Harga Live: Emas (XAUUSD) | Hang Seng | Nikkei 225 | Brent Oil (BCOUSD)

Jumat, 20 Februari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga Emas Menguat Menanti Keputusan Suku Bunga Federal Reserve

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas terpantau bergerak naik pada sesi perdagangan hari ini karena pasar mulai mengantisipasi kemungkinan jeda kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Para pelaku pasar sangat berhati-hati dalam mengambil posisi besar sebelum ada pernyataan resmi yang keluar malam nanti.

Dukungan terhadap harga emas juga datang dari pelemahan terbatas pada indeks dolar yang memberikan ruang bagi komoditas logam mulia untuk bernapas. Investor cenderung mengalihkan aset mereka ke emas untuk menghindari risiko fluktuasi mata uang yang tajam di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Kondisi teknikal menunjukkan bahwa emas sedang mencoba menguji level resistansi baru yang cukup kuat di perdagangan sesi Amerika. Jika data ekonomi pendukung lainnya sinkron dengan pelemahan dolar, maka reli harga emas diperkirakan akan berlanjut hingga penutupan pasar besok pagi.

Tim analis menyampaikan bahwa pergerakan ini merupakan peluang strategis bagi para pedagang untuk memantau titik masuk yang tepat. Fokus pada manajemen risiko menjadi sangat penting mengingat volatilitas pasar yang bisa meningkat sewaktu-waktu menjelang pengumuman besar - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Kamis, 19 Februari 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Pasca Rilis Data Penjualan Ritel AS yang Melambat Kemarin

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mencatat kenaikan hari ini sebagai respon terhadap rilis data penjualan ritel AS kemarin yang menunjukkan pertumbuhan di bawah ekspektasi pasar. Penurunan belanja konsumen ini memberikan indikasi bahwa tekanan inflasi mulai meredam daya beli masyarakat, yang secara tradisional menekan nilai Dolar AS dan menguntungkan emas sebagai aset lindung nilai.

Dampaknya pada perdagangan pagi hingga siang ini terlihat dari melemahnya indeks Dolar AS secara moderat, memberikan ruang bagi emas untuk merangkak naik ke level yang lebih tinggi. Investor melihat data ini sebagai sinyal bahwa ekonomi AS tidak "terlalu panas", yang mengurangi urgensi kebijakan moneter yang agresif.

Untuk malam nanti, fokus pasar akan beralih pada rilis data Klaim Pengangguran Mingguan dan Indeks Manufaktur Philly Fed. Forecast menunjukkan jika data tenaga kerja tetap stabil namun manufaktur menunjukkan kontraksi, emas berpeluang melanjutkan relinya di sesi perdagangan Amerika.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk memperhatikan momentum pelemahan Dolar. Data ritel kemarin adalah katalis positif yang kuat. Kami memproyeksikan emas akan mencoba menembus level resistansi terdekat malam nanti, ujar seorang pakar pasar. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Rabu, 18 Februari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat Akibat Penurunan Drastis Indeks Manufaktur New York

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari ini menyusul rilis data Indeks Manufaktur Empire State New York kemarin yang terjun bebas jauh di bawah perkiraan konsensus. Angka yang menunjukkan kontraksi tajam dalam aktivitas pabrik di wilayah New York ini meningkatkan kekhawatiran pasar akan perlambatan ekonomi Amerika Serikat yang lebih luas, sehingga memicu aliran modal ke aset aman seperti emas.

Dampaknya hari ini, harga emas berjangka mendapatkan momentum positif karena para trader mulai mengantisipasi kemungkinan Federal Reserve untuk bersikap lebih melunak dalam kebijakan moneternya. Data manufaktur yang buruk seringkali dipandang sebagai indikator awal dari melemahnya permintaan agregat. Hal ini menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun, yang secara langsung mengurangi biaya peluang bagi investor untuk memegang logam mulia yang tidak memberikan bunga.

Meskipun Dolar AS masih menunjukkan ketangguhan, emas berhasil mempertahankan posisinya di atas level dukungan teknis utama. Investor institusional terlihat mulai melakukan akumulasi bertahap pada kontrak berjangka emas sebagai langkah lindung nilai terhadap risiko resesi manufaktur. Sentimen pasar saat ini didominasi oleh kewaspadaan terhadap rilis data ekonomi AS lainnya yang dijadwalkan akan keluar dalam waktu dekat.

Forecast nanti malam: Perhatian pasar akan tertuju pada rilis data Klaim Pengangguran Mingguan AS malam nanti. Jika angka klaim menunjukkan peningkatan yang signifikan, emas diprediksi akan melanjutkan reli kenaikannya menuju area resistensi baru. Sebaliknya, jika pasar tenaga kerja terbukti masih sangat ketat, harga emas berisiko mengalami koreksi teknis karena pasar akan kembali berekspektasi pada suku bunga tinggi yang persisten. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Jumat, 13 Februari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Data Tenaga Kerja Amerika Serikat Tekan Harga Emas

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas dunia terpantau bergerak dalam zona merah pada perdagangan pagi ini setelah rilis data klaim pengangguran awal amerika serikat kemarin malam menunjukkan angka dua ratus sepuluh ribu jiwa. Angka ini lebih rendah dari perkiraan pasar yang menandakan bahwa sektor tenaga kerja di negara paman sam tersebut masih sangat tangguh meskipun berada dalam tekanan suku bunga tinggi.

Dampak dari laporan tersebut langsung memicu penguatan indeks dolar amerika serikat yang bergerak naik tajam dan membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi para investor global. Harga emas berjangka tertekan karena para pelaku pasar mulai menyesuaikan kembali ekspektasi mereka terhadap kebijakan moneter bank sentral yang kemungkinan akan tetap ketat dalam beberapa bulan ke depan.

Meskipun menghadapi tekanan dari sisi data makro, kekuatan harga emas masih mendapatkan sedikit dukungan dari faktor ketidakpastian politik internasional yang sedang berkembang. Emas tetap mempertahankan peranannya sebagai instrumen pelindung nilai utama bagi para manajer investasi yang ingin menghindari risiko fluktuasi pasar yang tidak menentu menjelang penutupan pekan ini.

Para analis memprediksi harga emas nanti malam akan sangat bergantung pada rilis data sentimen konsumen dari universitas michigan yang akan dirilis pada pukul sepuluh malam. Jika data tersebut menunjukkan optimisme yang tinggi maka emas berisiko jatuh menuju level dukungan baru, namun jika terjadi pelemahan data maka emas berpeluang untuk kembali bangkit - PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Kamis, 12 Februari 2026

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG - Harga Emas Berjangka Menguat Pasca Rilis Data Inflasi AS yang Melampaui Ekspektasi Kemarin

HARGA EMAS HARI INI - Harga emas berjangka mencatat kenaikan signifikan hari ini sebagai respon terhadap rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS kemarin yang menunjukkan inflasi tahunan tetap berada di level yang lebih tinggi dari perkiraan pasar. Kondisi ini memperkuat status emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi yang persisten, meskipun Dolar AS sempat mencoba menekan di awal sesi.

Dampaknya pada perdagangan pagi hingga siang hari ini terlihat dari arus modal yang beralih ke logam mulia karena kekhawatiran penurunan nilai tukar mata uang fiat. Investor mulai mengantisipasi bahwa bank sentral tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga namun risiko inflasi tetap menjadi prioritas utama.

Untuk malam nanti, fokus pasar akan tertuju pada rilis data Klaim Pengangguran Mingguan. Forecast menunjukkan jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, emas berpeluang melanjutkan relinya untuk menembus level resistansi baru di sesi Amerika.

Analis di RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG menyarankan klien untuk memperhatikan volatilitas pasca data inflasi. Inflasi yang tinggi adalah bahan bakar bagi emas. Kami memproyeksikan tren bullish akan berlanjut hingga penutupan pasar malam nanti, ujar seorang pakar pasar. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA BANDUNG.

sumber : newsmaker.id

Rabu, 11 Februari 2026

PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Emas Berjangka Menguat di Tengah Data Pertumbuhan Gaji Inggris yang Melambat

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka menunjukkan tren penguatan pada perdagangan hari ini setelah rilis data rata-rata penghasilan mingguan di Inggris yang menunjukkan perlambatan lebih dalam dari perkiraan. Penurunan pertumbuhan upah ini memberikan sinyal kuat bahwa tekanan inflasi dari sisi tenaga kerja mulai mereda, yang membuka peluang bagi Bank of England (BoE) untuk mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih awal tahun ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dampaknya hari ini, harga emas mendapatkan dukungan dari pelemahan mata uang Pound Sterling terhadap Dolar AS dan Euro. Investor cenderung beralih ke emas sebagai aset alternatif ketika prospek imbal hasil obligasi di Eropa mulai menunjukkan tren penurunan. Sentimen ini memberikan napas bagi harga emas internasional untuk pulih dari tekanan jual yang terjadi di sesi perdagangan sebelumnya akibat data inflasi AS yang sempat melonjak.

Pelemahan data tenaga kerja di Inggris juga memicu kekhawatiran mengenai daya beli konsumen di kawasan tersebut secara keseluruhan, yang seringkali menjadi pendorong bagi permintaan aset aman. Emas kembali dilirik sebagai instrumen lindung nilai terhadap potensi stagnasi ekonomi regional di tengah biaya hidup yang masih tinggi. Aliran dana masuk ke kontrak berjangka emas mulai terlihat stabil di bursa komoditas London seiring meningkatnya kewaspadaan pasar.

Forecast nanti malam: Perhatian pasar akan tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat malam nanti. Jika data PPI menunjukkan angka yang lebih rendah dari estimasi, hal ini akan mengonfirmasi bahwa inflasi di tingkat grosir mulai melandai, yang bisa memicu reli kenaikan harga emas lebih lanjut. Namun, jika PPI tetap tinggi, emas berisiko kembali terkoreksi ke area support psikologis di bawah level $2,000 per ons. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id

Selasa, 10 Februari 2026

RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Reaksi Emas Terhadap Penurunan Indeks Manufaktur ISM

HARGA EMAS HARI INI - Pasar emas berjangka mendapatkan momentum positif pagi ini setelah rilis data ISM Manufacturing PMI Amerika Serikat kemarin menunjukkan angka di bawah ekspektasi. Penurunan indeks ini mengindikasikan bahwa sektor manufaktur AS masih berada dalam zona kontraksi, yang memicu kekhawatiran akan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini secara otomatis menekan nilai tukar Dolar AS dan memberikan ruang bagi emas untuk bergerak naik.

Kemarin, sesaat setelah data dirilis, harga emas langsung bereaksi dengan menembus level resisten harian karena investor mulai meragukan ketahanan ekonomi terhadap suku bunga tinggi. Sentimen negatif pada sektor industri ini memaksa pelaku pasar untuk mencari perlindungan pada aset yang lebih aman. Meskipun bursa saham sempat mencoba bertahan, aliran modal ke pasar logam mulia terlihat jauh lebih konsisten hingga penutupan sesi New York.

Dampaknya bagi hari ini adalah harga emas diperdagangkan dengan tren naik yang cukup stabil di pasar Asia dan Eropa. Para trader terlihat lebih percaya diri untuk mempertahankan posisi beli mereka karena didukung oleh fundamental ekonomi yang melemah. Stabilitas harga di atas level psikologis saat ini menunjukkan bahwa pasar sedang melakukan konsolidasi sebelum menghadapi rangkaian data tenaga kerja yang akan dirilis pekan ini.

Forecast untuk nanti malam memperkirakan emas akan sangat sensitif terhadap rilis data JOLTS Job Openings. Jika pembukaan lapangan kerja menunjukkan penurunan yang signifikan, emas berpotensi melanjutkan reli menuju rekor tertinggi bulanan. Namun, investor tetap harus waspada terhadap aksi ambil untung (profit taking) jika data tenaga kerja ternyata lebih kuat dari perkiraan, yang dapat memicu koreksi teknis mendadak. RIFAN FINANCINDO BANDUNG

sumber : newsmaker.id