HARGA EMAS HARI INI bergerak melemah terbatas pasca-rilis data Penjualan Ritel Amerika Serikat kemarin malam yang mencatatkan pertumbuhan jauh di atas estimasi pasar. Kekuatan daya beli masyarakat AS ini memberikan sinyal bahwa perekonomian adidaya tersebut masih sangat tangguh menghadapi lingkungan suku bunga tinggi. Dampaknya hari ini di pasar finansial, para pelaku pasar terpaksa memangkas spekulasi pemangkasan suku bunga acuan secara agresif oleh Federal Reserve, yang memicu aksi penguatan pada indeks dolar AS dan menekan komoditas logam mulia.
Penguatan mata uang greenback serta melesatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor sepuluh tahun menjadi penghambat utama bagi pergerakan emas spot sepanjang sesi Asia hingga Eropa siang ini. Emas sebagai instrumen yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang diminati ketika aset bebas risiko menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Aliran modal keluar secara perlahan dari produk reksa dana berbasis emas batangan juga terpantau terus berlanjut.
Kendati demikian, penurunan harga emas tertahan di atas level dukungan teknis harian akibat tingginya tingkat ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi pasar. Pembelian fisik dari masyarakat ritel dan bank sentral di kawasan Asia Tenggara juga bertindak sebagai penopang harga dari penurunan yang lebih drastis.
Forecast untuk sesi New York nanti malam memperkirakan emas akan bergerak dalam tren konsolidasi cenderung menguji batas bawahnya seiring rilis data Indeks Manufaktur Philadelphia Fed. Jika indikator bisnis tersebut kembali dirilis melampaui ekspektasi, emas berisiko mengalami tekanan jual tambahan menuju area support teknis berikutnya. Investor direkomendasikan untuk menerapkan pembatasan risiko secara disiplin - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id





