HARGA EMAS HARI INI mengalami pukulan telak setelah laporan pembukaan lapangan kerja JOLTS Amerika Serikat menunjukkan angka tertinggi dalam dua tahun terakhir. Rilis data kemarin malam ini secara mengejutkan memicu kepanikan di bursa komoditas karena memperkuat asumsi bahwa pasar tenaga kerja AS masih sangat ketat. Penguatan indikator ekonomi ini langsung melambungkan indeks dolar AS ke level tertinggi barunya, yang secara agresif menekan daya tarik emas komoditas di pasar internasional.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang terjadi secara simultan memperburuk posisi emas sebagai aset yang tidak menghasilkan imbalan bunga. Para investor institusional terpantau mulai mengurangi eksposur mereka pada logam mulia untuk beralih ke aset berbasis kupon yang menjanjikan pengembalian jangka pendek lebih pasti. Meskipun tekanan jual begitu masif di bursa berjangka, aksi beli fisik dari beberapa bank sentral Asia di level harga bawah dilaporkan sedikit menahan kejatuhan harga lebih dalam.
Secara teknikal, pergerakan harga emas hari ini mencerminkan fase penurunan kuartalan yang cukup parah hingga mencatatkan penurunan sekitar sebelas persen sepanjang periode ini. Pasar saat ini dipenuhi aksi likuidasi oleh para spekulan jangka pendek yang sebelumnya mengantisipasi adanya sinyal pelonggaran moneter dari bank sentral. Sentimen bearish yang dominan sejak penutupan pasar kemarin membuat batas support teknis utama kini bergeser ke level psikologis yang lebih rendah.
Forecast untuk sesi malam nanti mengindikasikan bahwa emas berpotensi melanjutkan pergerakan volatil dengan risiko koreksi lanjutan sebelum rilis data tenaga kerja utama besok. Perhatian para pelaku pasar malam ini akan tertuju sepenuhnya pada pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, yang diharapkan memberikan kejelasan mengenai rencana pengurangan neraca bank sentral. Investor disarankan untuk mengamati level resistensi terdekat guna mengantisipasi momentum pembalikan arah jika dolar AS mengalami aksi ambil untung di bursa New York - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
Sumber: Newsmaker
Home





