Dampaknya hari ini, harga emas mendapatkan dukungan dari pelemahan mata uang Pound Sterling terhadap Dolar AS dan Euro. Investor cenderung beralih ke emas sebagai aset alternatif ketika prospek imbal hasil obligasi di Eropa mulai menunjukkan tren penurunan. Sentimen ini memberikan napas bagi harga emas internasional untuk pulih dari tekanan jual yang terjadi di sesi perdagangan sebelumnya akibat data inflasi AS yang sempat melonjak.
Pelemahan data tenaga kerja di Inggris juga memicu kekhawatiran mengenai daya beli konsumen di kawasan tersebut secara keseluruhan, yang seringkali menjadi pendorong bagi permintaan aset aman. Emas kembali dilirik sebagai instrumen lindung nilai terhadap potensi stagnasi ekonomi regional di tengah biaya hidup yang masih tinggi. Aliran dana masuk ke kontrak berjangka emas mulai terlihat stabil di bursa komoditas London seiring meningkatnya kewaspadaan pasar.
Forecast nanti malam: Perhatian pasar akan tertuju pada rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat malam nanti. Jika data PPI menunjukkan angka yang lebih rendah dari estimasi, hal ini akan mengonfirmasi bahwa inflasi di tingkat grosir mulai melandai, yang bisa memicu reli kenaikan harga emas lebih lanjut. Namun, jika PPI tetap tinggi, emas berisiko kembali terkoreksi ke area support psikologis di bawah level $2,000 per ons. - PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id
Home

Tidak ada komentar :
Posting Komentar