Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Rabu, 31 Mei 2023

Rifan Financindo - Emas Stabil Di Tengah Ketidakpastian Deal Utang & Fed, Rebound Tembaga Berhenti

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas stabil di atas posisi terendah dua bulan pada hari Rabu, didorong oleh aksi profit taking dalam dolar dan pasar menunggu lebih banyak isyarat tentang kenaikan plafon utang AS, sementara harga tembaga menuju penurunan tajam pada bulan Mei.

Sejumlah data ekonomi AS juga akan dirilis minggu ini, dengan data nonfarm payroll untuk bulan Mei, yang akan dirilis hari Jumat, yang sebagian besar akan mempengaruhi rencana kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Dolar turun dari level tertinggi 10 minggu di tengah aksi profit taking dan untuk mengantisipasi data tersebut. Namun, pandangan yang semakin hawkish terhadap the Fed membuat greenback relatif tertopang, sementara meredupkan prospek aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Kenaikan suku bunga mendorong biaya peluang berinvestasi pada aset yang tidak memberikan imbal hasil - sebuah tren yang menghantam emas hingga tahun 2022.

Namun, logam mulia ini dapat mengalami peningkatan permintaan safe haven jika terjadi gagal bayar AS, yang kemungkinan besar akan memicu resesi. Anggota parlemen AS akan melakukan voting suara minggu ini untuk meloloskan RUU bipartisan soal menaikkan plafon utang dan mencegah krisis ekonomi.

Namun beberapa anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat telah mengisyaratkan ketidakpuasannya terhadap RUU tersebut, dan berencana untuk menolaknya di Kongres.

Emas spot flat di $1.959,34/oz, dan emas berjangka stabil di $1.977,65/oz pukul 07.51 WIB. Kedua instrumen ini naik hampir 1% pada hari Selasa, pulih dari posisi terendah selama lebih dari dua bulan.

Logam kuning telah jatuh dari rekor tertinggi yang dicapai pada awal Mei, dan sekarang akan mencatat kerugian bulanan lebih dari 1%. Sebagian besar pelemahan ini berasal dari ekspektasi yang terus berkembang bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih lanjut di bulan Juni, di tengah inflasi yang tinggi dan kekuatandi pasar tenaga kerja.

The Fed juga akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Faktor-faktor ini, ditambah dengan tanda-tanda memburuknya kondisi ekonomi di seluruh dunia, membuat harga tembaga menuju penurunan bulanan terburuk selama 11 bulan terakhir. Harga logam merah ini juga diperdagangkan sedikit di atas level terlemahnya dalam hampir tujuh bulan terakhir.

Tembaga flat di $3,6623 pada hari Rabu. Namun, harga logam mulia ini diperkirakan akan turun hampir 6% di bulan Mei, terpukul oleh serangkaian data aktivitas manufaktur yang lebih lemah dari negara-negara besar.

Fokus saat ini tertuju data aktivitas manufaktur dari China, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai bagaimana pemulihan ekonomi di negara importir tembaga terbesar di dunia tersebut. Angka yang lebih lemah dari perkiraan untuk bulan April telah menyebabkan penurunan tajam pada tembaga, saat pasar mengkhawatirkan perlambatan permintaan China - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Selasa, 30 Mei 2023

PT Rifan Financindo - Emas Kembali Turun, Kekhawatiran Rate Hike Imbangi Optimisme Deal Utang

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kembali turun pada hari Senin (29/05), melanjutkan penurunannya selama tiga minggu usai data inflasi yang kuat mendorong dolar dan meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara kekhawatiran gagal bayar utang AS kini mereda

Anggota parlemen AS mengatakan akhir pekan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan "pada prinsipnya" untuk menaikkan batas pengeluaran AS selama dua tahun, yang berpotensi menangkal kegagalan bayar utang menjelang tenggat waktu bulan Juni.

Berita ini membantu meredam beberapa kekhawatiran akan meluasnya gangguan ekonomi yang berasal dari gagal bayar utang AS, sehingga memacu kenaikan aset-aset berbasis risiko. Hal ini kemudian menekan emas, yang biasanya berfungsi sebagai safe haven saat terjadi tekanan ekonomi.

Logam mulia juga menghadapi lebih banyak tekanan dari dolar yang lebih kuat di tengah fokus baru pada Federal Reserve, karena data pada hari Jumat menunjukkan Personal Consumption Expenditures index- pengukur inflasi pilihan Fed - naik lebih dari yang diharapkan pada bulan April, menyiratkan kondisi inflasi yang keras di negara tersebut.

Emas spot untuk penyerahan Juni turun 0,2% di $1.942,24/oz, sementara emas berjangka yang akan jatuh tempo pada bulan Agustus turun 0,2% ke $1.959,85/oz pukul 07.12 WIB. Kedua instrumen ini diperdagangkan di dekat level terendah dua bulan setelah jatuh dari rekor tertinggi yang dicapai pada awal Mei.

Dolar menguat lebih jauh melewati level tertinggi dua bulan yang dicapai minggu lalu hari Senin, menekan harga logam saat pasar mulai memposisikan kenaikan 25 basis poin oleh the Fed pada bulan Juni. Harga Fed Fund futures menunjukkan pasar memperkirakan hampir 65% peluang kenaikan suku bunga pada bulan Juni, sebuah pembalikan yang mencolok dari sentimen yang terlihat pada minggu lalu.

Prospek kenaikan suku bunga menjadi isyarat buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memiliki aset-aset tersebut.

The Fed telah mengisyaratkan pendekatan berbasis data untuk kenaikan suku bunga di masa depan selama rapat bulan Mei. Dengan inflasi yang tampaknya meningkat hingga bulan April, bank sentral sekarang dapat mempertimbangkan lebih banyak kenaikan.

Meredanya risiko ekonomi dari potensi gagal bayar utang juga memberi bank sentral lebih banyak ruang untuk terus menaikkan suku bunga, menghadirkan prospek yang lemah untuk emas dalam waktu dekat.

Logam mulia lainnya bergerak dalam kisaran datar cenderung turun pada hari Senin. Platinum turun 0,1%, sementara perak naik 0,2%.

Di antara logam industri, harga tembaga berada di atas level terendah tujuh bulan setelah mengalami rebound tajam selama dua sesi terakhir. Namun prospek untuk logam merah ini tetap mendung di tengah memburuknya kondisi manufaktur global, serta potensi melemahnya permintaan di pasar utama China.

Tembaga flat di $3,6733. Komoditas lain, nikel turun 0,62% pada penutupan Jumat lalu, dan timah naik 0,97% di ICE London.

Sementara, karet mencapai 133,40 pada Jumat di Singapura, batubara Newcastle di ICE London tercatat 166,50, kakao AS turun 0,61%, dan harga minyak sawit sentuh 3.590,00.

Adapun kopi robusta di London berada di 2.580,00, kopi AS turun 1% dan gas alam naik 0,29% - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Rabu, 17 Mei 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Tembus Bawah $2.000 Untuk Pertama Kalinya Sejak 1 Mei

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bukan hanya aset-aset berisiko yang terpukul di tengah krisis utang AS. Emas, yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap masalah ekonomi dan politik, tembus di bawah $2.000 untuk pertama kalinya sejak awal Mei dan setelah reli ke rekor tertinggi, karena para investor beralih ke tempat yang relatif lebih aman yaitu dolar dan Treasury AS setelah data ekonomi AS beragam menunjukkan penjualan ritel dan indeks perumahan bisa bertahan.

Emas untuk penyerahan Juni di Comex New York berakhir di $1.993/oz, turun $29,70, atau 1,5%, pada hari Selasa, setelah mencapai sesi terendah di $1.989,25. Ini adalah penutupan pertama di bawah level $2.000 untuk emas berjangka sejak 1 Mei. Kontrak emas untuk penyerahan Juni mencapai level tertinggi sepanjang masa di $2.085,40 pada 4 Mei.

Harga emas spot, yang mencerminkan perdagangan fisik emas bullion dan lebih banyak diikuti daripada kontrak berjangka oleh beberapa trader, ditutup di $1.992,2. Harga tersebut jatuh 1,4% pada hari Selasa untuk kontrak spot, yang mencapai level terendah sesi di $1.985,59 sebelumnya. Pada 4 Mei, emas spot mencapai rekor tertinggi $2.073,29, menurut data Investing.com.

Jatuhnya harga emas terjadi saat Indeks Dolar stabil di atas 102 dan imbal hasil Treasury note AS 10 tahun mencapai level tertinggi dua minggu di 3,572%.

Meskipun kemajuan baru belum terjadi dalam kebuntuan plafon utang Washington, ada peningkatan pembicaraan tentang apa yang dapat dilakukan untuk mencapai kesepakatan bipartisan yang mengakhiri kebuntuan dan menghindari gagal bayar yang mengguncang pasar. Putaran kedua perundingan plafon utang antara Gedung Putih dan empat anggota parlemen AS dijadwalkan pada pukul 15:00 ET.

"Emas turun saat Wall Street menunggu pembaruan yang berarti dengan perundingan plafon utang," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan online OANDA. Ia juga mencatat bahwa logam mulia "tidak mendapatkan bantuan dari rebound belanja konsumen pada bulan April."

Moya mengatakan bahwa Wall Street "bersiap-siap untuk sesuatu yang buruk terjadi".

"Namun tidak ada yang tahu apa yang akan menjadi katalisatornya," tambahnya. "Bisa jadi kebuntuan plafon utang, ketakutan perbankan yang terus-menerus, atau konsumen yang jauh lebih lemah karena inflasi tinggi menjadi lebih nyata."

"Harapan soft landing [untuk ekonomi AS] masih tergantung pada seutas benang dan hal ini membuat beberapa investor tidak melakukan tindakan agresif ke safe haven. Terlalu banyak risiko yang masih ada di depan mata bagi para investor untuk bersikap agresif. Penghindaran risiko bisa mendapatkan dorongan dari kekhawatiran perbankan regional, drama plafon utang, dan melemahnya konsumen, tetapi kemungkinan akan datang dari katalis baru."

Lebih penting lagi, sebuah studi tentang grafik perdagangan hari Selasa dan penurunan ke bawah $2.000 per ons tidak menunjukkan bahwa kenaikan yang membawa emas ke rekor tertinggi telah berakhir, kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknikal di SKCharting.com.

"Saya tidak melihat adanya penembusan besar terhadap tren naik utama selama logam ini tetap berada di atas $1.975 pada penutupan mingguan," kata Dixit.

Koreksi terlihat lebih sebagai "distribusi momentum," dengan level $2018-$2.080 menjadi resistance saat ini untuk emas, yang berada di bawah Daily Middle Bollinger Band di $ 2.008, katanya - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Selasa, 16 Mei 2023

PT Rifan Financindo - Emas Bergerak Turun, Statemen Fed Timbulkan Kewaspadaan Baru

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tipis di awal perdagangan Asia pada hari Selasa. Sejumlah pejabat Federal Reserve memperingatkan bahwa suku bunga masih dapat naik lebih lanjut di tengah inflasi yang relatif tinggi dan pasar tenaga kerja yang kuat.

Sementara logam mulia mengantongi beberapa kenaikan di sesi sebelumnya, kenaikan tersebut masih terbatas karena trader menunggu serangkaian angka ekonomi AS minggu ini, dimulai dengan penjualan ritel dan produksi industri yang akan dirilis  hari ini.

Lebih banyak pejabat Fed juga akan berbicara pekan ini, terutama dari Ketua Jerome Powell pada hari Jumat.

Namun, emas mempertahankan support $2.000, dengan permintaan safe haven untuk logam mulia tetap didukung oleh kekhawatiran perlambatan ekonomi AS tahun ini. Permintaan safe haven merupakan pendorong utama reli emas sepanjang Mei, yang membuat harga spot sempat menyentuh rekor tertinggi.

Emas spot turun 0,1% menjadi $2.014,82/oz, sementara emas berjangka turun 0,2% di $2.019,35/oz pukul 07.25 WIB.

Empat presiden Fed regional mengatakan dalam pidato terpisah bahwa meskipun bank telah mengisyaratkan beberapa kemajuan melawan inflasi tinggi selama setahun terakhir, mereka masih perlu melakukan lebih banyak pekerjaan untuk memenuhi target inflasi tahunan 2%.

Saat the Fed telah memberi sinyal potensi jeda dalam siklus kenaikan suku bunga di awal bulan ini, para pejabat the Fed menyatakan ketidakpastian apakah bank akan berhenti sejenak di bulan Juni.

"Kita tidak boleh tertipu oleh beberapa bulan data positif," kata Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari dalam pidatonya di Minnesota Transportation Conference & EXPO. "Kami masih jauh di atas target inflasi 2%, dan kami harus menyelesaikan pekerjaan kami."

Para pejabat the Fed juga mengerdilkan potensi penurunan suku bunga oleh the Fed tahun ini.

Harga Fed Fund futures menunjukkan pasar memperkirakan probabilitas 79,9% bahwa the Fed akan menghentikan kenaikan suku bunganya di bulan Juni.

Prospek kenaikan suku bunga AS menjadi pertanda buruk bagi aset-aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas, karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk menyimpan emas. Namun di sisi lain, kekhawatiran akan resesi AS dan potensi keruntuhan perbankan diperkirakan akan menopang permintaan safe haven untuk logam mulia.

Logam mulia lainnya sedikit bergerak pada hari Selasa, dengan platinum diperdagangkan sideways, sementara perak turun 0,2%.

Di antara logam industri, harga tembaga mengalami penurunan tajam selama seminggu terakhir karena adanya kekhawatiran akan memburuknya kondisi ekonomi menyiratkan prospek permintaan yang suram untuk logam merah.

Tembaga turun 0,1% ke $3,7422, setelah jatuh hampir 4% minggu lalu - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Kamis, 04 Mei 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Spot Mencapai Rekor Tertinggi Karena Fed Beri Sinyal Potensi Jeda

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas memperpanjang kenaikan baru-baru ini pada hari Kamis, sempat menyentuh rekor tertinggi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga tetapi menunjukkan pendekatan yang lebih ketat untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut di tengah kondisi ekonomi yang memburuk.

Spot gold naik 0,9% menjadi $ 2.056,24 per ounce pada awal perdagangan pada hari Kamis, setelah naik ke rekor tertinggi $ 2.080,72 per ounce pada Rabu malam. Gold futures naik 1,3% menjadi $ 2.064,15 per ounce, dan diperdagangkan sedikit di bawah rekor tertinggi tahun 2020 di $ 2.089,20 per ounce.

Logam kuning diuntungkan dari peningkatan permintaan safe haven karena Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi mendingin, dan bahwa kondisi kredit kemungkinan akan mengetat lebih lanjut di tengah meningkatnya tekanan pada bank-bank AS.

Hal ini disertai dengan penurunan yang berkepanjangan pada saham-saham bank AS, karena runtuhnya First Republic Bank (NYSE:FRC) awal pekan ini memicu kembali kekhawatiran akan krisis perbankan AS.

Laporan media mengatakan bahwa pemberi pinjaman regional PacWest Bancorp (NASDAQ:PACW) sedang mempertimbangkan penjualan di tengah kondisi pasar yang memburuk, menunjukkan bahwa ini bisa menjadi domino berikutnya yang jatuh dalam keruntuhan perbankan AS yang terburuk sejak tahun 2008.

Powell juga mengisyaratkan bahwa The Fed hampir mencapai puncak suku bunga, dan bahwa bank tersebut sebagian besar akan mengadopsi pendekatan yang lebih berbasis data, "pertemuan demi pertemuan" untuk keputusan suku bunga di masa depan. The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu, menempatkan mereka pada level tertinggi dalam 16 tahun terakhir.

Meskipun hal ini masih dapat mengakibatkan lebih banyak kenaikan suku bunga, mengingat bahwa inflasi AS masih berada di atas kisaran target Fed, para analis berpendapat bahwa memburuknya kondisi ekonomi di negara ini akan menimbulkan jeda dalam siklus kenaikan suku bunga.

"Dengan kondisi pinjaman yang mengetat dengan cepat setelah tekanan bank baru-baru ini, kami pikir ini akan menandai puncak suku bunga dengan kekuatan resesi yang akan mendorong penurunan suku bunga di akhir tahun ini," tulis para analis di ING dalam sebuah catatan.

Jeda dalam kenaikan suku bunga di masa depan dan potensi resesi AS menghadirkan kasus bullish untuk emas, karena investor mencari tempat berlindung yang aman di logam mulia. dollar juga mundur setelah pernyataan Fed, seperti halnya imbal hasil Treasury AS.

Logam mulia lainnya juga menguat pada hari Kamis. Silver futures melonjak 1,5%, sementara platinum futures bertambah 0,4%.

Di antara logam-logam industri, harga tembaga mendapat sedikit bantuan dari pelemahan dolar. Tetapi mereka diperdagangkan lebih rendah untuk minggu ini di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi yang memburuk akan sangat menekan permintaan untuk logam merah.

Copper futures naik 0,2% menjadi $3,8563 per pon. Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa logam merah ini dapat mengalami kenaikan dalam beberapa bulan mendatang, tetapi kondisi ekonomi yang lemah, terutama di China, dapat membatasi kenaikan besar - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing.com

Rabu, 03 Mei 2023

PT Rifan Financindo - Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Perbankan

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Wall Street melemah pada Selasa (2/5/2023) dipicu anjloknya saham sektor perbankan, seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 367,17 poin, atau sekitar 1,08 persen, menjadi 33.684,53. Indeks S&P 500 merosot 48,29 poin, atau sekitar 1,16 persen, menjadi 4.119,58. Indeks komposit Nasdaq melemah 132,09 poin, atau sekitar 1,08 persen, menjadi 12.080,51.

Saham bank regional AS tumbang dipicu mencuatnya kembali kekhawatiran terjadinya krisis di sektor finansial. Saham PacWest Bancorp, Western Alliance Bancorp, dan Comerica masing-masing terjun 27,8 persen, 15,1 persen, dan 12,4 persen.

Indeks bank regional KBW terjun 5,5 persen, persentase penurunan harian tertajam sejak 13 Maret.

Saham sektor energi tergelincir dipicu penurunan harga minyak dunia akibat mencuatnya kekhawatiran AS gagal bayar utang pada 1 Juni mendatang.

Dari 11 sektor utama S&P 500, indeks sektor energi memimpin pelemahan yang terjadi dengan terjun 4,3 persen. Indeks sektor finansial anjlok 2,3 persen.

Perhatian para investor selanjutnya tertuju kepada pertemuan Federal Open Market Committee. The Fed diperkirakan akan meningkatkan suku bunga sebesar 25 basis poin.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange naik seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Juni 2023 naik 1,6 persen menjadi US$2.023,30 per ons. Indeks dolar AS turun 0,21 persen menjadi 101,94.

Bursa saham Eropa melemah pada Selasa, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 1,2 persen, seiring merosotnya saham sektor energi.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, merosot 97,54 poin, atau sekitar 1,24 persen, menjadi 7.773,03. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melorot 195,44 poin, atau sekitar 1,23 persen, menjadi 15.726,94.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, anjlok 159 poin, atau sekitar 1,72 persen, menjadi 9.082. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melemah 108,30 poin, atau sekitar 1,45 persen, menjadi 7.383,20.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,3 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,2457 per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound melemah 0,1 persen menjadi 1,1375 euro per pound - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing.com

Selasa, 02 Mei 2023

PT Rifan - Emas Tertekan Dibawah $2.000 Karena Kegelisahan Fed Mengimbangi Daya Tarik Safe Haven

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas bergerak sedikit di awal perdagangan Asia pada hari Selasa, melayang jauh di bawah level kunci karena antisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve mendukung dolar dan mengurangi permintaan untuk logam mulia.

The Fed secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir pertemuan dua hari pada hari Rabu. Namun pasar tidak yakin apakah bank sentral akan memberi sinyal jeda dalam siklus kenaikan suku bunganya.

Hal ini membuat permintaan emas terbatas, mengingat kenaikan suku bunga mendorong biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. dollar naik pada hari Senin, seperti halnya imbal hasil Treasury AS.

Spot gold mendatar di $1,982.31 per ounce, sementara gold futures turun 0.1% menjadi $1,991.15 per ounce pada pukul 20:25 WIB (00:25 GMT).

Kekhawatiran terhadap The Fed, ditambah dengan dolar yang lebih kuat dan imbal hasil membuat permintaan safe haven untuk emas terbatas, bahkan ketika kekhawatiran atas krisis perbankan AS diperbaharui oleh pengambilalihan darurat First Republic Bank (NYSE:FRC) oleh JPMorgan Chase & Co (NYSE:JPM).

First Republic menjadi domino terbaru yang jatuh dalam rangkaian kegagalan perbankan AS terbesar sejak krisis 2008, karena kekhawatiran akan keruntuhan perbankan yang lebih luas menyebabkan eksodus besar-besaran deposito dari pemberi pinjaman yang lebih kecil.

Runtuhnya pemberi pinjaman seperti Silicon Valley Bank di awal tahun ini telah memicu arus masuk yang tajam ke dalam emas karena meningkatnya permintaan safe haven. Namun, kekhawatiran terhadap the Fed tampaknya telah mencegah skenario seperti itu minggu ini.

Pasar juga mengamati potensi gagal bayar utang AS, terutama karena tenggat waktu bagi pemerintah untuk menaikkan batas utang semakin dekat. Menteri Keuangan Janet Yellen memperingatkan potensi gagal bayar paling cepat 1 Juni.

Emas telah berjuang untuk mempertahankan level $2.000 per ons selama hampir tiga minggu, karena logam mulia mengkonsolidasikan kenaikan setelah melonjak mendekati rekor tertinggi pada awal April. Jalur masa depan logam mulia ini kemungkinan akan ditentukan oleh sikap the Fed terhadap suku bunga, serta perkembangan baru dalam krisis perbankan.

Logam mulia lainnya bergerak sedikit pada hari Selasa, dengan platinum dan silver futures masing-masing naik sekitar 0,1%.

Di antara logam-logam industri, harga copper datar, namun kemungkinan akan mengalami tekanan lebih lanjut di tengah meningkatnya tanda-tanda perlambatan manufaktur di seluruh dunia.

Tembaga berjangka datar pada $3,9380 per pon. Penurunan tak terduga pada Aktivitas manufaktur Tiongkok meningkatkan kekhawatiran atas melambatnya permintaan di importir tembaga terbesar di dunia - PT RIFAN

Sumber : investing.com