Harga Live: Emas (XAUUSD) | Hang Seng | Nikkei 225 | Brent Oil (BCOUSD)

Selasa, 06 Januari 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Memahami Rasio Emas Terhadap Perak dalam Strategi Trading


HARGA EMAS HARI INI - Rasio emas terhadap perak (gold-silver ratio) adalah metrik yang menunjukkan berapa banyak ons perak yang dibutuhkan untuk membeli satu ons emas. Bagi trader emas berjangka, rasio ini adalah indikator penting untuk menentukan apakah harga emas saat ini relatif murah atau mahal dibandingkan dengan perak. Secara historis, rasio yang sangat tinggi sering kali menjadi sinyal bahwa emas sudah terlalu mahal atau perak terlalu murah.

Ketika rasio ini mencapai tingkat ekstrem, trader sering kali melakukan strategi pembalikan. Misalnya, jika rasio terlalu tinggi, mereka mungkin mulai mengalihkan investasi ke perak dengan ekspektasi bahwa rasio akan kembali ke rata-rata historisnya. Pergerakan dalam rasio ini sering kali mendahului perubahan tren besar di pasar logam mulia, menjadikannya alat bantu yang sangat berharga dalam analisis lintas aset.

Memantau rasio ini memberikan wawasan tentang selera risiko pasar secara keseluruhan. Biasanya, emas cenderung memimpin saat terjadi ketidakpastian ekonomi (risk-off), sementara perak cenderung unggul saat ekonomi tumbuh pesat (risk-on). Memahami dinamika ini membantu trader emas berjangka memposisikan diri lebih baik di tengah perubahan siklus ekonomi. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 05 Januari 2026

PT RIFAN BANDUNG - Kilau Emas Tertekan Oleh Penguatan Signifikan Indeks Dolar AS


HARGA EMAS HARI INI
- Harga emas berjangka mengalami tekanan pada sesi perdagangan hari ini setelah indeks dolar AS (DXY) mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Penguatan dolar ini dipicu oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang tetap solid, yang meredam ekspektasi pasar akan adanya pelonggaran moneter dalam waktu dekat. Emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga menekan volume permintaan global.

Tekanan jual di pasar berjangka terlihat cukup masif seiring dengan perpindahan likuiditas ke pasar uang dan obligasi jangka pendek yang menawarkan imbal hasil lebih menarik. Emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga harus bersaing ketat dengan dolar yang sedang dalam tren menguat.

Meski demikian, dukungan harga masih terlihat pada level psikologis bawah karena adanya aksi beli bertahap dari sektor ritel di Asia. Pembelian fisik untuk kepentingan perhiasan memberikan lantai dukungan agar harga tidak terkoreksi terlalu dalam di tengah dominasi sentimen dolar.

Masa depan harga emas berjangka akan bergantung pada pidato pejabat bank sentral mendatang. Kejelasan mengenai arah suku bunga akan menjadi penentu apakah emas dapat berbalik arah atau tetap berada dalam fase konsolidasi negatif. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Rabu, 31 Desember 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan oleh Lonjakan Penjualan Rumah Bekas di Amerika Serikat


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini menyusul laporan National Association of Realtors (NAR) yang menunjukkan lonjakan tak terduga dalam penjualan rumah bekas (Existing Home Sales) di AS. Ketangguhan sektor properti ini memberikan sinyal bahwa ekonomi AS masih cukup kuat untuk menghadapi suku bunga tinggi.

Data properti yang solid ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS karena pasar berekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama (higher for longer). Kenaikan imbal hasil ini secara langsung menekan daya tarik emas yang tidak memberikan bunga. Dolar AS yang menguat juga menambah beban bagi pergerakan harga emas di bursa berjangka.

Penurunan harga emas mencerminkan rotasi modal investor ke aset-aset yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi domestik AS. Namun, penurunan ini sedikit tertahan oleh permintaan fisik yang stabil dari wilayah Timur Tengah.

Dalam jangka pendek, pasar emas berjangka akan menantikan data izin mendirikan bangunan untuk mengonfirmasi tren sektor perumahan. Jika data sektor riil terus membaik, emas kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan. Investor disarankan untuk memperhatikan level dukungan teknis di area bawah. Emas kini berjuang melawan ketangguhan sektor properti AS. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG sumber : newsmaker.id

Selasa, 30 Desember 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Memahami Rasio Emas Terhadap Perak dalam Strategi Trading


HARGA EMAS HARI INI - Rasio emas terhadap perak (gold-silver ratio) adalah metrik yang menunjukkan berapa banyak ons perak yang dibutuhkan untuk membeli satu ons emas. Bagi trader emas berjangka, rasio ini adalah indikator penting untuk menentukan apakah harga emas saat ini relatif murah atau mahal dibandingkan dengan perak. Secara historis, rasio yang sangat tinggi sering kali menjadi sinyal bahwa emas sudah terlalu mahal atau perak terlalu murah.

Ketika rasio ini mencapai tingkat ekstrem, trader sering kali melakukan strategi pembalikan. Misalnya, jika rasio terlalu tinggi, mereka mungkin mulai mengalihkan investasi ke perak dengan ekspektasi bahwa rasio akan kembali ke rata-rata historisnya. Pergerakan dalam rasio ini sering kali mendahului perubahan tren besar di pasar logam mulia, menjadikannya alat bantu yang sangat berharga dalam analisis lintas aset.

Memantau rasio ini memberikan wawasan tentang selera risiko pasar secara keseluruhan. Biasanya, emas cenderung memimpin saat terjadi ketidakpastian ekonomi (risk-off), sementara perak cenderung unggul saat ekonomi tumbuh pesat (risk-on). Memahami dinamika ini membantu trader emas berjangka memposisikan diri lebih baik di tengah perubahan siklus ekonomi. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 29 Desember 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kilau Emas Redup Akibat Sinyal Hawkish Berkelanjutan dari Federal Reserve


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami tekanan jual setelah beberapa pejabat Federal Reserve mengeluarkan pernyataan yang menekankan pentingnya mempertahankan suku bunga tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Sinyal hawkish ini memupus harapan pasar akan adanya pemotongan suku bunga dalam waktu dekat, yang secara langsung meningkatkan biaya peluang bagi pemegang emas sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Dolar AS merespons positif pernyataan tersebut dengan mencatatkan penguatan terhadap mata uang utama lainnya, yang membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional. Kondisi ini memaksa emas berjangka untuk terkoreksi dari level tertingginya dalam sepekan terakhir.

Namun, di tengah tekanan ini, permintaan fisik dari sektor perhiasan di pasar Asia tetap menunjukkan ketahanan. Beberapa investor ritel justru memanfaatkan penurunan harga ini untuk melakukan akumulasi bertahap sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada rilis data inflasi konsumen mendatang. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda penurunan yang lebih lambat dari perkiraan, emas kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan sentimen suku bunga. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Rabu, 24 Desember 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan oleh Rilis Laporan Ketenagakerjaan ADP yang Solid


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual hari ini menyusul laporan ketenagakerjaan sektor swasta AS (ADP) yang menunjukkan penambahan jumlah lapangan kerja yang melampaui ekspektasi pasar. Ketahanan pasar tenaga kerja AS memberikan sinyal bahwa ekonomi masih cukup panas, yang memungkinkan Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Data ADP yang positif ini memicu kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS jangka pendek karena pasar menyesuaikan ekspektasi terhadap suku bunga terminal The Fed. Kenaikan biaya peluang ini membuat emas menjadi kurang menarik bagi investor spekulatif. Selain itu, dolar AS menguat tajam sebagai respons terhadap data tenaga kerja yang solid, menekan harga emas lebih lanjut.

Penurunan harga emas berjangka mencerminkan pergeseran sentimen investor yang kini lebih memprioritaskan aset berimbal hasil tinggi di tengah optimisme pertumbuhan ekonomi AS. Namun, penurunan ini sedikit tertahan oleh permintaan fisik dari pasar Asia.

Dalam jangka pendek, pasar emas berjangka akan menantikan data Non-Farm Payrolls (NFP) resmi untuk mengonfirmasi tren ketenagakerjaan. Jika data NFP kembali kuat, emas kemungkinan akan menghadapi tekanan jual tambahan. Investor disarankan untuk waspada terhadap volatilitas tinggi menjelang akhir pekan. Emas kini berjuang melawan kekuatan pasar tenaga kerja AS. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Selasa, 23 Desember 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Peran Bank Sentral Global dalam Akumulasi Cadangan Emas


HARGA EMAS HARI INI - Tren de-dolarisasi yang dilakukan oleh banyak bank sentral di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki, telah menjadi pendorong utama permintaan emas fisik dalam beberapa tahun terakhir. Bank sentral membeli emas untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka dan mengurangi ketergantungan pada Dolar AS.

Akumulasi emas oleh bank sentral memberikan dukungan harga yang kuat di pasar berjangka. Ketika bank-bank besar ini terus menambah cadangan mereka, hal tersebut mengirimkan sinyal kepercayaan terhadap nilai jangka panjang emas sebagai aset penyimpan nilai. Permintaan institusional berskala besar ini sering kali bertindak sebagai dasar yang mencegah harga jatuh terlalu dalam saat terjadi aksi jual spekulatif.

Laporan kuartalan dari World Gold Council mengenai pembelian bank sentral sering menjadi rujukan penting bagi analis. Peningkatan cadangan emas negara secara konsisten menunjukkan pergeseran struktural dalam lanskap keuangan global yang mendukung prospek bullish bagi emas berjangka dalam jangka panjang. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id