Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Jumat, 25 Februari 2022

Rifan Financindo Berjangka - Emas Sempat Lewati $1.975/oz, Kemudian Jatuh Saat Gejolak Geopolitik Memanas

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas mencapai level tertinggi 13 bulan di atas $1.975/oz pada Kamis (24/02) tetapi relinya kemungkinan juga telah mencapai batas tertinggi karena respons negara Barat terhadap invasi Rusia ke Ukraina tampaknya mengandung beberapa risiko geopolitik yang membuat logam kuning melonjak.

Kontrak emas teraktif di Comex New York, April, ditutup naik $15,90, atau 0,8% di $1.926,30/oz menurut data Investing.com setelah melonjak ke level tertinggi Januari 2021 di $1.976,20.

Tetapi dalam perdagangan after hours, harga logam kuning ini melepas semua keuntungan itu, turun lebih dari $18 pada hari itu, atau hampir 1%, menjadi sekitar $1.892. Dan kini harga emas berjangka terus turun 0,82% di $1.910,60/oz pukul 09.00 WIB menurut data Investing.com.

Emas turun karena imbal hasil obligasi AS melonjak di tengah pergerakan Treasury 10 tahun dari level terendah 1,846% ke level tertinggi 1,975%, dan investor menemukan kembali selera risikonya.

Indeks S&P 500 Wall Street juga kembali positif dari penurunan sebesar 2% sebelumnya.

Peralihan risiko menghapus beberapa daya pikat safe haven yang membawa emas ke level $1.900 minggu ini.

"Saat obligasi 10 tahun lepas landas dan saham juga melakukannya, emas kehilangan sebagian kilau yang telah terbentuk dalam beberapa hari terakhir," Phillip Streible, ahli strategi logam mulia di Blue Line Futures Chicago mengatakan.

Dalam sanksi baru terhadap Moskow, Presiden Joe Biden membatasi akses internasional untuk lima bank besar Rusia, termasuk VTB; membekukan aset Rusia di Amerika, dan membatasi kemampuan Rusia untuk mengimpor teknologi utama yang diperlukan untuk peningkatan militer dan industri.

Emas naik dalam beberapa pekan terakhir dari kombinasi inflasi yang tak terkendali dan kekhawatiran mengenai dampak sanksi AS dan negara Barat lainnya terhadap Rusia.

Di sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen AS meningkat sebesar 7,0% pada tahun ini hingga Desember, terbesar sejak 1982.

Ekonomi AS, sebagai perbandingan, tumbuh sebesar 5,7% pada tahun 2021, tertinggi sejak 1984, dari kontraksi 3,5% pada tahun 2020 yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Federal Reserve memangkas suku bunga menjadi hampir nol setelah pecahnya pandemi virus corona pada Maret 2020 silam. Federal Reserve diperkirakan akan melakukan serangkaian kenaikan suku bunga tahun ini untuk melawan inflasi - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 24 Februari 2022

Rifan Financindo - Emas Menetap Di Tertinggi 13 Bulan Karena Sentimen Geopolitik


RIFAN FINANCINDO BANDUNG
- Emas menetap di level tertinggi dalam 13 bulan pada hari Rabu karena dolar investasi terus mengalir ke logam dari mereka yang mencari lindung nilai terhadap inflasi dan dari ketegangan geopolitik yang dipicu oleh krisis Rusia-Ukraina.

“Perdagangan emas saat ini mudah karena ketegangan geopolitik akan terus mendorong tekanan inflasi ke tingkat berikutnya, yang akan mendorong seruan pengetatan Fed yang agresif yang akan mengancam kondisi keuangan dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi,” Ed Moya dari platform perdagangan online OANDA tulisnya dalam komentar pasar hariannya.

“Emas masih menghormati level $1.920 untuk saat ini,” tambah Moya, mengacu pada resistance saat ini, “tetapi penembusan bisa melihat jalan yang mudah menuju wilayah $1.950.”

Kontrak emas paling aktif di Comex New York, April , ditutup naik $3, atau 0,2% pada $1.910,40 per ounce. Meskipun pergerakan hari itu marjinal, itu adalah penyelesaian tertinggi untuk kontrak emas patokan Comex sejak 7 Januari 2021, ketika ditutup pada $1.935,50.

Harga emas telah lepas landas dalam beberapa pekan terakhir dari kombinasi inflasi yang tak terkendali dan kekhawatiran tentang dampak sanksi AS dan Barat lainnya terhadap Rusia karena “invasi pintu belakang” ke Ukraina.

Presiden Joe Biden mengumumkan pada hari Rabu bahwa pemerintahannya akan menjatuhkan sanksi tambahan pada proyek pipa gas Nord Stream 2 AG Rusia ke Jerman, di atas tindakan sebelumnya yang menargetkan dua bank Rusia, elit Rusia dan anggota keluarga mereka dan utang negara Rusia.

Sanksi itu datang setelah parlemen Rusia pada hari Selasa menyetujui pasukan untuk apa yang digambarkan sebagai “operasi penjaga perdamaian” di dua wilayah yang memisahkan diri di Ukraina timur yang secara resmi disetujui Moskow pada hari Selasa.

Di sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen AS meningkat sebesar 7,0% pada tahun ini hingga Desember, terbesar sejak 1982.

Ekonomi AS, sebagai perbandingan, tumbuh sebesar 5,7 persen pada tahun 2021, tercepat sejak 1984, dari kontraksi 3,5% pada tahun 2020 yang disebabkan oleh pandemi virus corona.

Federal Reserve memangkas suku bunga menjadi hampir nol setelah pecahnya pandemi virus corona pada Maret 2020. Federal Reserve diperkirakan akan melakukan serangkaian kenaikan suku bunga tahun ini untuk melawan inflasi - RIFAN FINANCINDO

Sumber : inforexnews.com

Selasa, 22 Februari 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Jatuh Dari Level Tertingginya Karena Biden Putin

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia melemah setelah mencapai level tertinggi lebih dari delapan bulan pada perdagangan hari Senin, karena rencana Presiden AS dan Rusia untuk menggelar pertemuan tentang krisis Ukraina.

Sementara prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve juga semakin menekan harga emas.

Mengutip CNBC, Selasa (22/2/2022) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD1.891,85 per ounce mundur dari puncak sesi USD1.908,02, level tertinggi sejak 3 Juni.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,4 persen menjadi USD1.892,50. Tak ada setelmen pada sesi Senin, karena pasar keuangan Amerika ditutup untuk hari libur Presidents Day.

Presiden AS Joe Biden pada prinsipnya menyetujui pertemuan menteri luar negeri kedua negara itu pekan depan dan jika invasi tidak terjadi, kata sumber Gedung Putih.

"Investor global sangat prihatin dengan potensi (konflik) antara Rusia dan Ukraina, dan Presiden AS berulang kali mengatakan bahwa invasi mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang," kata Margaret Yang, analis DailyFX.

"Di sisi lain, investor juga mencemaskan kenaikan suku bunga The Fed pada Maret, sehingga kemungkinan akan menekan harga emas." Tambahnya.

Investor khawatir atas prospek pengetatan The Fed yang agresif karena inflasi melambung. Setidaknya enam pejabat The Fed akan berbicara pekan ini dan investor akan tertarik untuk mengetahui pandangan mereka tentang kemungkinan kenaikan 50 basis poin pada pertemuan Maret.

Sementara itu harga logam lainnya perak di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD23,78 per ounce, platinum naik 0,4 persen menjadi USD1.071,62 per ounce.
Logam auto-catalyst paladium anjlok 1,2 persen menjadi USD2.318,85 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com 

Senin, 21 Februari 2022

PT Rifan - AS Rusia Berunding Soal Ukraina, Harga Emas Turun Dari Level 1.900 Dolar AS Per Ounce

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun tipis pada perdagangan akhir pekan lalu, terpangkas dari level psikologis USD1.900 per ons. Harga emas tertolong pembicaraan AS-Rusia yang membawa ketenangan ke pasar.

Tetapi kekhawatiran yang berkepanjangan atas Ukraina membuat emas tetap di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Harga emas di pasar Spot turun 0,1 persen ke harga USD1,896.04 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak Juni 2021 di harga USD1,902,22. Ini telah naik 1,9 persen pada sepanjang pekan ini. Sedangkan harga emas di pasar berjangka turun 0,1 persen ke level USD1,899,80.

Perkembangan terbaru seputar situasi Rusia-Ukraina adalah positif dan itu mendorong emas mundur tipis," kata ahli strategi pasar RJO Futures Bob Haberkorn

Pelemahan harga ini akan berumur pendek karena ketegangan yang berkepanjangan akan terus mendukung emas," tambahnya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken setuju untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov minggu depan, menenangkan kegelisahan investor dan memperlambat demand terhadap aset lindung nilai yang aman.

Investor telah mencari perlindungan dalam save haven seperti emas, tidak hanya karena situasi Ukraina dan meningkatnya volatilitas pasar saham tetapi juga tekanan inflasi yang melonjak," kata Fawad Razaqzada, seorang analis ThinkMarkets.

Para pemimpin keuangan dari Kelompok negara G-20 pada hari Jumat menyetujui bahwa kenaikan inflasi dan risiko geopolitik dapat mengancam pemulihan global yang rapuh - PT RIFAN

Sumber : suara.com

Jumat, 18 Februari 2022

Rifan Financindo Berjangka - Panas Rusia Ukraina Kembali Meningkat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas mencapai level tertinggi delapan bulan di atas $1.900 per ounce pada hari Jumat pagi. Lantaran investor membanjiri logam kuning dan safe haven lainnya akibat kembali meningkatnya ketegangan atas konflik Rusia-Ukraina.

Kontrak emas paling aktif di Comex New York, April, ditutup naik $30,50, atau 1,6%, pada $1.902 per ounce. Sesi tertinggi adalah $1.903,65. Pukul 08.06 WIB, harga Emas Berjangka turun tipis 0,07% ke $1.900,70/oz dan harga emas spot stabil di $1.898,53/oz menurut data Investing.com

Terakhir kali emas diperdagangkan di atas itu pada tanggal 11 Juni tahun lalu, mencapai level puncak Kamis yang merupakan tingkat tertinggi dalam delapan bulan.

Tahun ini, kontrak teraktif Comex itu telah naik 3,6%, terbesar sejak 2020 ketika mencapai rekor tertinggi di atas $2.100.

Reli emas sebenarnya dimulai pada awal Desember tetapi benar-benar meningkat tahun ini karena tanda-tanda inflasi AS tidak akan berhenti. Indeks Harga Konsumen tumbuh masing-masing sebesar 7,0% dan 7,5% dalam setahun hingga Desember dan Januari, tertinggi sejak 1982 untuk keduanya. Ekonomi sendiri hanya tumbuh 5,7% untuk tahun 2021.

Sementara Inflasi telah menjadi tema sentral reli emas, ketegangan Rusia-Ukraina telah memperkenalkan kembali sebuah elemen yang telah hilang untuk sementara waktu dari emas - yaitu lindung nilai geopolitik yang emas batangan juga terkenal pada satu waktu.

Geopolitik jelas merupakan katalis untuk pergerakan emas pada hari Kamis menuju $1.900, kata para analis.

Harga didorong lebih tinggi dalam peralihan ke tempat yang aman karena ketegangan Rusia/NATO/AS meningkat," Analis Greg Michalowski dari Platform ForexLive menyatakan. "Masing-masing pihak tidak semakin dekat menuju kesepakatan yang persahabatan."

Michalowski mengatakan bahwa berdasarkan grafik hariannya, emas Comex bulan depan telah bergerak di atas titik tengah 50% dari pergerakan turun dari rekor tertinggi Agustus 2020. "Level itu berada di $1876,02," katanya, mencatat bahwa penembusan terjadi Kamis, setelah upaya gagal awal pekan ini untuk menembus resistensi itu - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 17 Februari 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Dekati Level Tertinggi 8 Bulan Pasca Rilis Notulen Rapat Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada Kamis pagi di Asia. Logam kuning mendekati level tertinggi delapan bulan yang dicapai di awal pekan ini, namun, pergerakannya kecil.

Harga emas berjangka naik 0,30% di $1.877,05/oz pukul 11.50 WIB menurut data Investing.com. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik dengan emas, juga naik 0,29% di 1.877,05 pada Kamis pagi.

Investor mencerna notulen dari rapat terakhir Federal Reserve AS, yang dirilis pada Rabu setempat. Notulen menunjukkan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat dan terus memantau tingkat inflasi. Notulen juga menunjukkan pejabat belum memutuskan laju kenaikan suku bunga tertentu.

Departemen Perdagangan AS juga merilis data pada hari Rabu yang menunjukkan penjualan ritel inti tumbuh 3,3% bulan ke bulan, dan penjualan ritel tumbuh 3,8% bulan ke bulan, pada bulan Januari. Ini merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 10 bulan, didorong oleh meningkatnya pembelian kendaraan bermotor dan barang lainnya.

Juga, data Asia Pasifik pada hari Kamis yaitu perdagangan Jepang menunjukkan ekspor tumbuh sebesar 9,6% year on year, sementara impor tumbuh 39,6% year on year, pada bulan Januari. Neraca perdagangan yang disesuaikan tercatat -JPY930 miliar ($8,05 miliar), sedangkan neraca perdagangan mencapai -JPY2,19 triliun.

Di Australia, data ketenagakerjaan yang dirilis sebelumnya menunjukkan perubahan pekerjaan sebesar 12.900 dan perubahan pekerjaan penuh tercatat -17.000, pada bulan Januari. Tingkat pengangguran rilis sebesar 4,2%.

Investor juga memantau ketegangan AS-Rusia atas Ukraina. AS meragukan klaim Rusia bahwa mereka telah menarik pasukan dari perbatasan Ukraina dan menyatakan bahwa Rusia malah menambahkan sebanyak 7.000 tentara. Namun, Rusia terus menyangkal rencana untuk menyerang Ukraina, dan menyebut klaim AS sebagai "histeria".

Dalam logam mulia lainnya, perak turun 0,28%, sementara palladium naik 1,1% dan platinum turun 0,35% pukul 12.06 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com 

Rabu, 16 Februari 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Kilau Emas Pudar Usai Rusia Tarik Pasukan Di Perbatasan Ukraina


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa, turun ke level tertingginya sejak 8 bulan terakhir.

Pelemahan ini usai berita yang menyebutkan bahwa Rusia menarik sejumlah kompi militernya di dekat perbatasan Ukraina.

Harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD1.855,06 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sejak 11 Juni di USD1.879,48 per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melemah 0,7 persen menjadi USD1.856,20 per ounce.

Sebagai akibat dari sedikit de-eskalasi dalam situasi Rusia-Ukraina, kami melihat sedikit kemunduran dalam produk  safe-haven  seperti emas," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Saham dan aset berisiko lainnya membukukan pemulihan moderat, menghentikan aksi jual pasar selama beberapa hari.

Sementara itu, data menunjukkan indeks harga produsen AS meningkat lebih dari ekspektasi pada Januari.

Data inflasi yang lebih panas dari perkiraan membebani pasar emas, karena itu dapat mendorong Federal Reserve lebih  hawkish," kata Meger.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik, kenaikan suku bunga akan meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor sekarang menunggu risalah dari pertemuan kebijakan Januari The Fed pada Rabu. Fed funds futures memperkirakan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan kebijakan Maret.

Sementara itu paladium anjlok 4,6 persen menjadi USD2.252,68 per ounce, setelah kekhawatiran gangguan pasokan karena konflik Rusia-Ukraina mendorongnya ke level tertinggi dua minggu pada Sesi Senin.

Sedangkan harga perak di pasar spot merosot 2 persem menjadi USD23,36 per ounce, platinum turun 0,4 persen menjadi USD1.024,13 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Imbas Redanya Isu Rusia Ukraina, Tapi Inflasi Batasi Pelemahan


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Beberapa bulan yang lalu, kegagalan peristiwa geopolitik bahkan seperti Ukraina-Rusia mungkin baru saja mendorong emas ke titik terendahnya.

Emas turun lebih rendah pada hari Selasa di tengah laporan pertama bahwa Moskow tampaknya mengurangi jumlah pasukan Rusia yang terkonsentrasi di perbatasan Ukraina.

Tetapi secepat penurunan adalah rebound dari posisi terendah, yang berpuncak pada penyelesaian yang nyaris tidak mengganggu momentum kenaikan emas yang dibangun selama enam minggu terakhir. Menariknya, pergerakan turun pada hari Selasa hanya terjadi setelah tercapai level tertinggi baru tiga bulan di atas $1.880 pada hari sebelumnya.

Membantu emas adalah data yang menunjukkan Indeks Harga Produsen AS tumbuh lebih besar dari yang diperkirakan pada Januari karena produsen dibayar lebih untuk produksinya dalam tren yang tampaknya akan memperburuk inflasi yang telah berkembang pada laju tercepat dalam 40 tahun.

Terlepas dari pembacaan PPI yang lebih tinggi, saham-saham AS menguat karena gagasan bahwa Federal Reserve tidak akan terlalu agresif dengan kenaikan suku bunga pertama yang mungkin akan diumumkan pada bulan Maret. Itu mendorong optimisme emas.

Pada penyelesaian, kontrak emas paling aktif di Comex New York, April, turun hanya $13,20, atau 0,7%, di $1,856,20/oz. Itu turun lebih dari $23 dari penutupan hari sebelumnya mencapai sesi terendah di 1.845,55.

Level terendah itu, tentu saja, terjadi setelah lonjakan sebelumnya ke $1.881,60, yang menandai level puncak sejak pertengahan November.

“Optimisme bahwa Rusia dapat menarik kembali beberapa pasukan adalah efek utama yang mengirim emas lebih rendah,” kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA.

"Emas sudah matang untuk beberapa aksi ambil untung tetapi pergerakan berkelanjutan yang lebih rendah mungkin tidak terjadi karena Wall Street sebagian besar tetap yakin bahwa Fed tidak akan memperketat kebijakan tahun ini."

Emas memulai Januari di atas $1.800, kemudian turun ke sekitar $1.781 sebelum secara sistemik mendapatkan kekuatan dengan menembus satu demi satu titik resisten — pertama di $1.830, kemudian $1.850 dan pada hari Senin di $1.870 (yang kebetulan juga menandai level tertinggi tiga bulan).

Ini adalah bangunan organik, blok-demi-blok yang memberikan kepercayaan kepada mereka yang mengikuti harga emas sejak awal tahun bahwa itu tidak akan berhenti sampai mencapai setidaknya $1.900 — dan kemungkinan besar bisa berlanjut setelahnya dalam tawaran untuk menuju rekor tertinggi baru di atas $2.000.

Emas mengkonfirmasi penembusan kuat di atas level tertinggi $1.877 sebelumnya dan suasana bullish menyebar di seluruh kerangka waktu utama, baik itu harian, mingguan, dan bulanan dengan stochastics dan RSI yang kuat," kata Sunil Kumar Dixit, Kepala Strategi Teknis di skcharting.com.

Pukul 08.46 WIB, harga emas turun 0,15% ke $1.853,40/oz menurut data Investing.com dan emas spot turun tipis 0,07% ke $1.851,91 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Senin, 14 Februari 2022

PT Rifan - Harga Emas Tembus Posisi Tertinggi 3 Bulan Dipicu Meningkatnya Ketakutan Perang Rusia Ukraina

 

PT RIFAN BANDUNG - Terakhir kali emas naik di atas $1.860 adalah tiga bulan lalu, dan terakhir kali naik sebesar 2% dalam sehari adalah enam bulan lalu — cukup lama untuk dilupakan pasar.

Tapi itulah yang terjadi di sesi Jumat di tengah kekhawatiran AS akan perang Rusia-Ukraina yang akan segera terjadi dan itu juga, setelah penutupan sesi Comex yang secara tidak resmi membuat pasar naik 3% untuk minggu ini.

Kontrak emas teraktif di Comex New York, April, ditutup naik $4,70, atau sebesar 0,3%, di $1,842,10/oz.

Itu sebelum PBS melaporkan Amerika Serikat percaya bahwa pemimpin Rusia Vladimir Putin telah memutuskan untuk menyerang Ukraina dan telah mengomunikasikan rencana itu kepada militer Rusia.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan kemudian mengatakan kepada media saat briefing Gedung Putih bahwa serangan Rusia di Ukraina memang bisa terjadi minggu depan dan kemungkinan akan dimulai dengan serangan udara. Sullivan, bagaimanapun, menambahkan bahwa Gedung Putih tidak mengklaim bahwa Putin telah membuat keputusan akhir tentang masalah ini.

Langkah Sullivan kembali pada apa yang disebut niat Rusia pada invasi tidak tercatat, tentu saja, di pasar yang mengamuk tentang ancaman perang yang akan segera terjadi. S&P 500 jatuh hampir 3% pada satu titik, minyak Brent mencapai $95 per barel dan emas mencapai $1,867,25 — yang secara resmi akan menjadi titik tertinggi untuk sesi Senin.

Untuk posisi beli di pasar, kemampuan emas untuk bertahan di atas level kunci $1.800 telah menjadi keuntungan meskipun ada kekhawatiran berulang atas kenaikan suku bunga AS yang berlebihan tahun ini untuk menghadapi lonjakan inflasi.

Jadi, pertanyaan emasnya: Apakah akan mencapai $1.900 berikutnya dan minggu depan?

Geopolitik sekarang bisa menjawab itu, lebih dari grafik emas - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 11 Februari 2022

Rifan Financindo Berjangka - Dolar Melemah, Emas Naik Didorong Meningkatnya Kekhawatiran Inflasi


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Emas berjangka Amerika Serikat sedikit menguat di akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menyentuh level tertinggi dalam dua minggu didukung dolar yang lebih lemah. Dan ketika data menunjukkan lonjakan harga konsumen AS mendorong daya tarik logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Dikutip dari kantor berita Antara, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 80 sen atau kurang dari 0,1 persen, menjadi menetap di 1.837,40 dolar per ounce. Emas berjangka memperpanjang kenaikannya untuk sesi kelima berturut-turut, kenaikan beruntun terpanjang sejak November.

Sehari sebelumnya, Rabu, emas berjangka bertambah 8,70 dolar AS atau 0,5 persen menjadi 1.836,60 dolar AS, setelah naik 6,10 dolar AS atau 0,3 persen menjadi 1.827,90 dolar AS pada Selasa, dan terangkat 14 dolar AS atau 0,8 persen menjadi 1.821,80 dolar AS pada Senin.

"Lingkungan suku bunga yang meningkat tidak menekan pasar emas," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Namun, di sisi lain itu adalah konfirmasi dari tren inflasi yang sedang berlangsung yang kami yakini merupakan dorongan fundamental yang mendasari di balik pergerakan emas baru-baru ini," tambahnya.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya tergelincir ke level terendah satu minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Fawad Razaqzada, analis pasar di ThinkMarkets menyebutkan kenaikan emas "menggarisbawahi statusnya sebagai komoditas safe-haven, dan lindung nilai inflasi yang efektif."

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang melonjak, kenaikan suku bunga yang dihasilkan akan meningkatkan peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Indeks harga konsumen AS melonjak 7,5 persen dalam 12 bulan hingga Januari, kenaikan tahun-ke-tahun terbesar sejak 1982, melampaui ekspektasi kenaikan 7,3 persen.

Suku bunga dana federal berjangka meningkatkan kemungkinan pengetatan setengah persentase poin oleh Federal Reserve AS pada pertemuan kebijakan bulan depan setelah data tersebut.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan melampaui 2,0 persen untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun.

Saya kira dengan pelaku pasar yang sekarang memperkirakan enam kenaikan suku bunga tahun ini, ada beberapa kekhawatiran bahwa hal itu mungkin berdampak pada pertumbuhan ekonomi di masa mendatang, dan itu mendukung harga emas," kata analis UBS Giovanni Staunovo - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Kamis, 10 Februari 2022

Rifan Financindo - Emas Terjebak Di Kisaran Letat, Investor Bersiap Untuk Data Inflasi AS


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas terjebak dalam kisaran ketat di perdagangan Asia pada Kamis pagi, karena investor menunggu data inflasi AS yang dapat menawarkan petunjuk baru tentang laju pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.


Emas spot diperdagangkan stabil di 1.833,26 dolar AS per ounce pada pukul 01.13 GMT, melayang mendekati level tertinggi Rabu di 1.835,60 dolar AS, sementara emas berjangka AS turun tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.834,30 dolar AS per ounce.


Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan merosot dari tertinggi November 2019, sementara dolar sedikit lebih tinggi.


Data inflasi diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,5 persen secara bulan ke bulan pada Januari, dan 7,3 persen untuk tahun ini, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters.


Harga emas terjebak dalam kisaran ketat di perdagangan Asia pada Kamis pagi, karena investor menunggu data inflasi AS yang dapat menawarkan petunjuk baru tentang laju pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.


Emas spot diperdagangkan stabil di 1.833,26 dolar AS per ounce pada pukul 01.13 GMT, melayang mendekati level tertinggi Rabu di 1.835,60 dolar AS, sementara emas berjangka AS turun tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.834,30 dolar AS per ounce.


Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan merosot dari tertinggi November 2019, sementara dolar sedikit lebih tinggi.


Data inflasi diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,5 persen secara bulan ke bulan pada Januari, dan 7,3 persen untuk tahun ini, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters.


Harga emas terjebak dalam kisaran ketat di perdagangan Asia pada Kamis pagi, karena investor menunggu data inflasi AS yang dapat menawarkan petunjuk baru tentang laju pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.


Emas spot diperdagangkan stabil di 1.833,26 dolar AS per ounce pada pukul 01.13 GMT, melayang mendekati level tertinggi Rabu di 1.835,60 dolar AS, sementara emas berjangka AS turun tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.834,30 dolar AS per ounce.


Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan merosot dari tertinggi November 2019, sementara dolar sedikit lebih tinggi.


Data inflasi diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,5 persen secara bulan ke bulan pada Januari, dan 7,3 persen untuk tahun ini, menurut ekonom yang disurvei oleh Reuters - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber :  antaranews.com

Rabu, 09 Februari 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Kenaikan Inflasi Hingga Ketegangan Rusia Ukraina Bikin Investor Berburu Emas


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas melesat ke level tertinggi hampir dua pekan pada perdagangan Selasa, para investor memburu logam kuning tersebut usai meningkatnya kekhawatiran laju inflasi dan ketegangan RusiaUkraina.

Harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.827,86 per ounce setelah menyentuh level tertinggi sejak 26 Januari, yakni USD 1.828,12 per ounce.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,3 persen menjadi USD1.827,90 per ounce, menjelang data inflasi AS yang akan dirilis Kamis.

Ada lebih banyak pendekatan wait-and-see dengan beberapa data yang lebih besar bakal dirilis pekan ini. Emas menunjukkan itu membentuk support besar-besaran di kisaran USD1.800 dan ini akan menjadi minggu yang penting bagi logam kuning," kata Edward Moya, analis OANDA.

Harga emas terjebak dalam kisaran perdagangan yang terbatas sejak awal tahun, tertahan di antara meningkatnya kekhawatiran inflasi dan melesatnya ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Jika data (inflasi) aktual sesuai ekspektasi atau lebih tinggi, dolar akan menguat bersama imbal hasil US Treasury, meninggalkan emas dengan tekanan penurunan yang substansial," ujar analis DailyFX, Warren Venketas.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga The Fed, yang meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Suku bunga yang lebih tinggi juga mendorong dolar, menekan logam mulia yang dihargakan dalam greenback.
Ketegangan Rusia-Ukraina akan tetap meningkat meski ada optimisme dari Presiden Prancis Macron, kata Moya.

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,3 persen membuat emas mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara imbal hasil US Treasury 10-tahun mencapai level tertinggi lebih dari dua tahun.

Sementara itu harga logam mulia lainnya, perak naik 0,9 persen menjadi USD 23,19 per ounce, platinum melonjak 1,4 persen menjadi USD 1.034,36 per ounce, sementara paladium turun 0,2 persen menjadi USD 2.258,87 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

 

Selasa, 08 Februari 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Tapi Dekat Level Tertinggi 1 Minggu Imbas Faktor Inflasi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Selasa di Asia, meskipun tekanan inflasi yang berkelanjutan memberi dorongan pada logam kuning safe haven. Investor juga menunggu data inflasi AS pekan ini.

Harga emas berjangka turun tipis 0,11% menjadi $1.819,75/oz pukul 12.20 WIB, tetap berada di dekat level tertinggi 1,823,21 yang dicapai pada hari Senin. Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik dengan emas, menguat 0,21% ke 95,593 pada hari Selasa. Treasuries benchmark AS tenor 10 tahun stabil di dekat level tertinggi sejak Desember 2019, yang dicapai selama sesi sebelumnya.

Data AS, termasuk cindeks harga konsumen, akan dirilis pada hari Kamis. Masih harus dilihat bagaimana data akan berdampak pada kerangka waktu Federal Reserve AS untuk memperketat kebijakan moneternya. Pasar sekarang memperkirakan peluang satu dari tiga kesempatan bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada Maret 2022.

Di seberang Atlantik, tidak ada kebutuhan pengetatan kebijakan moneter besar-besaran di zona euro karena inflasi akan turun kembali dan bisa stabil di sekitar 2%, Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde mengatakan pada hari Senin. Ia menambahkan bahwa harga energi yang tinggi, pendorong utama inflasi, kemungkinan akan menggerus daya beli rumah tangga.

Sementara itu, Presiden Fed Cleveland Loretta Mester akan berbicara pada hari Rabu, dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey menyusul sehari kemudian.

Ketegangan geopolitik yang berlangsung di Eropa Timur terkait Ukraina juga berlanjut, tetapi Presiden Prancis Emmanuel Macron memperingatkan bahwa hari-hari mendatang akan menjadi sangat penting setelah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun, Putin mengisyaratkan bahwa beberapa kemajuan telah dibuat dalam pembicaraan tersebut.

Di logam mulia lainnya, perak jatuh 0,97, platinum turun 0,7% pukul 12.24 WIB, dan palladium juga turun 0,5% - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Jumat, 04 Februari 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Makin Naik, Bank Sentral Global Isyarat Ubah Kebijakan


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik pada Jumat dan bersiap untuk mencatat kenaikan mingguan. Melemahnya dolar AS, di samping berlanjutnya kekhawatiran atas inflasi yang tinggi, dan ketegangan AS-Rusia atas Ukraina memberi dorongan pada logam kuning safe-haven ini.

Harga emas berjangka kian naik 0,25% menjadi $1.808,55/oz pukul 11,44 WIB. Harga logam mulia mencapai angka $1804,4 selama sesi sebelumnya akibat dolar yang lebih lemah dan penurunan selera risiko di pasar ekuitas membantu melawan tekanan dari lonjakan imbal hasil Treasury AS. Emas telah naik hampir 0,9% dalam seminggu hingga saat ini.

Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, terus turun pada hari Jumat dan akan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2020.

Pertarungan inflasi Federal Reserve AS harus menjadi prioritas utamanya, calon Dewan Gubernur bank sentral mengatakan di hadapan anggota parlemen pada hari Kamis. Para calon tersebut, Lisa Cook, Philip Jefferson, dan Sarah Bloom Raskin, berkomentar menggarisbawahi dukungan untuk poros hawkish dalam kebijakan moneter The Fed.

Di seberang Atlantik, European Central Bank mengisyaratkan pada hari Kamis bahwa ia dapat membalikkan sikap dovishnya dan menaikkan suku bunga pada tahun 2022. Bank of England menaikkan tingkat suku bunganya menjadi 0,5% dalam keputusan kebijakannya pada hari yang sama.

Di Asia Pasifik, Bank of Japan akan merilis keputusan kebijakannya pada minggu depan.

Namun, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa "terlalu dini" untuk mengatakan jika dunia menghadapi periode inflasi yang berkelanjutan.

Sementara itu, ketegangan AS-Rusia atas Ukraina terus meningkat. Rusia telah merumuskan beberapa opsi sebagai alasan untuk menyerang Ukraina, termasuk potensi penggunaan video propaganda yang menunjukkan serangan bertahap, menurut AS.

Di logam mulia lainnya, perak naik 0,75%, platinum naik tipis 0,32% pukul 11.48 WIB dan palladium naik 0,16% - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Kamis, 03 Februari 2022

Rifan Financindo - Dolar Dan Imbal Hasil Obligasi AS Tertekan, Harga Emas Dunia Naik

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas kembali menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena melemahnya dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah laporan pekerjaan yang suram, mendukung permintaan terhadap logam safe-haven di tengah ketegangan yang memanas antara Rusia dan Barat atas Ukraina.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 8,80 dolar AS atau 0,5 persen, menjadi menetap di 1.810,30 dolar AS per ounce. Ini merupakan penyelesaian kontrak teraktif tertinggi sejak 26 Januari, menurut data FactSet.

Sehari sebelumnya, Selasa, emas berjangka terangkat 5,10 dolar AS atau 0,3 persen menjadi 1.801,50 dolar AS, setelah meningkat 9,80 dolar AS atau 0,6 persen menjadi 1.796,40 dolar AS pada Senin, dan jatuh 8,4 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.786,60 dolar AS pada Jumat.

Emas masih melayang di atas 1.800 dolar AS dan banyak hal yang berkaitan dengan imbal hasil obligasi pemerintah telah "terkuras" dan karena dolar masih mendekati posisi terendah hari ini setelah data penggajian (payrolls) swasta, kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Sebuah laporan ketenagakerjaan dari ADP menunjukkan data penggajian swasta AS secara tak terduga turun pada Januari, menekan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Jika emas dapat terus stabil di atas 1.800 dolar AS, beberapa investor mungkin akan mulai kembali, tambah Moya.

Memperkuat daya tarik emas, Presiden AS Joe Biden menyetujui pengiriman pasukan tambahan ke Eropa timur atas ancaman Rusia untuk menyerang Ukraina.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik yang lebih tinggi, kenaikan suku bunga tetap menjadi hambatan potensial karena hal itu berarti peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor menunggu pertemuan Bank Sentral Eropa dan bank sentral Inggris (BOE) pada Kamis waktu setempat untuk isyarat tentang laju pengetatan kebijakan moneter dalam menghadapi inflasi yang melonjak.

Penutupan jangka pendek yang berkelanjutan dan pembelian dengan harga murah" membantu harga emas, Jim Wyckoff, seorang analis senior di Kitco Metals, mengatakan dalam sebuah catatan.

Indeks dolar AS yang merosot dan harga minyak mentah mencapai tertinggi tujuh tahun minggu ini adalah bullish di luar kekuatan pasar untuk pasar logam," tambah Wyckoff.

Sementara emas kemungkinan akan mengeksploitasi kelemahan dolar untuk mendorong lebih tinggi, prospek jangka pendeknya tetap dipengaruhi oleh laporan pekerjaan AS pada Jumat," kata Lukman Otunuga, manajer, analisis pasar di FXTM.

Laporan pekerjaan yang kuat yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan dan upah yang kuat dapat memperkuat ekspektasi hawkish (Federal Reserve), menyeret harga emas lebih rendah karena dolar mendapatkan kembali kekuatannya," katanya.

Namun, jika laporan pekerjaan mengecewakan, ini bisa memberikan sedikit kelegaan bagi emas, mengakibatkan kenaikan kembali ke 1.831 dolar AS - RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com