Harga Live: Emas (XAUUSD) | Hang Seng | Nikkei 225 | Brent Oil (BCOUSD)

Selasa, 10 Februari 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Reaksi Emas Terhadap Penurunan Indeks Manufaktur ISM

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapatkan momentum positif pagi ini setelah rilis data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat kemarin menunjukkan angka di bawah ekspektasi. Penurunan indeks ini mengindikasikan bahwa sektor manufaktur AS masih berada dalam zona kontraksi, yang memicu kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini secara otomatis menekan nilai tukar Dolar AS dan memberikan ruang bagi emas untuk bergerak naik.

Kemarin, sesaat setelah data dirilis, harga emas langsung bereaksi dengan menembus level resisten harian karena investor mulai meragukan ketahanan ekonomi terhadap suku bunga tinggi. Sentimen negatif pada sektor industri ini memaksa pelaku pasar untuk mencari perlindungan pada aset yang lebih aman. Meskipun bursa saham sempat mencoba bertahan, aliran modal ke pasar logam mulia terlihat jauh lebih konsisten hingga penutupan sesi New York.

Dampaknya bagi hari ini adalah harga emas diperdagangkan dengan tren naik yang cukup stabil di pasar Asia dan Eropa. Para trader terlihat lebih percaya diri untuk mempertahankan posisi beli mereka karena didukung oleh fundamental ekonomi yang melemah. Stabilitas harga di atas level psikologis saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang melakukan konsolidasi sebelum menghadapi rangkaian data tenaga kerja yang akan dirilis pekan ini.

Forecast untuk nanti malam memperkirakan emas akan sangat sensitif terhadap rilis data JOLTS Job Openings. Jika pembukaan lapangan kerja menunjukkan penurunan yang signifikan, emas berpotensi melanjutkan reli menuju rekor tertinggi bulanan. Namun, investor tetap harus waspada terhadap aksi ambil untung (profit taking) jika data tenaga kerja ternyata lebih kuat dari perkiraan, yang dapat memicu koreksi teknis mendadak. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Senin, 09 Februari 2026

PT RIFAN BANDUNG - Emas Berjangka Menguat Tipis Merespons Data Inflasi Tiongkok yang Stabil

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka pembukaan pekan ini menunjukkan tren penguatan setelah rilis data inflasi Tiongkok pada akhir pekan kemarin menunjukkan tanda-tanda stabilisasi ekonomi. Data indeks harga konsumen di negara tersebut yang tidak lagi berada di zona deflasi memberikan keyakinan pada pasar bahwa permintaan fisik emas dari konsumen terbesar dunia tersebut akan kembali pulih. Hal ini memberikan nafas segar bagi harga emas global yang sempat tertekan pada penutupan pekan lalu.

Dampaknya untuk hari ini, emas mendapatkan dukungan fundamental di pasar Asia karena investor melihat stabilisasi di Tiongkok sebagai sinyal positif bagi daya beli masyarakat regional. Sebagian besar pelaku pasar mulai melakukan akumulasi terbatas pada kontrak emas berjangka untuk mengantisipasi kenaikan permintaan fisik menjelang festival di beberapa negara Asia. Sentimen ini membantu emas bertahan di atas level dukungan psikologisnya meskipun indeks dolar Amerika Serikat masih menunjukkan kekuatannya.

Dari sisi teknikal, pergerakan emas hari ini masih terjebak dalam rentang konsolidasi seiring dengan pasar yang sedang menakar kekuatan dolar. Permintaan safe haven tetap menjadi pilar utama penyangga harga di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global yang belum sepenuhnya berpihak pada aset tanpa bunga. Keseimbangan antara permintaan fisik dari timur dan sentimen moneter dari barat menjadi dinamika utama yang menggerakkan pasar pada sesi perdagangan hari ini.

Forecast nanti malam memproyeksikan emas akan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat tipis saat memasuki sesi perdagangan New York. Fokus pasar akan tertuju pada pidato pejabat Federal Reserve yang dijadwalkan malam ini untuk mencari petunjuk tambahan mengenai arah suku bunga. Jika tidak ada pernyataan yang terlalu agresif dari bank sentral, emas diperkirakan akan menutup perdagangan di zona hijau dengan target resistensi minor di level tertinggi hariannya. - PT RIFAN BANDUNG

sumber : newsmaker.id



Jumat, 06 Februari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Tekanan Emas Akibat Data Klaim Pengangguran Amerika Serikat

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas dunia terpantau bergerak melemah pada perdagangan pagi ini setelah rilis data klaim pengangguran awal amerika serikat kemarin malam menunjukkan angka dua ratus lima ribu jiwa. Data ini lebih rendah dari perkiraan pasar yang menandakan bahwa sektor tenaga kerja di negara paman sam tersebut masih menunjukkan ketangguhan yang luar biasa meskipun suku bunga berada di level tinggi.

Dampak dari laporan tersebut memicu penguatan indeks dolar amerika serikat yang bergerak menjauh dari level terendahnya dan membuat emas menjadi lebih mahal bagi para investor global. Harga emas berjangka hari ini tertekan karena para pelaku pasar merevisi ekspektasi mereka terhadap waktu pemangkasan suku bunga oleh bank sentral pada awal tahun ini.

Meskipun menghadapi tekanan dari sisi data ekonomi, kekuatan harga emas masih didukung oleh faktor ketidakpastian politik internasional yang terus berkembang di wilayah timur tengah. Emas tetap mempertahankan posisinya sebagai instrumen pelindung nilai utama bagi para manajer investasi yang khawatir akan terjadinya eskalasi mendadak di akhir pekan ini.

Para analis memprediksi harga emas nanti malam akan sangat bergantung pada rilis data inflasi pce yang merupakan indikator favorit bank sentral amerika dalam menentukan kebijakan moneter. Jika data inflasi tersebut keluar lebih tinggi dari prakiraan maka emas berisiko jatuh menuju level dukungan empat ribu tujuh ratus empat puluh dolar per troy ons - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 05 Februari 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Pasca Rilis Data Tenaga Kerja ADP AS Kemarin

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mencatat kenaikan hari ini sebagai respon terhadap rilis data perubahan tenaga kerja non-pertanian ADP kemarin yang menunjukkan angka lebih rendah dari ekspektasi pasar. Penambahan lapangan kerja swasta yang melambat di awal Februari 2026 ini memberikan sinyal awal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai mendingin, yang secara tradisional menekan Dolar dan menguntungkan emas.

Dampaknya pada perdagangan pagi hingga siang ini terlihat dari pelemahan terbatas pada indeks Dolar AS, memberikan ruang bagi emas untuk merangkak naik. Investor melihat data ini sebagai indikasi bahwa tekanan upah mungkin akan melandai, yang mendukung narasi pelonggaran kebijakan moneter di masa depan.

Untuk malam nanti, fokus pasar akan beralih pada data klaim pengangguran mingguan (Initial Jobless Claims). Forecast menunjukkan jika angka klaim kembali meningkat, emas berpeluang menembus level resistansi harian dan mengincar level tertinggi baru di sesi perdagangan Amerika malam ini.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk memperhatikan sinkronisasi data tenaga kerja. Data ADP kemarin adalah pembuka, dan klaim pengangguran malam ini akan menjadi penentu arah. Kami memproyeksikan emas tetap berada dalam tren naik untuk nanti malam, ujar seorang pakar pasar. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Rabu, 04 Februari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Harga Emas Berjangka Tertekan Akibat Rilis Data Keyakinan Konsumen AS yang Solid

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mengalami tekanan jual yang cukup kuat hari ini setelah rilis data Indeks Keyakinan Konsumen dari Conference Board kemarin yang menunjukkan angka jauh di atas ekspektasi. Optimisme konsumen Amerika Serikat yang tetap tinggi di tengah suku bunga yang mahal mengindikasikan bahwa ekonomi Paman Sam masih sangat tangguh, sehingga mengurangi urgensi bagi investor untuk memiliki emas sebagai aset perlindungan.

Dampaknya hari ini, harga emas berjangka terseret turun seiring dengan melonjaknya imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun. Keyakinan konsumen yang kuat seringkali diterjemahkan oleh pasar sebagai potensi belanja masyarakat yang masih tinggi, yang pada gilirannya dapat menjaga inflasi tetap berada di atas target. Kondisi ini memperkuat argumen bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama, yang merupakan sentimen negatif bagi emas.

Secara teknis, emas kini sedang menguji level dukungan krusial setelah mengalami penurunan tajam di sesi perdagangan pagi. Para trader di bursa berjangka mulai melakukan penyesuaian posisi dengan melepas aset emas dan beralih ke mata uang Dolar yang memberikan imbal hasil lebih menarik. Tekanan jual terlihat merata di seluruh kontrak berjangka emas, mencerminkan pergeseran sentimen pasar dari risk-off menjadi lebih optimis terhadap pertumbuhan ekonomi.

Forecast nanti malam: Fokus pasar malam ini akan tertuju pada rilis data Penjualan Rumah Baru di AS. Jika sektor properti juga menunjukkan ketahanan yang sama dengan keyakinan konsumen, maka harga emas berisiko jatuh lebih dalam di sesi New York. Sebaliknya, jika data perumahan mulai menunjukkan keretakan akibat suku bunga tinggi, emas berpeluang melakukan rebound teknis untuk menutup sebagian kerugian hari ini. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id


Selasa, 03 Februari 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Antisipasi Data JOLTS Job Openings dan Pengaruhnya ke Emas

HARGA EMAS HARI INI - Fokus utama para pelaku pasar emas berjangka malam nanti tertuju pada rilis data JOLTS Job Openings yang akan memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat. Data ini sangat krusial karena Federal Reserve sering kali merujuk pada ketatnya pasar tenaga kerja sebagai salah satu pertimbangan utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Penurunan jumlah lowongan kerja biasanya diartikan sebagai sinyal perlambatan ekonomi yang bullish bagi emas.

Kemarin, pasar sudah mulai menunjukkan sikap antisipasi dengan mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke emas. Kondisi ini didorong oleh data manufaktur yang lemah, sehingga investor memperkirakan data tenaga kerja juga akan menunjukkan tren serupa. Keseimbangan antara penawaran dan permintaan emas di pasar berjangka saat ini mencerminkan ekspektasi bahwa masa depan kebijakan moneter akan lebih longgar dibandingkan tahun sebelumnya.

Dampaknya hari ini adalah volatilitas harga emas meningkat seiring dengan mendekatnya jam rilis data nanti malam. Sebagian besar trader ritel terlihat menunggu di pinggir lapangan, sementara institusi besar mulai melakukan lindung nilai pada posisi mereka. Harga emas hari ini bergerak dalam rentang yang cukup dinamis, merespons setiap fluktuasi kecil pada indeks Dolar AS yang juga sedang mencari arah pasti.

Forecast nanti malam memprediksi akan terjadi pergerakan besar pada kontrak emas segera setelah data JOLTS dipublikasikan. Jika angka lowongan kerja jauh di bawah estimasi, emas diprediksi akan melonjak karena ekspektasi pemangkasan suku bunga akan menguat. Sebaliknya, jika pasar tenaga kerja terbukti masih sangat ketat, emas berisiko jatuh karena Dolar AS akan mendapatkan kembali kekuatannya di sesi perdagangan Amerika. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Jumat, 30 Januari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Fokus Pasar Tertuju pada Rilis Data Inflasi PCE Malam Ini

HARGA EMAS HARI INI - Pergerakan harga emas hari ini terlihat bergerak dalam rentang terbatas karena investor bersikap sangat hati-hati menjelang rilis data pengeluaran konsumsi pribadi atau pce nanti malam. Data ini dianggap sebagai laporan ekonomi paling penting pekan ini karena akan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi inflasi yang sedang dihadapi oleh ekonomi amerika serikat.

Kemarin malam data pertumbuhan ekonomi yang direvisi naik telah memberikan sentimen negatif awal bagi emas sehingga harga cenderung tertahan di zona merah pada sesi perdagangan asia. Jika data inflasi pce nanti malam menunjukkan angka yang melandai maka emas memiliki peluang besar untuk melakukan pembalikan arah naik karena dolar diprediksi akan melemah secara signifikan.

Di sisi lain ketegangan diplomatik terkait wacana tarif perdagangan baru dari pemerintah amerika serikat masih menjadi faktor pendukung yang menjaga harga emas agar tidak anjlok terlalu dalam. Investor ritel di bandung terpantau masih optimis terhadap prospek jangka panjang logam mulia sebagai aset penyimpan kekayaan yang paling aman di tengah fluktuasi mata uang.

Forecast untuk perdagangan nanti malam menunjukkan tingkat volatilitas yang sangat tinggi pada saat pengumuman data di jam delapan lewat tiga puluh menit waktu indonesia barat. Trader disarankan untuk tetap waspada dan tidak mengambil posisi yang terlalu besar sebelum arah pasar terkonfirmasi secara jelas oleh reaksi harga terhadap data inflasi tersebut - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id