Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Selasa, 31 Mei 2022

PT Rifan Financindo - Investor Abaikan Kebijakan The Fed, Harga Emas Melesat

 
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin, setelah dolar kembali mengalami pelemahan.

Sementara itu investor mengabaikan ekspektasi mereka terhadap pengetatan kebijakan moneter agresif lebih lanjut di Amerika Serikat oleh The Federal Reserve (The Fed).

Harga emas di pasar spot naik tipis 0,1 persen menjadi USD1.854,49 per ounce. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat bertambah 0,04 persen menjadi USD1.858,00.

Harga emas berada di jalur untuk mencatat penurunan bulanan kedua berturut-turut.

Indeks Dolar (Indeks DXY) mencapai level terendah lebih dari satu bulan, membuat emas lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun ditutup pada sesi Jumat sedikit di atas level terendah enam minggu.

"Jika kekhawatiran ekonomi lebih lanjut membebani hasil, emas dapat mengambil keuntungan sekali lagi, dengan USD1.870 menjadi ujian pertama dan kemudian USD1.900," kata Craig Erlam, analis OANDA.

Sentimen di pasar tetap sangat rapuh tetapi selama fokusnya adalah pada memburuknya prospek ekonomi daripada kenaikan suku bunga tambahan yang sudah diperhitungkan, emas dapat terus berkinerja baik." Tambah Craig.

Kini, investor memperkirakan perlambatan dalam pengetatan kebijakan moneter AS setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan Juni dan Juli.

Namun, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, Senin, mengatakan bank sentral harus siap untuk menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada setiap pertemuan mulai sekarang sampai inflasi terkendali dengan pasti.

"Perdagangan emas pada potensi jeda Fed lebih dari satu tahun di cakrawala bukanlah proposisi yang menarik bagi money manager, terutama karena pengetatan kuantitatif terus melemahkan likuiditas dari pasar," kata analis TD Securities.

Kendati emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi dan penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian politik dan keuangan, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, harga perak di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD21,96 per ounce, platinum naik 0,2 persen menjadi USD955,66 dan paladium merosot 1,2 persen menjadi USD2.038,03 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com

Senin, 30 Mei 2022

PT Rifan - Sinyal Jeda The Fed Mencerahkan Harga Emas Dua Pekan Ini

PT RIFAN BANDUNG - Logam mulia terlihat mentereng di akhir pekan kemarin. Hal ini disebabkan karena pelemahan terjadi pada Dolar AS. Korelasi kedua aset tersebut berbanding terbalik.

Dalam pergerakan di pekan kemarin, emas batangan berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dalam dua minggu ini. Kenaikan terjadi disebabkan rumor yang berkembang menjelang keputusan kebijakan monter bank sentral Amerika Serikat.

Dikabarkan beberapa pengamat menyebutkan bahwa the Fed bakal menunda kenaikan suku bunga dari rencananya dipertengahan tahun ini. Membuat tindakan agresif bank sentral kini terlihat mengendur.

Awal Pekan Masih Harga Emas Masih Menguat

Pagi ini gerak dari harga emas di pasar spot mengalami kenaikan 0,2% ada di harga USD1,853,39 per ons. Untuk harga emas berjangka juga mengalami kenaikan 0,2% ada di harga USD1,851,30. Sedangkan pencatatan kenaikan di penutupan akhir pekan kemarin sebeasr 0,5%.

Sudah ditegaskan bahwa penggerak utama dari harga emas yang naik gradual sejak dua minggu kemarin disebabkan karena ekspetkasi pasar terhadap the Fed. Yang kini mulai mengendur, kemungkinan untuk menunda kenaikan suku bunga di bulan Juni atau Juli ini.

Laporan data terakhir, dari hasil rapat the Fed 3-4 Mei dilaporkan pada hari Rabu menegaskan bahwa para notulen rapat mendukung kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk pertemuan yang akan dating ini.

Berbanding terbalik dengan emas, dimana indeks dolar mengalami penurunan dalam dua pekan berturut-turut - PT RIFAN

 
Sumber : inforexnews.com

Senin, 23 Mei 2022

PT Rifan - Harga Emas Dunia Berkilau Gara Gara Pelemahan Dolar AS

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia kembali berkilau pada aktivitas perdagangan akhir pekan lalu dan harga masih ditetapkan untuk kenaikan mingguan pertama sejak pertengahan April karena dolar AS mundur dari level tertinggi.

Harga emas telah naik sekitar 1,9 persen minggu ini di pasar spot, emas naik 0,17 persen menjadi USD1.844,82 per ounce. Sementara emas berjangka AS naik 0,12 persen menjadi USD1.843,5.

Dolar AS surut dari posisi tertinggi dua dekade di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi AS menghidupkan kembali permintaan safe-haven.

Kekhawatiran resesi sekarang memberi jalan bagi ketakutan pertumbuhan AS, dan yang terakhir membantu emas," kata Stephen Innes, Managing Partner di SPI Asset Management.

Tetapi dia mengatakan jalur kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve AS dan pengetatan kuantitatif masih akan menjadi tekanan untuk emas.

Karena emas batangan tidak menghasilkan bunga, itu bisa menjadi kurang menarik bagi investor ketika suku bunga AS jangka pendek dinaikkan.

Namun, ini dilihat sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa krisis ekonomi.

Bank sentral AS akan menaikkan suku bunga lebih tinggi pada akhir tahun ini lebih cepat dari yang diantisipasi hanya sebulan yang lalu.

Mencerminkan kenaikan permintaan, SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, menunjukkan kepemilikannya naik 0,66 persen menjadi 1.056,18 ton pada hari Kamis, menyusul penurunan beruntun baru-baru ini.

Sementara itu di pasar spot perak tergelincir 0,66 persen menjadi USD21,75 per ounce, tetapi telah naik sekitar 3,5 persen minggu ini.

Sedangkan platinum turun 1 menjadi USD952,75, dan paladium turun 2,43 persen menjadi USD1.958,2 - PT RIFAN

Sumber : suara.com

Jumat, 20 Mei 2022

Rifan Financindo Berjangka - Respon Pelemahan Dolar AS, Harga Emas Dunia Dan Perak Melesat

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia melambung lebih dari 1,4 persen pada perdagangan akhir Kamis, karena penurunan dolar dan imbal hasil US Treasury meningkatkan daya tarik  safe-haven logam kuning tersebut.

Selain itu data ketenagakerjaan Amerika yang lemah menambah kekhawatiran investor akan kondisi ekonomi.

Mengutip data RTI, Jumat (20/5/2022) harga emas di pasar spot melonjak 1,4 persen menjadi USD1.840,97, sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup melesat 1,4 persen menjadi USD1.841,2 per ounce.

Harga emas tergelincir mendekati level terendah empat bulan pada sesi Senin, dan meroket sekitar 3 persen sejak dolar mundur dari level tertinggi 20 tahun.

Dolar jatuh dan imbal hasil secara signifikan lebih rendah, dan ini adalah kabar baik bagi emas," kata Edward Moya, analis OANDA.

Membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri, Indeks Dolar (Indeks DXY) merosot 1 persen, sementara imbal hasil US Treasury jetuh ke level terendah tiga minggu.

Meski jumlah orang Amerika yang menganggur berada di level terendah sejak 1969 pada awal Mei, klaim pengangguran mingguan secara tak terduga naik pekan lalu.

Emas menarik aliran safe-haven  karena fokus bergeser ke pelemahan di Amerika dengan klaim pengangguran meningkat serta semua pembicaraan negatif tentang inflasi. Ada pesimisme yang cukup besar terhadap saham global," papar Moya.

Lebih lanjut membantu daya tarik logam  safe-haven itu, pasar ekuitas global merosot lebih jauh karena tanda-tanda baru perlambatan pertumbuhan membuat investor menjual saham dan beralih ke aset safe-haven.Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi. Namun, logam tersebut harus bertarung dengan dolar sebagai safe-haven akhir-akhir ini mengingat sikap kebijakan agresif Federal Reserve untuk melawan lonjakan harga.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung tidak disukai ketika suku bunga naik.

Penurunan harga emas baru-baru ini membantu daya tariknya di kalangan investor karena mereka terus mencari aman dari aset berisiko dan melakukan lindung nilai terhadap inflasi," ungkap Fawad Razaqzada, analis City Index.

Sementara itu harga perak di pasar spot melesat 2,5 persen menjadi USD21,92 per ounce, platinum melejit 3,1 persen menjadi USD964,23 dan paladium naik 0,1 persen menjadi USD2.018 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

 

 

Kamis, 19 Mei 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Turun 0,27%, Ini Penyebabnya

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan penguatan dolar setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua bulan, karena Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan nada yang lebih hawkish (rejim suku bunga tinggi) ketika bank sentral berupaya untuk mengendalikan lonjakan inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, merosot tiga dolar AS atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 1.815,90 dolar AS per ounce, menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut. 

Emas berjangka terdongkrak 4,9 dolar AS atau 0,27 persen menjadi 1.818,90 dolar AS pada Selasa, setelah menguat 5,8 dolar AS atau 0,32 persen menjadi 1.814,00 dolar AS pada Senin, dan jatuh 16,4 dolar AS atau 0,9 persen menjadi 1.808,20 dolar AS pada Jumat.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,43 persen menjadi 103,8100.

Kami telah melihat sedikit gerakan korektif pada greenback yang telah mengurangi beberapa tekanan pada logam kuning tetapi kami mungkin sudah melihat pengembalian itu," kata seorang analis. 

Investor tampak bereaksi terhadap pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Berbicara di acara Wall Street Journal pada Selasa (17/5/2022), Powell mengatakan Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga sampai ada "bukti yang jelas dan meyakinkan" bahwa inflasi akan turun

Jika perlu, The Fed tidak akan ragu untuk mendorong suku bunga melewati "tingkat netral yang dipahami secara luas" untuk menurunkan inflasi, tambahnya. Tingkat netral adalah tingkat di mana kebijakan tidak mendorong atau memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Rabu memperingatkan prospek ekonomi global yang "menantang, dan tidak pasti", karena harga pangan dan energi yang lebih tinggi dapat menekan output, pengeluaran, dan meningkatkan inflasi "di seluruh dunia."

Berbicara pada konferensi pers di Jerman, Yellen mengatakan Amerika Serikat "dalam banyak hal adalah posisi terbaik," mengingat pasar tenaga kerja dan ekonomi yang kuat dan pelepasan cadangan minyak strategis untuk membantu harga energi domestik dari meroket lebih tinggi.

Harga emas hampir lima persen lebih rendah sejauh bulan ini, dan 11,1 persen di bawah tertinggi 8 Maret di 2.040,1 dolar AS.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 20,6 sen atau 0,95 persen, menjadi ditutup pada 21,544 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 19,00 dolar AS atau 2,01 persen, menjadi ditutup pada 924,40 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : okefinance.com

 

 

Rabu, 18 Mei 2022

PT Rifan Financindo - Harga Emas Naik 0,27% Di Tengah Pelemahan Dolar AS

 
PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut setelah dolar AS tergelincir karena sentimen risiko di pasar membaik sehingga mengurangi selera terhadap mata uang safe-haven. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 4,9 dolar AS atau 0,27 persen menjadi ditutup pada 1.818,90 dolar AS per ounce.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,79 persen menjadi 103,3620.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis Selasa membatasi kenaikan emas. 

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel AS tumbuh 0,9 persen pada April, peningkatan yang solid menggarisbawahi kemampuan orang Amerika untuk terus meningkatkan pengeluaran bahkan ketika inflasi bertahan di level tertinggi hampir 40 tahun.  

Federal Reserve melaporkan bahwa total indeks produksi industri AS meningkat 1,1 persen pada April, kenaikan bulan keempat berturut-turut sebesar 0,8 persen atau lebih besar. Dan output manufaktur naik 0,8 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 19,9 sen atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 21,75 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 18,1 dolar AS atau 1,96 persen, menjadi ditutup pada 943,4 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO
 
Sumber : okefinance.com

 

Selasa, 17 Mei 2022

PT Rifan - Obligasi Dan Dolar AS Mereda, Harga Emas Langsung Menguat


PT RIFAN BANDUNG - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Senin, karena melemahnya imbal hasil obligasi AS dan dolar.

Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD1.817,12 per ounce, setelah sebelumnya mencapai level terendah sejak 31 Januari di USD1.786,60.

Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup meningkat 0,3 persen menjadi USD1.814 per ounce.

Sedikit pemantulan emas disebabkan oleh penurunan imbal hasil Treasury dan sedikit kemunduran dalam dolar," kata analis RJO Futures Bob Haberkorn.

Dia menambahkan bahwa tren keseluruhan bagi dolar "masih tetap tinggi karena The Fed cukup agresif dengan kenaikan suku bunganya." Tambahnya.

Dolar bergerak lebih rendah, tetapi masih bertahan di dekat puncak dua dekade, membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Meski emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi untuk menjinakkan kenaikan harga mengekang selera pada logam kuning, yang tidak memberikan imbal hasil.

Banyak yang masih menganggap emas undervalued secara signifikan, dan akan lebih ingin membeli logam itu sekarang karena harga telah melemah," ujar Fawad Razaqzada, analis City Index.

Sementara itu harga perak di pasar spot melesat 2,2 persen menjadi USD21,53 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak Juli 2020 pada sesi Jumat.

Sedangkan platinum naik 0,2 persen menjadi USD940,28 per ounce, sementara paladium melambung 3,9 persen menjadi USD2.019,70 - PT RIFAN

Sumber : suara.com

 

 

 

Jumat, 13 Mei 2022

Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Menguat Ke Level Tertingginya, Harga Logam Mulia Berguguran

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dan logam mulia lainnya anjlok pada perdagangan hari Kamis, dengan paladium merosot lebih dari 8 persen.

Kondisi ini terjadi setelah para investor berbondong-bondong menuju dolar didorong spekulasi Federal Reserve akan menaikkan suku bunga secara agresif.

Harga emas di pasar spot merosot 1,6 persen menjadi USD1.823,14 per ounce. Sementara emas berjangka Amerika Serikat ditutup menyusut 1,6 persen menjadi USD1.824,60 per ounce.

Dolar menguat karena sejumlah hal yang berpotensi terlihat negatif di Amerika, yang merugikan emas. Juga, pasar menyadari kemungkinan melihat kenaikan suku bunga yang cukup agresif," kata Bart Melek, analis TD Securities.

Dolar, saingan safe-haven melesat ke level tertinggi 20 tahun membuat emas kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya didorong kekhawatiran kebijakan moneter yang lebih ketat untuk menjinakkan lonjakan inflasi akan memukul ekonomi global.

Meski dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan spekulasi yang aman selama gejolak ekonomi dan politik, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga Amerika, yang meningkatkan opportunity cost memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga perak di pasar spot anjlok 4,3 persen menjadi USD20,63 per ounce mencapai level terendah sejak Juli 2020 di awal sesi.

Paladium melorot 7 persen menjadi USD1.892,69, setelah sebelumnya jatuh sebanyaknya 8,2 persen ke level terendah sejak Januari di USD1.867,68. Platinum menyusut 5,2 persen menjadi USD940,51 - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

Kamis, 12 Mei 2022

Rifan Financindo - Data Inflasi AS Bikin Harga Emas Dunia Terbang Tinggi

 

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia hari ini menguat pada Kamis, tercatat teraktif untuk pengiriman Juni terangkat USD12,7 atau 0,69%, menjadi ditutup pada USD1,853,70 per ounce.

Diketahui, bahwa dua hari beruntun karena dolar AS tergelincir di tengah sedikit pendinginan harga konsumen untuk April, namun data inflasi tersebut masih lebih tinggi dari perkiraan. 

Bahkan, emas berjangka tergelincir USD17,6 atau 0,95% menjadi USD1.841,00, setelah anjlok USD24,2 atau 1,29% menjadi USD1.858,60 pada Senin, dan menguat USD7,1 atau 0,38% menjadi USD1.882,80 pada Jumat.

Adapun pertumbuhan harga konsumen AS melambat pada April karena harga bensin turun dari rekor tertinggi, menunjukkan inflasi mungkin telah mencapai puncaknya, meskipun kemungkinan akan tetap panas untuk sementara dan menjaga Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk mendinginkan permintaan.

Lalu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu bahwa indeks harga konsumen AS naik 8,3% secara tahun ke tahun pada April, sedikit lebih tinggi dari 8,1% yang diperkirakan para ekonom.

Di mana angka inflasi April turun dari 8,6% pada Maret dan menandai penurunan pertama dalam lima bulan, angka tersebut tetap tinggi, menurut analis pasar.

Sedangan yang membantu emas menguat, indeks dolar, yang awalnya menguat di tengah data indeks harga konsumen (IHK), turun tipis 0,1%. Emas juga mendapat dukungan tambahan karena imbal hasil obligasi pemeritah AS dan indeks saham AS melemah. 

Pasar melihat cetakan dan pergi 'JUAL, JUAL, JUAL.' Tetapi emas telah bangkit kembali dengan pemikiran bahwa data (inflasi) lebih tinggi dari yang diperkirakan, tetapi tidak mengerikan," kata seorang pedagang logam independen bernama Tai Wong di New York. "The Fed tidak akan menjadi lebih hawkish dengan laporan ini, tetapi pasti tidak akan melonggar juga," tambahnya.

Dilanjut dengan pejabat bank sentral AS pada Selasa memperkuat argumen mereka untuk rangkaian kenaikan suku bunga tercepat setidaknya sejak tahun 1990-an untuk memerangi inflasi.

Secara keseluruhan, emas bukanlah investasi yang buruk. Emas berada dalam kisaran yang cukup ketat, saya lebih suka memiliki emas daripada Nasdaq, atau Bitcoin," ucap kepala strategi pasar di Blue Line Futures Phillip Streible di Chicago.

Sebelumnya, emas dianggap sebagai tempat berlindung yang aman dari inflasi, kenaikan suku bunga AS meningkatkan peluang kerugian memegang emas, sementara meningkatkan dolar, mata uang di mana emas dihargai. 

Kami memperkirakan harga (emas) akan kembali mengambil isyarat dari imbal hasil riil seiring berjalannya tahun, menghadapi tekanan turun di semester kedua tetapi tetap relatif meningkat terhadap level historis," jelas seorang analis di Standard Chartered Suki Cooper.

Untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 15,1 sen atau 0,7 %, menjadi ditutup pada USD21,575 per ounce.

Sementara platinum untuk pengiriman Juli naik USD42,6 atau 4,5 persen, menjadi ditutup pada USD989,8 per ounce - RIFAN FINANCINDO

Sumber : okefinance.com

 

 

 

Rabu, 11 Mei 2022

PT Rifan Financindo Berjangka - Dolar AS Kembali Menguat, Kilau Emas Dunia Kian Pudar

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas dunia berbalik arah dan jatuh pada perdagangan hari Selasa, karena dolar kembali menguat.

Sementara investor mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi Amerika untuk isyarat pada strategi kebijakan moneter Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD1.844,95 per ounce, setelah naik sebanyaknya 0,6 persen di awal sesi.

Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1 persen menjadi USD1.841,00 per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,2 persen, bertahan di dekat level tertinggi 20 tahun pada sesi sebelumnya. Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun mundur dari puncak hampir empat tahun.

Awalnya, emas menunjukkan tanda-tanda kemungkinan stabil, tetapi investor masih gugup menjelang data inflasi tentang seberapa agresif The Fed," kata Edward Moya, analis OANDA.

Investor menunggu data indeks harga konsumen (IHK) Amerika yang akan dirilis Rabu untuk mengukur kemungkinan dampaknya terhadap rencana kenaikan suku bunga The Fed.

Tujuan The Fed untuk menurunkan inflasi tanpa menggelincirkan ekonomi adalah tantangan, tetapi dapat dilakukan di tengah meningkatnya ketidakpastian yang disebabkan oleh perang di Ukraina dan pandemi Covid-19," kata Presiden Fed New York, John Williams.

Sementara itu harga logam lainnya perak di pasar spot merosot 1,2 persen menjadi USD21,53 per ounce, platinum melonjak 1,5 persen menjadi USD970,02 dan paladium melorot 1 persen menjadi USD2.077,19 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : suara.com

 

 

 

Selasa, 10 Mei 2022

PT Rifan Financindo - Emas anjlok 24 dolar, Karena Investor Memilih Dolar Dari Pada Emas

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kenaikan dua sesi berturut-turut, karena investor memilih dolar daripada emas sebagai tempat berlindung yang aman di tengah kekhawatiran pelambatan ekonomi global akibat inflasi tinggi dan perang di Ukraina yang terus berkecamuk.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok 24,2 dolar AS atau 1,29 persen, menjadi ditutup pada 1.858,6 dolar AS per ounce.

Emas berjangka meningkat 7,1 dolar AS atau 0,38 persen menjadi 1.882,80 dolar AS per ounce pada Jumat, setelah terdongkrak 6,9 dolar AS atau 0,37 persen menjadi 1.875,70 dolar AS pada Kamis, dan turun tipis 1,8 dolar AS atau 0,10 persen menjadi 1.868,80 dolar AS pada Rabu

Investor telah berbondong-bondong ke mata uang dolar AS pada Senin daripada logam mulia untuk tempat yang aman, karena Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga beberapa kali lagi tahun ini untuk melawan inflasi, membuat emas kurang menarik sebagai tempat berlindung yang aman.

Sementara emas telah jatuh 2,8 persen sejauh bulan Mei, indeks dolar AS telah naik 6,7 persen sepanjang Mei hingga Senin. Meskipun keduanya dianggap sebagai tempat berlindung yang aman di pasar yang bergejolak, dolar membuktikan menjadi aset pilihan ketika pasar ekuitas AS terus jatuh setelah masuknya siklus kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Indeks harga konsumen AS akan dirilis pada Rabu, yang mungkin menunjukkan puncak inflasi, menurut para analis pasar.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 54,7 sen atau 2,45 persen, menjadi ditutup pada 21,82 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 17,5 dolar atau 1,83 persen, menjadi ditutup pada 938,5 dolar per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews.com

PT Rifan Financindo - Harga Emas Dunia Merosot Lagi, Jatuh Lebih Dari 1 Persen

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas dunia memperpanjang penurunan hingga merosot lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin, karena dolar menguat di dekat level tertinggi dua dekade, meredupkan daya tarik logam kuning tersebut.

Harga emas di pasar spot anjlok 1,4 persen menjadi USD1.856,26 per ounce. Sementara, emas berjangka ditutup merosot 1,3 persen menjadi USD1.858,60 per ounce.

Dolar melesat karena ekspektasi Federal Reserve yang lebih agresif, yang pada gilirannya membebani emas, yang tidak memberikan bunga," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Membuat emas lebih mahal bagi pembeli luar negeri, dolar juga dianggap sebagai  safe haven  saingan melayang di dekat level tertinggi dua dekade.

Sementara itu, imbal hasil US Treasury 10-tahun melemah setelah mencapai tingkat tertinggi tiga setengah tahun yang baru di awal sesi.

Wall Street tergelincir karena imbal hasil US Treasury yang lebih tinggi, dengan sentimen terpukul dari kekhawatiran perlambatan ekonomi di China.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi, kenaikan suku bunga AS yang cepat meningkatkan opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu harga paladium di pasar spot melonjak 1,6 persen menjadi USD2.079,08 per ounce, setelah turun sebanyaknya 8 persen pada sesi Jumat di tengah kekhawatiran atas permintaan mobil karena pembatasan Covid di China.

Investor juga mempertimbangkan rencana Inggris untuk menaikkan tarif impor platinum dan paladium dari Rusia dan Belarusia dalam sanksi baru.

Sedangkan harga platinum anjlok 1,1 persen menjadi USD952,06 dan perak menyusut 2,5 persen menjadi USD21,78 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : suara.com