Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Rabu, 18 November 2015

Ridwan Kamil Upayakan Pembangunan Cable Car

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Surahman mengatakan jika pembangunan prototipe cable car rute Gelapnyawang-Cihampelas sepanjang 840 meter itu tidak dapat dilakukan. Hal itu lantaran proyek pembangunan tersebut tidak termasuk ke dalam Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Meskipun pembangunan tersebut hanya sebatas prototipe, Entang mengatakan jika Pemkot Bandung tetap harus mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan.
“Kalau tetap di-launching berarti ada pelanggaran Perda. Kalau seorang pimpinan melanggar Perda pasti ada aturan main,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan meskipun tidak tercantum dalam RDTR, rencana pembangunan proyek purwarupa cable car tersebut tidak akan batal. Emil mengatakan jika pihaknya akan merealisasikan transportasi masa depan Kota Bandung tersebut.
“Kalau kebutuhan di RDTR-nya tidak tercantum, ya kita revisi saja. Namanya perda kan bisa direvisi. Kalau segala enggak boleh, negeri ini enggak maju-maju,” tutur Emil di Gedung DPRD Kota Bandung, Senin (16/11/2015) seperti diinformasikan laman Kompas.
Terkait soal rute yang tak tercantum RDTR, Emil menuturkan, pihaknya mencari rute paling pendek sebagai percontohan untuk memperlihatkan teknologinya.
“Masalah rute kan ada argumentasi. Rencananya itu sudah dari dulu. Ya kita evaluasi saja dulu. Masa buang duit di rute yang tidak memungkinkan karena harus yang sesuai RDTR,” ujarnya.
Emil menjelaskan, Pemkot Bandung bakal mencari regulasi yang tepat agar proyek senilai 8 juta euro itu dapat segera terealisasi. Menurutnya peraturan bisa diubah sesuai dengan dinamika yang ada.
“Nanti kita cari payung hukumnya. Kita cari solusinya, bukan bertepuk tangan atas perbedaannya. Ini demi Kota Bandung,” ucapnya.

sumber: infobandung.co.id

Tidak ada komentar :

Posting Komentar