RIFAN FINANCINDO BANDUNG - Fawad Razaqzada menjelaskannya ringkas. "Reaksi pasar terhadap berita selalu lebih penting daripada berita itu sendiri," Analis StoneX yang berbasis di London menyatakan kala emas naik sesaat untuk pertama kalinya dalam tiga hari pada penutupan perdagangan Rabu setempat sementara dolar turun tipis, setelah Amerika Serikat mengejutkan dunia dengan yang lain. cetak inflasi merah-panas untuk bulan Juni.
Harga emas berjangka untuk penyerahan Agustus di Comex New York ditutup naik 0,32% di $1.730,35/oz pada perdagangan Rabu. Itu adalah secercah harapan kecil untuk bulls logam kuning, yang telah jatuh 1% selama dua sesi sebelumnya. Sedangkan indeks dolar AS berakhir sedikit melemah 0,14% di 107,756 pada Rabu.
Tapi kini pukul 09.08 WIB Kamis (14/07) pagi, harga emas balik turun 0,54% di $1.726,15/oz dan indeks dolar AS terus melaju 0,41% ke 108,200.
Terlepas dari rebound hari Rabu, emas Comex masih menuju kerugian mingguan kelima berturut-turut yang telah menurunkan harganya $140 atau hampir 7,5% sejak pekan terakhir 3 Juni. Tahun ini, emas Comex tetap turun sekitar 6%.
Emas naik di kisaran pertengahan $1.700, sementara dolar mundur dari level tertinggi dua dekade setelah Indeks Harga Konsumen melonjak sebesar 9,1% setahun hingga Juni.
Angka tersebut melampaui peningkatan tahunan 8,8% yang telah diantisipasi para ekonom untuk bulan Juni, setelah ekspansi 12 bulan sebelumnya sebesar 8,6% pada bulan Mei.
"Ada kemungkinan kita telah melihat level puncak greenback dan titik terendah untuk emas," tulis Razaqzada.
"Reaksi pasca IHK jelas menunjukkan bahwa investor berpikir bahwa pembacaan inflasi yang besar akan sangat merugikan ekonomi sehingga Fed tidak hanya akan segera menghentikan kenaikan suku bunga, tetapi akan berbalik arah pada awal kuartal I," katanya menambahkan.
Sebagai bukti, ia merujuk imbal hasil obligasi acuan AS tenor 10 tahun berada di bawah 3%, dan perkiraan simultan dari penurunan suku bunga 18 basis poin pada kuartal I tahun 2023.
Bagaimanapun, beberapa analis, termasuk Nomura, menyebut rekor tingkat 100 basis poin untuk Juli itu sendiri dibandingkan ekspektasi sebelumnya hanya 75 bps.
Perangkat pelacak Fed dari Investing.com menunjukkan hampir 70% peluang kenaikan poin persentase penuh pada pertemuan revisi suku bunga 27 Juli dari bank sentral.
Beberapa analis juga memperkirakan dolar akan tetap turun dalam waktu lama berdasarkan pembacaan teknikal jangka pendek untuk Indeks Dolar AS, meskipun banyak yang mengakui bahwa indeks sudah overbought dan pullback teknikal akan terjadi - RIFAN FINANCINDO
Sumber : investing.com