Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Rabu, 31 Maret 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Turun Tajam Karena Kombinasi Beberapa Faktor

 

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun tajam dan menyetuh ke level terendah selama beberapa minggu pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa kemarin, ditengah rally dari indeks dollar AS, turunnya harga minyak mentah dan naiknya imbal hasil obligasi AS. Ditambah lagi, minat terhadap resiko dari para trader dan investor tetap cukup tinggi yang membuat pasar saham global tetap terangkat. Emas berjangka kontrak bulan April turun $26.70 ke $1,685.60 per troy ons. Sementara perak Comex bulan Mei turun $0.418 ke $24.29 per ons.

Pasar saham global mendekati stabil dan kebanyakan mengarah menguat dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah bervariasi pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Minat terhadap resiko meningkat pada hari Selasa, setelah ada sedikit keprihatinan pada hari Senin atas dilepasnya posisi saham dari sebuah perusahaan investasi dana yang besar, Archegos, setelah perusahaan ini menjadi “over-leveraged”. Beberapa saham individu terdampak, namun tidak secara umum dan juga tidak pasar keuangan – paling tidak sampai saat ini belum. Kebanyakan pengamat pasar menganggap persoalan ini akan mereda tanpa efek domino.

Para trader dan investor umumnya bersemangat ditengah menguatnya ekonomi AS dan semakin banyak orang AS yang mendapatkan suntikan vaksin, ditambah lagi dengan rencana paket belanja infrastruktur yang bisa mengeluarkan dana sebanyak $3 sampai $4 triliun.

Support” terdekat menunggu di $1,680.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,673.30 dan kemudian $1,650.00. “Resistance” terdekat menunggu di $1,700.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,712.60 dan kemudian $1,740.20 PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews.com

Selasa, 30 Maret 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Kian Turun akibat Kenaikan Dolar & Yield Obligasi AS

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kian turun pada Selasa petang dan jatuh ke level terendah lebih dari dua minggu. Investor berpaling dari aset safe haven logam kuning karena peluncuran vaksin yang semakin cepat dan prospek langkah-langkah stimulus di AS membuat dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi naik.

Harga emas berjangka makin turun 0,51% ke $1.705,90 per troy ons pukul 13.39 WIB setelah mencapai $1.704, level terendah sejak 12 Maret, di awal sesi.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) anjlok Rp10.000 dari Rp921.000 pada Senin menjadi Rp911.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.45 WIB.

"Faktor pemberat utama harga emas adalah kenaikan berkelanjutan dalam imbal hasil jangka panjang AS," ahli strategi DailyFX Margaret Yang mengatakan kepada Reuters, menambahkan harga akan terus menurun bahkan ketika logam kuning bertindak sebagai lindung nilai inflasi.

Penurunan harga emas ini, "dapat dikaitkan dengan harapan reflasi karena rencana infrastruktur tidak hanya akan menyuntikkan likuiditas ke pasar, tetapi juga akan memompa uang ke dalam ekonomi riil ... oleh karena itu, prospek ekonomi lebih cerah dari sebelumnya."

Imbal hasil Treasury jangka panjang cenderung naik di tengah ekspektasi rencana program infrastruktur Presiden AS, yang akan diumumkan pada hari Rabu, dapat semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi AS.

Sampai pukul 13.39 WIB, Imbal Hasil Obligasi Amerika Serikat 10 Tahun melonjak 2,26% ke 1,760.

Penguatan dolar AS, yang naik ke level tertinggi satu tahun terhadap yen pada hari Selasa, juga memberikan tekanan pada logam kuning. Investor terus memantau potensi dampak dari kejatuhan hedge fund Archegos Capital.Indeks dolar AS terus naik 0,10% di 93,052 pukul 13.43 WIB.

"Konsolidasi emas terpecah dan jika tekanan ke bawah membawa harga di bawah level $1.700, itu bisa menjadi sangat cepat ... level support besar selama pandemi telah ada di level $1.670 dan jika itu tidak bertahan, tidak banyak dukungan yang terlihat hingga level $1.600," analis pasar senior OANDA Edward Moya mengingatkan dalam catatan.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak makin turun 0,54% ke 24,638 dan platinum berkurang 0,11% di 1.180,55. Namun, paladium bergerak naik 0,42% ke 2.544,52 pukul 13.45 WIB setelah sempat ditutup jatuh 5,77% pada sesi sebelumnya - PT RIFAN FINANCINDO

 Sumber : investing.com

Senin, 29 Maret 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun Tipis Di Awal Perdagangan

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas melemah tipis di awal perdagangan pekan ini. Senin pukul 635 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.731,79 per ons troi. 

Harga emas ini turun tipis dari US$ 1.732,52 per ons troi pada akhir pekan lalu. Harga emas kontrak Juni 2021 di Commodity Exchange pun melemah tipis ke US$ 1.732,70 per ons troi dari sebelumnya US$ 1.734,70 per ons troi.

Harga emas pekan lalu mencatat penurunan mingguan akibat penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan yield atau imbal hasil surat utang negara AS, US Treasury. "Penguatan dolar, kenaikan yield Treasury dan aliran dana dari ETF beraset dasar emas jelas menjadi pemberat saat ini," kata Xiao Fu, kepala riset pasar komoditas Bank of China International kepada Reuters.

Dia menambahkan, pada saat yang bersamaan, terjadi kenaikan risiko geopolitik dan gelombang ketiga pandemi corona yang menjadi penopang harga emas. Kekhawatiran lockdown baru dan lambatnya vaksinasi di Zona Euro membebani selera risiko di kalangan investor. Sehingga penurunan harga emas cenderung terbatas. 

Pada akhir pekan lalu, yield US Treasury acuan tenor 10 tahun berada di 1,678%. Angka ini sudah lebih rendah ketimbang angka tertinggi pekan sebelumnya di 1,723%. Kenaikan yield US Treasury meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas yang tidak menawarkan bunga.

Sedangkan indeks dolar menguat mendekati puncak empat bulan terhadap mata uang utama. Data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan baru-baru ini mengangkat prospek pemulihan ekonomi AS yang kuat dan memperkuat mata uang AS. 

Joseph Stefans, Kepala Perdagangan di MKS mengatakan bahwa dolar yang lebih kuat dan imbal hasil yang lebih tinggi terus mendorong likuidasi lebih lanjut terutama dari komunitas ETF. "Saya perkirakan emas terjebak dalam sedikit kisaran di sini dan saya bisa melihatnya diperdagangkan menyamping selama sekitar minggu depan - PT RIFAN

Sumber : kontan.com

 

Jumat, 26 Maret 2021

Rifan Financindo Berjangka - Emas Jatuh Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Dan Greenback

 

 
RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas Antam pada Jumat melemah tipis Rp3.000 ke posisi Rp921.000/gram. Senada, harga buyback atau pembelian kembali juga turun Rp2.000 ke angka Rp803.000/gram.

Emas melemah sejak awal pekan. Senin lalu, logam kuning melemah tipis Rp3.000 ke Rp931.000/gram. Pelemahan berlanjut pada Selasa Rp2.000/gram ke posisi Rp929.000.

Harga emas jatuh Rp8.000 ke angka Rp921.000/gram pada Rabu. Kemudian pada hari berikutnya, Kamis baru berbalik naik tipis Rp3.000/gram ke Rp924.000.

Harga emas Antam menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level Rp1.058.000/gram pada Rabu.

Di Pegadaian, pada Jumat, harga emas Antam dibanderol Rp965.000/gram, naik Rp3.000 dibandingkan hari sebelumnya. Antam Batik juga menguat Rp3.000 ke Rp1.122.000/gram. Sementara, emas Antam Retro Rp884.000/gram, turun tipis Rp1.000 dari Kamis. Emas cetakan UBS menetap atau tidak bergerak di Rp912.000/gram.

Di pasar global, harga emas jatuh pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan sesi sebelumnya, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penguatan dolar ke level tertinggi empat bulan merusak daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, tergelincir US$8,1 atau 0,47% menjadi ditutup pada US$1.725,10 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (24/3), emas berjangka terdongkrak US$8,10 atau 0,47% menjadi US$1.733,20.

Emas berjangka anjlok US$13 atau 0,75% menjadi US$1.725,10 pada Selasa (23/3), setelah tergerus US$3,6 atau 0,21% menjadi US$1.738,10 pada Senin (22/3), dan terangkat US$9,2 atau 0,53% menjadi US$1.741,70 pada Jumat lalu (19/3).

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan sedikit menguat, meningkatkan peluang kerugian bagi mereka yang memegang emas.

Sementara itu, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya naik 0,4%, setelah mencapai level tertinggi sejak 13 November di 91,92 pada awal sesi, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Anda melihat perbedaan besar dalam suku bunga obligasi pemerintah antara AS dan negara-negara Eropa lainnya dan itu menyebabkan peningkatan aliran dana ke greenback dan itu membebani logam mulia," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, dikutip dari Reuters.

"Momentum (untuk emas) berada di sisi bearish, jadi Anda harus melihat harga sedikit rebound agar mendapatkan keyakinan kenaikan yang berkelanjutan dapat dicapai," tambahnya.

Kerugian emas terjadi meskipun sentimen di pasar keuangan yang lebih luas dilemahkan oleh babak baru pembatasan virus corona di zona euro.

Angka ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (25/3) juga menekan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 684.000 mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 20 Maret, turun dari angka 781.000 di pekan sebelumnya.

Produk domestik bruto (PDB) AS direvisi sedikit menguat ke tingkat tahunan sebesar 4,3% pada kuartal IV-2020, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,1%.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 18,4 sen atau 0,73% menjadi ditutup pada US$25,047 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$26 atau 2,2% menjadi ditutup pada US$1.154,20 per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : antaranews.com

Kamis, 25 Maret 2021

Rifan Financindo - Jangan Khawatir, Investasi Emas Digital Dipastikan Aman


RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Investasi emas saat ini menjadi pilihan investor di tengah tren penurunan suku bunga. Di samping likuiditasnya yang cukup tinggi, investasi emas memiliki nilai yang cukup stabil dan cenderung meningkat setiap tahunnya.

Berinvestasi emas juga lebih terjangkau karena kini bisa dimulai dengan dana yang kecil. Untuk berinvestasi emas sekarang juga lebih mudah karena bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi emas digital yang saat ini banyak tersedia. 

Selain itu, dari segi transaksi, berinvestasi melalui emas digital sudah dijamin keamanannya oleh pemerintah. "Indonesia saat ini sudah memiliki ketentuan-ketentuan tentang emas digital yang bertujuan untuk melindungi investor, kata Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi, Rabu.

Menurut Fajar, penyelenggaraan emas digital dilindungi payung hukum Undang Undang (UU) Perdagangan Berjangka Komoditas UU No.10 Tahun 2011. Berdasarkan UU tersebut, penyelenggaraan emas digital diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Bappebti sebagai otoritas juga mengeluarkan peraturan terkait ketentuan teknis penyelenggaran pasar fisik emas digital di bursa berjangka. Peraturan ini salah satunya mewajibkan semua pelaku usaha emas digital di Indonesia harus mendapatkan izin dari Bappebti. 

Bappebti memberi persetujuan kepada Bursa Berjangka Jakarta sebagai tempat transaksi. Bappebti juga memberi izin KBI sebagai lembaga kliring seluruh transaksi di pasar fisik emas digital serta sebagai Lembaga Depository.

Pedagang emas yang sudah berizin tidak perlu dikhawatirkan untuk keamanan emas dan penyelesaian transaksinya. Kami sebagai lembaga kliring memiliki kewajiban untuk memastikan emasnya ada dan tersimpan dengan baik," kata Fajar - RIFAN FINANCINDO

Sumber : republika.co.id

Rabu, 24 Maret 2021

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Naik Pasca Pernyataan Powell, Sempat Turun Dua Hari Berturut

  

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Apakah emas masih bereaksi terhadap kekhawatiran inflasi? Jawaban yang tepat kemungkinan adalah Ketika sudah nyaman untuk pasar.

Harga emas berakhir di zona merah selama dua hari berturut-turut pada penutupan Selasa dan Senin seiring penguatan indeks dolar AS di atas level kunci 92 setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menegaskan kembali setiap kenaikan inflasi AS tahun ini kemungkinan akan terjadi "satu kali." Ia juga mengatakan bank sentral memiliki semua alat untuk memastikan tekanan harga tetap berlabuh pada target 2%.

Harga emas untuk penyerahan April ditutup turun 0,71% di level $1.725,75 per troy ons di Comex New York dan pukul 09.42 WIB Rabu pagi, harganya bergerak naik 0,37% di $1.731,55 menurut data Investing.com. Adapun indeks dolar naik tipis 0,03% di 92,375.

Hampir setiap hari, tidak ada kejelasan tentang apa yang menggerakkan emas, dengan semua fluktutasi atas imbal hasil dan dolar,” tandas Philip Streible, ahli strategi logam mulia di Blueline Futures di Chicago.

Pernyataan Powell hari ini mengenai efek inflasi akan bersifat sementara sudah cukup untuk mengirim dolar naik dan emas turun (Selasa). Tapi semua kekhawatiran tentang lonjakan inflasi dalam beberapa pekan terakhir tidak mendukung emas. Lantas, apakah emas masih menanggapi kekhawatiran inflasi? Ya, jika cocok untuk pasar.

Bersaksi pada ulang tahun pertama penyelamatan fiskal bersejarah untuk ekonomi AS dari COVID-19, Powell mengatakan kepada Komite Jasa Keuangan Kongres AS di Washington bahwa lonjakan inflasi yang diharapkan saat ekonomi dibuka kembali "tidak akan bertahan lama".

The Fed akan "terus memberikan dukungan ekonomi yang dibutuhkan selama diperlukan ... karena sektor-sektor ekonomi yang paling terpengaruh oleh kebangkitan virus, dan dengan jarak sosial yang lebih besar, tetap lemah", kata Powell.

Sudah lama dikaitkan dengan label seperti safe haven, penyimpan nilai dan lindung nilai inflasi, emas telah menghilangkan konotasi seperti itu setidaknya selama enam bulan sekarang, bergerak turun terutama ketika sensasi pasar atas inflasi mendorong imbal hasil Treasury melonjak sebagai gantinya.

Logam kuning menunjukkan kepercayaan yang diberikan oleh investor melewati puncak pandemi, naik dari posisi terendah Maret 2020 di bawah $1.500 untuk mencapai rekor tertinggi hampir $2.100. Harga telah jatuh sejak itu, sempat sesaat berubah menjadi pasar bearish, turun hingga 20% untuk mencapai posisi terendah di bawah $1.675 awal bulan ini.

Kala emas telah merangkak keluar dari lubang itu, emas telah tertahan di bawah $1.750, berperilaku lebih seperti pasien dengan bantuan hidup daripada seseorang yang berada di jalur pemulihan yang jelas - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 23 Maret 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Spot Turun 35% Ke Level US$ 1.732/Ons Troi

 

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas masih meredup pada Selasa pagi ini. pada pukul 09.24 WIB, harga emas spot bertengger di level US$ 1.732,87 per ons troi alias melemah 0,35%.

Sementara harga emas berjangka Comex untuk pengiriman Juni 2021 turun 35% ke level US$ 1.734,30 per ons troi. 

Harga emas usai koreksi pada dolar Amerika Serikat (AS) dan yield US Treasury yang melonggar karena penguatan di pasar saham.  

Harga emas seharusnya bisa menguat tetapi tidak. Itu benar-benar menunjukkan pasar emas lemah jika korelasi normal (seperti dolar yang lebih lemah) terjadi," kata David Madden, analis di CMC Markets Inggris. 

Dia menambahkan, dengan posisi saat ini, emas bisa tergelincir lebih jauh jika dolar AS dan imbal hasil pada obligasi AS menguat.

Emas sebelumnya sempat anjlok 1% karena investor berbondong-bondong masuk ke dolar AS dan obligasi pemerintah, di tengah ketakutan karena keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang mengganti Gubernur Bank Sentral Turki setelah tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

Jika warga (Turki) khawatir bahwa lira lemah,mereka ingin membeli dolar AS atau emas, tetapi di sinilah ketakutan datang - bahwa kontrol modal akan menghentikan masuknya uang negara, mungkin sulit bagi orang untuk mendapatkan untuk dolar, dan sebagai gantinya emas, dalam beberapa minggu ke depan - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber :  kontan.co.id

Senin, 22 Maret 2021

PT Rifan - Harga Emas Dunia Menguat Seiring Meredanya Imbal Hasil Obligasi AS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia pada akhir pekan lalu bergerak menguat. Penguatan tersebut berada di jalur kenaikan pekan keduanya seiring imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun mereda dari sesi tertingginya.

Posisi harga emas di pasar spot naik 0,3 persen ke harga 1.742,14 dolar AS per ons. Secara mingguan emas di pasar spot ini naik 0,9 persen. Sedangkan emas di pasar berjangka finis menguat 0,5 persen ke harga 1.741,70 dolar AS per ons.

"Suku bunga 10 tahun telah turun sedikit dan dolar AS yang lebih tinggi juga turun. Kami bisa melihat emas melakukan sedikit lebih baik jika situasi suku bunga mulai stabil, " kata analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Imbal hasil obligasi pemerintah USA tenor 10-tahun mereda setelah melayang di dekat puncak lebih dari satu tahun pada sesi terakhir. Dolar AS mundur dari puncak sesi, yang tertinggi dalam lebih dari seminggu.

Emas sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi imbal hasil yang lebih tinggi mengancam status tersebut.

Di sisi teknikal, dalam waktu dekat emas menghadapi resistensi di sekitar level 1.765 dolar AS per ons," kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.

Sementara itu, pertemuan tingkat tinggi AS-China pertama di era pemerintahan Biden dimulai dengan awal yang berapi-api. Kedua belah pihak melayangkan teguran tajam terhadap kebijakan pihak lain - PT RIFAN

Sumber : suara.com

Jumat, 19 Maret 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun Jumat Pagi Seiring Penyesuaian Pasca Fed

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas turun pada Jumat pagi seiring langkah pasar mencoba untuk menyesuaikan dengan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh sikap dovish Federal Reserve terhadap kenaikan imbal hasil obligasi.

Harga emas berjangka turun 0,23% di $1.728,45 per troy ons pukul 08.30 WIB. Untuk sepekan, kontrak acuan emas ini masih naik 0,49%. Begitu juga, harga emas spot, yang terkadang diandalkan oleh fund manager untuk tujuan lebih dari kontrak berjangka, turun 0,41% ke $1.729,57 menurut data Investing.com.

Pasar keseluruhan mengalami peralihan tren. S&P 500 dan Nasdaq jatuh dan Dow juga ditutup melemah. Adapun harga minyak ditutup anjlok 7% lebih pada perdagangan Kamis.

Sementara itu, imbal hasil obligasi 10 tahun sempat mencapai level tertinggi 13 bulan di atas level 1,7% dan kini berbalik arah melemah 1,00% di 1,712 pukul 08.39 WIB.

Ketidakpastian investor berkembang setelah Ketua Fed AS Jay Powell dalam konferensi pers bulanannya pada hari Rabu menolak untuk memberikan petunjuk tentang bagaimana bank sentral yang membeli lebih banyak obligasi untuk menurunkan imbal hasil yang bergerak melonjak sejak awal tahun. Kenaikan imbal hasil telah membatasi reli aset berisiko.

Powell mengatakan tingkat pengangguran AS kemungkinan akan terus menurun dari 6,2% di bulan Februari sementara inflasi meningkat 2,4% tahun ini terhadap proyeksi keseluruhan pertumbuhan PDB sebesar 6,5% dalam ekonomi yang pulih dari pandemi tahun 2020. Tetapi ini masih belum cukup untuk menaikkan minat suku bunga, kata Ketua Fed.

Imbal hasil obligasi yang melonjak telah menjadi kutukan bagi emas, memaksa logam kuning kehilangan nilainya sebesar 17% dari rekor tertinggi hampir $2.100 pada bulan Agustus. Setiap indikasi oleh The Fed akan mengintensifkan pembelian obligasi dalam beberapa bulan mendatang bisa menjadi hal untuk menekan kenaikan imbal hasil dan memicu reli emas.

Selama beberapa dekade, emas disebut-sebut sebagai penyimpan nilai terbaik setiap kali ada kekhawatiran tentang inflasi. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, itu sengaja dicegah untuk menjadi aset masuk bagi investor karena bank-bank Wall Street, hedge fund, dan aktor lainnya melakukan posisi short logam sambil mendorong imbal hasil obligasi AS dan dolar sebagai gantinya.

Imbal hasil obligasi telah melonjak karena argumen bahwa pemulihan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang dapat melampaui ekspektasi Fed, yang menyebabkan lonjakan inflasi, lantaran bank sentral bersikukuh mempertahankan suku bunga mendekati nol.

Dolar, yang biasanya jatuh dalam lingkungan kekhawatiran inflasi yang tinggi, juga menguat dengan adanya logika pemulihan ekonomi yang sama. Status greenback sebagai mata uang cadangan telah memperkuat posisinya sebagai tempat berlindung yang aman, yang mengarah kepada posisi beli baru yang dibangun dalam dolar. Dalam beberapa hari terakhir, Indeks Dolar telah bergerak di kisaran level 92, semakin membatasi emas.

Pukul 09.46 WIB, indeks dolar AS naik tipis 0,08% ke 91,912 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing 

Kamis, 18 Maret 2021

Rifan Financindo - Harga Emas Kian Naik, Fed Berkomitmen Bunga Acuan Tetap Rendah

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kian naik pada Kamis  petang dan melampaui level tertinggi dua minggu setelah Federal Reserve AS mempertahankan sikap dovishnya saat mengumumkan keputusan kebijakan pada Rabu setempat.

Harga emas emas berjangka masih naik 1,25% ke $1.748,65 per troy ons pukul 13.15 WIB dan XAU/USD terus naik 0,30% di $1.750,57 menurut data Investing.com.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp8.000 dari Rp927.000 pada Rabu menjadi Rp935.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.59 WIB.

The Fed menegaskan akan mempertahankan suku bunganya mendekati nol hingga tahun 2023 kala menutup pertemuan dua harinya pada Rabu. Bank sentral AS ini juga mengatakan ekonomi AS berada di jalur untuk mencatatkan tingkat ekspansi tercepat dalam hampir 40 tahun, memprediksi pertumbuhan sebesar 6,5% pada tahun 2021. Inflasi diprediksi sebesar 2,4%, di atas target Fed 2%.

Ada respons risk-on (aksi beli) [pasca pengumuman Fed] dan dolar AS melemah signifikan. Orang mungkin mengharapkan negativitas dolar mendukung emas. Bukan itu yang terjadi, logika utama di sana benar-benar berkaitan dengan imbal hasil, yang mana beranjak naik ... Mereka menjadi lebih optimis dan itu bukan pertanda baik untuk emas dan menunjukkan pergerakan tren lebih rendah ini kemungkinan akan berlanjut. Itu tidak mendapatkan penurunan besar karena dolar melemah," ahli strategi mata uang DailyFX Ilya Spivak mengatakan kepada Reuters.

Dolar AS naik tipis 0,03% di 91,463 pukul 13.18 WIB dan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun makin melonjak 1,40% di 1,664.

Jika dolar melanjutkan jalur pelemahannya dan imbal hasil terus ditenangkan oleh bahasa Fed, maka ini dapat menetapkan level emas untuk pengujian $1.800," manajer umum global ABC Bullion Nicholas Frappell mengatakan kepada Reuters.

Bank sentral lain yang akan merilis keputusan kebijakan menjelang akhir pekan adalah Bank of England pada hari ini dan Bank of Japan (BOJ) pada hari Jumat.

Untuk logam mulia lainnya, palladium naik 0,89% di 2.590,00 setelah produsen Nornickel memangkas perkiraan produksinya karena genangan air di dua tambang miliknya di Siberia. Perak melonjak 2% dan platinum naik 0,5% pukul 13.22 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Selasa, 16 Maret 2021

PT Rifan Financindo - Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Harga Emas Langsung Bersinar

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas menguat dalam perdagangan Senin, karena imbal hasil obligasi AS (Amerika Serikat) turun dari level tertinggi baru-baru ini, dan investor menunggu isyarat dari pertemuan kebijakan Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi 1.729,94 dolar AS per ounce. Emas berjangka Amerika Serikat ditutup bertambah 0,5 persen menjadi 1.729,20 dolar AS per ounce, imbal hasil relatif tenang pagi ini dan penurunan emas baru-baru ini dipandang sebagai peluang beli oleh sebagian besar orang," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Pertanyaan besarnya adalah apakah kenaikan imbal hasil, di belakang optimisme pemulihan ekonomi, akan menekan emas, atau jika pertumbuhan terhenti atau inflasi meningkat, yang seharusnya mendukung emas.

Imbal hasil US Treasury bertenor 10-tahun menyusut dari level tertinggi lebih dari satu tahun, memulihkan beberapa daya tarik emas yang tidak memberikan bunga.

Kapanpun yield melesat, itu akan menjadi tekanan bagi emas, kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures, Chicago.

Imbal hasil masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi tetapi yield tidak akan naik selamanya, jadi akan ada titik balik. Semakin tinggi bergerak, semakin dekat kita ke titik balik tersebut, tandasnya.

Dalam perdagangan logam lainnya, perak melesat 1,1 persen menjadi 26,20 dolar AS per ounce. Paladium naik 0,4 persen menjadi 2.381,65 dolar AS per ounce dan platinum bertambah 0,3 persen menjadi 1.207,99 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Senin, 15 Maret 2021

PT Rifan - Harga Emas Turun Lebih 1% Akibat Naiknya Yield US Treasury

 

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas turun lebih dari 1% pada hari Jumat. Tertekan lonjakan imbal hasil US Treasury dan penguatan dolar, menyeret menuju level terendah sembilan bulan awal pekan ini.

Harga emas spot turun 1,1% menjadi US$ 1.703,15 per ons troi. Sedangkan harga eEmas berjangka AS turun 1,2% menjadi US$ 1.701,70. 

Suku bunga telah merosot selama beberapa hari terakhir sebagai akibat dari tekanan singkat di pasar Treasury. Sekarang dengan suku bunga segera naik kembali ke 1,6% yang penting secara psikologis membebani kondisi keuangan secara luas," kata analis komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Dolar juga terkait dengan bayang-bayang kenaikan suku bunga. Jadi, dalam konteks ini jelas bukan lingkungan di mana arus investasi cenderung bergerak ke arah emas," kata Ghali. 

Tolok ukur imbal hasil US Treasury naik kembali ke puncak lebih dari satu tahun di atas 1,6% yang dicapai pada 5 Maret, sementara indeks dolar melonjak 0,5%.

Harga emas turun ke level terendah sejak Juni pada US$ 1.676,10 pada hari Senin, dengan harga turun hampir 10% sepanjang tahun ini.

Meskipun emas secara luas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi tinggi yang diantisipasi akan didorong oleh langkah-langkah stimulus, rebound dalam imbal hasil telah menantang status tersebut tahun ini.

Presiden Joe Biden pada hari Kamis menandatangani tagihan stimulus US$ 1,9 triliun menjadi undang-undang dan mengatakan dia sedang bekerja untuk membawa Amerika Serikat lebih dekat ke keadaan normal pada 4 Juli.

Untuk saat ini, emas tetap terjebak dalam tren turun dengan dukungan utama menjadi area penting antara US$ 1.670 dan US$ 1.690 sementara pembeli potensial tidak terburu-buru untuk memasuki posisi beli sebelum berhasil mendapatkan kembali US$ 1.765 per ons troi, "analis Saxo Bank Ole Hansen mengatakan dalam sebuah catatan.

Di tempat lain, harga perak turun 1,9% menjadi US$ 25,58 per ons troi, tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertamanya dalam empat minggu. Palladium naik 0,9% menjadi US$ 2.365,03. Harga platinum kehilangan 0,8% menjadi US$ 1,185.55 per ons troi, tetapi naik 4,6% untuk minggu ini - PT RIFAN

Sumber : kontan.co.id

Jumat, 12 Maret 2021

Rifan Financindo Berjangka - Kilau Emas Kembali Pudar, Belum Mampu Lawan Obligasi AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Data menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun ke level terendah empat bulan, pekan lalu.

Data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan mengangkat imbal hasil US Treasury 10-tahun di atas 1,5 persen, sementara Indeks Dolar (Indeks DXY) bergerak menjauh dari level terendah satu pekan.

Imbal hasil obligasi meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran tentang permasalahan inflasi yang muncul karena ekonomi utama dunia telah mengaktifkan keran uang mereka terbuka lebar selama setahun terakhir, kata analis Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dari stimulus yang meluas, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi pada tahun ini telah mengancam status tersebut karena diterjemahkan ke dalam opportunity cost yang lebih tinggi untuk memegang logam kuning.

Bank Sentral Eropa mengatakan akan menggunakan Pandemic Emergency Purchase Programme senilai 1,85 triliun euro dengan lebih murah hati selama beberapa bulan mendatang untuk menghentikan kenaikan biaya pembiayaan utang yang tidak beralasan.

RUU bantuan Covid-19 Amerika senilai 1,9 triliun dolar AS juga disetujui pada Rabu.

Logam lainnya, perak turun 0,2 persen menjadi 26,12 dolar AS per ounce. Paladium melemah 0,2 persen menjadi 1.200,11 dolar AS per ounce, sementara platinum melejit 1,6 persen menjadi 2.343,95 dolar AS per ounce - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Rabu, 10 Maret 2021

PT Rifan Fianancindo Berjangka - Harga Emas Dunia Berbalik Menguat Berkat Ini


PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Kilau emas dunia kembali bersinar setelah imbal hasil obligasi mengalami penurunan dan juga berkat depresiasi dolar.

Harga emas melonjak lebih dari 2 persen pada Selasa, mencatat pemulihan yang kuat dari level terendah sembilan bulan yang dicapai pada sesi sebelumnya.

Emas di pasar spot melambung 2,1 persen menjadi 1.717,01 dolar AS per ounce, setelah tergelincir ke posisi 1.676,10 dolar AS per ounce pada sesi Senin, level terendah sejak 5 Juni.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melesat 2,3 persen menjadi 1.716,90 dolar AS per ounce.

Saya tidak tahu apakah ini adalah akhir dari tren kenaikan imbal hasil, tetapi ini adalah permulaan. Pedagang emas dan perak menunggu ini dan melompat kembali ke pasar," kata Bob Haberkorn, analis RJO Futures.

Imbal hasil US Treasury 10-tahun mundur dari level tertinggi lebih dari satu tahun yang disentuh pekan lalu, sementara dolar terjerembab.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap potensi lonjakan inflasi dari langkah-langkah stimulus ekonomi besar-besaran, kenaikan yield obligasi menantang status tersebut.

Kepemilikan ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun pada sesi Senin ke level terendah sejak April 2020.

Arus ETF berkontribusi pada dampak yang lebih besar terhadap harga saat turun ketimbang kala naik. Kami memperkirakan harga emas akan mencapai 1.750 dolar AS per ounce (pada 2021), tetapi mengingat volatilitas emas baru-baru ini, proyeksi ini memiliki keyakinan yang cukup rendah," ujar Societe Generale.

Investor terfokus pada pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve pekan depan. Chairman Jerome Powell mengatakan sikap kebijakan moneter yang longgar dari The Fed saat ini tetap sesuai.

Investor terfokus pada pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve pekan depan. Chairman Jerome Powell mengatakan sikap kebijakan moneter yang longgar dari The Fed saat ini tetap sesuai - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

Selasa, 09 Maret 2021

PT Rifan Financindo - Tidak Miliki Izin, Bappebti Blokir 100 Situs Perdagangan Berjangka


PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memblokir 100 domain situs entitas di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), yang tidak memiliki izin dari Bappebti pada Februari 2021.

Dengan demikian, sejak Januari 2021 sampai dengan Februari 2021 Bappebti telah memblokir 168 domain situs berdasarkan hasil pengawasan dan pengamatan, serta pengaduan masyarakat, di mana pemblokiran tersebut dikoordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Sejauh ini sudah ada 168 domain situs entitas yang telah diblokir Bappebti. Domain situs entitas ini mayoritas merupakan pialang berjangka dari luar negeri, yang mengaku telah mendapat legalitas dari negara asalnya. Bappebti membatasi domain situs tersebut agar tidak dapat diakses di Indonesia untuk mencegah kerugian masyarakat, ujar Kepala Bappebti Sidharta Utama lewat keterangan resmi di Jakarta.

Bappebti secara rutin melakukan tindakan pencegahan dengan memblokir domain situs entitas ilegal di bidang PBK.Tindakan ini sekaligus memberikan literasi kepada masyarakat. Apabila suatu domain situs tidak dapat diakses, tandanya domain situs tersebut telah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” lanjut Sidharta.

Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti, M Syist menambahkan, PBK merupakan investasi yang sifatnya high risk, high return. Trader dapat memperoleh keuntungan yang sangat besar dari PBK, tapi potensi kerugian juga sama besarnya.

Iming-iming keuntungan yang besar ini digunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengajak calon nasabah terjun ke PBK tanpa persiapan. Karena itu, masyarakat diminta harus lebih waspada dengan cukup maraknya grup Telegram atau WhatsApp yang mengatasnamakan pialang berjangka yang telah mendapat izin usaha dari Bappebti.

Grup tersebut menawarkan produk kontrak berjangka dengan keuntungan di luar batas kewajaran. Dan meminta calon nasabah untuk mentransfer ke rekening atas nama pribadi. Perlu diingat, penyetoran dana margin nasabah ditujukan ke rekening segregated account pialang berjangka yang bersangkutan yang telah terdaftar dan disetujui oleh Bappebti.

Sebelum berinvestasi, masyarakat diharapkan selalu mengecek legalitas pialang berjangka dan kewajaran keuntungan yang ditawarkan. Selain itu, masyarakat diharapkan untuk tidak tergiur dengan janji keuntungan di luar kewajaran serta mempelajari terlebih dahulu mengenai mekanisme transaksi, untung, dan ruginya,pungkas Syist - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Senin, 08 Maret 2021

PT Rifan - Emas Berisiko Turun Ke $1,600

 


PT RIFAN BANDUNG
- Minggu pertama bulan Maret merupakan minggu yang merusak harga emas dengan harga emas turun menembus level psikologis $1,700. Sekarang, pertanyaan di benak setiap orang adalah seberapa jauh emas akan jatuh mencapai dasar terendah sebelum berbalik naik? Setelah turun lebih dari $200 sejak permulaan tahun, investor emas sedang mencari petunjuk akhir dari tren turun emas. Saat ini emas berjangka Comex kontrak bulan April diperdagangkan di $1,699.10, turun 2.8% dalam seminggu.

Penyebab utama dari jatuhnya harga emas adalah naiknya yields treasury 10 tahun AS yang memicu penguatan dollar AS yang membebani emas. Pesan dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada minggu lalu yang Sebagian besar mengabaikan keprihatinan akan inflasi dan naiknya yields AS malah mendukung penurunan harga emas lebih lanjut.

Kegagalan Powell di dalam mendorong turun kenaikan yields obligasi AS membuat orang enggan memegang emas. Pesan Powell memberikan outlook jangka pendek yang bullish bagi dollar AS yang membebani emas. Sementara itu, the Fed akan beristirahat selama satu setengah minggu sampai pertemuan kebijakan moneter berikutnya pada tanggal 17 Maret.

Akibatnya, pasar obligasi akan bergerak bebas dan secara jangka pendek ada tekanan yang bisa membuat emas menjadi rentan turun. Selain itu saham dan komoditi lainnya secara keseluruhan ditinggalkan orang karena mengejar naiknya yields AS dan dollar AS.

Namun, para analis masih mengharapkan the Fed pada akhirnya turun tangan, kemungkinan besar pada saat yields treasury 10 tahun AS naik ke 1.75%. Yields yang diatas 1.75% akan membuat the Fed mulai melihatnya lebih serius. Begitu yields treasury 10 tahun AS mengarah ke 2%, hal ini akan menjadi bunyi alarm. Pasar saham akan bereaksi negatip dan the Fed akan segera bertindak. Pada saat itu barulah emas menjadi lebih baik.

Dengan fokus tetap pada naiknya yields treasury AS dan dollar AS, bagaimana pergerakan emas jangka pendek?

Emas berada pada titik kritikal. Memulai minggu depan, emas berada pada level psikologis $1,700 yang apabila berhasil dilewati akan bertemu dengan level resistance berikutnya di $1,725 dan kemudian $1,750.

Namun ada risiko harga emas turun ke $1,660 dan bahkan lebih rendah lagi. The Fed harus memberikan klarifikasi kapan dan dalam kondisi yang bagaimana bank sentral AS ini akan melakukan intervensi untuk mengkontrol kurva imbal hasil.

Angka – angka makro ekonomi yang bagus pada minggu ini akan bisa membuat harga emas tertekan ke zona $1,600 an.

Jika emas gagal bertahan di “support” kunci di $1,675 pada minggu ini, pasar akan bisa melihat harga emas turun sampai ke $1,610.

Jika kedua “support” kunci tersebut tidak berhasil menahan penurunan harga emas, maka harga emas bisa turun sebentar ke $1,600 yang kemungkinan akan menjadi dasarnya. Posisi di level $1,600 akan hanya sebentar karena level psikologis ini akan menarik banyak investor institusi untuk melakukan pembelian.

Secara jangka menengah, emas masih konstruktif, secara jangka Panjang, jika kurva imbal hasil terus mengalami kenaikan, the Fed pasti akan mengambil tindakan yang akan mengkontrol kenaikan yields Treasury AS ini.

Masih ada banyak hutang dan keprihatinan akan devaluasi matauang dan pemerintah tidak ada pilihan kecuali memonetisir semua surat berharga hutang – hutang tersebut. Inflasi akan muncul dan sekali pasar menyadari akan hal ini, posisi beli akan kembali ke emas.

Event dan data ekonomi yang harus diperhatikan pada minggu ini, antara lain adalah stimulus fiskal AS yang terdorong untuk segera dikeluarkan karena ada tenggat waktu dimana beberapa program pemerintah yang ada sekarang akan segera jatuh tempo. House of Rep dari Demokrat telah meloloskan stimulus senilai $1.9 triliun yang awal, apakah Senat akan menyetujui sejumlah nilai yang sama?

Investor telah memperhitungkan dalam harga senilai antara $1 triliun sampai $1.5 triliun. Jadi apabila nilainya hanya beberapa ratus miliar dollar AS, akan mengecewakan, sementara apabila mendekati nilai awal akan menggembirakan pasar.

Setelah hambatan di dalam vaksinasi yang disebabkan oleh karena terjadinya badai musim dingin, lebih dari dua juta orang Amerika menerima vaksin setiap harinya. Apabila bisa lebih cepat, maka akan menggembirakan pasar.

Apakah harga konsumen naik? Inflasi tetap rendah pada bulan Januari, namun harga produsen mengalami kenaikan. Para ekonom memperkirakan CPI umum akan naik ke 1.6% di bulan Februari, namun untuk CPI inti tertekan di 1.4%. Setiap ada tanda-tanda kenaikan harga, akan bisa mendorong naik dollar AS.

Klaim pengangguran mingguan pada hari Kamis menarik perhatian setelah keluarnya Nonfarm Payrolls, namun minggu belakangan ini, investor sudah kurang sensitif terhadap kegelisahan karena meningkatnya angka pengangguran.

Consumer Sentiment Index pendahuluan untuk bulan Maret dari Universitas Michigan diperkirakan akan tetap dibawah 80, meskipun ada stimulus dan vaksinasi.

“Support” terdekat menunggu di $1,675 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,610 dan kemudian $1,600. “Resistance” terdekat menunggu di $1,700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,725 dan kemudian $1,750 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews,com

Jumat, 05 Maret 2021

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Masih Turun, Komentar Fed Bikin Dolar AS Terus Naik

 

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas masih turun pada Jumat petang, mendekati level terendah sembilan bulan dan menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powel kembali mengecewakan investor dengan pandangannya tentang imbal hasil obligasi yang mendorong kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi.

Harga emas berjangka terus turun 0,21% ke $1.697,20 per troy ons pukul 14.58 WIB menurut data Investing.com. Untuk sepekan harga emas telah jatuh 1,9%. Sedangkan dolar AS kian menguat 0,13% di 91,765.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berbalik turun 0,19% di 1,547 hingga pukul 14.49 WIB.

Powell mengulangi janjinya untuk menjaga tingkat kredit tetap longgar dalam pidatonya di pertemuan pekerjaan Wall Street Journal pada hari Kamis dan menambahkan bahwa meskipun kenaikan imbal hasil adalah hal "penting", ia tidak menganggapnya sebagai langkah yang "tidak teratur".

Terkait data ekonomi, 745.000 pengangguran awal AS diajukan selama seminggu terakhir, lebih rendah dari 750.000 klaim menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com tetapi naik dari 736.000 klaim yang diajukan selama pekan sebelumnya. Laporan ketenagakerjaan AS bulan Februari, termasuk gaji non-pertanian, akan diumumkan pada hari ini.

Sementara itu, Dewan Emas Dunia mengatakan bahwa jumlah emas yang dipegang oleh dana yang diperdagangkan di bursa turun 84,7 ton menjadi senilai $4,6 miliar pada Februari, dan CME Group Inc menurunkan margin untuk kontrak COMEX 100 Gold Futures sebesar 9,1%.

Untuk logam mulia lainnya, perak turun 0,73% ke 25,275, palladium juga turun 0,55% di 2.330,00 dan platinum turun 0,88% ke 1.125,30 pukul 14.56 WIB.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp5.000 dari Rp923.000 pada Kamis menjadi Rp918.000 hingga Jumat pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.28 WIB - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber :  investing.com

Kamis, 04 Maret 2021

Rifan Financindo - Emas Turun Terus, Miliarder Ini Bela Bitcoin Habis Habisan, Katanya: Emas Sudah Mati

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Miliarder Mark Cuban baru saja berdebat soal emas versus bitcoin. Pemilik Dallas Maverick ini pun berpihak pada bitcoin saat dia bertarung dengan kritikus bitcoin Peter Schiff di Twitter.

"Emas sudah mati Peter. Move on." ujarnya

Dikutip dari kitco.com di Jakarta, Kamis ketika harga emas turun menuju USD1.700 dan bitcoin bergerak kembali di atas USD50.000, perdebatan emas versus crypto tidak akan padam.

Dalam Twitter-battle terbaru, Cuban membalas posting CEO Euro Pacific Capital Peter Schiff yang mengatakan: "Ketika saya pertama kali belajar tentang #Bitcoin, saya tidak berpikir investor yang cerdas akan cukup bodoh untuk membeli. Saya salah."

Baca Juga: Kejar IPO di Tengah Lonjakan Harga Pasar Bitcoin, Perusahaan Ini Gandakan Target Pra-IPO

Namun, Cuban membantah itu semua. Menurutnya, emas hanya akan menjadi cincin tetapi bitcoin membantu siapapun menjadi bankir hingga memungkinkan pertukaran nilai.

"Izinkan saya membantu Peter. Emas dihipnotis sebanyak Crypto. Apakah kita benar-benar membutuhkan perhiasan emas? Emas dapat membuat Anda menjadi cincin. BTC / Eth adalah teknologi yang dapat membuat Anda menjadi bankir, memungkinkan pertukaran nilai bebas gesekan dan dapat diperluas menjadi berbagai aplikasi bisnis dan pribadi yang tidak terbatas, "kata Cuban.

Selain itu, Cuban mengatakan bahwa teknologi terus menjadi lebih baik, lebih murah dan lebih cepat sehingga bisa saja menggantikan sesuatu yang hari ini kita kenal sebagai mata uang kripto.

Dia mengingatkan Schiff bahwa emas dibangun di atas teknologi juga, dan mereka yang lebih siap untuk mengekstraknya diuntungkan.

"Dari pengambilan dan sekop hingga operasi penambangan yang terus berusaha meningkat. Siapa pun yang dapat menggunakan teknologi saat ini untuk menemukan dan menambang dengan paling efisien adalah yang paling dihargai. Sama seperti Crypto saat ini. Emas sudah mati Peter. Lanjutkan," cuit Cuban di Twitter-nya.

Cuban bukan satu-satunya bintang Shark Tank yang menyuarakan dukungan untuk crypto minggu ini. Ketua ETF O'Shares Kevin O'Leary, yang menyebut bitcoin "sampah" dua tahun lalu, kini telah mengalokasikan 3% dari portofolionya ke bitcoin.- RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Selasa, 02 Maret 2021

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dan Yield Obligasi AS Turun Selasa Petang

 
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun pada Selasa petang meski terjadi penurunan imbal hasil obligasi AS dan kemajuan paket stimulus masif di AS menopang sentimen investor.

Harga emas berjangka turun 0,23% ke $1.719,00 per troy ons pukul 13.48 WIB dan XAU/USD turun 0,19% ke $1.721,74 menurut data Investing.com. Sebaliknya, indeks dolar kembali naik 0,17% ke 91,192.

Tolok ukur imbal hasil obligasi AS semakin bergerak turun 1,88% ke 1,419 pukul 13.35 WIB seiring langkah Federal Reserve AS yang terus mengabaikan kekhawatiran inflasi.

Fokus investor sekarang beralih kepada Ketua Fed Jerome Powell, yang akan berbicara di acara Wall Street Journal pada hari Kamis di mana ia diperkirakan akan membahas ekonomi. The Fed juga akan merilis Beige Book pada hari Rabu.

Pembahasan paket stimulus senilai $1,9 triliun akan dimulai di Senat pekan ini, tandas Ketua Mayoritas Majelis Chuck Schumer pada hari Senin.

Sementara itu, Wells Fargo menyatakan akan memperluas bisnis perdagangan logam mulia, mengisi celah yang tersisa dari keluarnya Bank of Nova Scotia (Scotiabank) dari pasar.

Bank global terbesar untuk industri logam mulia fisik selama bertahun-tahun, Scotiabank membuat keputusan untuk melakukan pengurangan pada tahun 2018 dan keluar dari sektor tersebut pada tahun 2020.

Di seberang Atlantik, Bank Sentral Eropa (ECB) mengurangi pembelian bersih utang selama minggu lalu, bahkan ketika biaya pinjaman meningkat di pasar keuangan. Keputusan tersebut membayangi pemulihan yang baru lahir dari COVID-19 di ekonomi zona euro, di mana dampak virus masih terasa.

Di tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) stagnan di level Rp923.000 hingga pagi ini dari perdagangan Senin kemarin menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.34 WIB - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber :  investing.com