Dampaknya untuk hari ini, emas terlihat bergerak konsolidasi karena absennya pelaku pasar besar dari wilayah Tokyo yang biasanya memberikan volume perdagangan signifikan pada sesi pagi. Sebagian besar investor ritel di kawasan Asia memilih untuk menahan diri, menyebabkan volatilitas harga tetap rendah di pasar spot. Hal ini memberikan kesempatan bagi para pedagang teknikal untuk melakukan observasi terhadap level dukungan dan resistensi kunci tanpa tekanan dari pergerakan dolar yang agresif.
Secara fundamental, pasar masih mencerna pernyataan pejabat bank sentral pada akhir pekan lalu yang mengisyaratkan bahwa inflasi global masih berada di atas target. Meskipun tidak ada data ekonomi besar yang dirilis kemarin, ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama masih menjadi beban bagi emas. Di sisi lain, ketegangan di kawasan Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi tetap memberikan dukungan dasar bagi permintaan aset safe haven.
Forecast nanti malam memproyeksikan emas akan mulai mengalami peningkatan volatilitas saat pasar London dan New York dibuka secara penuh. Harga diperkirakan akan tetap berada dalam jalur sideways dengan kecenderungan melemah tipis jika indeks dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan. Fokus utama malam nanti akan tertuju pada sentimen pasar obligasi, di mana emas diprediksi akan menguji level dukungan terdekat jika imbal hasil obligasi AS merangkak naik di sesi perdagangan malam. - PT RIFAN BANDUNG
sumber : newsmaker.id
Home






