Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1942.25 | High 1947.10 | Low 1941.30 | Close 1939.70) || HANSENG (Open Price 19227.84 | High 19272.58 | Low 19087.66 | Close 19252.00 || NIKKEI (Open Price 31830.00 | High 31985.00 | Low 31560.00 | Close 31850.00 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Senin, 19 September 2016

Investor Emas Tahan Diri, Jangan Melawan The Fed



PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - menyikapi hasil pertemuan rutin Bank Sentral AS pada 21 September nanti, para investor emas bersikap bijaksana dengan menahan diri dan tidak melawan sentimen dari The Federal Reserve.


Para manajer investasi besar, bahkan pilih menyingkir dari pasar saat ini. Aksi jual yang mereka lakukan telah memberikan tekanan pada harga emas diakhir pekan kemarin. Jumlah posisi beli dipasar berjangka mengalami penurunan tajam. Ditengah laju kenaikan harga emas dalam tiga bulan terakhir ini, aksi jual dilakukan dalam ukuran terbesarnya. Bahkan pada perdagangan global ETF (exchange-traded funds) yang berbasis logam mulia ini menurun dari posisi puncaknya dalam tiga tahun terakhir dibulan Agustus kemarin. Bulan ini, nampaknya akan mencatat kinerja penurunan harga yang paling besar dalam sebulan ditahun ini. Indikasi ini terlihat dari jumlah suku bunga terbuka (open interest) dalam perdagangan berjangka di New York pada posisi terpanjang penurunannya sejak Mei silam.

Spekulasi memuncak dengan berbagai lontaran dari pejabat-pejabat tinggi The Federal Reserve sebelumnya. Hasil pertemuan rutin yang akan dikeluarkan pada 21 September nanti mengisyaratkan adanya kenaikan suku bunga akan dilakukan. Tentu saja ini akan menjadi kabar buruk bagi harga emas. Hingga Jumat kemarin, tercatat harga emas ditahun ini mengalami kenaikan harga sebesar 24% setelah suku bunga AS mengalami penundaan untuk dinaikkan.

The Fed memang mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga lewat indikasi dukungan berbagai pernyataan yang bersifat hawkish. Dalam pertimbangan mereka, kenaikan suku bunga tidak bisa ditunda-tunda lagi. Indikator ekonomi AS cukup menjadi pijakan meskipun target inflasi belum tercapai. Tentu saja, kondisi yang demikian ini akan lebih tepat jika investor telah melakukan aksi ambil untung terlebih dahulu.

Aksi ambil untung yang dilakukan membuat posisi beli mengalami penurunan dipasar berjangka emas dan opsi, sebesar 11% menjadi hanya 248.858 kontrak saja selama sepekan hingga 13 September kemarin. Menurut CFTC (Commodity Futures Trading Commission) sebagaimana dilansir oleh Bloomberg, bahwa penurunan ini merupakan yang paling besar sejak 24 Mei silam. Padahal seminggu sebelumnyam jumlah kontrak yang ditahan mencapai posisi tertinggi sejak 5 Juli silam, sebanyak 278.994 kontrak.

sumber : financeroll.co.id

Tidak ada komentar :

Posting Komentar