Selasa, 03 Februari 2015
IHSG Diperkirakan Masih Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan
Senin, 02 Februari 2015
Data GDP Tekan US Dollar
Awali Bulan, Rupiah Melorot di Atas Rp 12.700 Per Dollar AS
Jumat, 30 Januari 2015
Proyeksi, IHSG Berpeluang Menguat lagi
Pasar saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebesar 1,31 persen sedangkan indeks S&P500 terapresiasi sebesar 0,95 persen. Dari pasar Asia, pergerakan indeks utama regional pagi ini positif. Indeks Nikkei 225 (Jepang) naik sebesar 0,97 persen sedangkan indeks KOSPI Composite (Korea Selatan) menguat 0,49 persen.
Sementara harga kontrak berjangka (futures) komoditas juga terapresiasi. Harga minyak mentah WTI naik 0,20 persen ke level 44,62 dollar AS per barrel, sedangkan harga emas Comex menguat 0,31 persen ke posisi 1.259,80 dollar AS per troy ounce.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang sedianya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pekan depan. Selain itu, investor juga menunggu rilis kinerja keuangan tahunan perusahaan tercatat (emiten).
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas menyatakan IHSG berpotensi menguat. "Pada perdagangan hari ini, IHSG akan bergerak di kisaran support 5.210 dan resistance 5.325," sebutnya.
Beberapa rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal yang dapat dikoleksi adalah ANTM, TINS, PWON dan BBRI.
Sumber : Kompas
"Update" GoPro Bisa Bikin "Slow Motion"
Dalam firmware terbaru ini, kamera GoPro bakal bisa merekam video 720p di 240 frame per detik. Seperti dikutip KompasTekno dari The Verge, Jumat (30/1/2015), kecepatan tersebut 10 kali lebih lambat dari framerate standar.
Satu hal yang harus dicatat, kemampuan merekam gerak lambat ini hanya hadir di lini teratas GoPro, yaitu Hero 4 Black.
Selama ini, kamera GoPro sebenarnya sudah dilengkapi dengan mode gerak lambat. Akan tetapi, mode tersebut tidak bisa dioperasikan berbarengan dengan kualitas HD. Baru di firmware terbaru itulah, GoPro menggabungkan kemampuan slow motion dengan kualitas HD.
Situs teknologi Gizmodo sudah mendapatkan firmware terbaru ini. Saat dicoba, kemampuan baru tersebut dikatakan mampu menghasilkan video slow motion yang cukup halus.
Akan tetapi, ada beberapa kekurangan yang ditemukan. Seperti, area pengambilan video yang dipersempit menjadi 65 derajat dan kualitas gambar yang sedikit menurun.
Penyegaran firmware tersebut juga akan menghadirkan berbagai fitur baru. Salah satunya, pengguna GoPro edisi Hero 4 Black dan Silver dapat mengonversi video time-lapse langsung di perangkat kamera.
Sekadar gambaran, mode time-lapse sendiri sebenarnya sudah ada di firmware sebelumnya. Namun, pengguna harus memindahkan file video ke komputer untuk mengonversi file video ke mode time-lapse.
Firmware baru ini juga akan memanfaatkan komponen accelerometer yang ada dalam kamera untuk memutar (rotate) posisi layar secara otomatis, tergantung dari posisi kamera.
Sumber : Kompas
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Home