Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Kamis, 31 Agustus 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Stabil Di High 3 Minggu, Dolar Dan Yields Turun Dalam Data Yang Lemah

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas stabil di level tertinggi tiga minggu pada hari Rabu (30/08), dibantu oleh dolar yang lebih lemah setelah data ekonomi AS yang lebih lemah mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan memiliki ruang gerak yang terbatas untuk terus menaikkan suku bunga.

Logam mulia mengalami kenaikan yang kuat selama seminggu terakhir, juga diuntungkan oleh beberapa permintaan safe haven dengan traders semakin tidak yakin dengan prospek ekonomi AS.

Namun penguatan lanjutan harga emas dibayangi oleh potensi suku bunga AS yang tetap lebih tinggi lebih lama, dan sejumlah data ekonomi akan mempengaruhi prospek suku bunga minggu ini.

Emas spot turun 0,1% menjadi $1.936,45/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir Desember turun 0,1% menjadi $1.963,85/oz pukul 11.33 WIB. Kedua instrumen naik hampir 1% pada hari Selasa, dan berada di level tertinggi sejak awal Agustus - RIFAN FINANCINDO

Rabu, 30 Agustus 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Koreksi Setelah Naik 0,87%, Angka JOLTS Turun Indikasi Keraguan Rate Hike

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas turun tipis pada Rabu (30/08) pagi setelah sempat naik ke level tertinggi tiga minggu di sesi sebelumnya. Sebaliknya, dolar dan Treasury yields naik setelah data pasar tenaga kerja yang lebih lemah menimbulkan keraguan atas peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Laporan Reuters Rabu (30/08) menerangkan dolar melemah terhadap mata uang lainnya pada Selasa (29/08) malam, setelah data menunjukkan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) turun di bulan Juli. Treasury yields 10 tahun juga jatuh.

Emas berjangka turun 0,04% ke $1.964,25/oz pukul 07.35 WIB usai berakhir menguat 0,88% pada Selasa (29/08). Emas spot turun 0,05% di $1.936,44/oz pasca naik 0,87% menurut data Investing.com.

Namun Rabu pagi ini, indeks dolar naik 0,1% di 103,497 dan treasury yields 10 tahun naik 0,24% hingga pukul 07.30 WIB.

Investor kini menunggu indeks harga personal consumption expenditures (PCE) AS yang akan rilis pada Kamis dan nonfarm payrolls pada Jumat untuk mendapatkan petunjuk lain mengenai lintasan suku bunga.

Menurut tool CME FedWatch, traders sekarang melihat peluang sebesar 86% bahwa Fed tidak akan mengubah suku bunga pada rapat bulan September, meningkat dari 78% sebelum rilis data ekonomi.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang untuk membeli emas yang tidak memberikan imbal hasil - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : 

Selasa, 29 Agustus 2023

PT Rifan Financindo - Emas Juga Bergerak Tipis, Kekhawatiran Fed Berlanjut Dan Rilis Ekonomi Penting Ditunggu

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bergerak tipis pada Senin (28/08) dan pasar mencerna komentar hawkish namun menekankan dari Federal Reserve, dengan sejumlah data ekonomi utama jadi sorotan minggu ini.

Ketua Fed Jerome Powell telah memperingatkan pada Jumat lalu bahwa suku bunga AS masih bisa naik lebih lanjut untuk mengekang inflasi yang tinggi - sebuah skenario yang menjadi pertanda buruk bagi emas.

Namun, penurunan logam mulia ini agak terbatas, pasalnya harga telah turun ke level terendah lima bulan di awal Agustus.

Emas telah mengalami pemulihan yang stabil dari titik terendahnya baru-baru ini, meskipun kekuatan lanjutan logam mulia masih dipertanyakan imbas prospek hawkish untuk suku bunga AS. Pengutan dolar, yang diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga bulan, juga menekan pasar logam.

Emas spot flat di $1.915,11/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir bulan Desember naik 0,1% menjadi $1.942,50/oz pukul 11.33 WIB.

Powell juga menegaskan kembali hari Jumat bahwa The Fed kemungkinan akan menjaga suku bunga AS lebih tinggi lebih lama, dengan ketahanan ekonomi baru ini memberi bank sentral lebih banyak ruang untuk melakukannya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Senin, 28 Agustus 2023

PT Rifan - Emas Menanti Market Settlements Dan Aktivitas

PT RIFAN BANDUNG - Untuk minggu kedua berturut-turut, emas mengalami aktivitas yang sepi karena pelaku pasar mengambil langkah hati-hati terhadap warning the Fed soal kemungkinan akan melakukan lebih banyak kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi AS menjadi 2% per tahun dari 3% saat ini.

Emas berjangka Desember yang paling aktif di Comex New York melakukan perdagangan terakhir di $1.943,30/oz setelah resmi menyelesaikan sesi Jumat di $1.939,990 - turun $7,20, atau 0,4%.

Emas spot yang melacak transaksi fisik real-time emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh beberapa traders emas, mencapai di $1.914,60, turun $2,12 atau 0,1%.

Break di bawah $1.908 akan memaksa emas spot untuk menguji ulang support $1.900, di mana support berikutnya berada di $1.885, Dixit dari SKCharting memprediksi.

Untuk saat ini, potensi downside utama untuk emas spot terlihat di $1.850," katanya.

Di lain sisi, melewati resistance $1.930 akan melanjutkan pergerakan naik emas menuju leg higher (LH) berikutnya, yang merupakan descending weekly Middle Bollinger Band di $1.950, tandas Dixit.

Zona ini dapat bertindak sebagai titik balik untuk emas spot," tambahnya - PT RIFAN

Sumber : investing

Jumat, 25 Agustus 2023

Rifan Financindo Berjangka - Hari Pembuktian Fed Tiba, Pemilik Emas Pesta Atau Menangis?

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas masih bergerak di trek penguatan menjelang pidato Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell hari ini.

Harga emas di pasar spot pada perdagangan Kamis (24/8/2023) ditutup di posisi US$ 1.917,44 per troy ons. Harganya menguat 0,16%. Posisi penutupan kemarin adalah yang tertinggi sejak 8 Agustus 2023 atau 13 hari perdagangan terakhir.

Penguatan memperpanjang tren positif emas menjadi empat hari beruntun. Selama empat hari tersebut, sang logam mulia sudah terbang 1,55%.

Namun, harga emas melemah pada hari ini. Pada perdagangan Jumat (25/8/2023) pukul 06:10 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.915,47 per troy ons atau menyusut 0,10%.

Analis dari High Ridge Futures, David Meger, mengatakan pelaku pasar akhirnya menyerah dan berekspektasi jika The Fed masih akan hawkish ke depan.

Meger menjelaskan Powell kemungkinan besar akan menegaskan kembali pentingnya memerangi inflasi atau dalam kata lain bisa menaikkan suku bunga ke depan.
"Pasar berekspektasi jika The Fed akan melanjutkan komitmennya untuk memerangi inflasi. Apalagi data tenaga kerja masih paans," tutur Meger, dikutip dari Reuters.

AS melaporkan jumlah pegawai yang mengajukan klain pengangguran turun 10 ribu menjadi 230.000 pada pekan yang berakhir pada 19 Agustus 2023.

Data ini lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar yakni 240 ribu. Turunnya klaim pengangguran menunjukkan jika pasar tenaga kerja AS masih panas sehingga inflasi masih terancam naik. The Fed pun akan kesulitan beralih ke dovish.

"Data tenaga kerja yang kuat akan terus membuat the Fed mengerek suku bunga lebih tinggi dan lama," ucap Meger.

Seperti diketahui, Powell akan menghadiri Simposium Ekonomi Jackson Hole, di Wyoming, selama tiga hari, yang diselenggarakan setiap tahun oleh The Fed wilayah Kansas City sejak 1981.

Simposium Jackson Hole adalah acara di mana para gubernur bank sentral, menteri keuangan, ekonom, dan akademisi dari seluruh dunia berkumpul untuk membahas masalah ekonomi yang paling mendesak saat ini.

Powell akan menyampaikan pidato tentang prospek ekonomi pada hari ini, Jumat (25/8/2023) di Jackson Hole.

Sebagai catatan, pidato Powell pad di Jackson Hole pada Agustus 2022 membuat pasar keuangan dan komoditas mengalami huru-hara. Powell menegaskan jika The Fed akan tetap hawkish.
Emas pun langsung ambruk dengan melemah 1,23% sehari setelah Powell berpidato. Sebaliknya, indeks dolar langsung menguat 0,31%.

Jika Powell menyampaikan pidato yang sangat hawkish pada hari ini maka tidak mungkin emas akan jatuh. Namun, jika dia lebih dovish maka emas bisa menguat.
"Publik memperkirakan Powell akan tetap memberikan pernyataan yang hawkish. Terlalu awal bagi Powell untuk mengisyaratkan pelonggaran kebijakan. Pelaku pasar kini lebih menunggu sinyal berapa lama suku bunga akan dipertahankan tinggi bukan lagi apakah suku bunga akan naik" tutur analis Daniel Ghali dari TD Securities - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

 

 

 

Kamis, 24 Agustus 2023

Rifan Financindo - Emas Berakhir Di Atas $1.900 Kali Pertama Dalam 2 Minggu, Dolar-Yields Turun

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas mencapai level tertinggi 2 minggu dan berakhir di atas level kunci $1.900/oz pada Rabu (23/08). Dolar dan Treasury yields turun dari level tertinggi terbarunya menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jay Powell minggu ini dalam acara kebijakan tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.

Rally Indeks Dolar jeda di level tertinggi dua bulan, sementara Treasury yields turun sedikit setelah mencapai level puncak lebih dari 20 tahun karena para pelaku pasar menunggu pidato Powell pada hari Jumat.

Hal ini memungkinkan harga spot untuk kembali memasuki level $1.900, meskipun potensi logam mulia masih tetap mendung - atau, paling tidak, tidak pasti - di tengah kekhawatiran atas kenaikan suku bunga AS.

Emas berjangka Desember yang paling aktif di Comex New York berakhir di $1.946,05/oz, naik 1,04%, pada hari Rabu. Harga emas mencapai level tertinggi dua minggu di $1.949,65 sebelumnya dan naik 1,6% seminggu, setelah empat minggu sebelumnya mengalami penurunan yang menyebabkan kerugian bersih sebesar 4% - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Rabu, 23 Agustus 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Berjangka Berakhir Lebih Tinggi Untuk Sesi Ketiga Beruntun

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas berjangka membukukan kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut pada hari Selasa (22/8), kenaikan beruntun terpanjang sejak pertengahan Juli.

Harga mendapat dukungan setelah penurunan imbal hasil Treasury 10-tahun dari level tertinggi sejak 2007 seiring para investor menunggu pidato dari Ketua Federal Jerome Powell di simposium kebijakan ekonomi Jackson Hole, Wyo pada hari Jumat sebagai petunjuk mengenai kebijakan ekonomi berikutnya, pergerakan dolar AS dan imbal hasil Treasury, yang cenderung berdampak pada emas.

Emas untuk pengiriman bulan Desember naik $3, atau 0,2%, menjadi menetap pada $1.926 per ons di Comex - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA 

Sumber : marketwatch

Selasa, 22 Agustus 2023

PT Rifan Financindo - Emas Bergerak Naik, Tembaga Stabil Pasca China Memangkas Suku Bunganya

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada hari Senin (21/08), stabil setelah jatuh selama empat minggu terakhir. Pasar menunggu lebih banyak isyarat tentang kebijakan moneter AS, sementara harga tembaga flat setelah penurunan suku bunga China meleset dari ekspektasi.

Fokus minggu ini sebagian besar tertuju pada Simposium Jackson Hole hari Kamis dan Jumat, di mana Ketua Federal Reserve Jerome Powell diperkirakan akan memberikan lebih banyak sinyal mengenai jalur suku bunga AS.

Harga emas sedikit memangkas kerugian terbarunya setelah jatuh di bawah level kunci $1.900/oz, raih beberapa permintaan safe haven saat perlambatan pertumbuhan di China juga membebani sentimen. Langkah People's Bank of China sebagian besar meleset dari ekspektasi pasar dengan perubahan loan prime rate (LPR) pada hari Senin.

Emas spot untuk penyerahan Desember naik 0,2% ke $1.892,68/oz, sementara emas berjangka Desember naik 0,3% menjadi $1.921,95/oz pukul 11.16 WIB. Kedua instrumen masih diperdagangkan mendekati level terendah lima bulan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Senin, 21 Agustus 2023

PT Rifan - Pergerakan Harga Emas Hari Ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat Dari China

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah.

Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Namun saya melihat downside harga emas sudah terbatas serta akan berkonsolidasi dan rebound pekan ini," ujar Lukman kepada Bisnis dikutip Senin, (21/8/2023). Menurutnya, harga emas didukung oleh permintaan fisik yang kuat di China di mana investor memburu emas di tengah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi di China.

Pertumbuhan penjualan ritel China secara tahunan mengalami perlambatan, pada Juli 2023 tercatat di level 2,5 persen setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 3,1 persen. Kondisi tersebut membuat harga komoditas logam mineral melemah, seperti nikel, timah dan tembaga. Sementara itu, Evergrande, perusahaan properti raksasa asal China mengajukan perlindungan kebangkrutan di Amerika Serikat (AS) setelah gagal bayar utang (default) sebesar US$330 miliar - PT RIFAN

Sumber : bisnis.com

Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Pergerakan Harga Emas Hari ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat dari China", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230821/235/1686530/pergerakan-harga-emas-hari-ini-berpeluang-rebound-didorong-permintaan-kuat-dari-china.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Pergerakan Harga Emas Hari ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat dari China", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230821/235/1686530/pergerakan-harga-emas-hari-ini-berpeluang-rebound-didorong-permintaan-kuat-dari-china.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS
Harga emas global pekan ini diprediksi rebound atau melanjutkan penguatan terdorong oleh kuatnya permintaan investor di China. Pada perdagangan pekan lalu, Jumat (18/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, menguat tipis 1,30 dolar AS atau 0,07 persen menjadi ditutup pada 1.916,50 dolar AS per ounce, menghentikan pelemahan sembilan sesi berturut-turut, rekor penurunan harian terpanjang dalam lebih dari enam tahun, karena dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan harga emas terus mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu diakibatkan oleh penguatan dolar AS dan prospek suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Risalah pertemuan Federal Reserve memicu kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut membawa pengaruh negatif untuk aset logam mulia yang tidak menghasilkan bunga. The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali lagi pada Federal Open Market Committee (FOMC) September 2023 mendatang.

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Pergerakan Harga Emas Hari ini Berpeluang Rebound Didorong Permintaan Kuat dari China", Klik selengkapnya di sini: https://market.bisnis.com/read/20230821/235/1686530/pergerakan-harga-emas-hari-ini-berpeluang-rebound-didorong-permintaan-kuat-dari-china.
Penulis : Rizqi Rajendra - Bisnis.com


Download aplikasi Bisnis.com terbaru untuk akses lebih cepat dan nyaman di sini:
Android: http://bit.ly/AppsBisniscomPS
iOS: http://bit.ly/AppsBisniscomIOS

Jumat, 18 Agustus 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Fluktuatif Imbas Yield Obligasi Dan Dolar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas sempat turun ke titik terendah lima bulan pada perdagangan Kamis (17/08) dan kemudian naik Jumat pagi. Ini karena kuatnya Treasury yields dan dolar AS memberikan satu-dua tekanan bagi bulls di logam kuning.

Dengan harga emas spot yang sudah berada di wilayah $1.800, tidak pasti berapa lama lagi emas berjangka dapat bertahan di kisaran $1.900.

Treasury yields untuk tenor 10 tahun di AS mendekati level tertinggi siklus di 4,30% sementara emas terus memberikan yield 0%," tulis ekonom Adam Button di forum ForexLive. "Itu adalah perbedaan yang sangat besar bagi investor dan manajer treasury dengan jangka waktu investasi yang panjang."

"Saya memperkirakan akan ada aksi beli yang kuat di range $1.820-$1.830, tetapi tidak sebelumnya," tambah Button. "Jika ada, kita bisa jadi akan mendekati breakdown yang buruk."

Emas berjangka yang paling aktif December contract di Comex New York berakhir turun 0,4% di $1.920,65/oz pada Kamis.

Emas spot yang melacak transaksi fisik emas secara real-time dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh beberapa traders emas, juga turun tipis 0,02% ke $1.891,31/oz di akhir sesi Kamis.

Kedua emas benchmarks menguat lebih 0,14% pukul 07.38 WIB pada Jumat pagi ini. 

Logam lain, nikel naik 2,64% pada penutupan dini hari, timah turun 0,48% Rabu di ICE London, bijih besi naik 0,79% dan tembaga naik 0,2% pukul 10.45 WIB Jumat pagi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

 Sumber : investing

Rabu, 16 Agustus 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Nyaris Tembus Lagi $1.900, Tembaga Tertekan Oleh Perlambatan China

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas flat pada hari Rabu dan berada di titik puncak penurunan di bawah level penting, sementara harga tembaga mencapai titik terendah dua bulan dalam kekhawatiran perlambatan ekonomi China dan peluang kenaikan suku bunga menopang dolar.

Data retail sales AS yang terbit pada hari Selasa menunjukkan bahwa belanja konsumen tetap kuat di negara ini dan ini berpotensi mengindikasikan lebih banyak tekanan inflasi dalam beberapa bulan mendatang.

Gagasan ini, ditambah dengan memburuknya sentimen risiko di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi China, membuat investor menumpuk di dolar sebagai pengganti safe haven seperti emas dan logam mulia.

Harga spot logam mulia ini sempat turun di bawah level $1.900/oz pada hari Selasa, dan saat ini diperdagangkan sedikit di atas level terendah dalam dua bulan terakhir.

Emas spot flat di $1.902,24/oz, sementara emas berjangka Desember turun 0.1% menjadi $1.933,40/oz pukul 07.19 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Selasa, 15 Agustus 2023

PT Rifan Financindo - Emas Berjuang Melawan Kekuatan Treasury Yields Dan Dolar AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Saat sesi perdagangan Selasa pagi berlangsung, harga emas tetap berada di bawah tekanan imbas meningkatnya kekuatan dolar AS. Pergerakan ini juga ditopang oleh naiknya Treasury yields.

Seluruh sektor logam mengalami kemerosotan, karena kuatnya Dolar dan surutnya minat untuk aset-aset yang berfokus pada pertumbuhan risiko yang bertindak sebagai penghalang utama.

Logam industri menanggung beban lebih berat daripada logam emas dalam kekhawatiran atas prospek ekonomi China yang semakin meningkat.

Data ekonomi yang lebih lemah minggu lalu di China semakin diperparah oleh kondisi raksasa properti Country Garden (HK:2007) dan Sino-Ocean (HK:3377) yang menghentikan perdagangan obligasinya dan juga gagal bayar utang minggu lalu.

Country Garden gagal melakukan pembayaran kupon dalam kurs Dolar AS minggu lalu dan ini menyebabkan perdagangan utang domestiknya ditangguhkan minggu ini bersama dengan Ocean Sino.

Investor sangat menantikan tindakan tegas dari pihak otoritas untuk mengurangi ketidakpastian ekonomi ini.

Hari ini, People's Bank of China (PBOC) menetapkan nilai kurs Yuan lebih kuat di 7,1768 per USD dan juga menurunkan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah dari 2,65% menjadi 2,50%.

Sementara itu, aktivitas penting seputar benchmark treasury notes 10 tahun telah meroket di atas 4,2%, pencapaian pertama sejak November tahun lalu.

Spekulasi pasar saat ini isyarat sudah mendekati akhir dari siklus pengetatan Federal Reserve yang mengarah pada stabilitas yang lebih baik dalam kurva treasury.

Obligasi 2 tahun semakin dekat untuk mencapai puncaknya lagi di sekitar 5% yang sebelumnya dicapai bulan lalu dan ini tampaknya mendukung kinerja indeks DXY (USD). Sementara itu peningkatan volatilitas di antara traders emas menandakan potensi pergeseran harga di masa mendatang.

Indeks CBOE Gold Volatility memberikan estimasi yang mirip dengan indeks CBOE Volatility Index yang digunakan untuk S&P500 namun dirancang khusus untuk melacak implied volatility yang terkait dengan harga emas.

Kondisi pasar di masa depan, tampaknya meskipun menghadapi situasi yang tidak menguntungkan sejauh ini, pasar logam mulia telah mengelola ketahanan yang wajar meskipun kelanjutannya kemungkinan akan membawa pasar ke arah lebih banyak tantangan di masa depan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Senin, 14 Agustus 2023

PT Rifan - Harga Emas Dan Tembaga Capai Level Terendah 1 Bulan Gegaranya Inflasi Naik

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dan tembaga turun ke level terlemah dalam sebulan pada hari Senin, berada di bawah tekanan dari dolar yang lebih kuat akibat masih naiknya inflasi AS menimbulkan kekhawatiran atas potensi kenaikan suku bunga.

Data minggu lalu menunjukkan bahwa inflasi AS tetap naik pada bulan Juli setelah menurun stabil tahun ini. Hal tersebut mendorong kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk menahan tekanan harga.

Gagasan ini menopang dolar, dengan greenback mencapai level tertinggi lebih dari satu bulan terhadap sejumlah mata uang pada hari Senin. Penguatan dolar menekan sebagian besar komoditas yang dihargai dalam greenback.

Emas spot untuk penyerahan Desember turun 0,1% menjadi $1.911,69/oz, sementara emas berjangka yang akan jatuh tempo pada bulan Desember turun 0,2% menjadi $1.943,55/oz pukul 07.23 WIb. Kedua instrumen ini berada di level terlemah awal Juli - PT RIFAN

Sumber : investing

Jumat, 11 Agustus 2023

Rifan Financindo Berjangka - Wall Street Kompak Melonjak, Laporan Inflasi Lebih Baik Dari Ekspektasi

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Saham-saham di Wall street melonjak setelah data menunjukkan inflasi tahunan AS melaju lebih lambat dari yang diperkirakan di bulan Juli.

Pada pukul 20.37 WIB, Dow Jones Industrial Average melesat 309 poin atau sebesar 0,9%, sementara S&P 500 menguat 0,9% dan NASDAQ Composite melonjak 1%.

Inflasi naik lebih lambat dari yang dikhawatirkan

Inflasi tahunan AS melaju lebih lambat dari yang diperkirakan di bulan Juli. Indeks harga konsumen utama stabil di 0,2% month-on-month, sesuai estimasi. Sementara itu, angka tahunan meningkat 3,2%, lebih tinggi dari 3,0% di bulan Juni. Para ekonom memperkirakan angka tersebut akan naik 3,3%.

Sementara, IHK inti, kecuali item yang volatil seperti makanan dan energi, juga tidak berubah sebesar 0,2% secara bulanan. Year-on-year, angka inti naik 4,7%, lebih lambat dari proyeksi kenaikan 4,8%.

Meskipun angka-angka ini isyarat bahwa inflasi tetap tinggi, ini juga bisa jadi indikasi kemungkinan pelonggaran dalam tekanan harga dan berpotensi mendukung alasan bagi Federal Reserve untuk mundur dari siklus kenaikan suku bunga yang telah berlangsung lama.

Rapat Federal Reserve berikutnya akan berlangsung di bulan September, dan para pejabat telah mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka mungkin berada di dekat titik di mana mereka dapat berhenti sejenak untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Kamis, 10 Agustus 2023

Rifan Financindo - Emas Tetap Di Titik Terendah 1 Bulan, Tembaga Stabil Menjelang Laporan IHK AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas masih bergerak di level terendah satu bulan pada hari Kamis, sementara harga tembaga stabil setelah jatuh sesi sebelum dan pasar menunggu data inflasi AS yang akan dirilis hari ini.

Logam kuning diperdagangkan turun secara substansial selama seminggu terakhir, setelah mendapat tekanan dari dolar yang lebih kuat dan naiknya yields. Memburuknya risk appetite juga mendorong traders ke arah dolar, lantaran investor berharap bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi lebih lama di tahun ini.

Emas spot naik 0,1% ke $1.916,34/oz, sementara emas berjangka turun 0,1% menjadi $1.948,85/oz pukul 07.09 WIB. Kedua instrumen turun sekitar 1,3% sepanjang minggu ini.

Sebagian besar pelemahan emas didorong oleh ekspektasi bahwa inflasi indeks harga konsumen AS naik sedikit di bulan Juli, tetap stabil dan jauh di atas kisaran target Federal Reserve.

Setiap tanda-tanda inflasi yang tetap tinggi memberikan dorongan lebih besar kepada the Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dan kebijakan yang ketat, yang menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Ekspektasi angka IHK yang lebih tinggi juga menopang dolar, menjadikannya tujuan yang lebih disukai untuk safe haven, dibandingkan emas. Greenback diperdagangkan mendekati level tertinggi lima minggu, sementara treasury yields 10 tahun mendekati level tertinggi 2023.

Beberapa pejabat Fed juga menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada awal pekan ini, mengutip inflasi yang membandel. Bank sentral telah mengatakan bahwa mereka berpotensi menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi tahun ini.

Bank juga diharap akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama, yang mengurangi potensi peningkatan besar pada emas tahun ini. Suku bunga yang tinggi meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi di emas dan aset-aset non-yielding lainnya.

Logam mulia lainnya juga catat penurunan besar untuk minggu ini. Platinum jatuh hampir 4%, sementara perak anjlok 4,1% - RIFAN FINANCINDO

Sumber : inves

 

Rabu, 09 Agustus 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Capai Titik Terendah 1 Bulan, Tembaga Turun Akibat Profit Taking Ke Dolar

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas stabil di dekat level terendah satu bulan pada hari Rabu saat sentimen pasar yang memburuk dan prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve mendorong investor ke dalam dolar.

Harga tembaga perpanjang penurunan baru-baru ini setelah data perdagangan yang mengecewakan dari negara eksportir utama China menunjukkan lemahnya permintaan untuk logam merah.

Penguatan dolar membuat pasar logam yang lebih luas tertekan dan investor menunggu isyarat ekonomi lanjutan dari data inflasi indeks harga konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada hari Kamis.

Investor tetap berpegang pada greenback sebagai safe haven yang lebih disukai menjelang angka inflasi, karena sentimen risiko global memburuk setelah Moody's menurunkan rating beberapa bank AS dan angka data perdagangan China mengecewakan.

Aset-aset yang tidak memberikan yields seperti emas dan logam mulia lainnya alami penurunan tajam minggu ini. Emas spot stabil di level terendah satu bulan di $1.926,20/oz, sementara emas berjangka Desember flat di $1.960,05/oz pukul 07.12 WIB. Kedua instrumen diperdagangkan turun hampir 1% untuk minggu ini - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 08 Agustus 2023

PT Rifan Financindo - Emas Masih Di Bawah Tekanan, Dolar Dan Yields Naik Dalam Ketidakpastian Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tipis pada hari Selasa. Pelemahan ini berlanjut dari sesi sebelumnya dalam ketidakpastian atas langkah berikutnya dari Federal Reserve dan antisipasi inflasi yang tinggi minggu ini menopang dolar dan Treasury yields.

Dalam sepekan terakhir, posisi dolar dan obligasi mengalami peningkatan, dengan dolar naik menjelang pengumuman Indeks Harga Konsumen (IHK) pada hari Kamis, yang diprediksi akan menunjukkan tanda-tanda inflasi yang tinggi.

Emas tampak kurang diminati oleh investor, turun seiring dengan potensi aset non-yielding yang diganggu oleh kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Emas spot sedikit turun menjadi $1.936,21/oz, sementara emas berjangka stabil di $1.970,55/oz pukul 07.17 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Senin, 07 Agustus 2023

PT Rifan - Emas: Market Settlements Dan Aktivitas Pasar

PT RIFAN BANDUNG - Emas Desember yang paling aktif di Comex New York terakhir bergerak di $1.978,20/oz pada hari Jumat, setelah resmi menyelesaikan sesi di $1.976,10 - naik $7.30, atau sebesar 0.4%, pada hari itu dan 0.9% untuk seminggu.

Harga emas spot, yang refleksi perdagangan fisik emas dan lebih banyak diikuti daripada kontrak futures oleh beberapa traders, ditutup di $1.942,90.

Emas Prospek Harga

Karena emas spot melanjutkan pelemahannya untuk minggu ketiga berturut-turut, emas bisa terlihat menyelesaikan apa yang disebut Wave 5, yang, jika dikonfirmasi oleh higher highs konsisten, akan melanjutkan uptrend logam kuning, kata Dixit dari SKCharting.com.

"Awalnya, perdagangan emas spot di atas EMA 50 Hari, atau Exponential Moving Average, di $1.949 dan Daily Middle Bollinger Band di $1.954 harus dibersihkan, diikuti dengan momentum pembelian di atas SMA 100 4 Jam, atau Simple Moving Average, di $1.958," ungkap Dixit.

"Jika emas berhasil menunjukkan kekuatan di atas level kritis ini, tantangan berikutnya akan datang pada SMA 100 hari di $1.969. Di sinilah bulls dan bears akan mengalami kesulitan untuk memutuskan siapa yang memegang kendali."

Rejection dari titik ini, atau range $1.954-$1.958 sebelumnya, akan mengindikasikan kemenangan bagi bears, tambahnya - PT RIFAN

Sumber : investing

Jumat, 04 Agustus 2023

Rifan Financindo Berjangka - Emas Jatuh Lagi Karena Imbal Hasil Obligasi AS Naik Dan Dolar Kuat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut, tertekan oleh meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS yang lebih kuat menyusul penurunan peringkat kredit AS oleh Fitch Ratings.


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange merosot 6,20 dolar AS atau 0,31 persen menjadi menetap pada 1.968,80 dolar AS per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di 1.974,50 dolar AS dan terendah sesi di 1.964,50 dolar AS.


Emas berjangka tergelincir 3,80 dolar AS atau 0,19 persen menjadi 1.975,00 dolar AS pada Rabu (2/8/2023), setelah anjlok 30,40 dolar AS atau 1,5 persen menjadi 1.978,80 dolar AS pada Selasa (1/8/2023), dan terangkat 9,30 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 2.009,20 dolar AS pada Senin


Harga emas telah terlihat sedikit meredup minggu ini, diperdagangkan jauh di atas posisi terendah akhir Juni di sekitar 1.910 dolar AS, ketika dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi pemerintah yang meningkat mengancam akan mendorongnya lebih rendah lagi.


Keputusan Fitch Ratings untuk menurunkan peringkat kredit AS dari AAA menjadi AA+ dan rencana Departemen Keuangan untuk menerbitkan utang 1 triliun dolar AS selama kuartal ketiga memicu kecemasan yang mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi pada Kamis


Imbal hasil AS naik lagi pada Kamis (3/8/2023), mendorong suku bunga 10 dan 30 tahun lebih jauh ke level tertinggi sejak November 2022, menurut data FactSet. Imbak hasil pada obligasi pemerintah 10-tahun naik 11 basis poin menjadi 4,185 persen dari 4,077 persen pada Rabu (2/8/2023) sore, sedangkan imbal hasil 30-tahun naik 15 basis poin menjadi 4,308 persen.


"Penurunan peringkat Fitch telah menghidupkan kembali reli dolar. Sebagai langkah pertama, investor menyingkirkan aset-aset terlemah dalam portofolio mereka dengan membeli obligasi pemerintah dan dolar yang lebih likuid," kata Alex Kuptsikevich, analis pasar senior di FxPro.


Pada tahun 2011, penurunan peringkat S&P AS memicu reli multi-tahun dalam dolar karena negara-negara lain bernasib lebih buruk, belum lagi obligasi korporasi yang lebih berisiko - hal serupa dapat terjadi kali ini, kata Kuptsikevich.


Namun, jalan panjang harus dimulai dengan "langkah pertama," karena greenback telah berada di saluran menurun sejak November, jadi untuk mengonfirmasi pembalikan, ia harus naik di atas puncak lokal sebelumnya di 104,2, katanya dalam komentar melalui email pada Kamis


Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, menyentuh level tertinggi dalam hampir sebulan di atas 102,80 di sesi Eropa sebelum mundur ke area 102,50, dan turun 0,04 persen menjadi 102,5432 di akhir perdagangan.


Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar AS yang lebih kuat cenderung membebani emas, karena imbal hasil yang lebih tinggi memungkinkan investor memperoleh pengembalian yang lebih tinggi di tempat lain, dan dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli dalam mata uang lain.


Para pedagang sekarang menunggu laporan pekerjaan pemerintah untuk Juli pada Jumat waktu setempat, yang diharapkan menunjukkan ekonomi AS menambahkan 200.000 pekerjaan bulan lalu, turun dari 209.000 pada Juni, menurut para ekonom yang disurvei Wall Street Journal - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews



Kamis, 03 Agustus 2023

Rifan Financindo - Efek Data Tenaga Kerja AS Positif Emas Turun Lagi, Dolar Lanjut Menguat

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada hari Kamis dan alami penurunan besar untuk minggu ini akibat adanya tanda-tanda ekonomi AS dan pasar tenaga kerja yang kuat menimbulkan kekhawatiran potensi kenaikan suku bunga tambahan.

Logam mulia turun hampir $30 selama dua hari terakhir. Emas berjangka Desember semakin menjauh dari level kunci $2.000/oz usai data menunjukkan payrolls swasta tumbuh jauh lebih besar pada bulan Juli.

Angka tersebut mendorong dolar, dan meningkatkan kekhawatiran atas pasar tenaga kerja yang kuat semalam, menjelang data resmi nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat. Penguatan dolar membuat sebagian besar harga logam turun.

Emas spot flat di $1.935,41/oz, sementara emas berjangka turun 0,2% di $1.970,75/oz pukul 07.51 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Rabu, 02 Agustus 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Pemilik Emas Dibuat Jantungan, Harga Emas Jatuh 1% Lebih

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas hancur setelah dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil surat utang pemerintah AS melambung. 

Pada perdagangan Selasa (1/8/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.944,08 per troy ons. Harganya ambruk 1,02%. Pelemahan tersebut mengakhiri tren penguatan pada dua hari perdagangan sebelumnya.

Harga emas sudah mulai membaik pada pagi hari ini. Pada perdagangan Rabu (2/8/2023) pukul 06:20 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.950,62 per troy ons atau menguat 0,34%.

Harga emas ambruk setelah dolar Amerika Serikat (AS) dan yield atau imbal hasil surat utang pemerintah AS terbang.
Indeks dolar ditutup pada posisi 102,303, jauh di atas hari sebelumnya yang ada di titik 101,86. Sementara itu, imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun melesat ke 4,05% kemarin, dari 3,96%.

Dua faktor ini membuat emas merana. Penguatan dolar membuat emas semakin teak terjangkau untuk dibeli sehingga tidak menarik.
Sang logam mulia tidak menawarkan imbal hasil sehingga naiknya imbal hasil surat utang pemerintah AS membuat emas tidak menarik.

Emas melemah karena dolar menguat tajam. Harga emas juga turun karena ada aksi profit taking sebelum pengumuman data tenaga kerja," tutur analis OANDA, Edward Moya, dikutip dari Reuters.

Seperti diketahui, AS mengumumkan data pembukaan lapangan kerja JOLTS kemarin. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah lapangan kerja baru pada periode Juni 2023 turun menjadi 9,58 juta lapangan, dari sebelumnya pada Mei lalu sebanyak 9,62 juta lapangan kerja.
Kendati melemah, pelaku pasar melihat data tenaga kerja masih cukup panas dan tidak turun secepat harapan.

Dengan sulitnya tenaga kerja AS untuk turun tajam maka harapan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) melunak akan semakin sulit.

Moya menjelaskan masih ada peluang emas untuk menguat dan bahkan tembus US$ 2.000 epr troy ons tetapi dengan syarat inflasi turun tajam.

Namun, analis dari KCM Trade, Tim Waterer, melihat sebaliknya. Penurunan inflasi akan terjadi tetapi tidak cukup membuat bank sentral global, termasuk The Fed untuk melunak.

Inflasi jelas akan turun tetapi pertanyaannya secepat apa. Apakah akan terjadi disinflasi dan membuat bank sentral dunia melunak? Itulah mengapa bank sentral lebih memilih melihat perkembangan data terbaru dibanding hanya melihat indlasi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

 

 

Selasa, 01 Agustus 2023

PT Rifan Financindo - Terima Kasih China Dan Eropa, Harga Emas Terbang Lagi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas perlahan membaik setelah pelaku pasar semakin optimis bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan melunak. Harga emas juga menguat ditopang pernyataan bank sentral Eropa (ECB) yang mengindikasikan akan mengakhiri kenaikan suku bunga serta pemulihan ekonomi China.

Pada perdagangan Senin (31/7/2023) harga emas di pasar spot ditutup di posisi US$ 1.964,19 per troy ons. Harganya menguat 0,25%.
Penguatan tersebut memperpanjang tren positif emas yang juga menguat 0,73% pada perdagangan Jumat pekan lalu. Dalam dua hari terakhir, harga emas sudah menanjak 0,99%.

Harga emas sedikit melemah pada hari ini. Pada perdagangan Selasa (1/8/2023) pukul 06;25 WIB, harga emas ada di posisi US$ 1.959,86 per troy ons atau melemah 0,22%. 

Harga emas menguat kemarin ini ditopang oleh ekspektasi melandainya kebijakan suku bunga The Fed dan ECB serta membaiknya ekonomi China.

FedWatch Tool memperkirakan kemungkinan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada September menjadi 60%.
"Saya pikir The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada September. The Fed mungkin akan mengubah kebijakan dengan menaikkan suku bunga pada akhir tahun jika data ekonomi masih kuat," tutur analis dari Kitco, Jim Wyckoff, dikutip dari Reuters.

Wyckoff menambahkan pemulihan ekonomi yang membaik di China juga diharapkan bisa mendongkrak harga emas.

Negeri China merilis data aktivitas manufaktur yang tergambarkan pada Purchasing Manager's Index (PMI) kemarin. PMI Manufaktur NBS resmi meningkat menjadi 49,3 pada Juli 2023 dari 49 pada Juni, dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar 49,2. Kendati PMI membaik, indeks masih terkontraksi sehingga kontraksi sudah berjalan selama empat bulan beruntun.

China adalah konsumen terbesar emas sehingga pemulihan ekonomi China akan membantu emas.
"Emas menunggu katalis berikutnya. Jika ekonomi China pulih dengan cepat maka harga emas akan terdongkrak," imbuh Wyckoff.

Harga emas juga terbantu oleh sinyal bank sentral Eropa (ECB) untuk menahan suku bunga.
Pada akhir pekan lalu, ECB memutuskan menaikkan suku bunga depocit facility sebesar 25 bps menjadi 3,75%.
Presiden ECB Christine Lagarde menjelaskan ECB belum memutuskan apapun terkait suku bunga pada September 2023. Lagarde membuka kemungkinan untuk menahan suku bunga pada September.

Pernyataan ECB ini ikut membuat euro menguat dan dolar AS tumbang. Indeks dolar AS melemah ke 101,62 pada perdagangan kemarin, dari 101,77 pada perdagangan akhir pekan lalu.

Yield surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun juga melandai menjadi 3,96% pada perdagangan kemarin, dari 4,01% pada akhir pekan lalu.
Dua faktor ini menguntungkan emas. Sang logam mulia tidak menawarkan imbal hasil sehingga melandainya imbal hasil surat utang pemerintah AS membuat emas lebih bisa bersaing.

Pelemahan dolar AS juga menopang emas karena membuat emas semakin terjangkau untuk investasi sehingga menarik dibeli - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia