Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1307.35 | High 1313.75 | Low 1280.66 | Close 1307.30) || HANSENG (Open Price 22,740 | High 22,789 | Low 22,623 | Close 22734/54 || NIKKEI (Open Price 14,080 | High 14,250 | Low 14,045 | Close 14095/75 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Jumat, 26 Desember 2014

Selama Natal, Kriminalitas Paling Tinggi Terjadi di Jawa Timur

Rifan Financindo Berjangka  - Polri mengumumkan hasil evaluasi Operasi Lilin untuk pengamanan perayaan Hari Natal pada Kamis (25/12/2014). Hasilnya, Polda Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi kasus kriminalitas yang terjadi selama hari raya Natal. Tercatat ada 39 kasus yang terjadi di Polda Jawa Timur.


"Peringkat Polda dengan gangguan kriminalitas pada hari Natal, Polda Jatim menduduki urutan pertama dengan 39 kasus," ujar Kepala Biro Penerangan Umum, Komisaris Besar Pol Agus Rianto, di Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (26/12/2014).

Polda Jawa Tengah berada di peringkat kedua dengan 16 kasus, diikuti berturut-turut oleh Polda Metro Jaya dengan 14 kasus, Polda Bali 11 kasus, dan Polda Sulawesi Selatan dengan 10 kasus.

Agus menuturkan, total keseluruhan kasus kriminalitas yang terjadi selama Natal berjumlah 110 kasus. Dari 110 kasus tersebut, terdapat lima kasus yang menjadi perhatian Polri.

Kelima kasus tersebut yakni pencurian dengan kekerasan sebanyak lima kasus, pencurian dengan pemberatan lima kasus, pencurian kekerasan dengan senjata api dua kasus, penganiayaan berat enam kasus, dan pencurian kendaraan bermotor sebanyak enam kasus. "Kelima kasus tersebut yang jadi perhatian," kata Agus.

Agus mengatakan secara keseluruhan perayaan Natal berlangsung kondusif. Tidak ada peristiwa yang mengganggu. "Kita sampaikan secara umum semua berlangsung kondusif," ujar dia.

Kepolisian Republik Indonesia menggelar operasi sandi lilin pada 24 Desember 2014 hingga 2 Januari 2015. Operasi Lilin ini dilaksanakan dalam rangka pengamanan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. 

Operasi lilin ini dibagi dalam dua prioritas. Prioritas satu terdiri dari 12 Polda, dan prioritas dua 19 Polda. Pembagian prioritas tersebut berdasarkan penggunaan kekuatan serta tingkat kekuatan personel Polri yang diturunkan. 

Polda-polda yang berada pada prioritas satu di antaranya Polda yang berada di wilayah Pulau Jawa, Sumatera Utara, Bali, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Maluku. Sementara Polda-polda sisanya akan ditempatkan pada prioritas dua.

Lokasi-lokasi yang menjadi sasaran untuk operasi lilin adalah tempat ibadah, tempat rekreasi, kegiatan masyarakat seperti acara silaturahmi, serta tempat wisata. Total personel Polri yang diturunkan dalam Operasi Lilin sebanyak 145.756 anggota, yang terdiri dari anggota Polri sebanyak 80.560 orang dan instansi terkait sebanyak 65.196 orang.  "Ada dari kementerian, lembaga, dan TNI," kata Agus.

Sumber : Kompas

Tidak ada komentar :

Posting Komentar