Berikut beberapa sosok miliarder yang memilih meninggalkan pendidikannya di universitas untuk membangun kerajaan bisnis sendiri.
Senin, 23 Juni 2014
Miliarder-miliarder yang Tak Lulus Kuliah
Berikut beberapa sosok miliarder yang memilih meninggalkan pendidikannya di universitas untuk membangun kerajaan bisnis sendiri.
Proyeksi, Sentimen Negatif Masih Menekan IHSG
JAKARTA, KOMPAS.com
- Sentimen negatif diperkirakan masih menggelayuti pergerakan Indeks
Harga Saham Gabungan pada perdagangan awal pekan ini. Indeks
diproyeksikan bergerak variatif dengan peluang melemah terbatas, Senin
(23/6/2014).
Pasar saham Amerika Serikat terus melakukan reli penguatan pada akhir pekan lalu, seiring dengan ekspektasi investor terhadap pemulihan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 0,2 persen dan indeks S&P500 sebesar 0,2 persen.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh meredanya tensi konflik di Irak. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar 0,52 persen dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan 0,35 persen. Sementara itu, harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi.
Pasar saham Amerika Serikat terus melakukan reli penguatan pada akhir pekan lalu, seiring dengan ekspektasi investor terhadap pemulihan ekonomi Paman Sam. Penguatan itu diapresiasi dengan kenaikan indeks Dow Jones Industrial Average sebesar 0,2 persen dan indeks S&P500 sebesar 0,2 persen.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi oleh meredanya tensi konflik di Irak. Apresiasi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 sebesar 0,52 persen dan indeks KOSPI Composite di Korea Selatan 0,35 persen. Sementara itu, harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi.
Jumat, 20 Juni 2014
Pannacotta aneka rasa dari Sweet Escape
Pannacotta, dessert
lembut khas Italia ini emang enak banget kan? Eh tapi, udah pernah coba
Pannacotta aneka rasa? Nih, cuma sweet escape yang punya!
Sweet Escape Pannacotta ini punya 6 rasa yang pastinya bikin kamu
ketagihan! Yang jadi favorite sih rasa green tea, tapi ada juga rasa
oreo, coklat, vanilla, strawberry dan banana. Nyaaam :9
Likuiditas Perbankan Mulai Ketat
Menurut Ryan, indikasi pengetatan likuiditas tersebut terlihat dari loan to deposit ratio (LDR) pada akhir Maret 2014 yang meningkat menjadi 91,17 persen. Adapun tren peningkatan rasio kredit macet (NPL) di akhir Maret 2014 menjadi 2 persen belum menjadi persoalan serius bagi perbankan.
"Likuiditas bagi bank adalah segalanya. Selama ini tidak ada bank yang bangkrut karena NPL yang tinggi. Tetapi, banyak bank tutup gara-gara likuiditas terganggu," kata Ryan, Kamis (19/6/2014).
Bursa AS Variatif, Indeks S&P Kembali Ukir Rekor Baru
NEW YORK, KOMPAS.com -
Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor baru pada Kamis (19/6/2014)
waktu setempat (Jumat pagi WIB). Para investor mempertimbangkan data
ekonomi kuat serta kekerasan yang sedang berlangsung di Irak mendorong
harga minyak ke tingkat tertinggi baru sembilan bulan.
Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 2,50 poin (0,13 persen) pada 1.959,48, rekor penutupan tertinggi kedua berturut-turut.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 14,84 poin (0,09 persen) menjadi 16.921,46, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq melemah 3,51 poin (0,08 persen) ke posisi 4.359.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal turun 6.000 pada pekan lalu, sedangkan indeks indikator ekonomi utama dari The Conference Board naik 0,5 persen pada Mei.
Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 2,50 poin (0,13 persen) pada 1.959,48, rekor penutupan tertinggi kedua berturut-turut.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 14,84 poin (0,09 persen) menjadi 16.921,46, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq melemah 3,51 poin (0,08 persen) ke posisi 4.359.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal turun 6.000 pada pekan lalu, sedangkan indeks indikator ekonomi utama dari The Conference Board naik 0,5 persen pada Mei.
Kamis, 19 Juni 2014
Spanyol, Juara Bertahan yang Tersingkir Paling Cepat
RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com — Juara bertahan Spanyol
kalah dalam dua laga perdana mereka di Piala Dunia 2014. Setelah kalah
1-5 dari Belanda, La Furia Roja menyerah 0-2 dari Cile, di Maracana, 18
Juni 2014.
Hasil itu membuat Spanyol duduk di dasar klasemen Grup D, tanpa poin, atau sama dengan Australia di peringkat ketiga. Australia berada di peringkat lebih tinggi karena unggul selisih gol.
Hasil itu membuat Spanyol duduk di dasar klasemen Grup D, tanpa poin, atau sama dengan Australia di peringkat ketiga. Australia berada di peringkat lebih tinggi karena unggul selisih gol.
Nikai Tukar Dollar AS di Bank Sudah Tembus Rp 12.000
JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs dollar Amerika Serikat (AS) semakin menguat terhadap rupiah. Sepekan terakhir, pelaku pasar mulai memburu greenback. Alhasil, kurs jual dollar AS kembali menyenggol level Rp 12.000. (baca: Dekati Level 12.000, Rupiah Melorot ke Posisi Terendah 4 Bulan)
Mengacu Bank Indonesia (BI), kurs jual rata-rata dollar AS di perbankan menembus level Rp 12.028, Rabu (18/6/2014). Penelusuran KONTAN, sembilan dari 10 bank besar mematok kurs jual di atas Rp 12.000. Hanya Bank Mandiri yang menjual dollar di level Rp 11.997.
Sementara, kurs beli rata-rata di konter perbankan mencapai Rp 11.918. Dus, kurs tengah BI sebesar Rp 11.978 per dollar AS. Angka ini telah terkerek naik 238 basis poin (bsp) dari posisi Rp 11.740 pada Senin lalu (2/6).
Sementara, kurs beli rata-rata di konter perbankan mencapai Rp 11.918. Dus, kurs tengah BI sebesar Rp 11.978 per dollar AS. Angka ini telah terkerek naik 238 basis poin (bsp) dari posisi Rp 11.740 pada Senin lalu (2/6).
Kenaikan nilai tukar turut dirasakan perbankan. "Kondisi kurs seperti
ini pasti dipicu transaksi forex yang tinggi," ujar Dody Arifianto,
Ekonom Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Rabu (18/6/2014).
Sejumlah bank pun mengaku, mulai ada kenaikan permintaan dollar AS. Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP, mengungkapkan, permintaan dollar AS meningkat dalam beberapa hari belakangan. "Secara volume memang ada kenaikan tapi belum tahu naik berapa," ujar dia.
Sejumlah bank pun mengaku, mulai ada kenaikan permintaan dollar AS. Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur OCBC NISP, mengungkapkan, permintaan dollar AS meningkat dalam beberapa hari belakangan. "Secara volume memang ada kenaikan tapi belum tahu naik berapa," ujar dia.
Meski permintaan valuta asing (valas) naik, OCBC NISP belum mengalami
kesulitan likuiditas valas. Parwati bilang, rasio likuiditas atau loan
to deposit ratio (LDR) berdenominasi dollar AS masih longgar atau di
bawah 75 persen.
Sedikit berbeda, Panji Irawan, Head of Treasury Group Bank Mandiri
mengatakan, pemintaan dollar AS masih terbilang wajar. "Volume tidak
besar. Permintaan masih wajar," katanya. Kalau ada kenaikan itu lebih
karena aksi spekulasi. Sebab, sebagian besar eksportir membeli dollar AS
tergantung kebutuhan likuiditas dan nilai kurs yang berlaku.
Branko Windoe, Head of Treasury Bank Central Asia (BCA) menyatakan,
pelemahan rupiah di atas level Rp 12.000 per dollar AS tidak dipicu
permintaan dollar yang tinggi. Menurut Branko, kurs dollar menanjak
karena sejumlah faktor yang memicu spekulasi. Salah satunya, "Inflasi AS
lebih tinggi dari yang diperkirakan," ujar Branko.
Spekulasi lain adalah rencana Bank Sentral AS (The Fed) yang bakal
mengurangi stimulus sebesar US$ 10 miliar. Kebijakan tapering off
ditentukan pada pertemuan bulanan The Fed atawa FOMC meeting pada 18-19
Juni.
"Permintaan naik juga karena repatriasi dividen dan outflow dari
pasar modal," ujar Parwati. Branko meramal, pairing USD/IDR bergerak di
11.500-12.000 pada semester II. (Nina Dwiantika, Dea Chadiza Syafina, Issa Almawadi)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Home