HARGA EMAS HARI INI bergerak dalam kisaran terbatas dengan kecenderungan melemah pasca-rilis data penjualan rumah bekas Amerika Serikat kemarin yang mencatatkan kenaikan tak terduga. Pertumbuhan sektor perumahan yang masih solid ini memicu kekhawatiran baru di kalangan investor bahwa roda ekonomi AS masih terlalu panas untuk memicu pelonggaran moneter secara cepat. Dampaknya hari ini adalah terjadinya penyesuaian posisi portofolio di mana para pelaku pasar berjangka mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan pada kuartal ketiga tahun ini.
Penguatan moderat pada indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor sepuluh tahun hari ini menjadi penekan utama pergerakan komoditas logam mulia. Emas yang tidak menawarkan bunga menjadi kurang menarik bagi para pengelola dana institusional ketika instrumen bebas risiko kembali memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Selain itu, arus keluar modal secara perlahan dari Exchange Traded Funds berbasis emas terpantau masih berlanjut sepanjang sesi perdagangan pagi hingga siang tadi.
Meskipun mendapat tekanan dari faktor moneter, penurunan harga emas tertahan oleh permintaan fisik yang konsisten dari kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah. Eskalasi konflik geopolitik regional yang masih berlangsung juga terus memberikan lantai penyangga bagi emas dalam fungsinya sebagai aset safe haven. Kombinasi antara tekanan makroekonomi dan dukungan permintaan fisik menciptakan fase konsolidasi ketat pada grafik pergerakan harga harian.
Forecast untuk sesi New York nanti malam mengindikasikan bahwa pergerakan emas akan sangat bergantung pada rilis data klaim pengangguran mingguan dan indeks manufaktur Kansas Fed. Jika data ketenagakerjaan malam nanti menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap ketat, emas berisiko mengalami koreksi lanjutan untuk menguji area support teknis berikutnya. Investor direkomendasikan untuk mewaspadai lonjakan volatilitas menjelang penutupan pasar New York - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
Sumber: Newsmaker
Home





