Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Senin, 04 Agustus 2014

Kinerja Bank Perkreditan Rakyat di Jawa Barat Meningkat

Kinerja Bank Perkreditan Rakyat di Jawa Barat MeningkatKinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Jawa Barat  menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Tercatat total aset BPR di Jawa Barat pada posisi April 2014 sebesar Rp 13,16 Triliun. Dari sisi aktiva, pertumbuhan aset BPR terutama didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit.
 
Kepala Otoritas Jasa Keungan (OJK) Regional 2 Jawa Barat, Anggar B Nuraini mengatakan, secara umum kinerja BPR di Jabar sampai dengan April 2014 menunjukkan perkembangan yang positif. 

Ini terlihat dari pertumbuhan aset, DPK dan kredit BPR yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan tahun 2013. 


Dengan jaringan kantor sebanyak 301 kantor pusat, 306 kantor cabang dan 202 kantor pelayanan kas, total aset BPR di Jabar posisi April 2014 sebesar Rp 13,16 triliun atau tumbuh 12,77 %. 

"Ini lebih tinggi dari pertumbuhan pada posisi Desember 2013 yang hanya sebesar 12,13 persen," katanya, akhir pekan lalu.

Sedangkan dari sisi aktiva, pertumbuhan aset BPR tersebut didorong oleh peningkatan perhimpunan dana pihak ketiga (DPK). Jumlah DPK yang berhasil dihimpun sebesar Rp 9,23 triliun atau tumbuh 13,90%. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan posisi Desembeelr 2013 yang tumbuh sebesar 13,67 %. 

Sementara dari sisi aktiva, katanya, pertumbuhan aset BPR didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang cukup tinggi yang tumbuh 21,88% menjadi sebesar Rp 10,32 triliun atau meningkat dibandingkan posisi Desember 2013 yang tumbuh sebesar 21,30 %.

"Untuk perkembangan DPK, berdasarkan jenis simpanan, deposito masih mendominasi pangsa DPK BPR di Jawa Barat yakni sebesar 72,12 persen, sedangkan sisanya berasal dari tabungan, " katanya.

Untuk pertumbuhan deposito, lanjutnya, mengalami peningkatan cukup besar dari 12,92% pada akhir 2013 menjadi 15,30% pada April 2014 seiring trend peningkatan suku bunga panjaminan LPS. Namun pertumbuhan tabungan mengalami penurunan yakni 15,78% pada Desember 2013 menjadi 10,32% pada April 2014.

Untuk perkembangan kredit, bila dilihat berdasarkan jenis penggunaannya masih didominasi oleh kredit produktif atau modal kerja dan investasi yang memiliki pangsa sebesar 53%. Sedangkan sisanya digunakan untuk kegiatan konsumtif.

"Namun demikian pertumbuhan kredit konsumtif lebih besar dari kredit produktif, apabila hal ini terus terjadi secara berkelanjutan maka pangsa kredit konsumtif akan menjadi porsi terbesar dalam penyaluran kredit BPR di Jawa Barat," katanya.

Ia juga menambahkan, ?persentase kredit bermasalah (NPL) BPR di Jawa Barat pada April 2014 masih cukup tinggi yakni 5,86%. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan NPL akhir tahun 2013 yang hanya mencapai 5,54%. NPL tersebut lebih tinggi dari NPL secara nasional yang sebesar 5,06%.
 
 
Sumber :  Tribun News

Tidak ada komentar :

Posting Komentar