Sebagai salah satu pembeli emas terbesar, setiap sinyal pengetatan moneter di Tiongkok cenderung direspons negatif oleh pasar emas berjangka global. Penarikan likuiditas ini juga menyebabkan penguatan tipis Yuan, yang membuat harga emas impor menjadi lebih mahal bagi pembeli lokal di Tiongkok. Para trader di bursa berjangka melakukan aksi ambil untung sebagai respons terhadap potensi penurunan permintaan fisik.
Penurunan harga emas mencerminkan kewaspadaan pasar terhadap perlambatan stimulus di ekonomi terbesar kedua dunia tersebut. Namun, penurunan ini sedikit tertahan oleh ekspektasi bahwa langkah ini hanya bersifat sementara untuk menstabilkan inflasi domestik.
Dalam jangka pendek, pasar emas berjangka akan menantikan data pertumbuhan ekonomi Tiongkok kuartal mendatang. Investor disarankan untuk memantau suku bunga pinjaman (LPR) di Tiongkok. Emas kini berjuang melawan dampak pengetatan likuiditas di pasar Asia. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id
Home

Tidak ada komentar :
Posting Komentar