Harga Live: Emas (XAUUSD) | Hang Seng | Nikkei 225 | Brent Oil (BCOUSD)

Rabu, 23 Juli 2014

Harga Emas Dunia Turun

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Selasa (22/7/2014) waktu setempat (Rabu pagi WIB), setelah penjualan rumah AS meningkat pada Juni.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus kehilangan 7,6 dollar AS, atau 0,58 persen, menjadi menetap di 1.306,3 dollar AS per ounce.

Penjualan "existing home", yang menghitung transaksi diselesaikan untuk rumah keluarga tunggal, townhouse dan kondominium, meningkat 2,6 persen dari Mei ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,04 juta unit pada Juni, National Association of Realtors (NAR) mengatakan dalam sebuah laporan.

Selasa, 22 Juli 2014

Fokus Penetapan Pilpres, Rupiah Kembali Menguat

Nilai tukar rupiah diproyeksikan naik menatap penetapan pemenang pemilihan presiden, Selasa (22/7/2014). Ini juga seiring pergerakan dollar AS yang relatif stabil di tengah merangkak naiknya harga minyak di pasar global.

Dollar AS bergerak mendatar tetapi masih dengan kecenderungan naik mengingat ketegangan di Ukraina yang semakin melibatkan negara-negara Eropa serta AS belum sepenuhnya hilang. Harga minyak juga merespon situasi tersebut dengan kenaikan menuju 107,7 dollar AS per barrel. Angka inflasi AS ditunggu malam ini diperkirakan bertahan di atas 2 persen secara tahunan.  

Harga Emas Dunia Kembali Naik

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir menguat pada Senin (21/7/2014) waktu setempat (Selasa pagi WIB), karena ketegangan geopolitik. 

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik 4,5 dollar AS, atau 0,34 persen, menjadi menetap di 1.313,9 dollar AS per ounce.

Volatilitas telah kembali ke pasar saham, memberikan dorongan untuk emas karena akan meningkatkan nilainya sebagai aset safe haven. Tetapi beberapa analis mengatakan bahwa kecenderungan turun jangka menengah harga emas tidak bisa diubah oleh risiko geopolitik.

Jelang Pengumuman Pilpres, IHSG Awal Sesi Fluktuatif

Menjelang pengumuman pemenang pilpres, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Selasa (22/7/2014) pagi berlangsung fluktuatif. Indeks sempat dibuka menguat 14,85 poin menjadi 5.141,97, dan terus  melaju hingga level 5.155, sebelum menukik ke zona merah.

Hingga sekitar pukul 09.15 WIB, IHSG turun 5,7 poin ke posisi 5.121,42. Tercatat 66 saham naik, 96 saham turun, dan 62 saham stagnan. Adapun nilai transaksi mencapai Rp 890,785 miliar dengan volume 684,628 juta lot saham.

Senin, 21 Juli 2014

Tunggu Hasil Pilpres, Rupiah Menguat ke Kisaran 11.500

Dollar AS berada dalam tren penguatan hingga akhir pekan lalu. Namun, rupiah pun terus menanjak posisinya dengan sentimen utama menunggu hasil penetapan pemilihan presiden.

Harapan bahwa tekanan terhadap dunia internasional terhadap Rusia akan semakin tinggi setelah kecelakaan Malaysian Airlines masih menjaga permintaan terhadap aset safe haven. Yield US Treasury 10 tahun masih bertahan di kisaran 2,48 persen hingga Sabtu (19/7/2014) dini hari. Angka inflasi AS ditunggu malam ini yang diperkirakan bertahan di atas 2 persen secara tahunan.   

IHSG Siap Naik Menjelang Penetapan Pilpres

Penetapan hasil pemilihan Presiden RI akan menjadi sentimen utama penggerak Indeks Harga Saham Gabungan pekan ini. Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (21/7/2014), IHSG diproyeksikan naik.

IHSG selama sepekan lalu menguat 54,42 poin (1,08 persen), lebih rendah dari pekan sebelumnya yang naik 126,77 poin (2,58 persen). Semua indeks utama mayoritas menguat dengan kenaikan tertinggi oleh indeks IDX30 yang menguat 1,59 persen diikuti indeks LQ45 1,50 persen.

BCA Raih Penghargaan "Best Bank in Indonesia"

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meraih penghargaan Best Bank in Indonesia dalam ajang Euromoney Awards for Excellence (Asia) 2014. Penghargaan tersebut secara langsung diterima oleh Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja di Hongkong.

“Selain komitmen BCA untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya, ketatnya persaingan di dunia perbankan Indonesia merupakan salah satu pendorong untuk melakukan yang terbaik dan menghadirkan inovasi produk maupun layanan perbankan kepada masyarakat Indonesia, khususnya nasabah BCA," kata Jahja dalam keterangan resmi, Minggu (20/7/2014).