Dampaknya untuk hari ini, harga emas di pasar Asia dan Eropa terlihat bergerak naik secara perlahan di tengah optimisme pemulihan ekonomi regional. Sebagian besar pelaku pasar mulai melakukan akumulasi posisi beli (long position) di pasar berjangka untuk memanfaatkan momentum awal bulan. Sentimen ini memberikan kekuatan bagi emas untuk menembus level resistensi harian pertamanya, meskipun pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan yang cukup kuat terhadap mata uang utama lainnya.
Secara fundamental, data ekonomi dari akhir pekan kemarin menunjukkan bahwa inflasi di beberapa negara maju masih sulit untuk turun ke target dua persen. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi yang persisten dalam jangka panjang. Para pengelola dana global dilaporkan mulai mendiversifikasi aset mereka kembali ke logam mulia setelah melihat volatilitas di pasar ekuitas yang meningkat pada penutupan perdagangan bulan Februari lalu.
Forecast nanti malam memproyeksikan emas akan menghadapi ujian penting saat sesi perdagangan New York dibuka dengan rilis data PMI Manufaktur ISM Amerika Serikat. Harga diperkirakan akan bergerak volatil merespons indikator kesehatan ekonomi AS tersebut; jika data menunjukkan pelemahan, emas berpotensi melanjutkan relinya. Namun, jika sektor manufaktur AS terbukti tangguh, emas mungkin akan mengalami koreksi teknis jangka pendek sebelum penutupan pasar malam nanti. - PT RIFAN BANDUNG
sumber : newsmaker.id
Home

Tidak ada komentar :
Posting Komentar