HARGA EMAS HARI INI mencatatkan penurunan mengejutkan di tengah eskalasi konflik di Selat Hormuz yang biasanya menjadi pendorong aset safe haven. Kejadian kemarin ketika sebuah kapal tanker mediator terkena serangan rudal justru direspons negatif oleh pasar logam mulia internasional. Investor melihat bahwa kenaikan harga minyak yang dipicu oleh konflik ini akan mendorong inflasi kembali naik, yang pada akhirnya memicu Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Hubungan terbalik antara ekspektasi inflasi energi dan suku bunga riil menjadi alasan utama di balik pelemehan harga emas berjangka hari ini. Ketika harga minyak mentah Brent tertahan di level tinggi akibat kekhawatiran pasokan, imbal hasil obligasi pemerintah AS justru merangkak naik karena pasar mengantisipasi respons hawkish dari bank sentral. Sebagai aset yang tidak menghasilkan bunga, daya tarik emas menjadi berkurang bagi para pengelola dana yang lebih memilih mengamankan likuiditas pada instrumen utang berimbal hasil tinggi.
Sentimen risk-off yang biasanya menyertai ketegangan geopolitik kali ini tidak mampu memberikan dukungan kuat bagi harga emas internasional. Sebagian besar pelaku pasar menilai bahwa ketegangan di Timur Tengah saat ini memiliki dampak yang lebih besar pada kenaikan biaya produksi global dibandingkan dengan ketakutan sistemik pasar keuangan. Oleh karena itu, emas mengalami tekanan jual teknis setelah sempat menyentuh level tertinggi dua pekan pada awal pekan ini sebelum terkoreksi kembali.
Forecast untuk sesi New York nanti malam memperkirakan emas akan bergerak dalam tekanan terbatas dengan fokus tertuju pada pergerakan harga minyak mentah global. Jika ketegangan di Selat Hormuz mereda atau pembicaraan damai kembali menunjukkan kemajuan, emas berpeluang untuk melakukan rebound teknis akibat melemahnya dolar AS. Para trader disarankan untuk menanti konfirmasi arah pergerakan pasar sebelum membuka posisi transaksi baru - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id
Home

Tidak ada komentar :
Posting Komentar