Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Rabu, 28 Oktober 2015

Harga Minyak Ditutup Turun Tajam


PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak mentah berjangka AS turun tajam ke dekat titik rendah dua bulan pada penutupan sesi Selasa, di saat para investor menunggu rilis laporan mingguan persediaan minyak mentah dari American Petroleum Institute untuk indikasi lebih lanjut pada ketidakseimbangan pasokan dan permintaan di pasar energi dalam negeri.


Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember turun 0,78 atau 1,77% dan menetap di $ 43,20. Pada satu titik, Texas Long Sweet berjangka jatuh ke level terendah sejak 28 Agustus.

Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah brent untuk pengiriman Desember ditutup pada $ 46,81, turun 0,73 atau 1,54%. Sebelumnya di sesi Selasa, brent Northeast jatuh ke level terendah sejak 14 September.

Pada hari Selasa setelah penutupan perdagangan, API akan mengungkapkan laporan persediaan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir pada 23 Oktober, satu minggu setelah melaporkan adanya peningkatan sebesar 7,1 juta barel. Secara terpisah, laporan pemerintah hari Rabu bisa menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS naik 3,0 juta barel. Pekan lalu, badan Administrasi Informasi Energi AS melaporkan bahwa stok minyak mentah melonjak sebesar 8 juta untuk pekan yang berakhir pada 16 Oktober menjadi 476,6 juta barel.

Produksi minyak mentah AS tetap tak berubah selama seminggu di 9,096 juta barel per hari. Seminggu sebelumnya, output turun 76.000 barel per hari ke level terendah tahun ini. Harga minyak telah turun lebih dari 40% sejak OPEC mengguncang pasar energi global tahun lalu dengan mempertahankan produksinya tidak berubah sebagai mekanisme untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

sumber : financeroll.co.id

Tidak ada komentar :

Posting Komentar