HARGA EMAS HARI INI bergerak dalam kisaran terbatas dengan kecenderungan terkoreksi setelah rilis data neraca perdagangan Amerika Serikat kemarin menunjukkan penurunan defisit yang cukup signifikan. Membaiknya kinerja perdagangan AS ini memberikan sinyal keperkasaan fondasi ekonomi domestik di tengah tingginya biaya pinjaman. Dampaknya hari ini di pasar komoditas, para pelaku pasar mulai mengurangi eksposur pada instrumen safe haven dan beralih mengumpulkan aset berbasis dolar AS yang menawarkan keuntungan lebih agresif.
Kenaikan indeks dolar AS di pasar valuta asing secara langsung membebani pergerakan emas di bursa berjangka. Emas yang dihargai dalam mata uang Amerika Serikat menjadi relatif lebih mahal bagi para pengelola dana internasional yang memegang mata uang non-dolar. Selain itu, arus modal keluar secara perlahan dari produk reksa dana berbasis emas batangan turut memperpanjang fase konsolidasi negatif yang dialami komoditas ini sepanjang sesi perdagangan Asia hingga Eropa.
Di sisi lain, penurunan harga emas tertahan oleh permintaan fisik yang konsisten dari konsumen di kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah. Eskalasi konflik geopolitik regional yang masih membayangi jalur perdagangan laut dunia juga memberikan jaring pengaman agar harga tidak jatuh secara ekstrem. Kombinasi antara keperkasaan dolar dan dukungan permintaan fisik menciptakan dinamika perdagangan yang sangat dinamis pada grafik harian.
Forecast untuk sesi New York nanti malam mengindikasikan bahwa pergerakan emas akan sangat bergantung pada rilis data klaim pengangguran mingguan dan indeks kondisi bisnis manufaktur. Jika data ketenagakerjaan malam nanti menunjukkan pasar tenaga kerja yang tetap ketat, emas berisiko mengalami tekanan jual lanjutan menuju level support berikutnya. Investor disarankan untuk mewaspadai lonjakan volatilitas menjelang penutupan perdagangan pasar Amerika - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id
Home






