Index Price || LOCO GOLD (Open Price 1307.35 | High 1313.75 | Low 1280.66 | Close 1307.30) || HANSENG (Open Price 22,740 | High 22,789 | Low 22,623 | Close 22734/54 || NIKKEI (Open Price 14,080 | High 14,250 | Low 14,045 | Close 14095/75 || Index Price 11 Oktober 2013|| LOCO GOLD (Open Price 1288.07 | High 1288.80 | Low 1278.80 | Close 1282.80) || HANSENG (Open Price 23,022 | High 23,049 | Low 22,982 | Close 23020/40 || NIKKEI (Open Price 14,290 | High 14,365 | Low 14,270 | Close 14340/60 ||

Jumat, 08 November 2013

Ekspor TImah dari Indonesia Mulai Terangkat di Oktober; Kebijakan Satu Pintu Konsisten Dilakukan

Pengiriman timah dari Indonesia mengalami kenaikan lebih dari estimasi pada bulan Oktober yang lalu (08/11). Laporan resmi dari Kementerian Perdagangan kemarin menunjukkan bahwa terjadi kenaikan dibandingkan dengan bulan September. Kenaikan yang dibukukan pada bulan Oktober jauh melebihi estimasi.

Kembali meningkatkan ekspor timah dari Indonesia terjadi karena para pembeli sudah mulai menyesuaikan diri dengan peraturan baru mengenai perdagangan timah yang resmi diberlakukan tanggal 30 Agustus lalu. Peraturan baru ini didisain untuk membantu Indonesia agar bisa menggantikan LME (London Metal Exchange) sebagai penentu benchmark harga timah dunia.


Ekspor timah mengalami kenaikan menjadi 4070 metric ton pada bulan Oktober lalu, dari 786 ton di bulan September. Kenaikan ekspor ini jauh melampaui ekspektasi di mana sebelumnya diperkirakan ekspor hanya akan mencapai 2750 ton.

Pemerintah memutuskan agar ekspor timah hanya dilakukan melalui satu pintu yaitu ICDX (Indonesian Commodities and Derivatives Exchange). Dengan diberlakukannya keputusan ini ekspor timah sengaja dijaga supaya tidak terlalu besar. Keputusan ini sempat memaksa PT Timah, produsen timah terbesar di Indonesia, untuk menyatakan force majeur dan mendorong harga timah dunia ke level tertinggi dalam enam bulan belakangan.

Perdagangan timah di ICDX mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat di bulan Oktober lalu dibandingkan bulan September, yaitu mencapai 3020 ton. Jumlah peserta trading juga mengalami kenaikan menjadi 28 peserta dari 12 peserta per tanggal 30 Agustus lalu. Deputi Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menyatakan bahwa pihak Kementerian Perdagangan akan konsisten mempertahankan peraturan tersebut.

Harga timah sendiri telah mengalami kenaikan tajam dan melampaui harga logam industri lain di LME tahun ini. Harga timah diperkirakan bisa mencapai level 25,000 dollar per ton tahun depan. Saat ini harga berada di kisaran 22,500 dollar per ton.
(ia/JA/vbn)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar