kamis memproyeksikan pertumbuhan volume dan transaksi di bursa komoditas berjangka turut didukung oleh nilai dan harga emas yang masih dalam tren positif hingga kuartal I-2021. 

Emas menjadi aset utama yang dilirik investor di tengah pandemi," kata Paulus.

Dalam catatannya, sejak Maret 2020 volume transaksi berjangka emas justu masuk dalam tren kenaikan. Nilai kontrak emas tumbuh 16%-17% dibanding 2019. 

Emas menjadi aset utama yang dilirik investor di tengah pandemi," kata Paulus.

Dalam catatannya, sejak Maret 2020 volume transaksi berjangka emas justu masuk dalam tren kenaikan. Nilai kontrak emas tumbuh 16%-17% dibanding 2019. 

Paulus melanjutkan bahwa tingginya permintaan investor terhadap emas sepanjang 2020 juga tercermin pada pergerakan harga.  Harga emas pernah terpantau mencapai puncak tertinggi US$ 2.072 per ons troi pada Juli tahun lalu, meski harganya kemudian harus melemah tipis ke US$1.899 per ons troi di akhir 2020.

"Secara volume transaksi dan harga emas, saya optimistis akan terjadi peningkatan terus hingga kuartal I-2021," kata Paulus.

Sentimen positif yang mengangkat volume transaksi dan harga emas di awal tahun ini adalah pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS yang baru.

Selain itu, keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang efektif pada 1 Januari 2021 akan mempengaruhi kontrak antar mata uang yang selama ini dialukan menggunakan denominasu poundsterling.

Sentimen lain adalah rencana pemerintah AS yang ingin menggelontorkan stimulus demi mendongkrak ekonomi negara adidaya itu.

“Di bursa berjangka, dinamika ini akan sangat mempengaruhi animo masyarakat untuk masuk ke kontrak emas. Saya memprediksi bahwa harga emas bisa di atas US$1.900 per troy ounce di akhir kuartal I 2021,” jelas Paulus.

Paulus mengingatkan yang terpenting adalah bagaimana investor bisa memanfaatkan peluang stimulus ekonomi dan keadaan yang terjadi sejauh ini. Baiknya investor tidak gegabah dan rajin memantau pergerakan pasar. 

Community & PR Strategist Pluang, Priscilla Siregar menambahkan, outlook investasi emas yang positif ini diharapkan bisa memicu investor ritel untuk mulai mendiversifikasikan asetnya ke produk-produk emas. Apalagi, produk investasi berjangka kini sudah tidak lagi hanya bisa dinikmati oleh investor bermodal jumbo. "Kini, para investor ritel pun juga bisa mendiversifikasi ke kelas aset ini melalui perusahaan pialang, salah satunya PT PG Berjangka” jelas Priscilla

Sekedar informasi transaksi emas berjangka di aplikasi Pluang bebas biaya dan memiliki spread 1,75% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : kontan.co.id

Kamis, 21 Januari 2021

Rifan Financindo - Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS, Harga Emas Dunia Makin Berkilau


RIFAN FINANCINDO BANDUNG
- Harga emas dunia naik lebih dari 1 persen usai Presiden terpilih Joe Biden resmi dilantik jadi Presiden AS.

Ekspektasi muncul pada Biden yang diperkirakan akan meningkatkan langkah-langkah stimulus untuk menangani kejatuhan ekonomi akibat pandemi virus corona.

Harga emas di pasar melesat 1,6 persen menjadi 1.868,00 dolar AS per ounce setelah menyentuh level tertinggi lebih dari satu pekan di awal sesi.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melambung 1,4 persen menjadi 1.866,50 dolar AS per ounce.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dapat dihasilkan dari langkah-langkah stimulus.

Emas masih bisa mencapai 2.000 dolar AS mungkin pada pertengahan kuartal kedua ketika sejumlah besar orang diinokulasi dan ada begitu banyak uang tunai dalam sistem dengan permintaan hampir kembali normal, kata Howie Lee, ekonom OCBC Bank.

Logam lainnya, perak melejit 2,2 persen menjadi 25,75 dolar AS per ounce, platinum meroket 2,3 persen menjadi 1.108,05 dolar AS per ounce, sementara paladium naik 1,1 persen menjadi 2.378,37 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Rabu, 20 Januari 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Donald Trump Turun Takhta Dolar AS Sengsara

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Donald Trump resmi lengser dari jabatannya sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 19 Januari 2021. Lengsernya Trump kemudian disambut dengan pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS terpilih periode berikutnya.

Kami telah melakukan apa yang harus kami lakukan di sini dan lebih banyak lagi,

Ketika presiden kontroversial itu resmi turun jabatan, dolar AS dibuat sengsara oleh mata uang global. Merujuk ke RTI, dolar AS memerah di hadapan banyak mata uang dunia, termasuk dolar Australia, euro, poundsterling, dolar New Zealand, dolar Kanada, dan franc.

Rombongan mata uang Asia pun turut menekan dolar AS, tak terkecuali yuan, dolar Hong Kong, yen, won, dolar Singapura, baht, dolar Taiwan, dan rupiah. Berbanding terbalik dengan dolar AS, nilai tukar rupiah justru perkasa di mana-mana dan bertengger di kisaran Rp14.000-an per dolar AS pada Rabu, 20 Januari 2021.

Sampai dengan pukul 10.35 WIB, rupiah menguat sebesar 0,42% ke level Rp14.043 per dolar AS. Bukan hanya itu, rupiah juga perkasa melawan dolar Australia (0,16%), poundsterling (0,30%), dan euro (0,31%).

Mata uang Garuda juga berjaya di Asia dan menjadi yang terbaik kedua setelah dolar Taiwan (-1,21%). Itu artinya, rupiah menguat atas ringgit (0,46%), baht (0,45%), dolar Hong Kong (0,44%), yen (0,32%), yuan (0,28%), dolar Singapura (0,22%), dan won (0,16%) - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 19 Januari 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Naik Berkat Stimulus Tambahan Joe Biden


 PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia naik karena ekspektasi stimulus fiskal tambahan di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Presiden terpilih AS Joe Biden.

Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 1.841,26 dolar AS per ounce, setelah jatuh ke posisi 1.809,90 dolar AS per ounce.

Sementara itu, emas berjangka Amerika menguat 0,4 persen menjadi 1.836,50 dolar AS per ounce.

Presiden terpilih Amerika Joe Biden mengumumkan rencana stimulus 1,9 triliun dolar AS minggu lalu untuk membantu ekonomi dan meningkatkan peluncuran vaksinasi Covid-19.

Chairman The Fed, Jerome Powell mengatakan, tidak ada alasan untuk mengubah sikap akomodatif bank sentral mengingat kedalaman masalah ekonomi akibat pandemi.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas.

Namun, Weinberg mengatakan dolar yang lebih kuat, optimisme ekonomi dan kekhawatiran tentang Janet Yellen sebagai calon menteri keuangan Amerika, yang mungkin membatasi sisi stimulus fiskal, membebani harga emas.

Indeks Dolar AS (Indeks DXY) menyentuh level tertinggi empat pekan terhadap sekeranjang mata uang utama, membatasi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Meski ekspektasi inflasi Amerika meningkat untuk mengantisipasi lebih banyak stimulus fiskal, emas bukanlah satu-satunya penerima manfaat. imbal hasil obligasi melonjak dan membebani emas, kata Phillip Futures dalam sebuah catatan.

Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,6 persen menjadi 24,88 dolar AS per ounce, sementara platinum menguat 0,5 persen menjadi 1.078,52 dolar AS per ounce dan palladium turun 0,6 persen menjadi 2.368,45 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Senin, 18 Januari 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun Ditengah Kenaikan Dolar & Sentimen Stimulus AS

 
PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun pada Senin pagi seiring penguatan dolar AS kendati ekspektasi meningkatnya langkah-langkah stimulus lanjutan di Amerika Serikat.

Harga emas berjangka turun 0,16% di $1.826,90 per ons pukul 11.39 WIB dan XAU/USD melemah tipis 0,01% di $1.828,36 menurut data Investing.com. Adapu dolar AS beranjak naik 0,09% di 90,840.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp4.000 dari Rp948.000 pada hari Minggu menjadi Rp944.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.20 WIB.

Persiapan saat ini sedang dilakukan untuk pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden dan pemerintahannya pada hari Rabu. Bersamaan dengan mendorong langkah-langkah stimulus senilai $1,9 triliun yang ia ungkapkan selama pekansebelumnya, Biden menambahkan pada hari Jumat bahwa ia ingin memberikan suntikan vaksin bagi 100 juta warga Amerika selama 100 hari pertamanya ia menjabat.

Dari data, data ekonomi AS yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa penjualan ritel inti mengalami kontraksi sebesar 1,4% bulan ke bulan di Desember, yang lebih besar dari kontraksi 0,1% dalam perkiraan yang disiapkan oleh Investing. com dan kontraksi 1,3% tercatat di bulan November.

Indeks Harga Produsen (PPI) tumbuh 0,3% periode bulanan di Desember, sementara penjualan ritel mengalami kontraksi 0,7% untuk periode bulanan di bulan yang sama.

China juga merilis data ekonomi pada hari sebelumnya yang menunjukkan bahwa produksi industri tumbuh 7,3% setahun di Desember, di atas 6,9% menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com, dan pertumbuhan 7% terlihat pada November, menurut data yang dirilis pada hari sebelumnya.

Data juga menunjukkan bahwa PDB naik 6,5% setahun di kuartal IV, di atas perkiraan pertumbuhan 6,1% dan pertumbuhan 4,9% di kuartal III. PDB juga tumbuh 2,6% kuartal ke kuartal, kali ini di bawah perkiraan 3,2% dan pertumbuhan 2,7% terlihat selama kuartal sebelumnya.

Emas fisik di China, salah satu konsumen logam kuning teratas di dunia, dijual dengan harga premium kecil untuk pertama kalinya sejak awal 2020 pada minggu sebelumnya, karena meningkatnya permintaan menjelang libur Tahun Baru China mendatang - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 15 Januari 2021

Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Usai Statemen Stimulus Biden, Dolar AS Menguat



RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada Jumat petang setelah Presiden terpilih AS Joe Biden mengumumkan rencana bantuan COVID-19 senilai $1,9 triliun dan komitmen Ketua Federal Reserve Jerome Powell untuk menjaga pandangan kebijakan moneter dovish.

Harga emas berjangka turun 0,25% di $1.846,80 per ons pukul 13.21 WIB menurut data Investing.com. Indeks dolar AS naik 0,13% di 90,332.

Di Indonesia, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp1.000 dari Rp955.000 pada Kamis menjadi Rp956.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.43 WIB.

Biden mengumumkan "Rencana Penyelamatan Amerika" pada hari Kamis (14/01), yang mencakup gelombang pengeluaran baru, pembayaran langsung tunai lebih banyak kepada rumah tangga AS, menambah tunjangan pengangguran dan perluasan vaksinasi serta program pengujian virus. Namun, pertanyaan pun mencuat bagaimana ia dan pemerintahannya berencana akan membayar gelontoran dana yang dianggarkan tersebut.

Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan bahwa jumlah klaim pengangguran awal yang diajukan di AS melonjak menjadi 965.000, lebih besar dari 795.000 klaim dalam perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 784.000 klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya. Angka-angka tersebut mengkonfirmasi kondisi pasar tenaga kerja yang melemah dan situasi COVID-19 yang memburuk. Jumlah kasus virus global pun meningkat menjadi lebih dari 92,22 juta.

Sementara Powell mengatakan selama simposium virtual di Universitas Princeton bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga "dalam waktu dekat", kecuali ada tanda-tanda inflasi yang mengganggu. Ia menambahkan bahwa pembuat kebijakan akan "membiarkan dunia tahu" jauh sebelum keputusan untuk mengurangi pembelian obligasi, dengan komentar yang semakin mempertajam kurva imbal hasil dan melihat kenaikan tingkat breakeven.

Selain itu investor akan menyoroti Senat AS, yang akan mendorong sidang secepatnya minggu depan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump kedua kalinya. DPR AS telah menggelar voting pemakzulan pada hari Rabu di mana Trump menghadapi tuduhan menghasut kerusuhan pendukungnya di Capitol Hill selama minggu sebelumnya -  RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 14 Januari 2021

Rifan Financindo - Inflasi Di AS Naik Tipis, Harga Emas Dunia Terpantau Stabil


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia cenderung stabil. harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi 1.854,84 dolar AS per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup naik 0,6 persen menjadi 1.854,90 dolar AS per ounce.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan, indeks harga konsumen naik 0,4 persen bulan lalu setelah menguat 0,2 persen pada November.

Emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas.

Namun, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi menantang status itu baru-baru ini karena meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan akan merilis rencana untuk memberikan dukungan triliunan dolar bagi ekonomi Amerika saat negara itu bergulat dengan krisis virus corona.

Logam mulia lainnya, perak turun 0,5 persen menjadi 25,45 dolar AS per ounce, platinum melonjak 2,2 persen menjadi 1.099,55 dolar AS per ounce dan paladium naik 0,2 persen menjadi 2.396,71 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

 

Rabu, 13 Januari 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Sedikit Menguat Setelah Beberapa Hari Dihantam Dolar AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia sedikit menguat setelah beberapa hari tertekan oleh dolar AS dan imbal hasil treasury, harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi 1.848,31 dolar AS per ounce.

Kembali menguatnya harga emas disebabkan melemahnya imbal hasil Treasury dan dolar AS yang turun setelah naik dalam beberapa hari terakhir.

Indeks Dolar (Indeks DXY) melemah 0,3 persen terhadap pesaingnya, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun turun ke sesi terendah 1,146 persen setelah lelang surat utang bertenor 10 tahun yang kuat.

Presiden terpilih Joe Biden mengatakan, rakyat Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan ekonomi dari pandemi Covid-19 dan dia akan merilis rencana yang menelan anggaran "triliunan" dolar.

Emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas.

Namun, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah membebani status itu baru-baru ini karena meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Logam lainnya, perak melonjak 2,3 persen menjadi 25,49 dolar AS per ounce. Platinum melambung 3,3 persen menjadi 1.065,42 dolar AS per ounce dan paladium naik 0,4 persen menjadi 2.381,18 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Senin, 11 Januari 2021

PT Rifan - Harga Emas Anjlok Digerus Dolar AS, Kilau Emas Antam Pudar


PT RIFAN BANDUNG - Dolar AS kembali menunjukkan keperkasaan atas banyak mata uang, termasuk rupiah yang kini sudah terdorong hingga ke atas level Rp14.000. Setali tiga uang, penguatan dolar AS juga mampu menggerus harga emas.

Dilansir dari laman resmi logammulia.com, harga emas Antam (JK:ANTM) yang kemarin diskon Rp10.000 kini kembali anjlok. Harga emas Antam mengalami koreksi Rp2.000 dari Rp971.000 per gram menjadi Rp969.000 per gram pada Jumat, 8 Januari 2021.

Koreksi harga tersebut lantas membuat emas Antam dihargai lebih murah. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, saat ini harganya turun dari Rp535.500 menjadi Rp534.500. Sementara itu, emas Antam dengan ukuran 2 gram dan 3 gram kini masing-masing turun menjadi Rp1.878.000 dan Rp2.792.000 - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Kamis, 07 Januari 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Ditengah Harapan Kebijakan Stimulus AS


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas makin naik pada Kamis petang setelah Partai Demokrat AS tampaknya menyapu bersih pemilihan umum putaran kedua Senat di Georgia yang meningkatkan harapan atas kebijakan stimulus lanjutan.

Harga emas berjangka terus naik 0,92% di $1.926,15 per ons pukul 13.40 WIB dan XAU/USD juga menguat 0,34% di $1.925,07 menurut data Investing.com.

Di Indonesia, harga emas Antam (JK:ANTM) anjlok Rp10.000 dari Rp981.000 pada Rabu menjadi Rp971.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.44 WIB.

“Kenaikan imbal hasil obligasi 10 tahun setelah kemenangan Senat oleh Demokrat di Georgia telah mendorong emas lebih rendah, karena sangat sensitif terhadap lintasan imbal hasil,” analis pasar senior OANDA Jeffrey Halley mengatakan kepada CNBC.

Imbal hasil obligasi AS 10 tahun tetap menguat setelah naik di atas 1% untuk pertama kalinya sejak Maret pada hari Rabu, meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas.

Namun, penurunan yang diharapkan luas dari dolar, biasanya bergerak terbalik ke emas, akan memberikan dorongan atas logam kuning. Greenback turun pada hari Kamis.

"Dolar akan terdepresiasi sepanjang tahun 2021, imbal hasil AS mungkin bergerak sedikit lebih tinggi dari sini, tetapi mereka tidak akan lari ke sisi atas, di lingkungan itu emas akan tumbuh subur," tambah Halley dari OANDA.

Kemenangan Jon Ossoff dan Raphael Warnock di Georgia juga mendongkrak harga emas. Pasangan Demokrat tersebut akan menuju ke Senat setelah mengumumkan kemenangan atas rival Republik mereka David Perdue dan Kelly Loeffler. Dengan hasil pemilu yang memberi Demokrat kendali atas Senat, Presiden terpilih Joe Biden memiliki jalur yang jelas untuk mendorong agenda legislatifnya, termasuk langkah stimulus lanjutan, ketika pemerintahannya mulai menjabat pada 20 Januari.

Namun, protes oleh pendukung Presiden Donald Trump di Capitol Hill, di mana anggota parlemen menyatakan kemenangan Biden dalam pemilihan umum 3 November, sempat menimbulkan kekhawatiran. Anggota parlemen sekarang telah melanjutkan proses tersebut setelah dikawal kembali ke gedung.

Sementara itu, Federal Reserve merilis risalah dari pertemuan kebijakan Desember pada hari Rabu, yang menunjukkan bahwa bank sentral hampir sepakat dalam keputusannya bulan lalu untuk membiarkan program pembelian obligasi tidak berubah - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Selasa, 05 Januari 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Tipis, Pasar Tunggu Hasil Pemilu Georgia Di AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tipis pada Selasa petang kala investor masih menunggu hasil pemilihan umum putaran kedua di negara bagian Georgia AS yang akan menentukan kemungkinan langkah-langkah stimulus lanjutan di Amerika Serikat.

Harga emas berjangka turun tipis 0,06% di $1.945,35 per ons pukul 13.51 WIB menurut data Investing.com pukul 13.51 WIB dan XAU/USD berkurang 0,05% di $1.942,11.

Harga komoditas ini sempat naik lebih dari 2% selama sesi sebelumnya akibat meningkatnya jumlah kasus COVID-19 global dan tindakan pembatasan, imbal hasil riil AS yang lebih rendah, dan melemahnya dolar.

Dolar AS pun kini masih turun 0,21% di 89,660 pukul 13.53 WIB.

Dua kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilihan umum di Georgia akan memutuskan kendali majelis tinggi, dan memberikan kemudahan bagi Presiden terpilih AS Joe Biden untuk dapat mendorong agendanya, seperti merombak aturan pajak untuk meningkatkan stimulus, ketika pemerintahannya mulai menjabat.

Federal Reserve AS juga akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan Desember pada hari Rabu. Presiden Cleveland Federal Reserve Bank Loretta Mester mengatakan pada hari Senin bahwa kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk "beberapa waktu," menjelang rilis.

Jumlah kasus COVID-19 global terus meningkat, dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin memerintahkan penguncian nasional baru di negaranya juga telah membuat investor beralih ke aset safe haven.

Beberapa investor termasuk analis pasar senior Oanda Corp Craig Erlam memperingatkan bahwa penyebaran Covid-19 selama musim liburan dan pembatasan yang lebih ketat akan berdampak signifikan pada perekonomian. Namun, dampaknya kemungkinan mayoritas akan berhenti pada kuartal I tahun ini seiring berlanjutnya peluncuran vaksin.

Emas menembus level $1.900 untuk memulai tahun ini, dengan dolar yang lebih lemah memberikan dorongan yang diinginkan logam kuning itu. Menyusul pergerakannya menuju $1.945, dan dengan prospek dolar yang tidak terlihat lebih baik, penurunan kembali ke $2.000 tiba-tiba terlihat sebagai masalah waktu.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stabil di level Rp975.000 pada Selasa pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.29 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber  : investing.com

Senin, 04 Januari 2021

PT Rifan - Harga Emas Naik 1,18% Ke Level Tertinggi Dalam Dua Bulan Terakhir

 


PT RIFAN BANDUNG - Penguatan harga emas masih berlanjut menjelang siang hari ini. Senin pukul 10.16 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.921,05 per ons troi.

Harga emas ini naik 1,18% ketimbang harga akhir pekan lalu pada US$ 1.898,67 per ons troi. Harga emas ini juga menyentuh level tertinggi dalam delapan pekan terakhir sejak 6 November 2020. 

Kebijakan stimulus masih akan menjadi tema pendorong harga emas di awal tahun ini. "Kami memperkirakan harga akan menuju US$ 1.950 di kuartal pertama 2021 dengan kebijakan moneter dan fiskal yang meningkatkan ekspektasi inflasi dan suku bunga riil Amerika Serikat (AS) yang turun lebih dalam," kata Giovanni Staunovo, analis UBS kepada Reuters.

Kasus Covid-19 global melonjak dan negara-negara mendorong lebih banyak penguncian meskipun vaksin sudah diluncurkan. Sementara indeks dolar tetap melemah dan menyebabkan harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. 

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengisyaratkan pembatasan penguncian yang lebih ketat. Inggris akan menjadi negara pertama yang meluncurkan vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Oxford University yang berbiaya rendah dan mudah dibawa pada hari Senin.

Sementara Jepang mempertimbangkan untuk mengumumkan keadaan darurat untuk ibu kota Tokyo dan sekitarnya. Korea Selatan juga akan mengenakan pembatasan sosial yang lebih luas secara nasional.

Fokus investor juga tertuju pada pemilihan putaran kedua Georgia hari Selasa yang akan menentukan kendali Senat AS dan dengan itu, kemungkinan nasib agenda legislatif Presiden terpilih Joe Biden. Federal Reserve AS akan merilis risalah dari pertemuan kebijakan Desember lalu

Tahun lalu, harga emas mencetak kinerja tahunan terbaik sejak 2010 atau dalam 10 tahun terakhir. Harga emas spot menguat 25,14% setahun dari posisi akhir 2019 yang berada di US$ 1.517,27 per ons troi.

Kemungkinan besar, emas tidak akan mencetak kenaikan setinggi tahun lalu. Menurut catatan Bloomberg, harga emas tahun 2010 naik hampir 30% dalam setahun. Tapi, harga emas juga turun hampir 30% di tahun 2013.

"Penyetir kenaikan harga emas yakni pelemahan nilai tukar dolar AS dan suku bunga rendah akan menjadi penopang harga emas selanjutnya meski vaksin mulai didistribusikan di seluruh dunia," kata Vasu Menon, executive director, investment strategy Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura kepada Bloomberg. Sehingga, dia memperkirakan harga emas masih berpotensi naik.

Harga perak naik 48% sepanjang tahun lalu. Harga paladium mencatat kenaikan lima tahun berturut-turut dan menguat 26% di tahun lalu. Harga platinum pun menguat 11% pada tahun lalu - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id