Live Market
Member of Jakarta Futures Exchange

Investasi Berjangka
yang Aman & Terpercaya

PT. Rifan Financindo Berjangka Bandung — melayani transaksi Loco Gold, Nikkei, Hang Seng, dan produk berjangka multilateral lainnya dengan legalitas resmi BAPPEBTI, JFX, dan KBI.

#1 Member Resmi
Jakarta Futures Exchange
3 Lembaga Regulator
BAPPEBTI · JFX · KBI
24/7 Update Harga
Pasar Real-time

Jumat, 09 Mei 2014

Pelaku Pasar Modal Kecewa Mandiri Gagal Akuisisi BTN

Sejumlah pelaku pasar modal menyatakan kekecewaannya terkait penundaan rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk.
Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, menilai penundaan rencana akuisisi Bank BTN ini juga berdampak buruk bagi prospek bank BTN ke depan. Risiko likuiditas dan kredit BTN semakin memburuk, dan ini tidak positif bagi investor saham.


Banyak investor yang melepas sahamnya di pasar, sehingga harga saham BTN jatuh ke level Rp 1.090 per saham. Padahal ketika Meneg BUMN Dahlan Iskan mengumumkan rencana konsolidasi Bank Mandiri-BTN, saham BTN sempat melesat ke level Rp 1.525 per saham (17/4). Artinya sebulan terakhir saham BTN terpuruk hingga 40 persen.

"Problem yang dihadapi BTN seharusnya dapat diselesaikan jika mereka melakukan konsolidasi dengan Mandiri. Tetapi akibat rencana ini ditunda, kondisi BTN menjadi tidak pasti. Ini yang perlu disayangkan, mengingat rencana Meneg BUMN itu sangat positif," ujar Satrio dalam keterangan resminya, Kamis (8/5).

Pengamat pasar modal Edwin Sinaga menambahkan, inefisiensi menjadi salah satu problem yang dihadapi BTN. Menurut dia, sistem kerja di BTN tidak mampu mengkapitalisasi aset karyawan untuk meraih keuntungan secara maksimal.

"Kondisi ini menunjukkan BTN tidak akan mampu memperbesar pembiayaan jika tak dilakukan penambahan modal. Melalui sinergi dengan Bank Mandiri seharusnya BTN bisa lebih besar dan sehat untuk membiayai sektor perumahan yang menjadi fokus bisnisnya," ujar Edwin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar