Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Kamis, 18 Desember 2014

Rupiah Mulai Kembali Perkasa

http://financeroll.co.id/wp-content/uploads/rupiah342.jpgFinanceroll – Pada transaksi pagi ini (18/12), rupiah mencatatkan penguatan terbesar dalam tujuh pekan terakhir. Data Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.23 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,7% menjadi 12.570 per dollar AS. Ini merupakan level terbesar sejak 29 Oktober lalu.


Sementara, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di level 12.565. Itu artinya, rupiah JISDOR perkasa 1,2% dari posisi kemarin yang berada di level 12.720.
Sedangkan di pasar offshore, nilai tukar rupiah untuk pengantaran satu bulan ke depan menguat 1% menjadi 12.741 per dollar AS.

Penguatan rupiah terjadi setelah the Federal Reserve menyatakan akan bersabar dalam menaikkan suku bunga acuannya. Seperti yang diketahui, dalam pernyataan resminya, the Fed menggunakan kata “waktu yang dipertimbangkan” untuk memberikan kepastian kepada pasar finansial bahwa bank sentral AS itu belum mengubah keputusannya mengenai rencana menaikkan kebijakan suku bunga mereka.

Meski maksud kalimatnya tetap, namun, terjadi perubahan konteks. The Fed mengeluarkan pernyataan yang lebih lembut, yang menunjukkan bank sentral masih bersiap menaikkan suku bunga meskipun tak secepat yang prediksi pelaku pasar.
Kedua, ada sejumlah sinyal bahwa Bank Indonesia akan menjaga nilai tukar rupiah.

“Pernyataan the Fed menjadi sentimen positif bagi rupiah,” jelas Gundy Cahyadi, ekonom DBS Group Holdings Ltd di Singapura. Dia menambahkan, Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar mata uang untuk menjaga volatilitas rupiah.

Sumber : Financeroll

Tidak ada komentar :

Posting Komentar