Harga Live: Emas (XAUUSD) | Hang Seng | Nikkei 225 | Brent Oil (BCOUSD)

Jumat, 04 Juli 2014

Dibuka Turun, Indeks Awal Sesi Bangkit Tembus 4.900

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski dibuka merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  pada awal perdagangan Jumat (4/7/2014) pagi, berhasil bangkit ke zona hijau, bahkan menembus level 4.900. Analis sendiri memperkirakan indeks jelang libur akhir pekan ini bakal menguat.

IHSG dibuka turun 4,29 poin menjadi 4.884,44. Namun hingga sekitar pukul 09.30 WIB, IHSG telah bertambah 14,24 poin (0,29 persen) ke posisi 4.902,98.  Adapun nilai transaksi mencapai Rp 606,9 miliar volume 773,064 juta lot saham.

Penopang indeks di awal sesi ini, antara lain Inovisi Infracom (INVS) naik 2,15 persen, LIppo Karawaci (LPKR) meningkat 1,02 persen, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menguat 1,01 persen, dan Link Net (LINK) bertambah 0,84 persen.

Sentimen Global Bayangi Rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak tertekan atas dollar AS di akhir pekan ini, Jumat (4/7/2014). Sentimen global memperkuat posisi dollar AS.

Walaupun tidak mengubah suku bunga acuan dan memperkenalkan instrumen baru, Bank Sentral Eropa (ECB) tetap optimistis inflasi akan naik karena stimulus moneter.

Kamis, 03 Juli 2014

Tips Mengatasi Bau Mulut di Bulan Puasa

source by googleBulan puasa telah tiba. Salah satu masalah yang sering dikhawatirkan mereka yang berpuasa adalah bau mulut. Bau mulut disebabkan oleh halitosis atau bakteri yang tumbuh dalam mulut karena penurunan jumlah air liur yang diproduksi selama berpuasa.

IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi akan menguat terbatas.

"Diperkirakan IHSG berpotensi untuk menguat terbatas, dengan resistance kini berada pada kisaran 4.930, yang merupakan level standar deviasi 1 dari MA20 daily pada saat ini," kata analis Bahana Securities Chandra Wijanarka dalam risetnya, Kamis (3/7/2014).

Menurut Chandra, sejak tanggal 23 Mei 2013 silam, level tersebut selalu menjadi penghambat penguatan IHSG. Adapun potensi penguatan IHSG hari ini masih terbuka dengan target menuju kisaran 4.930.

"Jika dilihat dari data mingguan, IHSG berhasil mengalami rebound pada saat menyentuh level support MA20 weekly di kisaran 4.842 yang juga merupakan level volume acc selama 1 bulan terakhir dan kini potensi penguatan untuk IHSG menuju kisaran 4.900 sampai 4.950," ungkap Chandra.

Rupiah Kembali Diuji

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah akan diuji kekuatannya pada perdagangan Kamis (3/7/2014). Rupiah mencoba naik di tengah penurunan harga minyak.

Dollar AS mendapatkan momentum penguatannya kembali setelah angka ADP employment AS bertambah melebihi harapan pasar. Di sisi lain euro terpuruk setelah Indeks Harga Produsen kembali mencatatkan deflasi selama tiga bulan berturut-turut. Pengumuman Bank Sentral Eropa (ECB) dan statistik tenaga kerja AS akan dirilis malam ini. Investor global menunggu hal ini.  

Rabu, 02 Juli 2014

IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan, Simak Analisanya


JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (2/7/2014) diperkirakan akan melanjutkan kenaikan. Penguatan tersebut bahkan ditaksir dapat menembus kisaran 4,900.

"Diperkirakan IHSG akan melanjutkan penguatan, dengan resistance kini berada pada kisaran 4,900 yang merupakan level MA50 pada saat ini. Potensi penguatan masih terbuka dengan target menuju kisaran 4,900," tulis Bahana Securities dalam risetnya, Rabu (2/7/2014).

Menurut riset Bahana Securities, berdasarkan data mingguan, IHSG berhasil mengalami rebound pada saat menyentuh level support MA50 weekly di kisaran 4,842. Saat ini, potensi penguatan untuk IHSG menuju kisaran 4,900 hingga 4,950.

Morgan Staney: Prabowo Menang, Rupiah Longsor ke Rp 12.300 per Dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Institusi keuangan global terus menyorot penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia. Bagaimanapun, presiden yang terpilih akan sangat mempengaruhi mood investor memutar dananya di pasar finansial Indonesia.

Sebagaimana yang ditulis dalam riset Morgan Stanley yang diterima Kompas.com, Selasa (1/7/2014), disebutkan bahwa pelaku pasar berharap figur reformis, Joko Widodo memenangkan pilpres yang akan datang.

Sebaliknya, jika Prabowo Subianto menang hal itu akan memberi dampak yang kurang bagus terhadap pasar finansial. Akibatnya, akan banyak pelarian modal ke luar negeri dan rupiah diprediksi akan melorot hingga Rp 12.300 per dollar AS.