PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Bulan Ramadhan adalah bulan yang
selalu dinanti oleh semua umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa
bersama. Meski ibu menyusui diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan
menggantinya dengan hari lain dan membayar fidiah, banyak ibu menyusui
yang tetap ingin dan bersemangat turut menjalankan ibadah puasa.
Sebenarnya boleh saja, tetapi ada beberapa kondisi yang sebaiknya ibu
menyusui tidak berpuasa atau membatalkan puasanya.
Rabu, 08 Juli 2015
Bursa Saham HK Anjlok 4,74 % pada Sesi Pembukaan
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Ekuitas
Hong Kong anjlok 4,74 % dalam beberapa menit pertama perdagangan Rabu
ini, diikuti penurunan di Shanghai dan di tengah kekhawatiran tentang
masa depan Yunani di zona euro.
Minyak Mentah Alami Gain Ditengah Pembicaraan Kesepakatan Nuklir Iran
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Minyak
mentah rebound dari level terendah dalam hampir 3 bulan terakhir
sebelum rilis data pemerintah AS terhadap persediaan minyak mentah dan
seiring masa tenggang waktu untuk kesepakatan nuklir Iran diperpanjang.
Selasa, 07 Juli 2015
Striker Turki Jadi Rekrutan Pertama Manchester City
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Manchester City
berhasil merekrut striker muda Turki, Enes Unal, dari Bursaspor, pada
Senin (6/7/2015). Unal menjadi rekrutan pertama Manchester City pada
musim ini.
Energi Harga Minyak Ikut Turun 7,7% Karena Krisis Yunani
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Harga minyak mengalami penurunan terbesar dalam 5 bulan terakhir, turunnya hingga 7,7% pada perdagangan semalam. Ini akibat krisis utang di Yunani dan juga kebijakan pasar saham yang diterapkan pemerintah China.
Mengenal "Exchange Traded Fund"
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA - Dalam bahasa peraturan, Exchange Traded Fund
(ETF) disebut reksa dana terbuka berbentuk kontrak investasi kolektif
yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek. Dengan kata lain,
jenis reksa dana ini menggabungkan fitur daripada reksa dana dan saham.
Seperti apa ETF ini?
Yunani Tolak "Bailout", BI Siap Intervensi jika Rupiah Goyah
PT. RIFAN FINANCINDO BERJANGKA -- Bank
Indonesia (BI) akan meningkatkan pengawasan terhadap gejolak rupiah
pasca-hasil referendum Yunani yang menolak dana talangan dari kreditor
internasional. Jika fundamental rupiah goyah, BI mengaku siap melakukan
intervensi menggunakan cadangan devisa (cadev) secara terukur.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)