Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Rabu, 29 November 2023

PT Rifan Financindo - Emas Lanjut Menguat Dalam Potensi Jeda Fed Dan Mundurnya Dolar

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas tak henti naik pada Rabu (29/11) pagi dan mencapai level tertinggi lebih dari enam bulan. Ini didorong oleh melemahnya dolar dan ekspektasi Federal Reserve AS telah selesai menaikkan suku bunga.

Reuters melaporkan Rabu (29/11) pagi, prospek jangka pendek untuk emas tetap bullish, dengan indeks dolar dalam tren turun karena harapan the Fed tidak akan lagi menaikkan suku bunga dan bahkan mungkin akan memangkasnya pada musim semi, ungkap Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.

Namun, "jika angka-angka PDB (AS) dan indikator inflasi lebih kuat dari yang diperkirakan, hal ini akan mengurangi antusiasme para trader terhadap emas batangan," tambah Wyckoff.

Emas spot naik terus sebesar 0,18% di $2.044,89/oz pukul 07.02 WIB setelah ditutup melonjak 1,53% pada sesi Selasa (28/11).

Emas berjangka untuk penyerahan Desember lanjut naik 0,2% ke $2.045,70/oz usai berakhir melesat 1,62%.

Para pengambil kebijakan Fed terlihat semakin nyaman menutup tahun ini dengan mempertahankan suku bunga dan menunggu sebelum memangkasnya. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memiliki emas tanpa bunga.

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan ia "semakin yakin" bahwa kebijakan berada di tempat yang tepat.

Membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri, indeks dolar menyentuh level terendah pertengahan Agustus.

Investor akan memantau data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pada hari Kamis, indikator inflasi yang lebih disukai oleh the Fed. Fokus juga tertuju pada revisi angka PDB kuartal ketiga AS yang dijadwalkan hari Rabu.

Perak naik 1,4% menjadi $24,97/oz, platinum naik 2,3% ke $939,80 di sesi Selasa. Palladium turun 1,4% di $1.055,59/oz - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Selasa, 28 November 2023

PT Rifan - Saham Asia Pasifik Siap Menguat, Indeks Wall Street Turun Sedikit


 

PT RIFAN BANDUNG - Pasar saham di seluruh Asia Pasifik diprediksi akan dibuka positif pada Selasa, menyusul sesi yang lemah di Wall Street yang membuat semua indeks utama ditutup sedikit turun.

Nikkei 225 Futures dan S&P/ASX 200 naik pukul 06.55 WIB, sementara KOSPI 200 Futures turun 0,2%.

Di AS, saham-saham ditutup sedikit turun pada hari Senin, karena pasar rehat sejenak dari rally kuat yang melanda pasar saham pada bulan November.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun sekitar 56 poin atau 0,2%, berakhir di dekat 35.333, sementara Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing ditutup turun sekitar 0,2% dan 0,1%.

Saham-saham AS telah mengalami rally yang kuat di bulan ini, didorong oleh turunnya signifikan biaya pinjaman. Treasury yield 10 tahun turun menjadi 4,388% pada hari Senin, terendah dalam sekitar dua bulan, setelah sempat diperdagangkan di atas 5% pada bulan Oktober.

Investor telah kekhawatir bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat membantu Federal Reserve dalam mengendalikan inflasi, namun juga berpotensi menghambat ekonomi AS.

Dengan mengingat hal ini, investor akan mengamati dengan seksama data ekonomi yang akan dirilis minggu ini, termasuk indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang akan terbit pada hari Kamis, pengukur inflasi yang disukai oleh para pejabat the Fed.

Saham-saham energi turun saat harga gas alam tergelincir akibat kekhawatiran terhadappermintaan, dan minyak turun menjelang pertemuan OPEC pekan ini. Sementara itu, saham-saham consumer discretionary mendapat dorongan saat investor menganalisa hasil-hasil dari dimulainya musim belanja liburan. Amazon (NASDAQ:AMZN) naik 0,7% dan Shopify naik 4,9% setelah melaporkan hasil Black Friday yang kuat dan permintaan yang baik untuk transaksi dalam Cyber Monday.

Di pasar komoditas, minyak Brent turun 0,7% ke US$80,04 per barel, sementara emas naik 0,7% menjadi US$2.014,44.

Beralih ke pasar obligasi AS, yield 2 tahun turun di 4,88% dan yield 10 tahun di 4,38%.

Dolar Australia naik menjadi 66,04 sen AS, naik dari penutupan sebelumnya di 65,84 sen AS. Wall Street Journal Dollar Index, yang melacak dolar AS terhadap 16 mata uang lainnya, turun menjadi 97,88.

Di Asia, saham-saham China ditutup lemah, terutama diberatkan saham-saham properti dan minuman. Saham-saham Hong Kong juga ditutup lebih rendah, terutama dibebani oleh saham-saham properti dan produk konsumen. Nikkei Stock Average turun 0,5%, dan saham-saham India berakhir sedikit lebih rendah, dengan pelemahan saham-saham teknologi yang mengimbangi penguatan saham-saham perbankan.

Di Eropa, Stoxx Europe 600 ditutup turun 0,3% ke 458,41, menjauh dari puncak dua bulan lalu. DAX Germany's, CAC 40 Prancis, dan FTSE 100 Inggris semuanya ditutup turun 0,4% - PT RIFAN

Sumber : investing

Jumat, 24 November 2023

Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Anjlok

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) dipicu kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup turun 8,8 dolar AS atau 0,44 persen menjadi 1.992,8 dolar AS per ons.

Risalah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve bulan November yang dirilis pada Selasa menunjukkan para pejabat Fed sepakat bahwa mereka akan membuat kebijakan dengan hati-hati dan hanya menaikkan suku bunga jika kemajuan dalam pengendalian inflasi tersendat.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Rabu bahwa klaim awal AS untuk tunjangan pengangguran negara turun 24.000 klaim menjadi 209.000 klaim yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 18 November. Para ekonom sebelumnya memperkirakan sebanyak 226.000 klaim untuk pekan tersebut.

Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis pada Rabu oleh Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 61,3 pada survei November 2023, turun dari 63,8 pada Oktober dan di atas 56,7 pada November tahun lalu. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan barang tahan lama AS turun 5,4 persen secara bulanan pada Oktober berdasarkan penyesuaian musiman menjadi 279,4 miliar dolar.

Logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Desember ditutup turun 18,1 sen atau 0,76 persen ke 23,688 dolar AS per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari ditutup turun 15,2 dolar AS atau 1,61 persen ke 930,7 dolar AS per ons - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : republika

 

 

Kamis, 23 November 2023

Rifan Financindo - Emas Berbalik Turun Setelah Sempat Naik

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas sempat menarik pembeli dan diperdagangkan naik menembus $2,000 pada awal jam perdagangan sesi Asia hari Rabu. Kenaikan harga emas disebabkan karena turunnya yields obligasi treasury AS dan melemahnya dolar AS.

Namun pada jam perdagangan sesi AS hari Rabu malam, harga emas tertekan turun dan kembali diperdagangkan di bawah $2,000 di sekitar $1,990 per troy ons, karena menguatnya dolar AS. Indeks dolar AS naik 0.45% ke 103.907 pada saat berita ini dinaikkan.

Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) the Fed menunjukkan semua partisipan sepakat keputusan kebijakan pada setiap pertemuan akan terus berdasarkan informasi yang masuk secara keseluruhan dan akan dinilai apakah sudah cukup memelihara target tingkat bunga di 5.25% – 5.5%.

Sementara itu pada hari Rabu pagi pada jam perdagangan sesi Asia, indeks dolar AS sempat turun ke 103.600, level terendah sejak akhir bulan Agustus dengan turunnya yields obligasi treasury AS. Yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun turun ke 4.40%, sehingga mendorong naik harga emas.

Data ekonomi yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa Chicago Fed National Activity Index bulan Oktober turun ke – 0.49 dari angka sebelumnya – 0.02. Ditambah lagi Existing Home Sales AS turun 4.1% MoM dari penurunan 2.2% pada bulan September.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,967 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,956 dan kemudian $1,947.

Resistance terdekat menunggu di $1,996 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,006 dan kemudian $2,015 - RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Rabu, 22 November 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Berhasil Naik Lagi Ke Atas $2,000

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik solid dan sempat sebentar diperdagangkan di atas $2,000 sebelum akhirnya terkoreksi normal kembali ke bawah $2,000 di sekitar $1,997 per troy ons pada awal jam perdagangan sesi AS hari Selasa.

Pada jam perdagangan sesi AS selanjutnya, harga emas mendapatkan dukungan naik lebih lanjut dari keluarnya data home sales AS yang mengecewakan. Harga emas berhasil kembali naik ke atas $2,000 diperdagangkan di sekitar $2,001 per troy ons.

Menurut National Association of Realtors (NAR), Existing Home Sales AS bulan Oktober turun 4.1% dengan tingkat penjualan tahunan sebanyak 3.790.000 unit dibandingkan dengan bulan September sebanyak 3.950.000 rumah. Angka ini meleset secara signifikan dari yang diperkirakan pasar sebanyak 3.900.000 unit.

Harga emas telah naik ke ketinggian lebih dari dua minggu di atas $2,000 pada awal jam perdagangan sesi Eropa hari Selasa. Kenaikan harga minyak mentah didukung oleh aksi “short covering” dari para trader futures jangka pendek selain oleh masih lemahnya dolar AS dengan indeks dolar AS turun 0.18% ke 103.137.

Federal Reserve AS (the Fed) diperkirakan tidak akan menaikkan tingkat bunganya lagi. Bahkan sebaliknya, pasar telah memperhitungkan dalam harga serangkaian pemangkasan tingkat bunga pada tahun 2024.

Hal ini telah membuat yields obligasi treasury AS turun lebih jauh dan menyeret turun indeks dolar AS ke level terendah sejak 31 Agutus, yang pada gilirannya mendorong kenaikan harga emas.

Namun, sentimen bullish di pasar saham AS yang didorong oleh anggapan bahwa the Fed tidak akan menaikkan tingkat bunganya lagi dan harapan akan dikeluarkannya lebih banyak stimulus ekonomi oleh pemerintah Cina, membatasi kenaikan dari harga emas yang safe-haven.

Sentimen di pasar menjadi lebih positip setelah keluar laporan inflasi AS yang lebih rendah daripada yang diperkirakan. Consumer dan Producer Price Index bulan Oktober jatuh di kubu kebijakan moneter AS yang dovish, yang menginginkan Federal Reserve AS menghentikan siklus pengetatan tingkat bunga. Semakin banyak pengamat the Fed yang sekarang percaya bahwa bank sentral AS akan terus menghentikan kenaikan tingkat bunganya.

Tidak adanya kenaikan tingkat bunga oleh the Fed berarti berkurangnya probabilita untuk ekonomi AS masuk ke dalam resesi, turunnya biaya pinjaman dan membaiknya permintaan konsumen terhadap barang-barang.

Hal ini menyebabkan indeks saham AS mengalami rally ke ketinggian beberapa minggu karena melemahnya data inflasi AS

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,978 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,965 dan kemudian $1,938.

“Resistance” terdekat menunggu di $2,010 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,020 dan kemudian $2,030 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 21 November 2023

PT Rifan Financindo - Emas Berbalik Turun Karena Naiknya Yield AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berbalik turun dan diperdagangkan di sekitar $1,973 per troy ons pada jam perdagangan sesi AS hari Senin dari ketinggian selama sepuluh hari di $1,993 yang sempat dicapai pada minggu lalu.

Harga emas tergelincir turun pada permulaan minggu perdagangan yang baru hari Senin karena sedikit pulihnya yields obligasi treasury AS. Kurangnya data kunci dari AS dan sentimen pasar yang bervariasi ikut membebani harga emas.

Sentimen terhadap resiko positip di pasar pada hari Senin, didukung oleh optimisme stimulus ekonomi dari Cina dan laporan penghasilan perusahaan dari Jepang yang bagus-bagus.

Optimisme pasar yang dikombinasikan dengan meningkatnya pertaruhan bahwa Federal Reserve AS akan memangkas tingkat bunganya pada tahun depan memperbesar kelemahan dolar AS dimana – mana sehingga memberikan dukungan bagi para pembeli emas.

Namun naiknya yields obligasi treasury AS yang baru karena membaiknya sentimen pasar mengakibatkan badai bagi harga emas sehingga menggagalkan usaha kenaikan harga emas.

Emas kehilangan momentum bullish-nya dan memerlukan perkembangan fundamental baru yang positip untuk bisa melanjutkan pergerakan naiknya. Naiknya yields obligasi treasury AS mengatasi turunnya dolar AS dan naiknya harga minyak mentah. Yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun saat ini berada pada 4.472%.

Pada hari Jumat minggu lalu, harga emas sempat naik menyentuh ketinggian sepuluh hari yang baru namun kemudian turun tajam, sebelum akhirnya berbalik naik kembali dengan tajam juga karena arus akhir minggu dan aksi ambil untung.

Meskipun dolar AS mengalami aksi jual, namun yields obligasi treasury AS benchmark 10 tahun mengalami rebound yang solid dari kerendahan selama dua bulan. Beberapa pernyataan dari pejabat Federal Reserve AS menunjukkan bahwa the Fed akan menganut sikap bersabar mengenai tingkat bunga, sehingga terus memberikan tekanan turun terhadap dolar AS.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,950 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,933 dan kemudian $1,923.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,990 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $2,000 dan kemudian $2,010 - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : vibiznews

Senin, 20 November 2023

PT Rifan - Emas Jatuh Pada Kemungkinan Koreksi Teknis

PT RIFAN BANDUNG - Emas melemah pada awal sesi di Asia serta kemungkinan terjadi koreksi teknis.

Rebound logam mulia menyentuh target $1,985/oz, namun ada pola 'gravestone doji' kecil pada hari Jumat lalu, kata Matt Simpson, analis pasar di City Index dan FOREX.com, melalui email. Pola ini menandakan kemungkinan swing high pada grafik harian di bawah level $2,000/oz, Simpson menambahkan. Doji nisan biasanya merupakan pola candlestick pembalikan bearish pada grafik teknis.

Harga emas di pasar spot turun sebanyak 0,3% yang berada pada level $1,975.59/oz - PT RIFAN

Sumber : reuteurs

Jumat, 17 November 2023

Rifan Financindo Berjangka - Bursa Asia Pasifik Buka Melemah, Investor Cerna Data Ekonomi Beragam

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Bursa saham Asia Pasifik turun pada pembukaan hari Jumat, mencerminkan sentimen kehati-hatian Wall Street setelah mencerna sejumlah data ekonomi yang mengecewakan.

Pukul 07.15 WIB, indeks S&P/ASX 200, Nikkei 225, dan KOSPI 200 masing-masing turun 0,1%, 0,3%, dan 0,6%.

Di Amerika Utara, saham-saham AS menghadapi tekanan turun karena pasar menyerap data ekonomi yang lebih lemah, yang menandakan dampak kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 126 poin atau 0,4%, sementara Indeks S&P 500 dan NASDAQ Composite mengalami penurunan kurang dari 0,1%. Treasury yields 10 tahun turun menjadi sekitar 4,44%, turunnya biaya pinjaman.

Di pasar komoditas, minyak Brent berakhir turun 4,5% menjadi US$77,52 per barel, sementara emas naik 1,1% menjadi US$1.981,00.

Saham-saham China berakhir melemah, kemungkinan karena data harga rumah yang lesu untuk bulan Oktober meskipun ada sejumlah langkah stimulus dan janji China untuk menarik lebih banyak investasi asing dan meningkatkan konsumsi. Indeks Shanghai Composite melemah 0,7% ke 3.050,93.

Saham-saham Hong Kong juga jatuh di awal perdagangan, dengan Indeks Hang Seng turun 1,3% menjadi 17.839,19. Indeks teknologi lokal tergelincir 1,5% menjadi 4065,23.

Nikkei Stock Average Jepang turun 0,3% ditutup di 33.424,41, sementara indeks acuan India, Sensex, naik 0,5% ditutup di 65.982,48, membalikkan kerugian sebelumnya.

Saham-saham Eropa juga kesulitan untuk menentukan arah. Indeks STOXX Europe 600 melemah 0,7% di 451,27, CAC 40 merosot 0,6% menjadi 7.168,40, sedangkan DAX naik 0,2% ke 15.786,61. Indeks FTSE 100 di Inggris ditutup jatuh 1% di 7.710 poin, ditekan oleh saham-saham terkait minyak, penambang, dan kineja yang buruk dari perusahaan ritel mewah Burberry - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : investing

Kamis, 16 November 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Tiba-Tiba Loyo, Ulah Amerika Lagi?

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas kembali melemah seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).  Pada perdagangan Rabu harga emas di pasar spot ditutup sedikit merosot 0,16% di posisi US$ 1.959,54 per troy ons.

Sementara, pada pukul 06.00 WIB Kamis, harga emas di pasar spot dibuka sedikit lebih rendah atau turun 0,02% di posisi US$ 1.959,19 per troy ons.

Emas melemah pada perdagangan Rabu seiring penguatan dolar, sementara ekspektasi bahwa The Federal Reserve AS akan segera menyelesaikan kenaikan suku bunganya membatasi penurunan emas batangan.

Indeks dolar menguat 0,35% di level 104,27. Hal ini membuat daya tarik emas sedikit berkurang karena semakin mahal dibeli. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun rebound sehingga membuat kurang menarik karena tidak menawarkan imbal hasil.

Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun meningkat ke 4,54% pada perdagangan kemarin, dari 4,44% pada hari sebelumnya.

"Imbal hasil kembali naik sehingga emas yang tadinya menguat kini melemah. Saya pikir outlook emas masih sangat bagus tetapi kenaikannya akan lebih terukur ke depan," tutur analis Tai Wong, kepada Reuters

Di luar dolar dan imbal hasil US Treasury, sejumlah data ekonomi AS sebenarnya mendukung penguatan emas. 

AS merilis daya indeks harga produsen (PPI) dan penjualan ritel kemarin, Rabu. Kedua data tersebut semakin menegaskan jika inflasi AS memang sudah mendingin sehingga membawa harapan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan segera melunak.

Indeks harga produsen AS terkontraksi 0,5% (month to month/mtm) pada Oktober 2023. Kontraksi ini adalah yang pertama sejak Mei dan terbesar sejak April 2020. Secara tahunan (year on year/yoy), harga produsen naik 1,3% dari Oktober 2022, melandai dari 2,2% pada September 2023 dan menjadi kenaikan terkecil sejak Juli.

Tidak termasuk biaya pangan dan energi yang fluktuatif, harga konsumen inti tidak berubah dari September hingga Oktober tetapi naik 2,4% (yoy). Kenaikan harga produsen inti dari tahun ke tahun merupakan yang terkecil sejak Januari 2021.

Hasil dari CPI dan PPI yang positif dapat terus mendukung harga emas dengan ekspektasi bahwa inflasi akan terus menurun sehingga menambah ekspektasi bahwa bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan segera menurunkan suku bunganya.

Pasar memperkirakan kemungkinan 100% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada bulan Desember mendatang, menurut alat CME FedWatch.

Meskipun emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Investor juga mencermati data yang menunjukkan bahwa penjualan ritel AS turun pada Oktober 2023. Data penjualan ritel AS juga menunjukkan tren pelemahan. Secara bulanan (mtm), penjualan ritel AS terkontraksi 0,1% pada Oktober 2023, menjadi kontraksi pertama dalam tujuh bulan terakhir. Secara tahunan, penjualan ritel juga melandai menjadi 2,5% pada Oktober 2023, terendah dalam empat bulan terakhir - RIFAN FINANCINDO

Sumber : cnbcindonesia

 

 

 

Rabu, 15 November 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Emas Rally Setelah Keluar Data CPI AS

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas naik solid dan menyentuh ketinggian harian di sekitar $1,963 per troy ons, pada jam perdagangan sesi AS hari Selasa, setelah keluarnya laporan inflasi AS yang lebih lemah daripada yang diperkirakan pasar.

Sebelum keluarnya data inflasi AS, harga emas hanya naik sedikit sebagian karena aksi “short covering” dari para trader futures jangka pendek dan sebagian karena “perceived bargain hunting” setelah tekanan jual baru-baru ini.

Harga emas bergerak naik dan turun dalam rentang harga yang ketat di bawah $1,950 setelah mengalami rebound dari kerendahan beberapa minggu di $1,932 pada awal hari Selasa.

Indeks saham AS sedikit turun meskipun minat terhadap resiko perlahan balik kembali ke pasar secara umum dengan tidak adanya eskalasi militer yang besar di dalam perang Israel melawan Hamas, paling tidak demikian pandangan dari pasar. Hal ini telah membebani pasar emas yang safe-haven selama beberapa minggu.

Setelah keluar data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS, harga emas mengalami rally.

Angka Consumer Price Index (CPI) AS umum bulan Oktober muncul di 3.2% YoY sementara diperkirakan 3.3% YoY dan angka bulan September 3.7% YoY. Angka inti CPI naik 4.0% pada bulan Oktober dibandingkan dengan yang diperkirakan pasar di 4.1% dan dari angka sebelumnya, bulan September yang juga naik 4.1%.

Data inflasi AS ini jatuh di kubu kebijakan moneter AS yang dovish yang ingin melihat Federal Reserve AS menghentikan siklus pengetatan tingkat bunganya.

Akibat keluarnya data inflasi CPI AS ini, yields obligasi treasury AS turun solid dan  terjadi aksi jual terhadap dolar AS.

Support & Resistance

Support terdekat menunggu di $1,950 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,933 dan kemudian $1,923.

Resistance terdekat menunggu di $1,978 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,988 dan kemudian $2,000 - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : vibiznews

Selasa, 14 November 2023

PT Rifan Financindo - Emas Stabil Jelang Data Inflasi AS Yang Mungkin Memberikan Petunjuk Tingkat Suku Bunga

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas stabil pasca kenaikan 0,4% pada hari Senin menjelang angka inflasi AS yang dirilis pada hari Selasa.

Angka-angka tersebut akan diawasi dengan ketat untuk mengetahui indikasi apakah Federal Reserve perlu menaikkan suku bunga lagi, yang akan menjadi bearish untuk logam mulia yang tidak memberikan bunga. Sementara itu, terdapat perbedaan pendapat yang mencolok di antara bank-bank Wall Street mengenai seberapa agresif mereka berpikir The Fed akan memangkas biaya pinjaman tahun depan.

Hedge fund mengurangi posisi net-long mereka pada emas dalam seminggu hingga 7 November, menurut data CFTC terbaru pada kontrak berjangka dan opsi.

Harga emas di pasar spot stabil di $1,946.78 per ons pada pukul 8:26 pagi di Singapura. Indeks Bloomberg Dollar Spot datar. Perak sedikit berubah, sementara paladium dan platinum naik - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : Bloomberg

Senin, 13 November 2023

PT Rifan - Harga Emas Koreksi Setelah Berakhir Naik Dalam Pernyataan Powell

PT RIFAN BANDUNG - Harga emas koreksi pada Jumat pagi usai berakhir naik pada sesi Kamis. Ini terjadi setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan perlunya suku bunga yang lebih tinggi untuk mengendalikan inflasi.

Mengutip Reuters Jumat, Tai Wong, traders independen logam yang berbasis di New York menyampaikan komentar Powell less dovish dari yang diharapkan telah mencegah penguatan lanjutan dalam emas, meskipun telah mematahkan penurunan beruntun selama tiga hari.

Powell menyatakan para pejabat Fed "tidak yakin" bahwa suku bunga belum cukup tinggi untuk menyelesaikan perang melawan inflasi, sehingga membuat dolar AS dan Treasury yields menguat.

Emas spot turun tipis 0,03% ke $1.958,11/oz pukul 09.17 WIB dan emas berjangka juga turun 0,36% di $1.962,70/oz menurut data Investing.com. Kedua logam kuning ditutup naik 0,3% lebih pada akhir sesi Kamis.

Emas sepertinya akan tetap berada dalam range bawah $2.000 karena geopolitik masih memberikan pengaruh yang besar, ia menambah.

Emas telah turun lebih dari $40 setelah mencapai $2.000 minggu lalu ketika meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong arus masuk aset-aset safe haven.

Traders memundurkan ekspektasi untuk kemungkinan penurunan suku bunga pertama The Fed menjadi Juni tahun depan dari Mei sebelumnya.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas yang tanpa imbal hasil - PT RIFAN

Sumber : investing

Kamis, 09 November 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Hadapi Tekanan Dengan Pidato Powell Menjadi Fokus

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas bergerak tipis di perdagangan Asia pada hari Rabu, tetapi mengalami penurunan tajam selama dua sesi terakhir gegara komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve membuat traders mempertimbangkan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga.

Hal ini membuat pidato Ketua Fed Jerome Powell akan menjadi fokus utama, setelah komentarnya dalam rapat minggu lalu dipandang less hawkish oleh pasar.

Emas mengalami penguatan pada minggu lalu setelah rapat Fed dan angka nonfarm payrolls yang lebih lunak dari perkiraan mendorong harapan untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga bank sentral.

Namun beberapa pejabat Fed mengerdilkan ekspektasi untuk jeda, mengutip perlunya lebih banyak kenaikan suku bunga di tengah kekuatan ekonomi dan inflasi yang lengket.

Hal ini mengganggu prospek emas, mengingat suku bunga yang lebih tinggi mengurangi biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia.

Emas spot turun 0,1% ke $1.967,78/oz, sementara emas berjangka yang akan jatuh tempo Desember flat di $1.973,85/oz pukul 11.33 WIB - RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing

Rabu, 08 November 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Penguasa Amerika Mau Bersabda, Harga Emas Mundur Dulu

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas jatuh di tengah penantian pasar akan pidato Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (Teh Fed) Jerome Powell malam ini.

Pada perdagangan Selasa harga emas di pasar spot ditutup melemah 0,47% di posisi US$ 1968,4 per troy ons. Artinya, sang logam mulia sudah dua hari beruntun emas mengalami penurunan.

Sementara, harga emas di pasar spot masih melemah pada hair ini. Pada perdagangan Rabu (8/11/2023) pukul 06:25 WIB, harga emas di posisi US$1968,69 per troy ons atau menguat tipis 0,01%.

Emas mencapai titik terendah dalam dua minggu pada Selasa karena reli safe-haven yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah melemah dan fokus pasar beralih ke isyarat suku bunga dari pejabat The Fed.

Sementara harga emas gagal menembus US$ 2000 kembali, setelah para pelaku pasar melakukan aksi taking profit.

"Emas nampaknya terus melemah setelah gagal menembus level US$ 2.000. Kondisi ini memicu aksi profit taking. Apalagi, dolar AS menguat," tutur Michael Hewson, analis dari CMC Markets, dikutip dari Reuters.

Pasar emas kini sedang menunggu sinyal dari bank sentral AS sebelum reli dapat berlanjut. Investor menunggu sejumlah pidato dari pejabat Fed pada minggu ini, dengan fokus pada Ketua Jerome Powell, yang akan menyampaikan pidatonya pada hari Rabu dan Kamis.

Pada Rabu malam hari, Powell akan memberikan pidato pembuka untuk acara merayakan seratus tahun Divisi Riset dan Statistik.

Divisi Penelitian dan Statistik (R&S) dibentuk pada tahun 1923 ketika Divisi Analisis dan Penelitian dikonsolidasikan dengan Divisi Statistik. Divisi R&S telah lama bertanggung jawab untuk memberikan dukungan penting kepada Dewan Direksi dan Federal Open Market Committee (FOMC) dalam berbagai masalah ekonomi dan keuangan.

Divisi ini juga menghasilkan beberapa survei dan rilis statistik Dewan, termasuk Survei Keuangan Konsumen, Neraca Keuangan Amerika Serikat, dan Indeks Produksi Industri. Selain itu, staf R&S menghasilkan penelitian akademis yang meningkatkan pemahaman masyarakat tentang inflasi, pengangguran, perkembangan keuangan, dan banyak topik lainnya.

Konferensi pada 8 November akan fokus pada masa lalu, masa kini, dan masa depan divisi ini. Pembicara unggulan termasuk Ketua Powell, Wakil Ketua Jefferson, dan Presiden dan CEO Federal Reserve Bank of New York, John C. Williams.

Para pelaku pasar menunggu informasi perihal kebijakan yang akan di ambil The Fed dan menjadi patokan bank sentral negara lainnya untuk mengambil keputusan termasuk investor. Sebagai catatan, The Fed menahan suku bunga acuan untuk kedua kalinya pada awal November ini di level 5,25-5,50%.

Investor melihat 90% peluang The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Desember mendatang, dan 75% peluang untuk melakukan penurunan suku bunga pada awal Juni tahun depan, menurut alat CME FedWatch.

Namun, Presiden The Fed Bank of Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bank sentral kemungkinan memiliki lebih banyak rencana untuk mengendalikan inflasi - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA

Sumber : cnbcindonesia

 

 

 

Selasa, 07 November 2023

PT Rifan Financindo - Harga Emas Turun Dipicu Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) naik dipicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).


Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup turun 10,6 dolar AS atau 0,53 persen menjadi 1.988,6 dolar AS per ounce.


Dalam pidatonya di Duke University pada Senin , Gubernur Federal Reserve Lisa Cook mengatakan bahwa meskipun sektor perbankan telah stabil sejak kegagalan bank awal tahun ini, kerentanan pada lembaga keuangan non-bank tertentu dapat memainkan peran penting dalam memperkuat tekanan yang terkait dengan pengetatan keuangan dan melambatnya aktivitas perekonomian.


Cook mengatakan dia memantau dengan cermat lembaga keuangan non-bank yang mengalami ketidaksesuaian likuiditas.


Sejumlah pejabat Federal Reserve akan berbicara minggu ini, termasuk Ketua Fed Jerome Powell pada Kamis (9/11). Investor sedang menunggu pidato mereka untuk mendapatkan kejelasan mengenai penurunan suku bunga AS.


Sebagian besar pedagang percaya Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Desember.


Logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Desember ditutup turun 5,1 sen atau 0,22 persen ke 22,234 dolar AS per ounce. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari ditutup naik 26,7 dolar AS atau 2,83 persen ke 917,6 dolar AS per ounce - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : antaranews

Senin, 06 November 2023

PT Rifan - EUR/USD Naik Ke Ketinggian Beberapa Minggu Setelah Data NFP AS

PT RIFAN BANDUNG - EUR/USD pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat minggu lalu, berhasil mengumpulkan momentum bullish-nya dan naik ke atas 1.0700 di sekitar 1.0727 untuk pertama kalinya sejak akhir bulan September. Angka Nonfarm Payrolls AS bulan Oktober yang lebih lemah daripada yang diperkirakan memicu aksi jual terhadap dolar AS dan menyalakan rally terhadap pasangan matauang EUR/USD.

Aksi jual terhadap dolar AS telah dimulai sejak hari Rabu setelah pengumuman dari Federal Reserve AS mengumumkan hasil pertemuan FOMC the Fed yang mempertahankan tingkat bunganya tidak berubah. Dolar AS melemah lebih lanjut terhadap rival – rivalnya setelah data dari AS menunjukkan bahwa Unit Labor Costs turun 0.8% secara basis kuartalan pada kuartal ketiga dan Initial Jobless Claims mingguan naik ke 217.000 dari 212.000.

EUR/USD terus naik pada hari Kamis dan ditutup di teritori positip di atas 1.0600. Kenaikan EUR/USD berlanjut pada hari Jumat ke atas 1.0700 setelah keluar angka NFP AS bulan Oktober yang lemah.

Bureau of Labor Statistics (BLS) AS pada hari Jumat melaporkan bahwa Nonfarm Payrolls (NFP) AS hanya menambahkan 150.000 pekerjaan pada bulan Oktober. Angka ini di bawah dari angka yang diperkirakan pasar sebesar 180.000 dan juga di bawah dari angka bulan September yang direvisi turun ke 297.000.

Tingkat pengangguran naik dari 3.8% menjadi 3.9% pada periode yang sama sementara  Labor Force Participation Rate turun dari 62.8% ke 62.7%. Inflasi upah tahunan yang diukur dengan perubahan di dalam Average Hourly Earnings turun dari 4.3% ke 4.1%.

Dolar AS langsung berada di bawah tekanan jual yang berat segera sesudah keluar laporan NFP AS. Indeks dolar AS turun 1.01% ke 104.910. Data dari Laporan Pekerjaan, Nonfarm Payrolls, AS bulan Oktober ini cukup lemah sehingga bisa mengurangi kemungkinan kenaikan tingkat bunga, dan menguatkan berakhirnya siklus pengetatan moneter oleh Federal Reserve AS.

Di dalam konteks kebijakan moneter, kesepakatan di antara partisipan pasar meningkat bahwa Federal Reserve AS (the Fed) kemungkinan akan mempertahankan kondisi moneter sekarang ini tidak berubah. Kemungkinan akan ada kenaikan tingkat bunga pada bulan Desember telah kehilangan daya tariknya terutama setelah keluarnya data Nonfarm Payrolls AS bulan Oktober yang lemah.

Hal yang sama juga berlaku bagi European Central Bank (ECB) dengan para investor cenderung memandang ECB akan menghentikan pengetatan kebijakan moneternya kemungkinan sampai paruh kedua tahun depan.

Dari data Zona Euro, surplus perdagangan Jerman turun ke €16.5 miliar pada bulan September dan tingkat pengangguran di Zona Euro naik ke 6.5% pada bulan yang sama.

Pada minggu ini, tidak ada data ekonomi yang berdampak besar yang dirilis baik dari AS maupun dari Uni Eropa.

Hari Selasa Uni Eropa akan mengeluarkan data Producer Price Index (PPI) bulan September baik secara bulanan maupun tahunan.

Hari Rabu Uni Eropa akan mengeluarkan data Penjualan Ritel bulan September baik secara bulanan maupun tahunan.

Pada hari Kamis, fokus pasar ada pada Consumer Price Index (CPI) Cina dan data inflasi Producer Price Index (PPI) yang akan bisa menggerakkan sentimen pasar. Selanjutnya dari AS akan dikeluarkan data Jobless Claims mingguan.

Pada hari Jumat Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde akan berbicara, sementara dari AS akan dipublikasikan data pendahuluan University of Michigan (UoM) Consumer Sentiment and Inflation Expectations.

Selain itu ketua Federal Reserve AS, Jerome Powell akan berpartisipasi di dalam panel diskusi mengenai “Monetary Challenges in a Global Economy” di dalam konferensi di Washington.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.0700 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0660 dan kemudian 1.0570. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0750  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0800 dan kemudian 1.0850 - PT RIFAN

Sumber : vibiznews

Kamis, 02 November 2023

Rifan Financindo - Harga Emas Berjangka Turun, Investor Tunggu Keputusan Fed Dan Data Pekerjaan AS

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga emas berjangka pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) turun dipicu penguatan dolar di tengah investor yang menunggu keputusan suku bunga The Fed dan data pekerjaan bulanan AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup turun 11,3 dolar AS atau 0,56 persen menjadi 1.994,3 dolar AS per ons.

Konflik antara Israel dan Hamas juga masih terus memberikan dukungan pada harga emas, dikutip dari Xinhua.

Data ekonomi yang dirilis Selasa (31/10/2023) beragam. Departemen ​​​​​Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks biaya tenaga kerja AS naik 1,1 persen pada kuartal ketiga 2023 dari kuartal kedua, sedikit lebih cepat dari perkiraan para ekonom satu persen.

Indeks NSA Harga Rumah Nasional AS S&P CoreLogic Case-Shiller, yang mencakup sembilan divisi sensus AS, melaporkan perubahan tahunan sebesar 2,6 persen pada Agustus, naik dari satu persen pada Juli.

Indeks Kepercayaan Konsumen The Conference Board turun secara moderat pada Oktober menjadi 102,6, turun dari angka revisi naik sebesar 104,3 pada September.

Chicago Business Barometer, juga dikenal sebagai PMI Chicago, turun tipis ke 44 pada Oktober dari 44,1 pada September. Para ekonom memperkirakan indeks tersebut mencapai 45,3.

Logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Desember ditutup naik 50,9 sen atau 2,22 persen ke 22,396 dolar AS per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari ditutup naik 34,1 dolar AS atau 3,76 persen ke 939,9 dolar AS per ons - RIFAN FINANCINDO

Sumber : republika

 

 

Rabu, 01 November 2023

PT Rifan Financindo Berjangka - Harga Emas Berjangka Tembus 2.000 Dolar AS Per Ons

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga emas berjangka pada akhir perdagangan Senin (Selasa 31/10/2023 pagi WIB) naik menembus 2.000 dolar AS per ons dipicu pelemahan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup naik 7,1 dolar AS atau 0,36 persen menjadi 2.005,6 dolar AS per ons.

Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan diadakan pada Selasa (31/10/2023) dan ditutup pada Rabu (1/11/2023). Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan. Sementara itu, data pekerjaan bulanan AS

Logam mulia lainnya, perak, untuk pengiriman Desember ditutup naik 50,9 sen atau 2,22 persen ke 22,396 dolar AS per ons. Sedangkan, platinum untuk pengiriman Januari ditutup naik 34,1 dolar AS atau 3,76 persen ke 939,9 dolar AS per ons - PT RIFAN FINANCINDO

Sumber : investing