Video yang dibuat oleh TK Tech News itu diklaim menunjukkan sosok perangkat Galaxy S5 Active dari AT&T.
Jumat, 23 Mei 2014
Galaxy S5 Active Menampakkan Diri
Video yang dibuat oleh TK Tech News itu diklaim menunjukkan sosok perangkat Galaxy S5 Active dari AT&T.
Rupiah Diprediksi Tertekan Saat Data China Membaik
Dollar index terus melaju menjauhi level 80 walaupun angka jobless claims diumumkan lebih tinggi. Baiknya data manufaktur serta penjualan rumah AS ditambah buruknya data manufaktur zona Eropa cukup untuk mendorong penguatan dollar dan naiknya yield US Treasury 10 tahun. Sementara itu, angka penjualan rumah baru AS dijadwalkan diumumkan malam ini.
Kamis, 22 Mei 2014
RNI Siap Giling 420.000 Ton Tebu
JAKARTA, KOMPAS.com - Musim giling tinggal sepekan lagi, dan pada musim giling kali ini, BUMN itu bakal memproduksi sebanyak 160.000 ton gula.
"Itu yang dari lahan tebu RNI saja, kalau ditambah dari petani-petani total kapasitas produksi kami mencapai 420.000 ton tebu. Gula dari lahan tebu petani, kita sistemnya bagi hasil," ujar Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro kepada Kompas.com, Kamis (22/5/2014).
"Itu yang dari lahan tebu RNI saja, kalau ditambah dari petani-petani total kapasitas produksi kami mencapai 420.000 ton tebu. Gula dari lahan tebu petani, kita sistemnya bagi hasil," ujar Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro kepada Kompas.com, Kamis (22/5/2014).
Bank Mandiri Getol Cari Target Akuisisi
JAKARTA, KOMPAS.com
- Bank Mandiri terus mematangkan rencananya untuk unjuk gigi di kancah
perbankan ASEAN. Salah satu caranya adalah, bank berlogo pita emas ini
masih getol mencari objek akuisisi berupa lembaga keuangan.
Di paruh kedua tahun ini, Bank Mandiri fokus mencari target akuisisi berupa bank yang bergerak di bisnis ritel. "Jika bank, kami cari yang bergerak di ritel," tutur Pahala N. Mansuri, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Rabu (21/5/2014). Namun, bank plat merah ini tidak menutup kemungkinan mengakuisisi perusahaan non-bank.
Mandiri tengah merampungkan pendirian perusahaan multifinance. Perusahaan berbentuk patungan (joint venture) itu akan menggarap pembiayaan kendaraan roda dua di pasar luar Jawa
Sembari mencari target akuisisi, Mandiri mematangkan rencana pendanaan akuisisinya. Kebutuhan dana untuk pertumbuhan anorganik itu Rp 12 triliun. Mandiri akan menggunakan kas internal untuk membiayai sebagian dari total kebutuhan dana itu.
Di paruh kedua tahun ini, Bank Mandiri fokus mencari target akuisisi berupa bank yang bergerak di bisnis ritel. "Jika bank, kami cari yang bergerak di ritel," tutur Pahala N. Mansuri, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Rabu (21/5/2014). Namun, bank plat merah ini tidak menutup kemungkinan mengakuisisi perusahaan non-bank.
Mandiri tengah merampungkan pendirian perusahaan multifinance. Perusahaan berbentuk patungan (joint venture) itu akan menggarap pembiayaan kendaraan roda dua di pasar luar Jawa
Sembari mencari target akuisisi, Mandiri mematangkan rencana pendanaan akuisisinya. Kebutuhan dana untuk pertumbuhan anorganik itu Rp 12 triliun. Mandiri akan menggunakan kas internal untuk membiayai sebagian dari total kebutuhan dana itu.
Multifinance Berburu Dana di Luar Negeri
Salah satu multifinance yang sedang mencari pinjaman di luar negeri adalah Indomobil Multifinance (IMFI). Gunawan, CEO IMFI mengaku, pihaknya sedang roadshow ke sejumlah negara, yaitu Singapura, Taiwan dan Jepang. Tujuannya untuk mencari pinjaman sindikasi senilai US$ 100 juta.
Beberapa bank sudah ditunjuk sebagai mandated lead arranges dan bookrunners yaitu CTBC, RBS, OCBC, dan Mizuho. "Targetnya pinjaman bisa kami dapat di awal semester II," kata Gunawan.
Rabu, 21 Mei 2014
Ferdinand Sinaga Tak Puas Hasil Imbang
BANDUNG, TRIBUN - Ferdinand Alfred Sinaga tak puas
dengan hasil imbang Persib Bandung melawan Pelita Bandung Raya (PBR).
Dalam laga bertajuk derbi Bandung itu, Persib sempat unggul 1-0 dan
tertinggal 1-2.
"Kami seharusnya bisa memenangkan pertandingan, tapi ini adalah
kehendak Tuhan. Walaupun sudah berjuang, tapi hasilnya seperti ini. Kami
harus menerima," katanya kepada wartawan setelah laga di Stadion Si
Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (20/5).
Jokowi-JK Janji Bangun 2.000 Kilometer Jalan Baru
"Kami akan meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya," demikian butir enam dari Sembilan Agenda Prioritas salah satu bagian Visi Misi Jokowi-JK yang dirilis dari situs resmi KPU.
Untuk itu, sebutnya, mereka akan membangun infrastruktur jalan baru sepanjang 2.000 kilometer dan memperbaki jalan di Sumatera, Jawa, Kalimantam, Sulawesi, dan Papua. Kemudian membangun 10 pelabuhan baru dan merenovasi yang lama, membangun 10 bandara baru dan merenovasi yang lama, membangun 10 kawasan industri baru berikut pengembangan untuk hunian buruhnya.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Home