Kemarin, pasar sudah mulai menunjukkan sikap antisipasi dengan mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke emas. Kondisi ini didorong oleh data manufaktur yang lemah, sehingga investor memperkirakan data tenaga kerja juga akan menunjukkan tren serupa. Keseimbangan antara penawaran dan permintaan emas di pasar berjangka saat ini mencerminkan ekspektasi bahwa masa depan kebijakan moneter akan lebih longgar dibandingkan tahun sebelumnya.
Dampaknya hari ini adalah volatilitas harga emas meningkat seiring dengan mendekatnya jam rilis data nanti malam. Sebagian besar trader ritel terlihat menunggu di pinggir lapangan, sementara institusi besar mulai melakukan lindung nilai pada posisi mereka. Harga emas hari ini bergerak dalam rentang yang cukup dinamis, merespons setiap fluktuasi kecil pada indeks Dolar AS yang juga sedang mencari arah pasti.
Forecast nanti malam memprediksi akan terjadi pergerakan besar pada kontrak emas segera setelah data JOLTS dipublikasikan. Jika angka lowongan kerja jauh di bawah estimasi, emas diprediksi akan melonjak karena ekspektasi pemangkasan suku bunga akan menguat. Sebaliknya, jika pasar tenaga kerja terbukti masih sangat ketat, emas berisiko jatuh karena Dolar AS akan mendapatkan kembali kekuatannya di sesi perdagangan Amerika. RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id
Home

Tidak ada komentar :
Posting Komentar