Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Jumat, 30 Desember 2022

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Dibanderol USD1.826/Ounce, Naik 0,56%

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dijual lebih tinggi di akhir perdagangan Kamis. Harga emas berbalik menguat dari penurunan sebelumnya karena dolar melemah setelah optimisme awal atas pembukaan kembali China gagal. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange menguat USD10,20 atau 0,56% menjadi USD1.826,00 per ounce. Sebelumnya menyentuh level tertinggi sesi di USD1.827,30 dan terendah di USD1.811,20. 

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 41 sen atau 1,72% menjadi USD24,25 per ounce. Platinum untuk pengiriman April bertambah USD44,8 atau 4,39% menjadi USD1.065 per ounce.

Dolar AS melemah, dengan indeks yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya merosot 0,59% menjadi 103,8610 pada pukul 15.00 waktu setempat (20.00 GMT). Hal tersebut menyusul pencabutan aturan karantina China untuk pelancong yang masuk mulai 8 Januari, negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, dan India mengatakan mereka akan mewajibkan tes COVID untuk pelancong dari China.

Kecepatan China membatalkan aturan Covid telah membuat sistem kesehatannya kewalahan dan memicu kekhawatiran tentang penyebaran virus.

China adalah salah satu kunci menurut saya hingga 2023 dan apa yang terjadi pada ekonomi global," kata Presiden Pasar Dunia TIAA Bank, Chris Gaffney, dikutip dari Antara, Jumat (30/12/2022).

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim awal untuk tunjangan pengangguran bertambah 9.000 ke penyesuaian secara musiman menjadi 225.000 untuk pekan yang berakhir 24 Desember, lebih lanjut mendukung emas.

Para analis mengatakan bahwa pertimbangan teknis mendorong emas juga, karena logam mulia terus diperdagangkan di atas level dukungan psikologis penting USD1.800 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

Kamis, 29 Desember 2022

Rifan Financindo - Emas Turun Ditekan Dolar

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas di pasar spot turun 0,6% ke USD1.803,16 per ounce dan sempat turun hingga USD1.796 pada awal sesi. Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan, penguatan Dolar AS dan imbal hasil Treasury 10-tahun AS yang ada di posisi tertingginya membebani permintaan emas.

Para investor kini menunggu klaim data klaim pengangguran awal mingguan AS yang akan terbit hari ini, Kamis (29/12/2022). Sementara itu, harga komoditas logam lainnya bergerak mixed di pasar berjangka.

Tembaga Berjangka tercatat stabil sejak hari Rabu yang hanya naik 0,05% dan turun 0,09% pada hari ini. Tembaga juga pada posisi bulanan naik 2.7% dan berpeluang melanjutkan kenaikan bulanan November sebesar 10,7%.

Perak Berjangka hari ini tercatat turun 0,2% dan melanjutkan penurunan kemarin, Rabu (28/12), sebesar 1,5%. Namun, Perak telah naik 9,2% sepanjang Desember dan bahkan komoditas ini naik 14% sepanjang November. Perak juga mencatat kenaikan bulanan beruntun sejak September.

Nikel Berjangka pada Rabu (28/12) tercatat naik 2,5% dan dengan demikian berada dalam posisi naik 12.3% di bulan Desember. Padahal, Nikel telah naik 23,7% pada bulan November lalu, dan juga naik 3,3% pada Oktober - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 28 Desember 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Hari Ini Menguat

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) memperpanjang keuntungan untuk hari kedua beruntun.

Emas menguat didorong oleh pelemahan USD setelah China mengatakan akan membatalkan aturan karantina COVID-19 untuk pelancong yang masuk. Hal itu dianggap sebagai langkah besar dalam pembukaan kembali perbatasannya.

Bursa Comex ditutup pada Senin (26/12) untuk hari libur Natal. Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,17 persen menjadi 104,1510 pada pukul 15.00 waktu setempat. (2000 GMT). Indeks USD telah jatuh 7,0 persen sejak awal kuartal keempat. China telah melonggarkan pembatasan COVID-19, meningkatkan harapan untuk meningkatkan ekonominya. Investor menganggap ini sebagai sinyal bullish untuk emas, karena permintaan fisik untuk emas dapat meningkat.

Komisi Kesehatan China, pada Senin (26/12) menyatakan akan berhenti mewajibkan pelancong yang masuk untuk melakukan karantina pada saat kedatangan mulai 8 Januari, bahkan ketika kasus COVID melonjak. Pada saat yang sama, Beijing menurunkan peraturan untuk menangani kasus COVID menjadi Kategori B yang tidak terlalu ketat dari Kategori A tingkat atas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange, bertambah USD 18,90 atau 1,05 persen menjadi ditutup pada USD 1.823,10 per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di USD 1.841,90 dan terendah di USD 1.808,00 per ounce. Emas berjangka terangkat USD 8,90 atau 0,5 persen menjadi USD 1.804,20 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com

Selasa, 27 Desember 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Masih Naik, Pasar Tunggu Rilis Angka PDB Dan Inflasi

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas naik pada hari Kamis di tengah kekhawatiran resesi 2023 mendorong beberapa safe haven kembali ke logam kuning, dan fokus kini beralih ke data kunci pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS yang akan dirilis minggu ini.

Harga emas naik minggu ini terhadap dolar yang melemah, yang sebagian disokong oleh langkah kurang dovish Bank of Japan. Greenback juga ditopang oleh ekspektasi berkembang bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya, yang dapat menarik laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Federal Reserve.

Harga emas spot naik 0,2% di $1.818,58/oz, dan emas berjangka naik 0,1% di $1.827,45/oz pukul 08.08 WIB. Logam kuning diperdagangkan naik 1,5% untuk minggu ini, dan mendekati level tertinggi lima bulan.

Pasar sekarang menunggu revisi data PDB AS untuk kuartal III. Data awal menunjukkan ekonomi tumbuh lebih baik dari perkiraan 2,9% pada kuartal September, dan analis memperkirakan angka tersebut tetap sama dalam revisi pertama yang akan dirilis hari ini.

Fokus minggu ini tertuju Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS, yang merupakan pengukur inflasi pilihan Federal Reserve. indeks inti diperkirakan telah turun kembali pada bulan November dari bulan sebelumnya.

Tetapi indeks masih tetap jauh di atas kisaran target tahunan Fed, menyiratkan bank sentral masih perlu memperketat kebijakan lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi.

Prospek kenaikan suku bunga di pasar negara maju kemungkinan akan membuat harga emas tetap lemah dalam beberapa bulan mendatang, usai Bank of Japan, European Central Bank dan Bank of England juga mengirimkan pesan hawkish.

Logam mulia lainnya naik pada hari Kamis, meskipun prospeknya juga tetap mendung. Fokus minggu ini juga tertuju data inflasi konsumen dari Jepang, utamanya setelah BOJ agak memperketat kebijakan setelah hampir satu dekade menyediakan langkah-langkah nan akomodatif.

Sementara, nikel turun 0,9% pukul 15.24 WIB, timah mencapai 24.060,00 di ICE London pada penutupan Rabu, dan tembaga naik 0,06%.

Di antara logam industri, harga tembaga naik karena ada lebih banyak tanda-tanda pembukaan kembali ekonomi di China, bahkan tatkala negara itu menghadapi lonjakan besar kasus COVID-19.

Harga tembaga naik 0,7% di $3,8425 dan akan naik lebih dari 2% minggu ini.

Tetapi harga logam merah masih diperdagangkan turun untuk tahun ini, pasalnya prospek tetap tidak pasti dalam menghadapi kenaikan suku bunga dan potensi resesi.

Selain itu, karet turun 2,37% pada Selasa di Singapura, batubara Newcastle ICE London di 405,00 hingga Jumat, kakao AS naik 1,52% pada dini hari. Serta, kopi robusta di London berada di 1.882,00 dan gas alam naik 2,03% pukul 15.27 WIB.

Untuk mata uang, USD/JPY turun 0,41%, GBP/JPY naik 0,08%, GBPUSD naik 0,48%, EURUSD naik 0,42%, dan AUD/USD naik 0,76%. Kripto bitcoin turun 0,15% pukul 15.29 WIB BTC/USD dan ethereum turun 0,01% (ETH/USD). Lainnya, ETC/USD turun 0,78%.

Di Indonesia, IHSG ditutup naik 0,06% dan rupiah naik 0,02% di 15.582,5 per dolar AS - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 19 Desember 2022

PT Rifan - Emas Stabil Cenderung Positif

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak tipis pada hari Senin kala pasar mencerna kesibukan sinyal bank sentral hawkish dan meningkatnya risiko resesi, sementara harapan pembukaan kembali ekonomi China membantu harga tembaga memulihkan kerugian baru ini.

Prospek jangka pendek untuk pasar logam tetap membosankan, terutama usai bank sentral utama termasuk Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) mengisyaratkan bahwa suku bunga akan naik lebih jauh.

Pasar logam tertekan oleh kenaikan suku bunga tahun ini, yang menaikkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak menghasilkan - terutama emas dan logam mulia lainnya.

Meski prospek kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Fed memang menguntungkan harga emas dalam beberapa pekan terakhir, emas masih diperdagangkan turun 1% untuk tahun ini. Emas juga jauh di bawah tingkat puncak yang dicapai selama awal invasi Rusia ke Ukraina, setelah sebagian besar melepaskan status safe haven-nya ke dolar.

Hal ini juga membuat logam kuning sedikit menguat dalam menghadapi potensi resesi AS. Investor semakin waspada terhadap inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga yang memicu resesi pada tahun 2023.

Harga emas spot flat di sekitar $1.793,55/oz, dan emas berjangka naik 0,2% ke $1.802,90/oz pukul 08.00 WIB.

Harga emas diperkirakan akan mengalami sedikit aksi perdagangan untuk sisa tahun ini, di mana libur pasar dan kurangnya isyarat membuat volume rendah dalam beberapa minggu mendatang.

Logam mulia lainnya naik pada hari Senin tatkala dolar beranjak turun. Platinum naik 0,7% dan perak naik 0,6%. Kedua logam tersebut juga diperdagangkan sedikit naik untuk tahun ini.

Di antara logam industri, harga tembaga melonjak pada hari Senin, pulih dari kerugian tajam minggu lalu saat pasar berspekulasi pada pengetatan pasokan dan peningkatan permintaan di China memasuki tahun 2023.

Tembaga melonjak hampir 1% di $3,8063/oz.

Logam merah didorong oleh harapan baru bahwa negara importir utama China akan mengalami pemulihan ekonomi pada tahun 2023, karena mengurangi kebijakan nol-COVID yang ketat.

Tetapi dalam waktu dekat, pasar diperkirakan akan mendapat peningkatan volatilitas pasalnya pelonggaran pembatasan COVID juga meningkatkan infeksi di negara tersebut.

Namun, data perdagangan baru ini menunjukkan bahwa impor tembaga China tumbuh stabil tahun ini, kala produsen lokal menggunakan kelemahan harga baru-baru ini sebagai peluang pembelian - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Rabu, 14 Desember 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Capai High 6 Bulan, Dolar Jatuh Usai Turunnya Inflasi AS

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Ini mungkin saat yang ditunggu-tunggu oleh buyer emas, baik harga emas berjangka maupun harga spot fisik logam kuning melonjak sekitar 2% pada hari Selasa untuk mencapai level tertinggi enam bulan di atas level kunci $1.800 per ons setelah data harga konsumen AS mengindikasikan penurunan inflasi yang stabil dari level tertinggi 40 tahun.

Kontrak emas berjangka Februari di Comex New York berakhir di $1.821,35/oz, atau naik 1,62%. Puncak sesi $1.836,80 menjadi level tertinggi untuk emas Comex sejak 27 Juni, mencapai level tertinggi hampir enam bulan.

Harga emas spot, yang lebih dipantau daripada kontrak futures oleh beberapa trader, berada di $1.809,78/oz, atau naik 1,61%.

"Untuk emas spot, pada titik ini, di $1.810-$1.800- $1.790 menjadi zona support terdekat dan aksi harga berkonlidasi mendekati level resisten utama berikutnya dan target $1.845," Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di SKCharting.com, memprediksi.

Emas telah naik sekitar $200 dari level terendah $1.600 yang dicapai pada awal Oktober. Selama tujuh minggu terakhir, emas telah menurun hanya dalam satu minggu.

Rebound telah dibantu oleh jatuhnya Indeks Dolar AS, yang telah turun hampir 8% dari nilainya sejak Oktober. Pada hari Selasa saja, indeks tersebut, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang lain, turun 1,4%, level terbesar dalam sehari sejak 11 November.

Pelemahan terbaru dolar terjadi pasalnya harga konsumen AS naik 7,1% dalam 12 bulan hingga November, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan pada hari Selasa, menyiratkan pertumbuhan inflasi terkecil dalam hampir satu tahun dan menandai kemenangan bagi rencana Federal Reserve untuk memperlambat kenaikan suku bunga setelah bertindak agresif menaikkannya untuk mengekang tekanan harga.

Para ekonom telah memperkirakan Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan, yang dikenal singkatnya sebagai IHK, tumbuh sebesar 7,3% pada tahun ini hingga November setelah meningkat 7,7% tahunan yang dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS untuk bulan Oktober.

"Ini adalah kenaikan 12 bulan terkecil sejak periode yang berakhir Desember 2021," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

IHK mencapai level tertinggi 40 tahun pada bulan Juni ketika tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 9,1%. Sejak puncak itu, angka telah melambat setiap bulan, memberikan kembali 2% penuh selama lima bulan terakhir.

"Laporan sebelumnya mengejutkan ke sisi negatifnya," sebut ekonom Adam Button dalam sebuah postingan di forum ForexLive, mengacu penurunan tahunan 0,5% untuk bulan Oktober. "Ini bukan kejutan yang cukup besar tetapi ke arah yang sama" dalam mendorong Fed untuk memperlambat kenaikan suku bunganya, kata Button.

Target Fed untuk inflasi hanya 2% per tahun. Dalam upaya untuk mengendalikan lonjakan harga, bank sentral telah menambahkan 375 basis poin ke dalam suku bunga sejak Maret melalui enam kenaikan suku bunga. Sebelumnya, suku bunga mencapai puncaknya hanya 25 basis poin, saat Fed memangkasnya hingga hampir nol persen setelah penyebaran wabah COVID-19 global pada tahun 2020.

The Fed, yang mengeksekusi empat kenaikan suku bunga besar berturut-turut sebesar 75 basis poin dari Juni hingga November, sekarang mempertimbangkan kenaikan 50 basis poin pada keputusan suku bunga 14 Desember.

Yang lebih penting dari itu yakni seperti apa kenaikan suku bunga berikutnya untuk Februari 2023: indikasi awal oleh pasar uang pada hari Selasa menyarankan kenaikan 25 basis poin. Jika benar, itu akan cocok dengan kenaikan bulan Maret yang memulai serangkaian kenaikan suku bunga Fed untuk tahun 2022 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 13 Desember 2022

PT Rifan Financindo - Emas Capai Low Hampir Seminggu sebelum Laporan Inflasi & Keputusan Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kembali, buyer emas ingin menyelesaikan tahun ini pada atau di atas $1.800 - jika data indeks harga konsumen (IHK) dan keputusan suku bunga Fed akan memungkinkan mereka, itu saja.

Kontrak emas berjangka Februari di Comex New York menyelesaikan perdagangan Senin di $1.793,30/ons, turun 0,7%, pada hari itu. Sesi terendah di $1.788,95 merupakan level terendah untuk emas Comex sejak 7 Desember, mencapai titik bawah hampir satu minggu.

Harga emas spot, yang lebih dipantau daripada futures oleh beberapa trader, ditutup turun 0,73% di $1.782,11/ons.

Pukul 07.37 WIB, kedua instrumen naik tipis di bawah 0,1%.

"Harga emas berada di bawah level $ 1800 kala trader menunggu laporan inflasi utama dan keputusan FOMC," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

"Emas memiliki kinerja yang kuat baru-baru ini karena trader percaya bahwa inflasi telah mencapai puncaknya, sementara beberapa orang berharap bahwa soft landing masih mungkin terjadi [untuk ekonomi AS]."

Kenaikan suku bunga merupakan pemberat bagi emas, yang dianggap sebagai ekspektasi safe-haven terhadap ekonomi yang lesu.

Meski kenaikan 50 basis poin yang relatif moderat dari Federal Reserve untuk bulan Desember telah diperkirakan untuk keputusan hari Rabu setempat, investor juga akan fokus pada indikasi seberapa tinggi tingkat suku bunga pada akhirnya dapat naik. Indikasi terbaik untuk itu, tentu saja, akan datang dari konferensi pers Ketua Jerome Powell setelah keputusan suku bunga, tetapi tanda awal mungkin sebenarnya ada dalam laporan Indeks Harga Konsumen hari Selasa untuk bulan November.

Para ekonom memperkirakan laporan IHK akan memberikan tingkat inflasi tahunan telah melambat ke 7,3% dari pertumbuhan tahunan sebesar 7,7% pada bulan Oktober.

"Kendati harga barang inti dalam IHK masih sangat mungkin menurun pada bulan November mengingat jatuhnya harga mobil bekas, peningkatan baru dalam PPI barang inti menyoroti bahwa masih ada beberapa risiko kenaikan yang kurang diperkirakan untuk harga barang ke tahun depan," ekonom Citigroup Veronica Clark mengatakan dalam komentar yang dilapor oleh Reuters pada hari Jumat.

Data dari pekan lalu menunjukkan harga produsen AS naik sedikit lebih baik dari yang diharapkan pada bulan November di tengah lonjakan biaya layanan. Tetapi tren yang mendasarinya sedang moderat pasalnya tekanan rantai pasokan mereda dan permintaan barang surut.

Kenaikan baru ini data pekerjaan AS juga telah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi, terutama dengan pertumbuhan upah yang meningkat pada bulan November.

Dalam upayanya untuk mengendalikan lonjakan harga, Fed menambahkan 375 basis poin ke suku bunga sejak Maret melalui enam kenaikan suku bunga. Sebelumnya, suku bunga memuncak hanya 25 basis poin, karena bank sentral memangkasnya hingga hampir nol setelah wabah COVID-19 global pada tahun 2020.

The Fed mengeksekusi empat kenaikan suku bunga besar berturut-turut sebesar 75 basis poin dari Juni hingga November. Kendati kenaikan 50 basis poin lebih sederhana yang diharapkan untuk bulan Desember menandakan poros kebijakan, The Fed telah mengindikasikan dapat berubah agresif lagi dengan suku bunga pada tahun 2023 jika inflasi menunjukkan sedikit tanda menurun.

Di sisi ekonomi, tidak ada definisi resmi resesi, meskipun banyak ekonom menggunakan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama dua kuartal berturut-turut sebagai tolok ukur untuk kemunduran tersebut. Pada catatan itu, PDB AS turun kembali dalam dua kuartal pertama tahun ini, mencatat pertumbuhan negatif 1,6% dan 0,6%.

Namun, kuartal III tahun 2022, membuat pertumbuhan PDB positif sebesar 2,6%, menimbulkan pertanyaan apakah soft landing bisa mungkin terjadi pada ekonomi, selain potensi resesi yang berkelanjutan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com 

Senin, 12 Desember 2022

PT Rifan - Harga Emas Bergerak Turun, Pekan Fed Dan Inflasi AS Dimulai

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun di bawah level kunci pada hari Senin dan pasar berhati-hati menjelang rilis data inflasi utama AS dan rapat Federal Reserve minggu ini, sedangkan ketidakpastian atas meningkatnya kasus COVID-19 di China menekan harga tembaga.

Harga emas telah bereaksi positif terhadap data minggu lalu yang menunjukkan inflasi harga produsen AS turun kembali pada bulan November, meskipun dengan laju lebih lambat dari perkiraan. Angka ini dapat menjadi isyarat tren serupa untuk indeks harga konsumen, yang akan dirilis pada hari Selasa.

Meningkatnya inflasi AS mendorong serangkaian kenaikan suku bunga besar oleh The Fed tahun ini, yang sangat membebani pasar logam dengan menaikkan biaya peluang memiliki aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Bank sentral juga akan mengakhiri rapat dua hari pada hari Rabu setempat atau Kamis dini hari WIB, di mana Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin yang relatif lebih kecil. Tetapi skala kenaikan suku bunga di masa depan sebagian besar akan didorong oleh jalur inflasi AS.

Harga emas spot turun 0,2% di $1.793,72/oz dan emas berjangka turun 0,3% di $1.804,95/oz 07.30 WIB. Logam kuning telah mengakhiri minggu lalu sebagian besar datar, kala trader menunggu rilis data utama minggu ini.

Logam mulia lainnya juga turun pada hari Senin. Platinum turun 1,7%, dan perak turun 0,9%.

Pasar mewaspadai tanda-tanda bahwa inflasi AS tetap lebih ketat dari yang diperkirakan pada bulan November, yang dapat menunjukkan lebih banyak kenaikan suku bunga oleh Fed. Bank sentral telah memperingatkan bahwa suku bunga AS dapat mencapai puncaknya pada tingkat yang lebih tinggi dari perkiraan jika inflasi terbukti tetap tinggi.

Dolar AS sedikit menguat pada hari Senin untuk mengantisipasi indikator ekonomi AS, setelah juga mengambil beberapa dukungan dari data inflasi PPI lebih besar dari perkiraan.

Di antara logam industri, harga tembaga turun pada hari Senin setelah mengalami kenaikan dua minggu berturut-turut, di tengah meningkatnya ketidakpastian atas COVID di China.

Tembaga turun 0,4% di $3,8412. Nikel turun 3% hingga Sabtu, timah turun 1,36% di ICE London pada penutupan Jumat, dan tembaga turun 0,66% pukul 13.51 WIB.

China mengurangi beberapa pembatasan anti-COVID secara nasional minggu lalu, sebuah langkah yang diharapkan pada akhirnya akan mendorong pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Tetapi para analis mengingatkan bahwa pelonggaran pembatasan COVID kemungkinan akan menyebabkan lonjakan infeksi dalam waktu dekat, yang dapat menunda penarikan aturan pembatasan lebih lanjut .

Hal ini telah menimbulkan keraguan atas garis waktu pemulihan ekonomi di negara pengimpor tembaga terbesar di dunia tersebut.

Melemahnya data ekonomi dari beberapa ekonomi utama juga telah mengurangi prospek tembaga, yang biasanya cenderung mendapat dukungan dari lingkungan dengan pertumbuhan tinggi.

Sedangkan, karet naik 0,65% pada Jumat di Singapura, batubara Newcastle ICE London mencapai 402,00, kakao AS turun 1,46% pada Sabtu. Serta, kopi robusta di London berada di 1.864,00 dan gas alam naik 9,23% pukul 13.54 WIB.

Dari mata uang, GBP/JPY naik 0,08%, GBPUSD turun 0,16%, EURUSD turun 0,03%, dan AUD/USD turun 0,32% pukul 13.47 WIB. 

Kabar kripto bitcoin turun 1,34% BTC/USD dan ethereum turun 2,22% (ETH/USD). Lainnya, ETC/USD turun 5,24% - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Jumat, 09 Desember 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Tembus USD1.800/Ounce, Naik Tiga Hari Berturut-Turut

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas menembus level psikologis USD1.800 pada akhir perdagangan (Jumat pagi WIB). Harga emas naik memperpanjang keuntungan dalam tiga hari berturut-turut, didorong beberapa permintaan safe haven dan dolar AS yang lebih lemah. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange naik USD3,50 atau 0,19% menjadi USD1.801,50 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di USD1.806,90 dan terendah sesi di USD1.793,20. 

Harga emas pun berhasil menembus level kunci pada perdagangan Kamis, karena meningkatnya kekhawatiran akan resesi global mendorong beberapa permintaan safe haven membeli logam kuning.

Beberapa bank besar AS juga memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga dan inflasi yang membandel akan menyebabkan resesi AS pada tahun 2023. Pembalikan kurva imbal hasil AS juga dirasakan oleh beberapa pelaku pasar sebagai indikator resesi yang akan datang. 

Sementara itu, dolar melemah karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,31% menjadi 104,7760. Penurunan dolar membuat harga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Emas juga mendapat dukungan karena permintaan ritel China untuk emas diperkirakan akan meningkat tajam, menurut analis pasar. 

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS naik menjadi 230.000 untuk pekan yang berakhir 3 Desember, naik 4.000 dari minggu sebelumnya 226.000.

Investor juga fokus pada data inflasi produsen AS untuk November, yang akan dirilis pada Jumat, untuk mengukur jalur tekanan harga di negara tersebut, serta menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 32,4 sen atau 1,41% menjadi USD23,246 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari bertambah USD3,10 atau 0,31% menjadi USD1.014,60 per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : inforexnews.com

 

 

 

Selasa, 06 Desember 2022

PT Rifan Financindo - Emas Tembus Bawah $1.800, Kekhawatiran Fed Hadir Kembali Gegara Rilis Data

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun di bawah level kunci pada hari Selasa. Pasar logam kembali di bawah tekanan karena data AS yang lebih kuat dari perkiraan menopang dolar dan meningkatkan ketidakpastian atas kekuatan dalam ekonomi AS serta bagaimana Federal Reserve akan menanggapinya.

Dolar naik untuk sesi pertama kalinya dalam empat sesi pada hari Senin, pulih dari level terendah lima bulan setelah factory orders dan data sektor jasa AS menunjukkan bahwa beberapa aspek ekonomi berjalan jauh di atas ekspektasi, yang dapat meningkatkan tekanan inflasi.

Hal ini bisa mendorong The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lama dari yang diharapkan, terutama jika inflasi tetap tinggi di atas kisaran target bank sentral. Meski Fed telah mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil dalam beberapa bulan mendatang, bank sentral juga mengingatkan bahwa suku bunga dapat mencapai puncaknya pada tingkat yang jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Skenario seperti itu akan negatif untuk sebagian besar aset yang tidak menghasilkan yield, dengan emas kemungkinan akan terkena dampak paling besar. Bank sentral AS sekarang akan bertemu minggu depan dalam rapat terakhirnya untuk tahun 2022.

Harga emas spot flat di sekitar $1.769,30/oz, dan harga emas berjangka stabil di $1.781,55/oz. Kedua instrumen jatuh sekitar 1,7% pada hari Senin, hari terburuknya dalam hampir tiga bulan.

Kenaikan suku bunga merupakan beban terbesar pada harga emas tahun ini, karena imbal hasil yang lebih tinggi pada utang meningkatkan biaya peluang memiliki emas. Kendati logam kuning telah pulih dari posisi terendah yang dicapai awal tahun ini, prospeknya tetap dibatasi oleh ketidakpastian atas jalur suku bunga AS.

Logam mulia lainnya juga melemah pada hari Selasa setelah turun tajam di sesi sebelumnya. Platinum turun 0,1%, sedangkan perak flat di sekitar $22.422. Kedua logam tersebut masing-masing anjlok 2,4% dan 4,4% pada hari Senin.

Di antara logam industri, harga tembaga membalikkan kenaikan awal pada hari Senin dalam kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi sebagian besar mengimbangi optimisme atas potensi pemulihan permintaan China.

Harga tembaga flat di sekitar $3,7900 setelah anjlok 2% di sesi sebelumnya.

Meski logam merah mengisyaratkan pemulihan yang kuat selama dua minggu terakhir di tengah tumbuhnya optimisme atas penarikan langkah-langkah anti-COVID di China, kekhawatiran bahwa suku bunga yang lebih tinggi akan semakin menghambat aktivitas ekonomi tampaknya telah mempersingkat pemulihan.

China masih belum memberikan sinyal bahwa mereka akan mengurangi keseluruhan kebijakan zero-COVID, dan sejauh ini hanya mengurangi langkah-langkah tertentu di kota-kota besarnya - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 05 Desember 2022

PT Rifan - Emas Bertahan Di $1.800, Tembaga Ditopang Pembukaan Kembali COVID China

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas stabil pada hari Senin meskipun data pekerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan memberikan indikasi lebih banyak potensi kenaikan suku bunga, sementara harga tembaga naik saat banyak kota di China yang melonggarkan pembatasan COVID-19 dan meningkatkan harapan untuk pembukaan kembali penuh.

Sementara nonfarm payroll AS tumbuh lebih baik pada bulan November, pasar tampaknya tetap berpegang pada pesan Federal Reserve bahwa suku bunga akan naik dengan tingkat yang lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang.

Dolar AS juga tampaknya telah mengambil sedikit dukungan dari data pekerjaan, dan diperdagangkan di level terendah lima bulan, sementara yield treasury AS bergerak di atas posisi terendah dua bulan.

Harga emas diperkirakan akan pulih lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang seiring kenaikan suku bunga Fed melambat. Tetapi ketidakpastian atas jalur inflasi AS, serta tingkat terminal Fed, masih diperkirakan akan memacu volatilitas di pasar.

Emas spot naik 0,1% di $1.800,10/oz, dan emas berjangka naik 0,2% di $1.813,40/oz, dan kedua instrumen diperdagangkan di level tertinggi hampir empat bulan.

Logam mulia lainnya ditopang oleh ekspektasi Fed yang kurang hawkish. Platinum naik 0,6%, sedangkan perak naik 0,9%. Pasar logam mulia mencatat kerugian besar tahun ini karena kenaikan suku bunga AS meningkatkan biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Hal ini membuat emas kehilangan status safe haven-nya, dan telah membuat logam kuning diperdagangkan lebih sejalan dengan aset konvensional yang didorong oleh aset risiko tahun ini.

Sentimen dalam sesi terakhir juga didukung oleh lebih banyak kota di China mengendurkan tindakan anti-COVID selama akhir pekan. Pusat-pusat ekonomi termasuk Beijing dan Shanghai keduanya melonggarkan beberapa langkah pergerakan dan pengujian, pasalnya pemerintah berusaha untuk menenangkan gelombang protes yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kebijakan zero-COVID yang ketat.

Reuters juga melaporkan bahwa pemerintah bersiap untuk mengumumkan pelonggaran pembatasan secara nasional dalam beberapa minggu mendatang.

Logam industri naik tajam di tengah prospek pembukaan kembali China yang lebih luas, mengingat negara tersebut merupakan salah satu negara importir komoditas terbesar di dunia.

Harga tembaga naik 0,4% di $3,8718 per pon setelah reli lebih dari 6% minggu lalu. Harga logam merah juga diperdagangkan di level tertinggi tiga minggu.

Permintaan tembaga diperkirakan akan meroket karena pembukaan kembali China, namun pasokan mengetat dalam beberapa bulan terakhir karena produksi yang lebih rendah dari penambang utama di Chili dan Peru - PT RIFAN

Sumber : investing.com

Kamis, 01 Desember 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Tembaga Naik Ke High 2 Minggu Pasca Statemen Powell

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dan tembaga menyentuh level tertinggi dua minggu pada hari Kamis setelah perkiraan kenaikan suku bunga yang lebih kecil oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell mendorong reli di pasar logam, sementara pelonggaran lockdown COVID-19 di China juga membantu sentimen.

Ketua Fed mengatakan dalam sebuah pidato di Washington bahwa bank sentral kemungkinan akan memoderasi laju kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, saat melangkah mundur untuk mengamati efek kenaikan suku bunga yang besar pada ekonomi tahun ini.

Tetapi Powell mengingatkan bahwa suku bunga AS akan mencapai puncaknya di tingkat yang jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya, sebagian besar karena inflasi tetap tinggi. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, pengukur inflasi pilihan Fed, mencapai sekitar 5% pada bulan Oktober, jauh di atas target 2% Fed.

Tetapi komentar Powell masih memicu reli luas di pasar logam, pasalnya prospek kenaikan suku bunga yang lebih lambat menawarkan bantuan jangka pendek ke pasar yang terpukul oleh kenaikan suku bunga tahun ini.

Emas spot naik 0,4% di $1.776,58/oz, dan emas berjangka yang berakhir pada bulan Februari naik 0,2% di $1.789,85/oz pukul 07.46 WIB. Kedua instrumen menguat lebih dari 1% pada hari Rabu, dan diperdagangkan di level tertinggi dua minggu.

Harga emas juga mencatat kenaikan kuat pada bulan November usai beberapa pejabat Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, prospek logam kuning ini diselimuti oleh ketidakpastian di mana suku bunga AS akan mencapai puncaknya, mengingat bahwa tingkat terminal Fed akan sangat ditentukan oleh jalur inflasi AS.

Di antara logam industri, harga tembaga melonjak ke level tertinggi lebih dari dua minggu dalam sinyal positif dari potensi pembukaan kembali di China.

Harga tembaga berjangka stabil di sekitar $3,7838 pada hari Kamis, setelah reli lebih dari 4% di sesi sebelumnya - hari terbaiknya dalam hampir sebulan.

China mengurangi pembatasan terkait COVID di dua kota besar minggu ini di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap kebijakan zero-COVID yang ketat di negara itu, yang menyaksikan aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya memanaskan beberapa wilayah negara itu.

Kebijakan zero-COVID China menyebabkan gangguan ekonomi yang meluas di negara itu tahun ini, mengganggu aktivitas bisnis dan juga membebani minat atas komoditasnya.

Tetapi potensi pembukaan kembali di negara importir tembaga terbesar di dunia ini sebagian besar diperkirakan akan memicu pemulihan permintaan dan menguntungkan harga tembaga - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 30 November 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Dan Tembaga Menuju Bulan Terbaik 2022 Dalam Fed Dovish & Harapan China

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dan tembaga stabil pada hari Rabu untuk mengantisipasi pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell, tetapi menuju kenaikan bulanan terbaiknya tahun ini menyusul sinyal bahwa kenaikan suku bunga AS kemungkinan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang.

Powell diharapkan akan memberikan lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS dan jalur kebijakan moneter untuk sisa tahun ini ketika ia berbicara dalam sebuah acara di Washington pada hari ini. Pasar juga menunggu data payroll kunci AS pekan ini.

Sementara menit dari rapat Fed bulan November menunjukkan bahwa semakin banyak anggota Fed yang mendukung kenaikan suku bunga lebih kecil dalam beberapa bulan mendatang, para pembicara Fed telah mengingatkan bahwa inflasi tinggi kemungkinan akan membuat suku bunga AS tetap tinggi hingga tahun 2024.

Hal ini tidak banyak menahan reli selama sebulan di pasar logam, pasalnya prospek kenaikan suku bunga yang lebih rendah pada bulan Desember menawarkan banyak kelegaan pada aset yang tidak menghasilkan seperti emas.

Harga emas spot stabil di sekitar $1.748,99/oz, sedangkan emas berjangka turun 0,1% di $1.747,30/oz. Kedua instrumen tersebut melonjak hampir 1% pada hari Selasa, dan akan naik sekitar 7% untuk bulan November - kenaikan bulanan terbesar sejak Mei 2021.

Tetapi prospek emas masih tetap diredam, mengingat inflasi AS cenderung jauh di atas target tahunan Fed. Inflasi tinggi dapat membuat bank sentral memperketat kebijakan moneter lebih lanjut untuk menurunkan harga - sebuah skenario yang negatif untuk emas.

Logam kuning turun tajam tahun ini tatkala kenaikan suku bunga mendorong naiknya biaya peluang untuk memiliki aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Di antara logam industri, harga tembaga turun sedikit pada hari Rabu, tetapi juga akan mencatat bulan terbaiknya pada tahun 2022.

Tembaga berjangka turun 0,1% di $3,6405, setelah naik 0,7% di sesi sebelumnya. Tetapi komoditas ini akan naik hampir 8% pada bulan November - bulan terbaiknya sejak awal 2021.

Harga tembaga sebagian besar ditopang oleh spekulasi atas pengurangan pembatasan terkait COVID di negara importir utama China.

Importir tembaga terbesar di dunia itu menghadapi peningkatan kemarahan publik atas penanganan pandemi COVID-19, yang telah mendorong spekulasi bahwa pemerintah akan dipaksa untuk menangguhkan langkah-langkah pembatasan.

Tetapi Beijing sejauh ini tidak memberikan indikasi seperti itu, saat negara itu bergumul dengan peningkatan infeksi harian COVID-19 yang mencapai rekor tertinggi. Hal ini menyebabkan diberlakukannya kembali pembatasan pergerakan yang ketat di beberapa kota besar selama dua bulan terakhir, yang sangat membebani perekonomian China - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 29 November 2022

PT Rifan Financindo - Emas Bergerak Di Bawah $1.750 Usai Komentar Hawkish Fed

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bergerak di bawah level support utama pada hari Selasa setelah komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve menimbulkan beberapa ketidakpastian atas jalur kebijakan moneter AS, dan harga tembaga stabil saat pasar menunggu perkembangan lebih lanjut di China.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengatakan pada hari Senin bahwa Fed memiliki "cara untuk mengatasi" kenaikan suku bunga, dan dapat terus menaikkannya dan menahannya hingga 2024 untuk memerangi inflasi. Ia juga menegaskan kembali pandangannya bahwa suku bunga perlu dinaikkan setidaknya 1% menjadi antara 5% dan 5,25%.

Terpisah, Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan bank sentral kemungkinan akan mulai memangkas suku bunga pada 2024, saat tekanan inflasi akhirnya mereda. Ia juga mengatakan bahwa biaya pinjaman perlu dinaikkan lebih lanjut untuk menurunkan inflasi.

Komentar mereka mendorong dolar, di mana greenback melonjak hampir 0,7% pada hari Senin. Ini membebani sebagian besar pasar logam, terutama emas.

Emas spot datar di sekitar $1.741,33/oz, dan emas berjangka yang berakhir pada bulan Desember diperdagangkan di sekitar $1.740,00/oz, masih dalam backwardation. Kedua instrumen melemah sekitar 0,6% pada hari Senin.

Meski komentar Bullard dan Williams memberikan kejelasan lebih lanjut tentang kebijakan moneter AS, mereka juga meredupkan optimisme atas laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat oleh Fed dalam beberapa bulan mendatang, mengingat bahwa suku bunga kemungkinan akan mencapai puncak pada tingkat yang jauh lebih tinggi.

Ini memberikan gambaran kurang sedap untuk aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, yang turun tajam tahun ini karena suku bunga AS mulai naik.

Emas mendapat sedikit permintaan safe haven minggu ini, bahkan ketika rusuh sipil yang belum pernah terjadi sebelumnya di China menimbulkan kekhawatiran atas gangguan ekonomi global.

Tembaga Berjangka, di sisi lain, menjalani awal minggu yang bergejolak, jatuh sebanyak 2% sebelum pulih tajam untuk diperdagangkan lebih positif.

Prospek logam merah tumpul oleh protes di China, yang selanjutnya dapat menghambat permintaan negara atas komoditas. Warga China di beberapa kota besar turun ke jalan selama akhir pekan untuk mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan zero-COVID yang kejam di negara itu.

Tembaga berjangka stabil di sekitar $3,6018 pada awal perdagangan pada hari Selasa.

Tetapi beberapa analis berpendapat bahwa protes di China pada akhirnya dapat mendorong pemerintah untuk melonggarkan kebijakan zero-COVID, yang merupakan inti dari perlambatan ekonomi China tahun ini. Skenario seperti itu cenderung positif untuk pasar komoditas.

Di sisi pasokan, laporan menyebutkan para pekerja di tambang tembaga besar Escondida Chile tidak akan melakukan pemogokan, sehingga mengurangi kemungkinan pasokan yang ketat dalam beberapa bulan mendatang - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 28 November 2022

PT Rifan - RFB Bandung Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi Cianjur

PT RIFAN BANDUNG - PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Bandung menyalurkan bantuan untuk korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Melalui Poslap Relawan Agus AABI di KP Cadot, Mekarsari, penyerahan donasi berlangsung pada pagi hari, Minggu.

Donasi yang diberikan berupa keperluan sehari-hari para pengungsi. Diantaranya beras 15 karung, mie instan 15 dus, popok bayi 4 dus, popok dewasa 4 dus, makanan ringan 8 dus, sarden 1 dus, kornet 1 dus ,sabun cuci pakaian 2 dus, sabun mandi 1 dus, dan sabun cuci piring 1 dus.

 Pimpinan Cabang RFB Bandung, Anthony Martanu mengucapkan turut berduka atas bencana yang menimpa warga Cianjur. Anthony berharap bantuan dari perusahaan dapat bermanfaat bagi mereka.

Perusahaan berduka cita atas orang-orang yang tewas akibat bencana ini. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapinya,” kata Anthony.

RFB Bandung kerap menyalurkan bantuan kepada pihak yang membutuhkan melalui program #RFBBandungPeduli. Saat seluruh dunia tengah dilanda Covid-19, perusahaan pialang ini aktif menyalurkan donasi kepada para penyintas hingga menggelar kampanye “Peduli Pejuang Nafkah Melawan Covid-19

Begitu pula saat perusahaan membantu para korban longsor Cimanggung Sumedang pada tahun lalu.

Sebagai makhluk sosial tentu kita tidak akan menutup mata ketika sekitaran sedang membutuhkan uluran tangan kami. Sebisa mungkin kami berikan bantuan donasi maupun dukungan secara mental,” tambah Anthony.

Hingga Rabu (23/11), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 125 jenazah korban gempa bumi Cianjur. Sebanyak 59 di antaranya adalah anak-anak dan selebihnya kategori dewasa - PT RIFAN

Sumber :  radarbandung.com

 

Senin, 21 November 2022

PT Rifan - Emas Bergerak Di Sekitar $1.750 Tembaga Stabil, Kekhawatiran Fed Hawkish Berlanjutnya

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak tipis pada hari Senin di sekitar level support utama kala pasar mencari kejelasan lebih lanjut mengenai jalur kebijakan moneter AS dalam beberapa bulan mendatang, sementara harga tembaga stabil karena lebih banyak gangguan COVID di China tampaknya akan mengurangi permintaan.

Notulen rapat Federal Reserve sebelumnya akan dirilis pada hari Kamis, dan kemungkinan akan memberikan lebih banyak wawasan tentang bagaimana bank sentral bermaksud untuk melanjutkannya dengan menaikkan suku bunga.

Kendati pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga yang relatif lebih kecil pada bulan Desember setelah inflasi turun lebih dari yang diharapkan dalam beberapa bulan terakhir, komentar baru ini dari anggota Fed mengindikasikan bahwa suku bunga dapat terus naik lebih lama dari yang diharapkan.

Prospek ini positif untuk dolar dan yield Treasury, dan kemungkinan akan membebani pasar logam. Greenback tampaknya telah menemukan titik terendah setelah menderita kerugian baru-baru ini, dan naik 0,1% di 107 pada hari Senin.

Harga emas spot naik 0,1% di $1.752,81/oz, sementara harga emas berjangka berusaha naik ke $1.754,90/oz pukul 07.05 WIB. Kedua instrumen jatuh hampir 2% minggu lalu setelah anggota Fed mengingatkan potensi suku bunga yang lebih tinggi.

Serangkaian kenaikan suku bunga yang besar oleh The Fed sangat membebani pasar logam tahun ini, pasalnya kenaikan imbal hasil menurunkan daya tarik aset yang tidak menghasilkan yield seperti emas.

Saat pasar logam menguat awal bulan ini di tengah tanda-tanda turunnya inflasi AS, logam tersebut diperkirakan akan tetap tertekan dalam beberapa bulan mendatang, karena inflasi masih cenderung jauh di atas target tahunan Fed sebesar 2%.

Di antara logam industri, harga tembaga bergerak tipis pada hari Senin setelah mencatat kerugian besar minggu lalu akibat kekhawatiran atas negara importir utama China.

Harga tembaga stabil di sekitar $3,6405 setelah jatuh 7,2% minggu lalu - minggu terburuknya sejak akhir Agustus.

China mengunci lebih banyak bagian negara, karena menghadapi wabah COVID terburuknya dalam tujuh bulan. Pertumbuhan ekonomi di negara itu melambat drastis tahun ini di bawah kebijakan nol-COVID yang ketat di negara itu, yang menyebabkan diberlakukannya banyak pembatasan yang mengganggu. Hal ini membebani permintaan negara terhadap komoditas logam tersebut. Kekhawatiran yang berkembang atas resesi global juga mengurangi prospek tembaga, meskipun ada tanda-tanda pengetatan pasokan.

Sementara itu, harga Nikel Berjangka rebound pada hari Jumat (18/11) setelah 2 hari berturut-turut jatuh hingga 9%. Nikel telah turun lebih dari 5% pada minggu kedua November ini, setelah sebelumnya sempat meroket 13% pada minggu pertama November. 

Harga Timah Berjangka masih dalam momentum reli, dan naik tipis 0,35% pada Jumat (18/11). Timah sudah mencatat 3 minggu kenaikan berturut-turut. Pada akhir Oktober lalu timah ditutup pada kisaran 18.000 USD, kini berada di kisaran 22.664 USD. 

Sedangkan, karet mencapai 128,70 pada Jumat di Singapura, batubara Newcastle ICE London di 326,80 hingga Jumat (11/11), kakao AS naik 0,61% pada Sabtu. Serta, kopi robusta di London turun 0,17% dan gas alam turun 2,53% pukul 09.25 WIB - PT RIFAN

Sumber : inveting.com

Kamis, 17 November 2022

Rifan Financindo - Emas Hadapi Resisten $1.780, Tembaga Kembali Turun Gegara COVID China

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun dari level resisten utama pada hari Kamis kala permintaan safe haven untuk logam ini menurun di tengah berkurangnya kekhawatiran atas eskalasi konflik Rusia-Ukraina, sementara harga tembaga juga turun lebih jauh akibat kekhawatiran terhadap penyebaran wabah COVID di China.

Harga emas juga mengalami aksi ambil untung pasca kantongi kenaikan kuat dalam empat dari lima sesi terakhir, dan masih diperdagangkan mendekati level tertinggi tiga bulan.

Emas spot turun 0,32% di $1.768,12/oz pukul 09.44 WIB, sementara emas berjangka tidak turun 0,34% di $1.770,80 menurut data Investing.com. Berkurangnya kekhawatiran akan potensi eskalasi dalam konflik Rusia-Ukraina juga melemahkan permintaan safe haven untuk logam tersebut, setelah anggota NATO mengatakan sebuah rudal yang menewaskan dua orang di Polandia kemungkinan ditembakkan oleh pasukan Ukraina yang mempertahankan diri dari rentetan rudal Rusia.

Harga logam kuning naik di sesi terakhir tatkala dolar melemah dalam ekspektasi Federal Reserve yang kurang hawkish, utamanya karena data inflasi AS yang lemah dari perkiraan menyiratkan berkurangnya tekanan harga.

Banyak anggota Fed juga mengatakan mereka mendukung kenaikan suku bunga yang lebih kecil untuk menghindari potensi resesi. Pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 90% bahwa Fed akan menaikkan suku bunga dengan nilai yang relatif lebih kecil 50 basis poin pada bulan Desember.

Kenaikan suku bunga adalah beban terbesar untuk harga emas tahun ini, karena imbal hasil yang tinggi mendorong biaya peluang untuk memiliki logam kuning. Tetapi para analis mengatakan bahwa logam tersebut kemungkinan mendapat prospek yang lebih baik berkat melandainya inflasi AS.

“Pelemahan minimal, dan tekanan tetap ke atas. Penembusan $1.780 bisa menjadi katalis untuk lonjakan lainnya dan mengurangi keraguan soal keberlanjutan reli dalam prosesnya. Dengan asumsi kedua rilis inflasi AS belum selesai," tulis analis di Oanda dalam sebuah catatan.

Dolar stabil pada hari Kamis dan mempertahankan kisaran ketat saat investor menunggu lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS.

Di antara logam industri, harga tembaga kembali turun pada hari Kamis setelah turun 1,6% di sesi sebelumnya, di tengah berlanjutnya kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi negara konsumen utama China. Sementara nikel anjlok 11,62% hingga dini hari tadi, timah melonjak 6,16% di ICE London pada penutupan Selasa, dan tembaga jatuh 1% pukul 11.23 WIB.

Tembaga berjangka turun 0,67% di $3,7320, dan tetap tertekan oleh kekhawatiran bahwa wabah COVID-19 baru di China akan semakin mengurangi aktivitas ekonomi.

Rilis data ekonomi China lebih lemah dari perkiraan, pasalnya negara itu bergulat dengan wabah COVID-19 terburuk dalam enam bulan.

Hal ini sebagian besar mengimbangi tanda-tanda pengetatan pasokan tembaga, yang disebabkan oleh gangguan di negara produsen utama Chili dan Peru.

Adapun, karet mencapai 130,90 pada Selasa di Singapura, batubara Newcastle ICE London di 326,80, kakao AS naik 0,32 pada dini hari tadi. Serta, kopi robusta di London jatuh 1,49% dan gas alam turun 0,10% pukul 11.26 WIB.

Dari mata uang, USD/JPY turun tipis 0,01%, GBP/JPY turun 0,20%, GBPUSD turun 0,19%, EURUSD turun 0,13%, dan AUD/USD turun 0,38%.

Kripto bitcoin turun 2,97% pukul 11.21 WIB BTC/USD dan ethereum turun 5,15% (ETH/USD). Sementara, ETC/USD turun 5,39% - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Selasa, 15 November 2022

PT Rifan Financindo - The Fed Diprediksi Bakal Turunkan Suku Bunga, Harga Emas Dunia Memelesat

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia kembali mencatatkan kinerja cemerlang dalam sepekan ini sebesar 5,38 persen. Adapun penguatan itu terjadi di tengah kabar The Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) akan menurunkan suku bunga acuan di akhir tahun. Analis OCBC FX Christopher Wong mengatakan inflasi AS yang melandai pada Oktober membuat pasar optimistis The Fed akan melonggarkan kebijakan dalam waktu dekat.

Pasar berharap The Fed akan melonggarkan kebijakan pada Desember. Ini akan menopang pemulihan harga emas," ujar Christopher, Selasa. Menurutnya, performa gemilang emas dunia dalam sepekan terakhir sangat luar biasa, yaitu menguat 0,91 persen ke USD 1.770,69 per troy ons. Meskipun demikian, harga emas masih terbilang anjlok 3,16 persen dalam setahun. Namun, melesat 8,2 persen per bulan.

Selain itu, melesatnya emas dunia juga dipengaruhi menurunnya inflasi AS, yakni 0,4 persen secara month-to-month (mtm) dan 7,7 persen secara year-on-year (yoy). "Emas menghadapi tekanan yang sangat berat dalam beberapa bulan terakhir. Kini siap merangkak naik," ungkap Christopher.

Namun, kebijakan ketat The Fed yang dimulai sejak pertengahan Maret membuat emas tidak bisa mempertahankan kejayaannya. Harga emas terus melandai hingga menyentuh level USD 1.620 per troy ons pada September 2022 dan mulai membaik pada November. "Harga emas hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa menembus USD 1.800 per troy on," tegas Christopher - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : jpnn.com

Kamis, 10 November 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Melemah 0,13% Karena Dolar AS Meningkat

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Rabu. Penurunan ini pun menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Harga emas melemah karena aksi ambil untung dan dolar AS yang berbalik menguat setelah merosot ke level terendah lebih dari satu setengah bulan, di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih kecil dari Federal Reserve (Fed).

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange turun USD2,30 atau 0,13% menjadi USD1.713,70 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di USD1.725,80 dan terendah USD1.706,10.

Harga emas melemah karena dolar AS terapresiasi secara nyata pada perdagangan Rabu, karena sentimen risk-off (penghindaran risiko) kembali ke pasar, mendorong permintaan untuk mata uang safe-haven dolar. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,83% menjadi 110,5490. 

Dalam pidato di forum kebijakan di Zurich, Swiss, Presiden The Fed New York John Williams mengatakan, sebagian berita besar bagus ekspektasi inflasi jangka panjang di Amerika Serikat tetap sangat stabil pada tingkat yang secara luas konsisten dengan tujuan jangka panjang FOMC.

Ketidakpastian inflasi telah meningkat, tetapi ini tampaknya tidak disebabkan oleh ekspektasi jangka panjang yang tidak tertambatkan," ujarnya

Sementara itu, Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan, perjuangan Federal Reserve untuk menurunkan inflasi dapat mengarah pada kecenderungan untuk menurun karena kenaikan suku bunga bank sentral "ditantang" oleh tabungan konsumen yang masih tinggi. Pasar tenaga kerja juga yang masih ketat dan masalah pasokan yang berkelanjutan.

Investor sedang menunggu data indeks harga konsumen AS Oktober yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat. Angka tersebut secara luas diperkirakan menunjukkan inflasi tetap tinggi pada Oktober, yang dapat melihat posisi Fed untuk kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 17,5 sen atau 0,81% menjadi USD21,327 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun USD17,20 atau 1,7% menjadi USD997,30 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okezone.com

 

 

Rabu, 09 November 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Dan Imbal Hasil Obligasi Jatuh, Harga Emas Dunia Melejit

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia melejit lebih dari 2 persen pada perdagangan Selasa, untuk menembus level psikologisnya di USD1.700, menyusul kejatuhan dolar AS dan imbal hasil obligasi.

Harga emas di pasar spot melesat 2,4 persen menjadi USD1.714,23 per ounce, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup 2,1 persen lebih tinggi menjadi USD1.716.

Di awal sesi, emas mencapai USD1.716,82, level tertinggi sejak 6 Oktober, dan melonjak lebih dari USD100 per ounce sejak menyentuh tingkat terendah lebih dari dua bulan di USD1.615,59 minggu lalu.

"Ini seperti fresh buying dalam emas dan perak. Saya pikir dolar mundur dengan The Fed ingin melambat ke 50 bps pada Desember," kata Tai Wong, trader Heraeus Precious Metals di New York.

Indeks Dolar (Indeks DXY) turun 0,5 persen ke level terendah hampir dua minggu terhadap sekeranjang pesaingnya, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil US Treasury juga merayap lebih rendah.

"Emas juga menembus USD1.680 dan kemudian USD1.700 dan penerobosan level teknikal tersebut dapat memberikan dorongan tambahan," kata analis OANDA, Craig Erlam.

Data indeks harga konsumen Amerika akan dirilis Kamis, dengan ekonom memperkirakan penurunan angka inti bulanan dan tahunan masing-masing menjadi 0,5% dan 6,5 persen.

Jika kita melihat inflasi terus melambat secara perlahan, itu akan menjadi pertanda baik bagi pasar secara umum dengan ekspektasi penurunan suku bunga Fed yang bergerak maju," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Meski emas dipandang sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga perak melejit hampir 3 persen menjadi USD21,39 per ounce, tertinggi sejak akhir Juni dan platinum melesat 2,1 persen menjadi USD999,13 sementara paladium naik 1,7 persen menjadi USD1.928,63 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

 

Kamis, 03 November 2022

Rifan Financindo - Harga Emas Naik Jelang Pengumuman Suku Bunga The Fed

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut dan kembali bertengger di level psikologis USD1.650 ketika investor menunggu rilis pengumuman kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

Dikutip Antaraontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merangkak naik USD0,3 atau atau 0,02%, menjadi ditutup pada USD1.650,00 per ounce,setelah diperdagangkan di kisaran tertinggi USD1.666,00 dan terendah di USD1.648,60.

Adapun untuk logam mulia perak untuk pengiriman Desember turun 7,3 sen atau 0,37%, menjadi ditutup pada 19,594 dolar AS per ounce. 

Platinum untuk pengiriman Januari naik USD0,4 atau 0,04%, menjadi ditutup pada USD950,90 per ounce.

Tak lama setelah lantai perdagangan ditutup, Federal Reserve menyimpulkan pertemuan kebijakan moneternya dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin ke kisaran 3,75 hingga 4,00%. Ini adalah kenaikan suku bunga keenam oleh Federal Reserve pada tahun 2022 dan kenaikan 0,75 poin persentase keempat berturut-turut. 

Dalam menentukan laju kenaikan di waktu mendatang dalam kisaran target (suku bunga), Komite akan mempertimbangkan pengetatan kumulatif kebijakan moneter, kelambatan yang mempengaruhi kebijakan moneter terhadap kegiatan ekonomi dan inflasi, serta perkembangan ekonomi dan keuangan," pernyataan FOMC menyatakan, menandakan bahwa lebih banyak kenaikan mungkin terjadi, meskipun mungkin dalam peningkatan yang lebih kecil. Emas memperpanjang kenaikan dalam perdagangan elektronik menyusul pernyataan FOMC - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

Rabu, 02 November 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Stabil Sebelum Keputusan Fed, Tembaga Naik Dalam Harapan COVID China

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas mempertahankan kenaikannya baru ini pada hari Rabu kala dolar AS stabil sebelum rapat Federal Reserve berakhir, sementara harga tembaga naik oleh spekulasi atas China yang berpotensi melonggarkan kebijakan ketat nol-COVID.

Harga emas spot stabil di sekitar $1,648.23/oz, sementara harga emas berjangka naik 0.1% di $1,650.80/oz. Kedua instrumen melonjak dari level terendah 10 hari pada hari Selasa, karena dolar menghentikan reli terbarunya.

Indeks dolar stabil di sekitar 111 pada hari Rabu, di mana fokus beralih pada kesimpulan rapat Federal Reserve dini hari nanti. Kendati bank sentral ini diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps), pasar akan mengawasi indikasi apa pun dari The Fed tentang kapan bank berencana untuk mengurangi nada kebijakan hawkish-nya.

Namun, data ekonomi AS yang kuat minggu ini menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan memiliki ruang yang cukup untuk terus menaikkan suku bunga besar - sebuah skenario yang negatif untuk emas.

Harga emas telah turun tajam dari level tertinggi 2022 saat Fed mulai menaikkan suku bunga, yang menaikkan biaya peluang memiliki logam kuning, mengingat bahwa emas tidak menawarkan imbal hasil.

Pasar logam lain juga tertekan oleh kenaikan suku bunga tahun ini.

Bank of England diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 bps pada hari Kamis, tatkala sebagian besar ekonomi negara di dunia berjuang melawan kenaikan inflasi.

Di antara logam industri, harga tembaga stabil setelah reli hampir 3% pada hari Selasa. Logam merah ditopang oleh rumor bahwa China berencana untuk mengurangi kebijakan nol-COVID yang ketat, yang merupakan jantung dari kesengsaraan ekonomi negara itu tahun ini.

Tembaga naik sedikit di $3,4677 pada hari Rabu. Pasar China juga menguat karena rumor tersebut, seperti halnya harga minyak.

Harga logam merah anjlok tahun ini karena pertumbuhan ekonomi China melambat, mengurangi permintaan negara itu terhadap tembaga. China merupakan negara importir tembaga terbesar di dunia.

Tetapi pelonggaran aturan COVID di negara ini kemungkinan akan memacu pemulihan ekonomi yang besar, pasalnya Beijing telah meluncurkan beberapa langkah stimulus untuk membantu mendukung perekonomian.

Hal ini dapat menambah keuntungan besar di pasar komoditas, mengingat dominasi China sebagai pasar. Tetapi Beijing tidak mengeluarkan komentar resmi tentang masalah ini. Presiden Xi Jinping baru-baru ini juga menegaskan kembali komitmen negara terhadap kebijakan nol-COVID.

Tembaga juga harus bersaing dengan perlambatan aktivitas ekonomi di seluruh dunia di tengah kenaikan inflasi dan suku bunga. Namun, logam merah diperkirakan akan mendapat bantuan dari pasokan yang lebih ketat dalam jangka menengah - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com