Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Selasa, 30 Juni 2020

PT Rifan Financindo - Harga Emas Kokoh Di US$ 1.770, Kenapa Susah Tembus US$ 1.800


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia kokoh di rentang level tertingginya tahun ini. Investor masih wait and see terhadap perkembangan terbaru pandemi Coronavirus disease 2019 (Covid-19) secara global dan seperti apa respons pasar. 

Harga emas di pasar spot cenderung flat. Pada 07.30 WIB harga logam mulia dibanderol US$ 1.770,37/troy ons atau melemah tipis 0,06% dibanding posisi penutupan perdagangan kemarin.

Peningkatan jumlah kasus virus corona di sebagian besar Amerika Serikat telah membuat pasar gelisah dan mendukung emas, ada fenomena beralih ke emas sejak minggu lalu ... Namun untuk saat ini, para trader sedang menunggu untuk melihat bagaimana kinerja ekuitas dan jika terjadi tekanan jual di pasar saham nantinya, emas akan bergerak lebih tinggi.

Lonjakan kasus tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja, tetapi juga belahan dunia lain. China yang juga melaporkan adanya peningkatan kasus akhirnya memilih untuk mengkarantina Beijing sebagai episentrum baru wabah.

Sementara itu di Inggris, Menteri Kesehatan Matt Hancock meminta Leicester untuk kembali dikarantina lantaran laju infeksi Covid-19 di wilayah tersebut merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan wilayah lain.

Hancock berkata sekolah dan beberapa toko yang dinilai kurang esensial harus ditutup dan warga dilarang untuk bepergian keluar maupun di dalam kota. Kami tidak mengambil keputusan ini dengan mudah, tetapi kepentingan rakyat Leicester lah yang kami utamakan.

Namun, Stephen Innes, kepala strategi pasar di perusahaan jasa keuangan AxiCorp mengatakan rendahnya inflasi menimbulkan tantangan bagi emas untuk kembali reli."Mengingat inflasi mengarah lebih rendah baik dalam jangka pendek dan menengah, emas butuh (imbal hasil obligasi) yang terus turun tahun ini.

Rendahnya inflasi juga berpotensi membuat bank sentral Eropa (ECB) kembali menambah jumlah uang yang disuntikkan ke perekonomian melalui Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP). 

Awal pekan ini ECB menambah dana sebesar 600 miliar euro untuk membeli aset-aset keuangan sehingga secara total ECB menggelontorkan uang senilai 1,35 triliun euro jika ditambah dengan nominal sebelumnya di 750 miliar euro. 

Namun ekonom Eropa Florian Hense memperkirakan bahwa ECB mungkin akan menambah 1 triliun euro (US$ 1,12 triliun) untuk mendukung langkah pembelian aset finansial dalam dua atau tiga tahun ke depan. 

Pelaku pasar sejatinya juga melihat peluang bahwa ECB mungkin akan menyuntik uang lebih dari 500-600 miliar euro. Ada kemungkinan tambahan hingga 800 miliar euro yang membuat total alokasi untuk program PEPP ini menjadi 1,6 triliun euro.

Meski kebijakan yang diambil oleh ECB dan stimulus fiskal yang digelontorkan oleh masing-masing pemerintah anggota Uni Eropa akan memberikan dampak positif bagi inflasi, tetapi Hense yakin bahwa ini hanya masalah waktu sebelum ECB akan mengambil tindakan tambahan.

Riset mandiri ECB pada program pembelian aset sebelumnya menunjukkan bahwa keputusan yang diambil pada Juni akan memberikan dampak kecil bagi inflasi, proyeksi inflasi saat ini masih terlalu optimistik. Jika demikian maka ECB akan membutuhkan langkah tambahan dari yang sudah direncanakan merespons inflasi yang lemah di bulan Juni. 

Di tengah kondisi yang serba tidak pasti memang minat terhadap emas sebagai aset safe haven meningkat. Namun meski banjir stimulus sudah terjadi outlook inflasi yang rendah membuat emas agak susah bergerak lebih tinggi - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com


Senin, 29 Juni 2020

PT Rifan - Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Karena Kasus Virus Corona Terus Naik

 
PT RIFAN BANDUNG - Harga emas naik 1 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa lagi waktu Jakarta) dan mencetak rekor tertinggi dalam lebih dari 1 bulan, pendorong kenaikan harga emas karena investor mencari instrumen lindung nilai setelah kenaikan kasus virus Corona yang menghambat pemulihan ekonomi.

harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.760,55 per ounce. Harga tertinggi dalam perdagangan Senin adalah USD 1.762,84 per ounce, tertinggi sejak 18 Mei, sedangkan harga emas berjangka AS juga naik 1,3 persen ke level USD 1.776 per ounce.

Ada beberapa sentimen yang membuat harga emas melambung, kenaikan kasus virus Corona secara global telah menyebabkan harga emas menembus level USD 1.750 per ounce. Jika kita tutup di atas USD 1.765 per ounce hari ini, level USD 1.800 tidak terlalu jauh," jelas dia.

Emas merupakan instrumen yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi. Harga emas mendapat dorongan setelah WHO pada Minggu melaporkan rekor kenaikan tertinggi, dengan peningkatan terbesar di Amerika Utara dan Selatan.

Dua pejabat Bank Sentral AS pada Jumat memperingatkan tingkat pengangguran bisa naik lagi jika virus Corona tidak bisa dikendalikan. Bank sentral di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah stimulus agresif dan mempertahankan suku bunga rendah selama pandemi.

Tampaknya ada beberapa peningkatan dalam ekspektasi inflasi yang mendorong suku bunga riil lebih rendah dan memberikan dukungan pada harga emas, sebelumnya, harga emas terus memguat selama pandemi Corona ini. Bahkan analis Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan terus melanjutkan reli dipicu karena pelemahan dolar AS.

Harga emas diperdagangkan di atas USD 1.736 per ounce pada Jumat lalu di bursa Eropa. Angka tersebut naik sekitar0,8 persen dalam perdagangan sepanjang hati itu - PT RIFAN

Sumber : liputan6.com


Jumat, 26 Juni 2020

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dunia Diprediksi Tembus Rp 4,5 Juta/Gram


RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia masih menjadi perhatian para pelaku pasar seiring dengan posisinya sebagai aset lindung nilai alias safe haven saat pandemi Covid-19 masih menghantam perekonomian global. 
 
Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Kamis kemarin setelah terkoreksi pada perdagangan Rabu. Berdasarkan data Refinitiv, pada pukul 15:57 WIB Kamis, emas diperdagangkan di level US$ 1.764,38/troy ons, menguat 0,17% di pasar spot. Pada Rabu, harga logam mulia ini melemah 0,27%.

Banyak analis yang memprediksi harga emas akan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Ada yang memprediksi emas akan mencapai US$ 2.000/troy ons, hingga yang paling tinggi US$ 4.000/troy ons dalam jangka panjang.

Kini, ada ramalan yang sangat ekstrim, dan sungguh gilak! Emas dunia diprediksi terbang hingga US$ 10.000/troy ons, oleh Dan Olivier, pendiri Myrmikan Capital. Ini adalah perusahaan pengelola dana yang berbasis di New York yang fokus pada riset emas (Myrmikan Research) dan pengelola dana Myrmikan Gold Fund.

Mengacu aturan di pasar, satu troy ons setara dengan 31,1 gram, sehingga besaran US$ 10.000 per troy ons yang diproyeksikan Dan Oliver, lalu dikonversi dengan membagi angka tersebut dengan 31,1 gram, hasilnya US$ 321,54 per gram. Dengan asumsi kurs rupiah Rp 14.000/US$, maka prediksi harga emas berada di Rp 4,5 juta/gram.

Olivier melihat neraca (balance sheet) bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) sebagai faktor utama yang membawa harga emas terbang mengangkasa.

The Fed, seperti yang ada ketahui, melakukan aksi pembelian aset uang masif akibat situasi yang disebabkan virus corona, oleh karena itu harga ekuilibrium emas juga naik dengan sepadan, harga emas yang seimbang dengan balance sheet The Fed kini sangat tinggi," kata Olivier, sebagaimana dilansir Kitco.

Perkiraan saya sudah berubah, saya sekarang melihat harga emas bisa ke US$ 10.000/troy ons," tambahnya, sayangnya, Olivier tidak menyebutkan dalam rentang waktu berada lama emas akan mencapai level US$ 10.000/troy ons, Balance sheet The Fed menunjukkan nilai aset (surat berharga) yang dibeli The Fed melalui kebijakan quantitative easing (QE).

Pada periode 2008-2014 The Fed melakukan QE untuk guna memacu perekonomian yang sebelumnya terkena krisis finansial. Semakin banyak jumlah aset yang dibeli, maka balance sheet The Fed akan semakin besar. Saat itu nilai balance sheet The Fed mencapai US$ 4,5 triliun.

Kebijakan tersebut membuat perekonomian AS banjir likuiditas, yang menjadi salah satu penopang penguatan emas hingga mencetak rekor tertinggi di bulan September 2011 lalu, Kini, kebijakan yang sama diterapkan oleh The Fed, sang ketua Jerome Powell bahkan mengatakan akan melakukan QE berapa pun nilainya selama diperlukan oleh perekonomian. Saat ini, balance sheet The Fed sudah mencapai US$ 7,14 triliun, dan kemungkinan masih akan terus meningkat.

Itu baru The Fed, belum lagi bank sentral lainnya yang juga menerapkan QE dengan jumlah besar, bahkan beberapa bank sentral, seperti bank sentral Australia baru pertama kali menerapkan QE.
Situasi saat ini tentunya lebih menguntungkan lagi buat emas ketimbang pasca krisis finansial 2008.
Belum lagi gelontoran stimulus fiskal yang dilakukan pemerintah di berbagai negara yang membuat perekonomian global banjir likuiditas. Dampaknya, banyak analis memprediksi emas akan mencetak rekor tertinggi lagi, bahkan jauh lebih tinggi dari rekor sebelumnya US$ 1.920/troy ons.

Emas saat ini berada di dekat level US$ 1.800/troy ons yang dianggap sebagai level psikologis. Bank of Amerika (BofA) melihat level tersebut menjadi kunci pergerakan emas, untuk mencapai rekor tertinggi.

Dalam riset yang dikutip oleh Kitco, analis BofA melihat sejak emas turun dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 1.920/troy ons pada September 2011 lalu, emas dikatakan sudah 3 kali mencoba kembali ke atas US$ 1.800/troy ons tetapi gagal.

Dengan demikian kali ini, jika mampu dilewati emas punya peluang untuk mencetak rekor tertinggi sepanjang masa baru. BofA menargetkan emas mencapai US$ 2.000/US$ di kuartal III-2020.
BofA memprediksi harga emas akan mencapai US$ 2.000/troy ons di kuartal III-2020, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Tetapi rekor tersebut diprediksi akan pecah lagi, emas akan melesat lebih tinggi.

Dalam 18 bulan ke depan, BofA memprediksi emas mencapai US$ 3.000/troy ons.
Dari dalam negeri, harga emas yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun 1,05% atau sebesar Rp 9.000 menjadi Rp 849.120/gram pada Kamis kemarin, dari perdagangan Rabu di level Rp 858.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Rabu, harga emas Antam naik 0,94% atau Rp 8.000 dari posisi harga Selasa yakni Rp 850.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 1,05% berada di Rp 84,912 juta dari harga kemarin Rp 85,812 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Kamis turun Rp 9.000 menjadi Rp 907.000/gram setelah naik Rp 8.000 ke Rp 916.000/gram pada hari Rabu kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga turun 1,11% atau Rp 9.000 ditetapkan pada Rp 800.000/gram, dari posisi kemarin Rp 809.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia.com

Kamis, 25 Juni 2020

Rifan Financindo - Emas Rekor Lagi, Harga Emas Antam Bisa Tembus Rp 900.000

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia mencetak rekor penutupan tertinggi lagi di tahun ini pada perdagangan Selasa pekan ini. Adanya risiko penyebaran pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) gelombang kedua masih menjadi penopang penguatan harga emas dunia.
 
Penguatan harga emas dunia berkaitan dengan keunggulan emas yang biasa menjadi aset aman (safe haven) sehingga ketika investor dihadapkan pada kekhawatiran Covid-19, emas mulai diburu lagi dan membuat harganya melesat.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa lalu menguat 0,69% ke US$ 1.766,51/troy ons yang merupakan rekor penutupan perdagangan tertinggi tahun ini. Harga logam mulia ini juga berada di level tertinggi dalam 7,5 tahun terakhir, dan sejak awal tahun sudah melesat lebih dari 16%.

Secara teknikal, emas sudah berhasil break out level US$ 1.744/troy ons yang merupakan batas atas pola Rectangle pada hari Senin, tetapi masih di bawah level tertinggi intraday tahun ini di US$ 1.764,55/troy ons yang dicapai pada 18 Mei lalu.

Selasa lalu, level tertinggi intraday tersebut akhirnya ditembus, sehingga peluang berlanjutnya penguatan emas semakin besar. Terbukti, emas hari ini kembali melanjutkan penguatan, pada pukul 16:30 WIB Rabu kemarin, berada di level US$ 1.775,79/troy ons, menguat 0,54% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Pola Rectangle menjadi indikasi emas berada dalam fase konsolidasi atau bergerak sideways, dengan batas bawah di US$ 1.670/troy ons. Rentang batas bawah ke batas atas pola Rectangle sebesar US$ 74, jadi ketika batas atas berhasil ditembus maka target penguatan emas juga sebesar US$ 74 dari batas atas US$ 1.744/troy ons.

Artinya, target penguatan emas ketika pola Rectangle ditembus adalah US$ 1.818/troy ons, lebih tinggi dari level psikologis US$ 1.800/US$, sementara itu, indikator Stochastic kembali masuk ke wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun.

Level US$ 1.744 kini menjadi support (tahanan bawah) terdekat, selama bertahan di atasnya, peluang emas ke US$ 1.818/troy ons masih tetap terjaga.

Dari dalam negeri, harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu kemarin naik hingga 0,94% atau sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 858.120/gram dari perdagangan Selasa di level Rp 850.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, harga emas Antam naik meski hanya 0,12% atau Rp 1.000 dari posisi harga Senin yakni Rp 849.120/gram, berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam kemarin, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram naik 0,94% berada di Rp 85,812 juta dari harga kemarin Rp 85,012 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda, adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Rabu juga naik Rp 8.000 menjadi Rp 916.000/gram setelah naik Rp 1.000 ke Rp 908.000/gram pada hari Selasa kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam pun naik 1,25% atau Rp 10.000 ditetapkan pada Rp 809.000/gram, dari posisi kemarin Rp 799.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Harga emas Antam pernah mencapai level di atas Rp 900.000/gram, tepatnya Rp 903.000/gram pada Senin (13/4/2020) untuk harga acuan 100 gram, kendati langsung turun keesokan harinya di level Rp 899.000/gram. Pada 14 April itu, khusus harga emas Antam 1 gram juga tembus Rp 948.000/gram - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia.com