Harga Live: Emas (XAUUSD) | Hang Seng | Nikkei 225 | Brent Oil (BCOUSD)

Rabu, 29 Oktober 2025

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan Pasca Pengumuman Keberhasilan Uji Klinis Obat Baru


HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual yang signifikan hari ini, dengan harga yang merosot tajam menyusul pengumuman keberhasilan uji klinis fase III untuk obat penyakit kronis yang banyak dicari. Berita ini memicu optimisme luas di pasar global bahwa hambatan besar bagi kesehatan dan ekonomi telah teratasi, yang pada gilirannya meningkatkan prospek pemulihan ekonomi global yang lebih cepat dan kuat. Peningkatan optimisme mengurangi permintaan untuk aset safe-haven seperti emas.

Keberhasilan di bidang kesehatan seringkali berfungsi sebagai katalis besar untuk sentimen risiko, mendorong investor beralih dari aset aman ke aset yang lebih sensitif terhadap pertumbuhan dan berisiko (saham). Karena prospek ekonomi global terlihat lebih cerah, kebutuhan untuk melindungi modal di aset seperti emas berkurang. Aksi jual spekulatif di pasar berjangka emas meningkat, karena trader mencari keuntungan di pasar saham yang melonjak.

Tekanan terhadap emas diperparah oleh penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS, yang bergerak naik sebagai respons terhadap optimisme pertumbuhan global. Dolar yang kuat membuat emas lebih mahal bagi pembeli internasional, menekan permintaan global. Meskipun demikian, penurunan harga emas berjangka terbatas, karena masih ada dukungan dari permintaan fisik bank sentral dan kekhawatiran inflasi jangka panjang yang belum sepenuhnya hilang.

Dalam jangka pendek, harga emas berjangka akan berjuang melawan sentimen risiko yang baru muncul ini. Selama optimisme terhadap pemulihan ekonomi berlanjut, tekanan pada emas kemungkinan akan berlanjut. Investor disarankan untuk memantau data ekonomi yang mencerminkan optimisme ini dan menimbang dampaknya pada jalur suku bunga The Fed. Emas kini berada di bawah bayang-bayang optimisme yang dipicu oleh perkembangan di sektor farmasi. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id

Selasa, 28 Oktober 2025

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Pengaruh Utang Negara dan Defisit Anggaran Terhadap Daya Tarik Emas


HARGA EMAS HARI INI - Tingkat utang pemerintah yang tinggi dan defisit anggaran yang terus-menerus di negara-negara ekonomi besar, khususnya Amerika Serikat, merupakan faktor fundamental jangka panjang yang mendukung harga emas. Ketika pemerintah mencatat defisit besar, mereka biasanya harus menerbitkan lebih banyak utang (obligasi) untuk menutupinya. Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran tentang solvabilitas fiskal jangka panjang dan berpotensi memicu inflasi jika bank sentral terpaksa "mencetak uang" untuk mendanai defisit tersebut.

Kekhawatiran terhadap utang negara ini melemahkan kepercayaan investor terhadap mata uang fiat yang terkait dengan utang tersebut, terutama Dolar AS. Investor, baik institusi maupun individu, mencari aset yang tidak terkait dengan kewajiban pemerintah. Emas, sebagai aset yang tidak memiliki risiko kredit atau risiko default, menjadi pilihan utama sebagai aset lindung nilai terhadap risiko sistemik fiskal.

Defisit yang terus membesar juga sering dihubungkan dengan inflasi di masa depan. Meskipun tidak selalu terjadi secara langsung, pasar berasumsi bahwa pemerintah akhirnya akan meredakan beban utang melalui inflasi, yang secara efektif mengurangi nilai riil utang tersebut. Emas, sebagai pelindung nilai inflasi historis, diuntungkan dari ekspektasi ini. Permintaan emas berjangka akan meningkat ketika angka utang nasional diumumkan melebihi perkiraan.

Dengan demikian, meskipun utang negara dan defisit anggaran adalah masalah makroekonomi jangka panjang, sentimen pasar terhadap angka-angka ini memengaruhi keputusan investasi harian. Emas berfungsi sebagai barometer atas kekhawatiran investor mengenai keberlanjutan kebijakan fiskal global. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 27 Oktober 2025

PT RIFAN BANDUNG - Kilau Emas Redup Akibat Kekuatan Dolar AS di Tengah Krisis Eropa



HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mengalami penurunan, didorong oleh penguatan dolar AS yang signifikan. Kekuatan dolar ini terutama disebabkan oleh krisis energi dan ekonomi di Eropa yang memicu investor untuk mengalihkan modal ke aset safe haven berbasis dolar. Meskipun emas adalah safe haven, dalam skenario krisis regional, dominasi dolar AS seringkali menjadi faktor penentu pergerakan harga.

Kekuatan dolar AS membuat emas, yang dihargai dalam mata uang tersebut, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan global. Selain itu, krisis di Eropa juga diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk obligasi pemerintah AS, yang dapat menjaga imbal hasil tetap tinggi dan memberikan tekanan ganda pada emas.

Namun, beberapa analis berpendapat bahwa krisis di Eropa pada akhirnya akan memicu kekhawatiran resesi global yang lebih luas, yang dapat membalikkan sentimen dan mendorong permintaan emas sebagai safe haven universal, terlepas dari kekuatan dolar AS.

Masa depan harga emas berjangka akan sangat bergantung pada perkembangan krisis energi di Eropa dan bagaimana hal itu memengaruhi kekuatan relatif dolar AS. Jika krisis mereda, dolar AS mungkin melemah, dan emas dapat menemukan kembali momentumnya. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Jumat, 24 Oktober 2025

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Investor Lebih Memilih Saham, Emas Berjangka Tertekan


HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka melanjutkan tren pelemahannya pada perdagangan hari ini, tertekan oleh sentimen optimisme di pasar saham global (risk-on). Kinerja kuartalan perusahaan yang kuat dan prospek pertumbuhan yang membaik mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Investor cenderung mengalihkan dananya ke aset-aset yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi, seperti saham dan komoditas industri.

Pelemahan emas juga diperparah oleh kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan akan tetap ketat. Suku bunga acuan AS yang tinggi membuat biaya kepemilikan emas menjadi lebih mahal dibandingkan dengan investasi lain yang memberikan imbal hasil.

Namun, harga emas masih mendapat dukungan fundamental dari ketidakpastian jangka panjang. Risiko geopolitik yang belum terselesaikan di Eropa Timur dan Timur Tengah, serta kekhawatiran mengenai stabilitas sistem keuangan global, memberikan batas bawah bagi penurunan harga.

Ke depan, para pelaku pasar akan mencermati data ekonomi AS, khususnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dan laporan penjualan ritel. Data-data ini akan memberikan sinyal mengenai kesehatan ekonomi AS dan dapat memengaruhi keputusan suku bunga The Fed, yang pada gilirannya akan menentukan arah pergerakan harga emas - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 23 Oktober 2025

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Investor Institusional Kembali Memborong Emas, Dorong Harga Berjangka

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka hari ini mendapat dorongan kuat dari laporan yang menunjukkan masuknya kembali dana besar dari investor institusional ke dalam Exchange Traded Funds (ETF) yang didukung emas. Arus masuk ini mengindikasikan adanya pergeseran sentimen besar dari institusi, yang kembali melihat emas sebagai komponen penting dalam strategi manajemen risiko portofolio.

Pembelian oleh dana-dana institusional ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar yang didorong oleh potensi pemilu di AS dan ketegangan perdagangan global. Investor besar mencari perlindungan dari volatilitas yang diperkirakan akan meningkat di kuartal mendatang.

Pergerakan ini membalikkan tren keluar dana yang sempat terjadi beberapa bulan lalu, menunjukkan adanya optimisme baru terhadap prospek jangka panjang emas. Peningkatan kepemilikan emas oleh ETF seringkali menjadi sinyal bullish bagi harga.

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG melihat ini sebagai validasi dari peran safe-haven emas. "Ketika dana institusional yang cerdas mulai memborong, itu adalah sinyal pasar yang kuat," ujar seorang konsultan. "Ini menegaskan bahwa emas berada di jalur yang tepat untuk menguji level resistansi harga berikutnya." - RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Rabu, 22 Oktober 2025

Ebook Gratis !!! Rifan Financindo Berjangka

E-BOOK GRATIS

E-BOOK GRATIS

Silakan isi data berikut ini untuk mendapatkan Ebook tentang Brent Crude Oil

Format: +62 812-3456-7890

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Konsolidasi Tipis Menjelang Rilis Data Inflasi Konsumen Tiongkok

 

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka bergerak dalam rentang perdagangan yang ketat atau konsolidasi tipis hari ini, dengan para investor menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) dari Tiongkok. Data inflasi dari Tiongkok sangat penting karena akan memberikan wawasan mengenai permintaan domestik di ekonomi terbesar kedua di dunia, yang pada gilirannya akan memengaruhi permintaan emas fisik dan prospek pertumbuhan global. Emas berada dalam fase "tunggu dan lihat" karena pasar menimbang dampaknya pada permintaan global.

Jika data CPI Tiongkok menunjukkan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan, hal itu dapat mengindikasikan pemulihan permintaan domestik yang kuat. Skenario ini akan mendukung harga emas karena Tiongkok adalah konsumen emas fisik terbesar. Sebaliknya, CPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat memicu kekhawatiran deflasi dan perlambatan ekonomi, yang dapat menekan permintaan emas fisik dan sentimen pasar global. Ketidakpastian mengenai hasil data ini membatasi pergerakan harga emas berjangka.

Konsolidasi harga mencerminkan minimnya komitmen baru dari investor sebelum adanya kejelasan data. Pergerakan harga didorong oleh fluktuasi kecil pada dolar AS dan imbal hasil obligasi. Meskipun terjadi jeda, emas masih mendapat dukungan mendasar dari pembelian bank sentral dan risiko geopolitik, yang membatasi potensi penurunan harga secara signifikan di tengah perdagangan yang lambat.

Prospek jangka pendek emas berjangka akan ditentukan segera setelah rilis data CPI Tiongkok. Analis pasar memperkirakan pergerakan harga yang signifikan, terutama jika data tersebut mengejutkan pasar. Investor disarankan untuk memprioritaskan manajemen risiko dan menunggu kejelasan dari data inflasi Tiongkok, karena hal ini akan menjadi katalis utama untuk prospek permintaan fisik dan sentimen pertumbuhan global. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG 

sumber : newsmaker.id