Harga Live: Emas (XAUUSD) | Hang Seng | Nikkei 225 | Brent Oil (BCOUSD)

Selasa, 08 Juli 2014

IHSG Sesi I Ditutup Menguat 47,56 Poin

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada jeda sesi I siang hari ini, Senin (7/7/2014) ditutup menguat, dan pasar cukup bergairah menjelang pelaksanaan pilpres Rabu mendatang.

Pada pukul 12.00, IHSG berhenti di posisi 4.953,38 atau menguat sebesar 47,56 poin (0,96 persen). Sebanyak 157 saham diperdagangkan menguat, 102 saham melemah dan 69 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 4,05 miliar lot saham senilai Rp 3,95 triliun.

Dua Calon Direksi BJB Tidak Lolos "Fit and Proper Test"

JAKARTA, KOMPAS.com — Malang benar nasib PT Bank Jabar Banten Tbk (BJB). Kisruh manajemen di jajaran direksi kembali menghampiri bank yang berbasis di Bandung ini. Teka-teki mengenai nasib dua calon direksi BJB terjawab sudah.

Dua calon direksi BJB, yakni Jusuf Sahrudin dan Agus Riswanto, mendapat skor tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Awalnya, BJB mengajukan tiga nama sebagai calon direksi. Setelah merampungkan proses uji kelayakan dan kepatutan, hanya Ahmad Irvan yang mengantongi restu dari OJK.

Dus, Ahmad resmi diangkat menjadi Direktur Komersial BJB pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), Selasa (1/7/2014). Sebelumnya, Ahmad menjabat posisi Kepala Divisi Komersial BJB.

Menjelang Pilpres, Rupiah Melonjak ke Level 11.780

 
JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah Senin (7/7/2014) menguat atas dollar AS. Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.14 WIB, rupiah menguat 0,9 persen di pasar spot menjadi 11.780 per dollar AS. Ini merupakan kenaikan terbesar sejak 30 Juni lalu.

Senin, 07 Juli 2014

Dengan e-KTP, Buka Rekening Bank Bisa di Mana Saja

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar baik bagi Anda yang kini berdomisili di daerah yang berbeda dengan alamat kartu tanda penduduk (KTP). Mulai sekarang, Anda bebas membuka rekening baru di kantor cabang bank manapun. Jadi, tidak harus sesuai dengan alamat yang tercantum di dalam KTP.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), pada akhir Februari lalu, telah menekan nota kesepahaman (MoU) tentang pemanfaatan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui KTP elektronik (e-KTP).

Dewan Komisioner OJK Bidang Perbankan Nelson Tampubolon mengatakan, poin penting dari MoU itu adalah mempermudah bank untuk mengidentifikasi kebenaran identitas nasabah. "Diharapkan tidak ada nasabah yang punya banyak identitas," ujar Nelson, Jumat (4/7/2014).

Proyeksi, Rupiah Coba Lanjutkan Kenaikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah akan diuji kekuatannya pada awal pekan ini, Senin (7/7/2014). Mata uang garuda itu akan mencoba meneruskan penguatan seiring turunnya harga minyak di pasar global.

Walaupun pasar keuangan AS tutup pada Jumat (4/7/2014), sentimen penguatan dollar AS masih terasa akibat membaiknya data tenaga kerja AS yang diumumkan sehari sebelumnya. Euro terus turun hingga 1,35 per dollar AS bersama-sama dengan mata uang utama lainnya. Harga minyak Brent masih terus turun hingga menyentuh 110,56 dollar AS per barrel.

Antisipasi Pilpres, IHSG Mencoba Naik

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan diproyeksikan bergerak variatif menguat pada awal pekan ini, Senin (7/7/2014). Investor mengantisipasi pelaksanaan dan hasil pemilihan presiden 9 Juli 2014.

Pasar saham AS melanjutkan penguatan, seiring rilis positif data ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 0,54 persen dan indeks S&P500 sebesar 0,55 persen.   

Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh pernyataan bank sentral Eropa yang menjanjikan derasnya aliran dana murah di sepanjang tahun ini. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar 0,12 persen dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan yang melemah 0,19 persen.

Jumat, 04 Juli 2014

Setelah Pilpres, Rupiah Diperkirakan Kembali Menguat


JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Senior Standard Chartered Bank Indonesia Fauzi Ichsan memperkikan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS akan kembali menguat seusai pemilihan presiden. Hal ini seiring dengan berkurangnya ketidakpastian politik.

"Kita melihat pasca pilpres terutama pasca pembentukan pemerintahan baru bulan Oktober nanti, rupiah diperkirakan akan menguat terus ke arah Rp 11.500 hingga Rp 11.600 per dollar AS," kata Fauzi di Hotel Mulia Senayan, Kamis (3/7/2014) malam.